Senin, 09 April 2012

KRI TELUK RATAI ANGKUT TIMSUS RALASUNTAI EKSPEDISI KHATULISTIWA 2012


JAKARTA-(IDB) :Salah satu unsur kapal perang Komando Lintas Laut militer (Kolinlamil) jenis Landing Ship Tank (LST ) KRI Teluk Ratai-509 dengan Komandan Letkol Laut (P) Syamsudin akan mengangkut Tim Khusus (Timsus) Rawa Laut Sungai Pantai (Ralasuntai) Satuan Tugas (Satgas) Ekspedisi Khatulistiwa 2012 yang diberangkatkan dari Pelabuhan Kolinlamil Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (05/04).

Tim Sus Ralasuntai Satgas Ekspedisi Khatulistiwa 2012 yang dipimpin oleh Mayor Mar Freddy Ardianzah selaku Dan Timsus Satgas Ekspedisi dengan 17 orang personel terdiri dari 10 orang anggota Taifib Marinir (TNI-AL), 4 orang anggota Den Gultor 81 Kopassus (TNI-AD) dan 3 orang Paskhas (TNI-AU).
 

Menurut Dan Satgas, kegiatan ekspedi Khatulistiwa 2012 akan memakan waktu sekitar 3,5 bulan penjelajahan susur pantai sepanjang garis pantai Kalimantan sejauh 5.800 Km, yang dimulai dari Tanjung Datu kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan finish di Tanjung Harapan Nunukan Kalimantan Timur.
 

"Tujuan dari hajat akbar itu antara lain untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan prajurit agar memiliki naluri tempur di perbatasan, gunung dan pegunungan serta medan Ralasuntai (rawa, laut, sungai, dan pantai)," paparnya.

Tujuan yang kedua untuk membangkitkan kesadaran teritorial sehingga dikelola menjadi keunggulan teritorial, lalu tujuan ketiga untuk mendata serta meneliti segala potensi di perbatasan gunung dan pegunungan serta medan Ralasuntai di pedalaman Kalimantan bersama-sama dengan komponen bangsa lainnya sebagai sumbangsih TNI kepada pemerintah.
 

Selain itu, kegiatan berskala nasional itu juga bertujuan untuk memberikan keteladanan kepada masyarakat untuk menjaga kelestarian hutan melalui program "Green, Clean, and Healthy".
 

Selain itu, demi terwujudnya jiwa persatuan dan kesatuan antara TNI, Polri dan seluruh komponen bangsa, sekaligus rasa cinta Tanah Air dan terpeliharanya persahabatan dunia dengan terpeliharanya kelestarian alam di perbatasan dan pedalaman Kalimantan. Tim Ekspedisi Khatulistiwa 2012 yang terdiri dari Tim Khusus (Timsus) ini akan bertugas menjelajahi perbatasan dari Kalimantan Barat hingga Kalimantan Timur yang ditempuh dengan berjalan kaki

Sumber : TNI AL

MENHAN: DI PAPUA CUKUP 4 BATALION TNI SAJA


JAKARTA-(IDB) :Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro tidak akan menambah kekuatan pasukan TNI di Puncak Jaya, Papua, walaupun pada Minggu 8 April 2012 lalu, terjadi kasus penembakan pesawat Trigana Air.

"Enggak ada, cukup dari 4 batalion saja. Untuk pasukan dari luar hanya ditempatkan di perbatasan," kata Purnomo, usai menghadiri HUT TNI AU ke 66, di Pangkalan Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Senin (9/4/2012).

Menurutnya saat ini kasus penembakan terhadap pesawat Trigana Air, masih dalam proses penyelidikan, apakah masuk domain kriminal atau gerakan separatis. "Kita harus dalami, karena kalau itu separatis, maka itu domain TNI untuk bergerak. Tapi kalau itu kriminal dari kopolisian," ungkapnya.

Sebelumnya Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo mengatakan akan mengirim personel tambahan ke Papua. "Personel kita sudah di sana, nanti ada tambahan, terutama yang punya kemampuan di tempat-tempat yang sulit di jangkau," ungkapnya.

Sumber : Okezone

DPR SETUJU PEMBELIAN TANK LEOPARD, TAPI DENGAN 3 SYARAT


JAKARTA-(IDB) :Komisi I DPR menyatakan tidak menolak niat pemerintah untuk melakukan pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) jenis tank. Namun, khusus untuk pengadaan tank jenis Leopard dari Belanda,Komisi I DPR mengajukan syarat tiga klausul.

Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq menyatakan, Komisi I DPR kemungkinan besar tidak akan menyetujui anggaran untuk pembelian tank Leopard bekas dari Belanda jika Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dan TNI tidak bisa memenuhi klausul utama tersebut. Klausul itu adalah secara teknisIndonesiamembutuhkan tank jenis tempur berat itu dan ada jaminan tidak akan ada embargo pemeliharaan dan suku cadang di masa mendatang. 


Klausul selanjutnya, ada alih teknologi (transfer of technology) dalam pembelian tank Leopard tersebut.“Jika memang Mabes TNI tetap meminta Leopard bekas itu,Komisi I DPR harus diyakinkan secara teknis dan politis. Jika hal itu tidak dipenuhi oleh tim negosiasi Mabes TNI, lebih baik membeli yang baru kendati jumlahnya menjadi separuhnya,”ungkap Mahfudz di Jakarta kemarin. 


Mahfudz menduga,Kemenhan dan Mabes TNI akan matimatian berusaha untuk melancarkan rencana pembelian tank Leopard itu,termasuk melancarkan klausul yang diinginkan Komisi I DPR. Langkah ini dilakukan agar tidak ada benturan di kemudian hari. Karena itu,Kemenhan dan TNI harus menjajaki semuanya. “Semua klausul tersebut harus dipenuhi mengingat belanja alutsista setiap tahun selalu menelan anggaran negara yang besar,”tandasnya. 


Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddinmengaku, tawaran tank Leopard sebenarnya bukan hanya dari Pemerintah Belanda, melainkan juga dari pemerintah Jerman. “Tawaran Belanda adalah tank bekas yang jika jadi dibeli oleh Indonesia akan di upgrade kemampuannya,” ungkap Sjafrie. Sedangkan Leopard yang ditawarkan Jerman, ujarnya, adalah refurbishment. Artinya bukan tank bekas yang akan dibeli sebab Leopard asal Jerman ini sudah ditingkatkan lebih dulu kemampuannya.

Sumber : Sindo

KSAU : PASKHAS TNI SIAP KE PAPUA


JAKARTA-(IDB) :Kepala Staf Angkatan Udara, (KSAU), Marskal Imam Sufaat, memastikan kesatuannya siap bila personilnya, Paskhas TNI AU diperlukan diturunkan ke Papua.
 
Saat ditemui usai perayaan Hut TNI Angkatan Udara, di Taxi Way Echo Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (09/04/2012), ia mengatakan saat ini ada sejumlah pasukan Paskhas, yang ditempatkan di Papua seperti di Biak, Jayapura, Merauke dan Timika.

"Kebetulan di biak Merauke dan Timika ada Radar yang harus dijaga," katanya.

Imam lebih jauh menjelaskan bahwa TNI AU masih menunggu perintah, apakah pihaknya harus menambah personil, terkait penembakan pesawat Trigana Air bernomor lambung PK-YRF di lapangan Terbang Mulia, Puncak Jaya, Papua, kemarin, Minggu (08/04/2012) "Kita masih menunggu perintah atasan," tandasnya.

Sumber :TribunNews

Inilah Keunggulan Kapal Perang ITS


Foto : Kapal perang TNI AL (dok. okezone)
Foto : Kapal perang TNI AL (dok. okezone)
JAKARTA - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya merintis kapal perang baru untuk melengkapi bidang pertahanan dan alat utama sistem senjata (alutsista) Indonesia. Mau tahu apa kelebihan yang dimiliki kapal perang besutan para civitas academica berbagai perguruan tinggi ini?

Salah seorang narasumber diskusi ilmiah National Ship Design and Engineering Centre (Nasdec) beberapa waktu lalu, Mochamad Zainuri menyatakan, keunggulan kapal perang ini adalah dilengkapi dengan material anti radar. ''Anti radar baru pertama kali diterapkan di pesawat tempur Amerika. Konon, wartawan tidak bisa mendekat dari jarak 100 meter,'' kata Zainuri seperti disitat dari ITS online, Senin (9/4/2012).

Zainuri yang telah meneliti bahan anti radar sejak 2005 mengungkapkan, material anti radar yang digunakan pada kapal tersebut dibuat dari pasir besi. Hingga saat ini, material tersebut telah berhasil dibuat dan dapat menyerap radar hingga 99 persen.

Pembuatan kapal perang ini juga tidak lepas dari campur tangan mahasiswa. Beberapa mahasiswa semester akhir pun turut meneliti bidang pertahanan melalui Tugas Akhir (TA) yang mereka buat. Selain itu, program Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) pun menjadi ajang mahasiswa mengangkat penelitian seputar kapal perang.

Tidak hanya konsen di pembuatan kapal perang. Di bidang pertahanan, ITS  pun terlibat dalam Komite Kebijakan Industri dan Pertahanan (KKIP). Salah satu tugasnya, yaitu merevitalisasi industri pertahanan yang hampir kolaps. KKIP juga bertugas untuk membuat kebijakan lain di industri pertahanan. Seperti keinginan pemerintah untuk bekerja sama dengan China membangun industri roket di Indonesia.

Proyek pembuatan kapal perang anti radar ini dimotori oleh ITS melalui Konsorsium Pengembangan Kapal Perang Nasional (KPKPN). Karena merupakan produk nasional, ITS turut menggandeng beberapa perguruan tinggi lain dalam pembuatannya. Mereka adalah Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Universitas Indonesia (UI), Universitas Negeri Surabaya (UNS), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Akademi Angkatan Laut (AAL). Pembuatan inovasi baru di bidang pertahanan dan keamanan negara ini dikabarkan menelan dana Rp1,8 miliar.(mrg)(rhs)

Sumber : OKEZONE.COM
http://kampus.okezone.com/read/2012/04/09/373/608062/inilah-keunggulan-kapal-perang-its

Rabu, 04 April 2012

Komisi 1 kunjungan kerja ke pabrik leopard

Leopard 2. Komisi I akan
berkunjung ke pabrik Leopard di
Jerman serta meninjau korvet
kelas Ragam di Inggris, ungkap
Ketua Komisi I Mahfudz Siddiq
pada Berita Hankam (2/4). (Foto:
KMW)
2 April 2012, Jakarta: Komisi I DPR
yang mengawasi bidang
pertahanan dan luar negeri akan
melakukan kunjungan kerja ke
empat negara yakni Ceko,
Polandia, Jerman dan Afrika
Selatan.
Kunjungan tersebut dilakukan
dalam rangka pengawasan
terhadap KBRI serta masalah
pertahanan khususnya di Jerman.
"Agenda Kunker Komisi I, RDP
dengan KBRI sebagai mitra
Komisi I, pertemuan dengan
komisi luar negeri parlemen ybs,
kunjungan ke industri
pertahanan. Kunjungan ke Afrika
Selatan, Ceko plus Polandia dan
Jerman, selama masa reses," kata
Ketua Komisi I DPR Mahfudz
Siddiq kepada
mediaindonesia.com, Senin (2/4).
Mahfudz sendiri akan memimpin
rombongan kunker Afrika
Selatan. Namun, ia belum mau
membeberkan tanggal berapa
rombongannya akan terbang ke
Afrika.
Mahfudz hanya menjelaskan
acara akan berlangsung selama 3
hari dan perjalanan memakan
waktu 2 hari.
Sementara untuk kunker ke
Jerman yang akan diberangkatkan
13 April, Wakil Ketua Komisi I DPR
Hayono Isman akan memimpin
rombongan ke negara Jerman.
Di sana Komisi I akan mengawasi
KBRI sambil bertemu parlemen
Jerman dan membahas soal tank
Leopard yang akan dibeli oleh
Kemenhan RI.
"Di sana (Jerman) kita akan
ketemu dengan masyarakat
Indonesia, selain itu kita juga
lakukan pengawasan terhadap
KBRI. Kemudian, bertemu dengan
parlemen Jerman, kita akan
membahas soal pertahanan dan
persenjataan. Karena kita akan
beli Leopard dan di sana yang
menguasai langsung," kata
Hayono.
Untuk rombongan ke negara
Ceko, Hayono mengatakan
pimpinan rombongan adalah
Wakil Ketua Komisi I Agus
Gumiwang. Rombongan tersebut
rencananya berangkat pada 14
April. Di Ceko juga akan
melakukan kunjungan ke KBRI
sebagai bentuk pengawasan
sekaligus ke Parlemen Ceko
sebagai kunjungan balasan.
"Soal urgensinya, kita akan
adakan penjajakan soal
persenjataan, karena beberapa
peralatan kan buatan sana.
Misalnya kendaraan angkut
prajurit Anoa. Akan coba dilihat
apakah Pindad bisa bekerja sama
dengan perusahaan persenjataan
di sana," terang Hayono.
Sumber: Media Indonesia 

PT PAL Tangani 5 Kapal Pesanan Kemhan

PT PAL Mulai Tangani Alusista
Mendapatkan nafas baru baik dalam
bentuk dana bantuan maupun jajaran
direksi, PT Penataran Angkutan Laut
(PAL) Indonesia langsung menggenjot
kinerjanya dengan menangani proyek-
proyek yang telah mereka terima.
Menyerap instruksi dari kementrian
BUMN, perusahaan galangan kapal
terbesar di Indonesia ini fokus untuk
menangani pesanan kapal dari
kementrian pertahanan melalui Dinas
Pengadaan TNI Angkatan Laut. Saat
ini, kedua pihak mulai melaksanakan
kesepakatan untuk membangun dua
kapal tugboat (kapal tunda) dan tiga
kapal cepat rudal (KCR).
Direktur Utama PT PAL Indonesia M.
Firmansyah Arifin menyatakan,
pembangunan lima kapal tersebut
merupakan kelanjutan dari kontrak
yang telah diteken 20 desember 2011
lalu. Seiring dengan pergantian
jajaran direksi, proyek tersebut
akhirnya bisa terproses.
KRI Leuser 924, kapal tunda
samudera yang saat ini dioperasikan
TNI juga merupakan produksi dalam
negeri. 
"Saat ini, kami sudah mulai memulai
proses konstruksi kapal tunda
pertama. Sedangkan kapal KCR
sedang dalam tahap desain," jelasnya
dalam acara first steel cutting kapal
tugboat M276. Dengan kondisi ini,
Firmansyah berharap kinerja PT PAL
bisa terpacu.
Realisasi akhir kedua kapal ini, lanjut
Firmansyah, ditarget pada juni 2013. "
Sesuai kontrak, kapal tugboat
pertama selesai april tahun depan
sedangkan kapal kedua harus selesai
di pertengahan juni tahun depan
juga," ungkapnya.
Firmansyah merasa optimis bahwa
perusahaannya bisa mencapai target
waktu. "Menurut pengalaman, kami
bisa mencapai tenggat waktu yang
ada. Kami bukannya pertama kali
membangun tugboat," tegasnya

Minggu, 01 April 2012

PENAMBAHAN KAPAL SELAM TNI-AL TIDAK PACU LOMBA PERSENJATAAN REGIONAL

Jakarta, - Kepala Staf TNI-AL, Laksamana TNI Slamet Soebijanto, menegaskan, penambahan unsur persenjataan di jajarannya hingga 2009 nanti tidak akan mengakibatkan perlombaan persenjataan di lingkup regional hingga di Pasifik.

"Saya kira kok tidak ya. Kita wajib menghadirkan kekuatan di perairan kita untuk mendukung negara kita. Tidak usahlah kita terlalu mempertimbangkan keberatan negara-negara lain, toh ini negara kita sendiri, rumah kita sendiri," katanya kepada ANTARA, di Jakarta, Kamis.

TNI-AL, dalam waktu kurang dari empat tahun mendatang akan menambah persenjataan dan armadanya ketimbang yang dimiliki saat ini setelah pemerintah dan DPR merestui penambahan anggaran sebanyak 1,97 miliar dolar AS untuk keperluan itu.

Di antara persenjataan strategis yang sedang dalam proses pembelian adalah enam kapal selam dari Rusia, yang terdiri dari dua kapal selam kelas Kilo dan sisanya kelas Amur. Selain kapal-kapal selam itu, dari Rusia juga akan dibeli kapal korvet dan destroyer yang akan digelar pada perairan luar dan dalam negara ini.

"Dulu, kita pernah memiliki 12 kapal selam. Minimal nanti bisa seperti itulah, sekarang cukup delapan dulu saja. Malahan, Malaysia dan Singapura sudah terlebih dulu memiliki kapal selam dalam jumlah lebih besar ketimbang luas wilayah yang harus dijaga mereka," katanya.

Untuk itulah, katanya, TNI-AL saat ini sedang bernegosiasi secara ketat dengan pihak Rusia agar bisa mendapatkan kapal-kapal perang dan sistem persenjataan yang bagus dengan harga memadai.

Tentang penjatuhan pilihan kepada Rusia, dia menyatakan, hal itu berdasarkan sejumlah pertimbangan mendalam, di antaranya penguasaan teknologi militer negara itu, prosedur pembelian, harga jual, jaminan perawatan, hingga pada kemampuan persenjataan yang telah teruji di berbagai palagan.

"Pihak barat, hingga saat ini masih sangat berhitung dengan Rusia. Apalagi terhadap kapal-kapal selamnya di mana Rusia pernah menjadi operator kapal selam terbanyak dan terbesar di Indonesia," katanya. Saat ini Indonesia hanya memiliki dua kapal selam dari kelas U-209 buatan Jerman, yaitu KRI Cakra dan KRI Nanggala, yang keduanya bermesin turbo diesel.

Pada dasawarsa `60-an, Rusia pernah berbaik hati memberikan kemudahan kepada Indonesia hingga memiliki belasan kapal selam sekelas Wiskey di jajaran arsenal laut Barat. Salah satu tinggalannya adalah KRI Pasupati yang kini dijadikan monumen darat di Surabaya.

Pada saat itu, jajaran kapal selam TNI-AL itu bahkan "dipinjamkan" Soekarno kepada Pakistan agar India tidak berani macam-macam terhadap negara satu rumpunnya itu. Kapal-kapal selam itu, atas permintaan Pakistan, disebar di perairan sekitar Karachi hingga perbatasan di perairan India, di sekitar Cochin.

Amerika Serikat, hingga saat ini memiliki kapal selam terbesarnya dari kelas Dallas yang mampu meluncurkan 24 peluru kendali nuklir antar benua. Sedangkan Rusia, memiliki kapal selam nuklir terbesar di dunia yang dibangun di galangan kapalnya di Vladivostok.

Kapal selam kelas Typhoon itu merupakan kapal selam pertama di dunia yang memakai teknologi "caterpillar" yang bisa mereduksi semaksimal mungkin osilasi suara dan getaran di dalam air sehingga cukup mustahil dilacak oleh kapal selam lawan atau kapal di atas permukaannya.


Sumber : Antara

SERBIA TAWARKAN ALUTSISTA KE INDONESIA Jumat, September


JAKARTA-(IDB) :Indonesia melalui Kementerian Pertahanan (Kemhan) diperkirakan akan membeli Munisi Kaliber Besar (MKB) buatan Serbia. Siang ini, produsen senjata Serbia Yugoimport SDRP J.P melakukan presentasi produk industri pertahanan mereka dalam acara Lokakarya Kerjasama Indonesia-Serbia di Gedung Urip Sumoharjo, Kementerian Pertahanan, Kamis (15/9).

“Kita nggak bisa bandingkan dengan negara lain karena masing-masing punya beberapa keunggulan.

Tapi dibanding yang lain, Serbia unggul di bidang munisi,”kata Sekjen Kemhan Marsekal Madya TNI Eris Herryanto.

Menurut Eris, senjata buatan Serbia memiliki daya jangkau yang tinggi disebabkan faktor munisi yang baik. “Tapi masih akan kami kaji. Saya sampaikan pada Dirtekind untuk dikumpulkan apa saja yang kita mau dan inginkan, yang ada pada mereka,”katanya.

“Untuk produk lain ada saingan misalnya Korea, Turki, Prancis. Tapi munisi besar mereka unggul,”kata Direktur Teknologi Industri Pertahanan (Dirtekindhan) Brigjen TNI Agus Suyarso.

Namun begitu, kata Agus, Perlu dilakukan kajian mengenai fungsi, kebutuhan, dan biaya yang harus dikeluarkan Indonesia. “Nanti kita bilang, bikin munisi sama dia. Tapi nantinya Pindad harus investasi. Jadi harus dibicarakan,”katanya.

Dia menambahkan, Indonesia sudah pernah membeli munisi berat Serbia, ketika negara ini masih bernama Yugoslavia,T 105 mm. Agus berharap, RI- Serbia tidak hanya melakukan jual beli, tapi kerjasama dalam bentuk join production. “Kalau bisa ada transfer teknologinya, jangan cuma beli doang. Kita ingin ini betul-betul terealisasi,”katanya.

Jika ini dapat terwujud, lanjut Agus, kedua negara bisa melakukan kerjasama lebih lanjut. “Teknologi-teknologi lain yang merupakan turunannya, propelant, selongsong, komponen tank, komponen pesawat bisa saja dilakukan kalau dia sebagai original productnya,”tambah Agus.

Sumber: Jurnas

SERBIA INGIN PERDALAM KERJASAMA INDUSTRI PERTAHANAN DENGAN INDONESIA


M-84 MBT Serbia

JAKARTA-(IDB) :
Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Kamis (29/3), menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Serbia untuk Indonesia HE Jovan Jovanovic, di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta. Kunjungannya kali ini adalah untuk menindaklanjuti MoU antara Kemhan RI dan Serbia dalam bidang Pertahanan yang telah ditandatangani antara kedua Menteri Pertahanan tahun lalu.
 
Wamenhan menjelaskan bahwa untuk menindaklanjuti MoU kerjasama pertahanan kedua negara, perlu diadakan pertemuan Kementerian Pertahanan kedua negara untuk melihat kemungkinan aktifitas kerjasama apa saja yang dapat dilakukan, dikembangkan dan aktifitas kerjasama lainnya yang masih dalam koridor pertahanan. Sedangkan mengenai tawaran pengadaan alutsista produksi Serbia, Wamenhan menyerahkan kebutuhan tersebut kepada pengguna dalam hal ini TNI AD.

Sementara itu Dubes Jovan Jovanovic mengatakan bahwa kerjasama yang ingin diperdalam adalah dalam bidang industri pertahanan yang selama ini sudah terjalin sejak tahun 2004. Terutama alutsista yang digunakan oleh TNI AD khususnya artileri. Dubes Serbia juga berharap kerjasama pertahanan kedua negara ditingkatkan dalam bidang pertukaran pendidikan antara perwira terutama bagi yang bertugas di bidang kesehatan.

Saat menerima kunjungan kehormatan Dubes Serbia untuk Indonesia, Wakil Menhan Sjafrie Sjamsoeddin didampingi Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemhan Brigjen TNI Hartind Asrin dan Direktur Kerjasama Internasional Ditjen Strategi Pertahanan Kemhan Brigjen TNI Jan Pieter Ate M.Bus.

Sumber : DMC

INDUSTRI PERTAHANAN NASIONAL SIAP PROSES PERCEPATAN MODERNISASI ALUTSISTA TNI



JAKARTA-(IDB)
 : 
Rencana pemerintah untuk mempercepat modernisasi TNI disambut baik oleh kalangan industri pertahanan di tanah air. Dalam pameran APSDEX 2012 yang menyertai penyelenggaraan JIDD beberapa produk baru bermunculan sebagai bentuk pengembangan teknologi yang terus dilakukan oleh kalangan industri pertahanan Indonesia.

Riset & Pengembangan

Materi pameran dari sisi riset dan pengembangan banyak didominasi oleh karya dari BalitbangKemhan dan Dislitbang dari Ketiga Angkatan dan Polri yang menampilkan produknya, ataupun miniatur produknya.

Senjata Lawan Tank SLT Latih 90mm

Produk baru yang ditampilkan untuk matra darat diantaranya adalah Senjata Lawan Tank dengan nama SLT Latih 64mm dan dengan kaliber yang lebih besar yaitu 90mm. Demikian juga roket pertahanan 2 tingkat “Kartika” yang mampu menjangkau sasaran darat hingga 21 km dan kecepatan hingga 2-3 mach.


Untuk matra udara kali ini ditampilkan miniatur pesawat kerjasama Indonesia-Korsel KFX/IFX, juga UAV “Alap-Alap” yang telah diuji coba beberapa kali, termasuk diantaranya dengan pemakaian jaring untuk menghentikannya. Ciri khas UAV ini adalah ekornya yang berbentuk huruf V terbalik.

Untuk matra laut ditampilkan miniatur kapal FPB-40 yang dilengkapi dengan dua set rudal anti kapal dan satu sea-rider. Kapal ini menganut desain compact sehingga terlihat seperti jejalan senjata termuat di atasnya. Prototipe rudal permukaan ke udara juga ditampilkan, rudal berkecepatan 0,8 mach dengan seeker dari gimbal image processing ini untuk digunakan di atas kapal.

Matra Darat

Add caption
Kendaraan Taktis 4x4 Komodo lansiran PT Pindad

Pindad kali ini menampilkan varian terbaru dari senapan SS2 yaitu SS2V5A1 yang diperuntukkan bagi satuan Brimob Polri. Pada varian ini handgrip senapan digantikan dengan lensa bidik.

Untuk kendaraan taktis kali ini Pindad memperkenalkan kendaraan berpenggerak 4x4 dengan nama Komodo dan dibuat dalam 2 versi : panser dan kendaraan pendobrak. Wujud asli kendaraan belum dibawa namun pengunjung dapat melihat foto dan brosur kendaraan tersebut.

Mengenai program pembuatan tank nasional, Pindad saat ini telah menyelesaikan prototipe tank ringan. Dalam triwulan kedua tahun 2012 perusahaan ini juga akan mulai mengembangkan prototipe tank medium, tank ini akan mempunyai berat sekitar 28-30 ton. Pada beberapa kesempatan TNI AD mengemukakan bahwa satuan kavaleri TNI AD membutuhkan 53 tank berukuran medium disamping MBT dan panser kanon.

PT Pindad juga menyatakan kesiapannya jika TNI AD jadi membeli tank Leopard 2 dan kemudian akan diupgrade menjadi tipe Leopard 2A6, seperti halnya ketika Angkatan Darat Singapore membeli Leopard 2A4 kemudian upgrade-nya dilakukan oleh ST Kinetics.

Matra Udara

Boeing 737MR dengan radar SLAMMR
Di anjungan PT Dirgantara Indonesia, Defense Studies sempat berbincang dengan Direktur Aerostructure Andi Alisjahbana mengenai CN-235MP, CN-235MPA, dan B737MR.

Tiga pesawat patroli maritim pesanan TNI AL dengan jenis CN-235MP dikembangkan berdasarkan pengalaman PT DI dalam memodifikasi pesawat CN-235 Angkatan Laut Turki menjadi versi anti kapal selam (ASW role) dikenal sebagai Meltem Project. Dengan konsep tersebut maka posisi radar tidak lagi ditempatkan di hidung (seperti CN-235MPA) namun akan diletakkan di perut (seperti CN-235 Korea Coast Guard). Sayap pesawat akan dilengkapi dengan 4 hardpoint untuk membawa torpedo ukuran medium dan atau rudal.

CN-235MPA untuk TNI-AU yang saat ini masih satu buah, akan segera diikuti dengan pesanan lagi sebanyak 2 unit sehingga menjadi genap 3 unit seperti pesanan awal. Rencananya TNI AU akan menjadikannya sebagai skadron intai taktis yang akan ditempatkan di Selat Malaka.

Mengenai rencana upgrade 3 pesawat intai B737MR milik TNI AU, Direktur PT DI ini mengatakan bahwa kondisi pesawat Boeing 737 tersebut masih bagus, namun PT DI siap untuk dilibatkan dalam rencana upgrade radar SLAMMR buatan Motorola tersebut. PT DI pun telah mempunyai konsep jika TNI AU berkehendak mengganti radar tersebut, tipe radar yang akan diajukan adalah radar non putar untuk menghindari adanya hambatan mekanis.

Matra Laut

Kapal cepat rudal KCR-60 yang dibuat oleh PT PAL
Policy pemerintah untuk membagi pekerjaan pembuatan kapal perang TNI AL kepada 3 galangan utama dapat dipahami oleh PT PAL. Saat ini PT Palindo di Batam mengerjakan Kapal Cepat Rudal 40m (KCR-40), PT DKB di Jakarta selain menyelesaikan satu LCU untuk TNI Angkatan Darat juga akan mengerjakan kapal LST 117m dan Replenishment Oiler Ship (kapal BCM) untuk TNI AL.

PT PAL saat ini kebagian pekerjaan pembuatan Kapal Cepat Rudal KCR-60, upgrade Combat Management Systems SEWACO kapal kombatan milik TNI AL, dan saat ini PT PAL masih menunggu keputusan pemerintah mengenai pembangunan fregat PKR-105, dimana perundingan ToT dengan Damen Schelde dirasakan alot dan memakan waktu lama.

Pada sisi yang lain PT PAL juga menunggu keputusan Filipina atas tender pengadaan LPD untuk Angkatan Laut negara itu , PT PAL bersaing dengan Korea dan mengajukan konsep Strategic Sealift Vessel berdasarkan pengalamannya membangun KRI Banjarmasin dan KRI Banda Aceh

Korea Utara Tawarkan Senjata kepada Indonesia

TEMPO Interaktif, Jakarta: Korea Utara menawarkan pemerintah Indonesia untuk membeli senjata di antaranya kapal selam dan radar. Direktur Jenderal Strategi Pertahanan Departemen Pertahanan (Dephan) Mayor Jenderal (Purn) Sudrajat yang ditemui wartawan, mengatakan tawaran ini sebagai upaya mewujudkan kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Korea Utara.

Dephan mengakui persenjataan yang ditawarkan Korea Utara jauh lebih murah dibandingkan negara-negara Barat. Namun pemerintah, lanjut Sudrajat, akan mempelajari terlebih dahulu persenjataan tersebut. "Kita pelajari dulu apakah itu bisa sesuai dengan sistem persenjataan kita," ujarnya usai mendampingi Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono bertemu Wakil Menteri Pertahanan Bidang Industri Militer Korea Utara Kim Chol Min, hari ini Kamis (27/1), di Kantor Dephan Jakarta.

Menurutnya, Indonesia harus menyesuaikan terlebih dahulu persenjataan Korea Utara dengan strategi pertahanan, kemampuan teknis dan keuangan negara. "Kalau dari sistem pertahanan kita butuh kapal selam dan radar, tapi kita harus melihat kualitasnya, harus teruji," sambung Sudrajat.

Saat ditanyakan apakah pembelian senjata Korea Utara tidak mengancam hubungan pertahanan Indonesia dengan negara-negara lain, seperti Amerika Serikat, Sudrajat menjawab, sebagai negara yang merdeka dan berdaulat, Indonesia bebas menentukan dengan siapa bekerja sama dalam membeli senjata. "Kita paham Korea Utara negara yang diembargo barat, tapi dengan Indonesia Korea Utara adalah teman lama," katanya.

Sampai saat ini, tawaran-tawaran dari berbagai negara termasuk Korea Utara akan dijadikan referensi oleh pemerintah, guna menentukan senjata dari negara mana yang harus dibeli. "Yang menarik senjata Korea tara lebih murah dan bersaing," tandas Sudrajat yang November lalu berkunjung ke Korea Utara membahas kerja sama pertahanan.

Dalam kunjungannya, Kim Chol Min didampingi Direktur Departemen Kementerian Korea Utara Kim Kwang Gi, Atase Pertahanan Korea utara Kolonel Song Yon Sop. Sedangkan Menhan selain didampingi Sudrajat, juga didampingi Direktur Jenderal Sarana Pertahanan Mayjen (Purn) Aqlani Maza.

http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2005/01/27/brk,20050127-55,id.html