Senin, 03 Desember 2012

B.J HABIBIE : SAATNYA BANGKIT BANGUN INDUSTRI DIRGANTARA NASIONAL

B.J HABIBIE

Jihad-Defence-Indonesia - JAKARTA : Menetap di benua maritim seperti Indonesia, menguasai teknologi dirgantara dinilai bisa meningkatkan persatuan dan kesatuan. Terlebih lagi, mantan Presiden Indonesia Soekarno menggaris bawahi pentingnya penguasaan teknologi dirgantara dengan memasukkan Komando Pelaksana Industri Penerbangan pada 1960-an dalam kabinet pemerintahannya.

Hal itu diungkapkan perintis industri penerbangan modern Indonesia sekaligus mantan Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie (B.J. Habibie), saat menyampaikan orasi dalam Peringatan 50 Tahun Pendidikan Teknik Penerbangan Institur Teknologi Bandung di Jakarta Convention Center, Sabtu (1/112/2012). Menurutnya, Indonesia harus bisa memiliki wawasan untuk produk dirgantara dan maritim.

Untuk terus bisa mengimplementasikan visi pengembangan kedirgantaraan Bung Karno itu, Habibie mengungkapkan diperlukannya penerus untuk memajukan teknologi dan industri penerbangan Indonesia. "Saya berkewajiban agar adaestafet, supaya tidak dihentikan oleh kekuatan luar negeri," tutur Habibie.

Lebih lanjut, diungkapkan Habibie, Indonesia memiliki tantangan untuk mengembangkan teknologi penerbangan. Sebagai benua maritim yang terdiri dari 80 persen perairan, mengembangkan teknologi penerbangan tentu tidak mudah di Indonesia mengingat luasnya Tanah Air.

"Indonesia itu besar dan benua maritim yang 80 persennya air, tentu dari sabang sampai marauke tidak bisa menggunakan kereta api, terlebih lagi jika datang dari negara lain," jelasnya.

Industi penerbangan bukan hal yang awam bagi Indonesia, terbukti  saat peluncuran N-250 yaitu pesawat regional komuter turboprop rancangan asli IPTN (sekarang PT Dirgantara Indonesia) yang diluncurkan pada 1995 menjadi bintang pameran pada saat Indonesian Air Show 1996 di Cengkareng.

"Dibanding negara lain kita sudah mulai sejak tahun 1995 (industri penerbangan), 17 tahun lalu. Kini, kita harus bangkit kembali karena tidak ada "makan siang" secara cuma-cuma, jadi kita harus berkorban dan berjuang," pungkasnya.

2018, Habibie Bakal Hadirkan Pesawat Penerus N-250

Presiden Ke-3 Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie (B.J Habibie) kian mantap menumbuhkan kembali industri penerbangan Indonesia. Optimisme Habibie itu didukung dengan banyaknya orang Indonesia yang memiliki pengalaman dalam industri penerbangan.

Berbekal pengalaman dan keahlian putra-putri Indonesia dalam teknologi dan industri penerbangan, Habibie yakin dalam lima tahun mendatang Indonesia bisa menghadirkan pesawat yang melebihi N-250.

"Banyak anak-anak kita, yang di luar negeri juga memiliki pengalaman dalam industri penerbangan. Saya perkirakan tahun 2013 akan mulai (perkembangan industri penerbangan Indoneria), Insya Allah tahun 2018 kita akan memiliki pesawat yang lebih baik daripada N-250," kata Habibie di sela-sela acara Peringatan 50 Tahun pendidikan Teknik Penerbangan Institut Teknologi Bandung, di Jakarta Convention Center, Jakarta, Sabtu (1/12/2012).

"Kita akan melihat kembalinya N-250, tapi tentu yang lebih canggih dan perusahaannya juga telah dibentuk," lanjut Habibie.

Sementara itu, untuk kembali membangun undustri penerbangan Indonesia, Habibie berharap pemerintah melaksakan dan melanjutkan proses yang nantinya akan dijalani. "Lanjutkan apa yang sudah kita mulai supaya bisa lebih baik daripada sebelumnya, serta harus mengamankan supaya produk dalam negeri lebih baik," pungkasnya.

Seperti diketahui, Habibie saat ini tengah berusaha membangun kembali "kerajaan" penerbangan dengan pengetahuan teknologi yang dimilikinya. Pria berusia 76 tahun ini mendirikan perusahaan dirgantara PT Ragio Aviasi Industri (RAI) yang dibentuk bersama PT Ilhabi Rekatama dan PT Eagle Capital.

Dalam manajemen PT RAI, Habibie dipercaya sebagai Ketua Dewan Komisaris. Melalui perusahaan tersebut, Habibie berusaha mengembangkan kembali rancangan pesawat N-250 yang data-datanya saat ini masih dimiliki bangsa Indonesia.

Pesawat N-250 adalah pesawat regional komuter turboprop rancangan asli IPTN (Sekarang PT Dirgantara Indonesia. Pesawat ini merupakan primadona Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) dalam usaha merebut pasar di kelas 50-70 penumpang dengan keunggulan yang dimiliki di kelasnya (saat diluncurkan pada tahun 1995).

Sayangnya N-250 yang menjadi bintang pameran pada saat Indonesian Air Show 1996 di Cengkareng, harus dihentikan produksinya setelah krisis ekonomi 1997.
Sumber : KLIK DISINI

Minggu, 02 Desember 2012

STRATEGI ARMADA PERANG TNI-AL TINGKATKAN KEMAMPUAN

Frigate KRI Oswald SIahaan, Van Speijk Class

Jihad-Defence-Indonesia - JKGR : TNI AL terus berbenah memperbaiki armada kapal perang mereka agar semakin disegani dan berwibawa. TNI AL harus memutar otak di tengah keterbatasan anggaran dan dominasi kapal tua yang mereka miliki. Alhasil ditemukan sebuah proyeksi yang dianggap mumpuni, walau dalam keterbatasan anggaran.

Saat ini TNI AL terus menguji coba kemampuan rudal yakhont berdaya jangkau 300 km di frigate KRI Van Speijk Class. Rudal Yakhont ini baru dipasang di satu KRI Van Speijk Class, KRI Oswald Siahaan.

Dalam  ujicoba pertama, rudal yakhont sedikit oveshot dari sasaran. Setelah dilakukan evaluasi, satu tahun kemudian dilakukan ujitembak yang kedua. Hasilnya sangat memuaskan.  Banyak yang tidak menyangka, satu tembakan yakhont langsung menenggelamkan KRI Teluk Berau.  Hal ini menyebabkan rudal exocet, C-705 dan Torpedo SUT, tidak jadi diujicoba, karena target langsung tenggelam setelah dihantam Yakhont.
Ujicoba Rudal Yakhont 1
Ujicoba Yakhont 2012

Dengan suksesnya ujicoba ini, semua Frigate KRI Van Speijk class akan dilengkapi rudal yakhont yang dipesan Indonesia ke Rusia sebanyak 50 unit .
Heli OTHT

KRI kelas Van Speijk  juga akan dilengkapi helikopter over the horizon target (OTHT) untuk memandu rudal yakhont menuju sasaran yang berada di luar cakrawala. Jarak pandang visual ataupun kemampuan radar hanya 20 hingga 40 kilometer karena pengaruh lengkungan bumi.

Dengan datangnya helikopter OTHT nanti, masih diperlukan ujicoba rudal yakhont untuk sasaran bergerak, sekaligus menguji moda mid course update dari rudal yakhont. Helikopter itu akan menjadi datalink antara kapal dan rudal, sehingga kapal petembak bisa terus mengupdate arah rudal  menuju sasaran.

Helikopter OTHT mutlak dibutuhkan kapal perang open sea. Dengan adanya datalink antara kapal dan helikopter, maka kemampuan penginderaan kapal perang akan bertambah menjadi ratusan kilometer.

Selain bisa menembak sasaran dari jauh, dia juga bisa mendeteksi ancaman musuh secara dini, seperti ancaman rudal jarak jauh ataupun pesawat tempur.



Jika rudal yakhont dan sistem datalink Frigate KRI Van Speijk class sudah bekerja dengan baik, maka kemampuan sistem persenjataan anti-udara perlu ditingkatkan.

Dengan demikian ke depannya TNI AL akan memposisikan frigate KRI Van Speijk  Class sebagai  sebagai kekuatan  strategis  TNI AL di lautan.

Kualitas Kapal Perang

Untuk urusan kualitas kapal perang, TNI AL mengandalkan armada: Korvet Sigma Class, Frigate PKR 10514, dan Light Frigat Nakhoda Ragam Class. Kapal kapal perang ini akan dilengkapi peralatan militer mutakhir,  antara lain mengusung Exocet Block  Block III dari Perancis, Stingray dari Inggris, serta piranti perang elektronik terbaru.

Disain Light Frigate Sigma10514
Karena jumlah kapal frigate dan korvet Indonesia masih sedikit dibandingkan luas laut Indonesia, maka dibutuhkan banyak kapal kecil/ fast boat namun mampu bertempur melawan kapal yang lebih besar.

Posisi ini ditempati oleh berbagai kapal cepat rudal yang mengusung  missile C-705 China  Kapal-kapal ini antara lain: KCR 40 seperti Clurit Class, KCR 60, Trimaran Class, Mandau class, Todak Class dan sebagainya. Rudal-rudal jenis Harpoon maupun C-802 akan digantikan rudal C-705 produksi bersama China dan Indonesia.

Dengan demikian frigate Van Speijk Class akan berfungsi sebagai kapal perang laut bebas/ ocean target untuk sasaran jarak jauh. Sementara untuk littoral target atau anti-access tactic, dibebankan kepada Kapal Cepat Rudal C-705.

Fast attack missile boat KCR 60
Adapun Korvet Sigma Class, Frigate PKR 10514 dan Light Frigate Nakhoda Ragam Class, akan berada diantara  ocean target dan litoral target.

Missile C-705

Rudal C-705 dianggap tepat untuk dipasang di kapal-kapal cepat rudal  (KCR), yang jumlahnya memang sedang diperbanyak oleh TNI AL.  Dari segi ukuran rudal ini lebih kecil dari rudal C-802, namun teknologi C-705 lebih mutahir.

Berkat  bobot hulu ledak C-705 sebesar 110 kilogram, membuat kapal patroli cepat TNI AL yang relatif kecil (250-300 ton) ,memiliki kemampuan menghancurkan kapal yang lebih besar (up to 1500 ton) .

Selain itu, harga rudal C-705 jauh lebih murah dibandingkan rudal Exocet dan sejenisnya. Dengan harga yang lebih murah ini, TNI AL memiliki anggaran yang mencukupi untuk memiliki rudal C-705 dalam jumlah banyak. Hal ini bisa terjadi karena rudal C-705 sebagian akan diproduksi di Indonesia.

Rudal C-705
Rudal C-705 memiliki jangkauan  75-80 kilometer. Jika ditambah roket booster jangkauan terdongkrak hingga 170 Km, sehingga bisa juga disebut rudal lintas cakrawala (over the horizon target) atau memiliki kemampuan tempur di open sea/ ocean target.

Kemampuan armada kapal cepat rudal ini akan semakin maut, dengan hadirnya KCR jenis Trimaran yang sedang dibangun kembali, setelah terjadinya tragedi terbakarnya KRI Klewang yang berkemampuan stealth.

Untuk urusan kapal selam,  TNI AL telah meng-overhaul dan retrofit KRI Cakra serta Nanggala di Korea Selatan.  PT. PAL Indonesia juga bekerjasama dengan DSME Daewoo dalam pelatihan 200 insinyur Indonesia. Selama tiga hingga empat tahun, mereka akan berada di Korea Selatan untuk terlibat dalam pembangunan 3 kapal selam Changbogo. 

Dua kapal selam akan dibangun di Korea Selatan, sekaligus proses alih teknologi. Satu kapal selam lainnya  dibangun di PT PAL Indonesia.
Sumber : KLIK DISINI

OPM DIDUGA TEWASKAN WARGA LANNYA JAYA

OPM Diduga Tewaskan Warga Lannya Jaya

Jihad-Defence-Indonesia - Jayapura : SEORANG warga Tiom, Kabupaten Lanny Jaya, Papua, bernama Ferdi Turuallo (25), Senin pagi sekitar pukul 08.45 WIT tewas ditembak kelompok sipil bersenjata yang diduga anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Kabid Humas Polda Papua AKBP Gede Sumerta, dilaporkan Antara mengatakan, dari laporan yang diperoleh, korban ditembak saat menuju pasar Tiom.

Korban yang sehari hari bekerja sebagai buruh bangunan pembangunan gedung DPRD Lanny Jaya di Tiom, tertembak di bagian kepala dan meninggal dalam perjalanan menuju RS Tiom.

Gede Smerta juga membenarkan ada kontak tembak antara aparat keamanan di Tiom dengan para penyerang.

"Baku tembak masih berlangsung," katanya seraya mengakui belum ada laporan tentang ada tidaknya korban dalam baku tembak tersebut.

Sumber : KLIK DISINI

Penerjunan Peralatan SAR Dari Pesawat CN 235

Penerjunan Peralatan SAR Dari Pesawat CN 235 Di Lanud Halim
Awak pesawat CN 235 saat mempersiapkan Peralatan SAR yang akan diterjunkan di Run Way Lanud Halim Perdanakusuma.
(Pentak: Lanud Halim / Pelita online)
 
Jihad-Defence-Indonesia - Jakarta : KOMANDAN Lanud Halim Perdanakusuma Marsekal Pertama TNI A. Adang Supriyadi, SE; bersama para pejabat Lanud Halim menyaksikan Pelaksanaan latihan penerjunan peralatan SAR (SAR Equipment Drop) Skadron Udara 2 di Terminal Selatan Senin pagi, (3/12/2012). Kegiatan ini berlangsung dengan aman, lancar dan sukses.

“Ini salah satu sarana untuk melatih dan menguji kesiapan operasional personel dan peralatan yang dimiliki oleh Skadron Udara 2 khususnya dalam misi Search and Rescue” ujar Komandan Lanud setelah menyaksikan pelaksanakan penerjunan peralatan SAR.

Latihan ini bertujuan guna menguji kesiapan peralatan SAR yang dimiliki oleh Skadron Udara 2 berupa Light Store Cannister (LSC), Droppable water pump dan Helibox. Peralatan LSC dan Droppable water pump adalah merupakan hibah dari Australian Maritime Safety Autorisation (AMSA) yang merupakan Institusi Badan SAR di Australia. ”Seluruh peralatan yang diterjunkan pada latihan ini, dapat digunakan dalam misi SAR baik di darat maupun di Laut” tegas Komandan Lanud Halim.

”Saat ini Skadron Udara 2 Wing 1 Lanud Halim mengoperasikan pesawat CN-235 dan CN-295 dituntut mampu untuk melaksanakan berbagai tugas seperti dukungan angkutan udara, penanggulangan bencana dan SAR (Search and Rescue) dan misi pengintaian terbatas” tegas Komandan kepada para pilot dan crew pesawat CN 235.

Pada bagian lain Komandan Skadron Udara 2 Letkol Pnb Elistar Silaen, ST, mengatakan bahwa Skadron Udara 2 secara aktif terus mempersiapkan personel dan alutsistanya agar dapat melaksanakan misi yang ditugaskan secara sukses, aman dan lancar.

”Kegiatan pelatihan tersebut dilakukan secara terencana, berjenjang dan berkesinambungan dimana salah satunya adalah dilaksanakannya Latihan penerjunan peralatan SAR di Lanud Halim Perdanakusuma” tegas Komandan Skadron Udara 2 saat memimpin langsung acara Dropping Zone di Terminal Selatan.

Team Dropping yang dipimpin Instruktur Pilot peswat CN-235 Mayor Pnb Alfian melaksanakan persiapan danCrew Briefing. Pada pukul 08.30 pesawat Take Off dan menuju AL untuk melaksanakan penerjunan sebanyak 4 run.

Saat Pelaksanaan latihan penerjunan alat SAR pesawat CN 235 dengan kecepatan terbang 110 – 120 Kts dan ketinggian 400 Ft AGL 9 (kurang lebih 150 m).
Sumber : KLIK DISINI

YONKAV 11/SERBU GELAR PEMELIHARAAN GERAK KENDARAAN TEMPUR


Yonkav 11/Serbu Gelar Pemeliharaan Gerak Kendaraan Tempur
Jihad-Defence-Indonesia - Kodam Iskandar Muda : Yonkav 11/Serbu melaksanakan kegiatan “Pemeliharaan gerak kendaraan tempur” sebanyak Satu Peleton yang dipimpin oleh Danki Panser 111 Kapten Kav Nugraha Yudha di daerah Lhoknga dan Ulee Lheue sekitarnya. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan untuk mengevaluasi sampai sejauhmana kesiagaan Alutsista yang dimiliki oleh Yonkav 11/Serbu, Jumat (30/11).
Komandan Batalyon Kavaleri 11/Serbu Mayor Kav Topri Daeng Balaw menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan suatu kegiatan rutin dalam memperpanjang usia pakai Alutsista yang dimiliki Batalyon Kavaleri 11/Serbu dan menjaga kemampuan mobilitas kendaraan tempur yang dimiliki, sehingga dapat membantu tugas pokok Kodam Iskandar Muda.
          “Dengan adanya kegiatan Hargerak Kendaraan Tempur APR V1 merupakan salah satu bentuk keseriusan Satuan Yonkav 11/serbu dan kesiapsiagaan Satuan dalam mengawal Kodam Iskandar Muda dari gangguan dan ancaman yang datang,” ujar Danyonkav 11/Serbu.
Sumber : KLIK DISINI

PUSHAMI: Hendardi Jalankan 'Operasi Intelijen Asing' untuk Hancurkan NKRI


Cefd4ad18ebabec2f9788f9428e2018d
Hendardi
Jihad-Defence-Indonesia - Pengakuan Ketua Badan Pengurus Setara Institute, Hendardi di media online Rabu (21/11) telah mendapatkan dana dari luar negeri menjadi bukti bahwa dirinya telah menjalankan 'operasi intelijen asing' untuk menghancurkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

"Dengan menyatakan menerima dana Asia Foundation yang berasal dari Zionis Israel, Setara Institute berarti telah menjalankan 'operasi intelijen asing' dengan 'modus' mengangkat isu intoleransi," kata Direktur Pencegahan Penistaan Agama dan Anti Diskriminasi, Pusat Hak Asasi Muslim Indonesia (PUSHAMI) KL. Pambudi SH kepada itoday, Sabtu (1/12). 

Menurut Pambudi, dalam menjalankan 'operasi intelijen asing ' itu, Hendardi membela aliran sesat Ahmadiyah secara membabi buta, tanpa melihat norma-norma hukum yang berlaku di NKRI. 

Kata Pambudi, 'operasi intelijen asing' yang dijalankan Hendardi dan Setara Institute dengan dana Zionis Israel mengangkat isu intoleransi. "Isu itu Hanya menciptakan konflik horizontal di masyarakat yang akan menimbulkan instabilitas politik di NKRI serta merugikan dan menyudutkan umat Islam," paparnya. 

Menurut Pambudi, PUSHAMI mendesak kepada Polri, TNI, PPATK berkoordinasi untuk mengusut aliran dana asing yang telah diterima oleh berbagai LSM terutama Setara Institute tersebut dan membekukannya demi menjaga kedaulatan dan kedamaian NKRI. 

Melalui PUSHAMI, mendesak kepada pemerintah untuk segera membubarkan Setara Institute dan LSM-LSM yang menerima dana asing untuk melakukan operasi intelijen baik dengan modus isu intoleransi agama, isu Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT). Karena mereka semua hanya merusak dan menjual anak bangsa yang mayoritas umat Islam.

Selain itu, ia juga mengatakan, keberpihakan Setara Institute melalui Hendardi terhadap dana asing baik berupa hibah, maupun pinjaman asing untuk melakukan 'operasi intelijen asing', merupakan sikap yang anti terhadap kedaulatan dan kemandirian bangsa. "Pernyataan tersebut justru merupakan pernyataan 'broker' yang mengharap keuntungan dengan mengais-ngais recehan dari pihak asing dengan menggadaikan kedaulatan bangsa," paparnya. 
Sumber : KLIK DISINI

Sabtu, 01 Desember 2012

2018 : B.J HABIBIE BAKAL HADIRKAN PESAWAT PENERUS N-250

detail berita
Jihad-Defence-Indonesia - JAKARTA : Presiden Ke-3 Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie (B.J Habibie) kian mantap menumbuhkan kembali industri penerbangan Indonesia. Optimisme Habibie itu didukung dengan banyaknya orang Indonesia yang memiliki pengalaman dalam industri penerbangan.

Berbekal pengalaman dan keahlian putra-putri Indonesia dalam teknologi dan industri penerbangan, Habibie yakin dalam lima tahun mendatang Indonesia bisa menghadirkan pesawat yang melebihi N-250.

"Banyak anak-anak kita, yang di luar negeri juga memiliki pengalaman dalam industri penerbangan. Saya perkirakan tahun 2013 akan mulai (perkembangan industri penerbangan Indonesia), Insya Allah tahun 2018 kita akan memiliki pesawat yang lebih baik daripada N-250," kata Habibie di sela-sela acara Peringatan 50 Tahun pendidikan Teknik Penerbangan Institut Teknologi Bandung, di Jakarta Convention Center, Jakarta, Sabtu (1/12/2012).

"Kita akan melihat kembalinya N-250, tapi tentu yang lebih canggih dan perusahaannya juga telah dibentuk," lanjut Habibie.

Sementara itu, untuk kembali membangun undustri penerbangan Indonesia, Habibie berharap pemerintah melaksakan dan melanjutkan proses yang nantinya akan dijalani. "Lanjutkan apa yang sudah kita mulai supaya bisa lebih baik daripada sebelumnya, serta harus mengamankan supaya produk dalam negeri lebih baik," pungkasnya.

Seperti diketahui, Habibie saat ini tengah berusaha membangun kembali "kerajaan" penerbangan dengan pengetahuan teknologi yang dimilikinya. Pria berusia 76 tahun ini mendirikan perusahaan dirgantara PT Ragio Aviasi Industri (RAI) yang dibentuk bersama PT Ilhabi Rekatama dan PT Eagle Capital.

Dalam manajemen PT RAI, Habibie dipercaya sebagai Ketua Dewan Komisaris. Melalui perusahaan tersebut, Habibie berusaha mengembangkan kembali rancangan pesawat N-250 yang data-datanya saat ini masih dimiliki bangsa Indonesia.

Pesawat N-250 adalah pesawat regional komuter turboprop rancangan asli IPTN (Sekarang PT Dirgantara Indonesia. Pesawat ini merupakan primadona Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) dalam usaha merebut pasar di kelas 50-70 penumpang dengan keunggulan yang dimiliki di kelasnya (saat diluncurkan pada tahun 1995).

Sayangnya N-250 yang menjadi bintang pameran pada saat Indonesian Air Show 1996 di Cengkareng, harus dihentikan produksinya setelah krisis ekonomi 1997.
Sumber : KLIK DISINI

WARGA UKRAINA DITANGKAP KARENA IKUT HADIRI HUT OPM

Bendera Bintang Kejora OPM

Artem Shapirenko (36), warga negara Ukraina itu hadir dalam syukuran peringatan HUT Papua Merdeka di kantor Dewan Adat Papua. 
Jihad-Defence-Indonesia : Kepolisian Resort Manokwari menangkap Artem Shapirenko (36), warga negara Ukraina, saat menghadiri syukuran peringatan HUT Papua Merdeka di kantor Dewan Adat Papua (DAP) Manokwari, Papua Barat, Sabtu (1/12).

Kabid Humas Polda Papua AKBP Gede Sumerta kepada wartawan, mengakui, saat ini pihaknya masih memeriksa yang bersangkutan, karena saat ibadah berlangsung, WN Ukraina itu meliput kegiatan tersebut.

Pemegang paspor EA 766085 yang berprofesi sebagai pemadam kebakaran itu masuk ke Indonesia melalui Bandara Yos Sudarso Dumai, Riau, 31 Mei lalu.

Di Manokwari sendiri dia sudah berada satu bulan dan tinggal di rumah La. Garuda, di Jalan Simponi Rindu Wirsi. Namun, dia tidak pernah melaporkan keberadaannya itu di Papua kepada pihak berwajib. Belakangan dikatahui bahwa masa visanya pun sudah lama habis.

Ketika ditanya tentang situasi terakhir di jajaran Polda Papua yang meliputi Provinsi Papua dan Papua Barat, kata AKBP Gede Sumerta, relatif aman dan belum ada laporan tentang pengibaran bendera papua merdeka "bintang kejora".
Sumber : KLIK DISINI

DUA KOMPI KOPASSUS KE KALTIM , ADA APA YAA


Ilustrasi Penerjunan Pasukan TNI
Jihad-Defence-Indonesia  - Jakarta : Dua kompi prajurit Korp Pasukan Khusus atau Kopassus TNI AD diterjunkan ke hutan belantara Kalimantan Timur, Sabtu (1/12/2012) malam ini. Penerjunan malam dari empat pesawat Hercules TNI AU tersebut dalam rangkaian latihan infiltrasi melalui udara.

Pejabat Penerangan Kopassus Mayor Inf Achmad Munir di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Sabtu sore, membenarkan adanya rencana penerjunan para prajurit tersebut.

"Ini dalam rangkaian latihan bersandi Tribuana Cakti XVIII tahun 2012 yang sudah berlangsung beberapa waktu lalu dan puncaknya nanti pada 19 Desember," jelasnya, Sabtu sore.

Para prajurit tersebut dilepas oleh Wakil Komandan Jenderal Kopassus Brigjen TNI Jaswandi dan para perwira ahli, Asisten Danjen, dan Kabalak.
Sumber : KLIK DISINI

KOREA UTARA AKAN LUNCURKAN ROKET PADA DESEMBER

Rudal Balistik Korut
Jihad-Defence-Indonesia - Pyongyang : Korea Utara berencana meluncurkan roket jangkauan jauh antara 10 dan 22 Desember. Kantor Berita KCNA (Korean Central News Agency) menyatakan, Komite Korea bagi Teknologi Angkasa berencana meluncurkan satelit setelah ilmuwan mempelajari kegagalan peluncuran roket pada April.

"Para ilmuwan dan teknisi Korea Utara menganalisa kesalahan-kesalahan yang terjadi dalam peluncuran roket April dan memperdalam pekerjaan untuk memperbaiki ketahanan uji dan ketepatan satelit dan roket pendorong, dengan demikian menuntaskan persiapan bagi peluncuran," katanya.

Roket itu ditujukan menempatkan satelit observasi bumi dalam orbit, katanya.

Pada April lalu, Korea Utara gagal meluncukan satu roket Unha-3 yang dikatakan Pyongyang untuk menempatkan satu satelit dalam orbit.

Amerika Serikat dan PBB menekankan itu satu uji coba rudal balistik yang tersamar dengan menggunakan roket tiga tingkat dari rudal balistik antar benua Taepodong-2.

Ujian April itu menghentikan usaha intenasional terakhir untuk melakukan pendekatan dengan Korea Utara, dan Amerika Serikat menghentikan rencana mengirim bantuan pangan yang sangat dibutuhkan negara komunis itu.

Dewan Keamanan PBB, Kamis, menekankan Korea Utara tidak melakukan usaha peluncuran rudal lagi setelah ada dugaan kuat bahwa Pyongyang sedang bersiap melakukan uji coba rudal baru.

"Kita semua sepakat bahwa sangat tidak bijaksana untuk terus melakukan uji coba itu," kata Kepala Komite Sanksi-sanksi Korea Utara Dewan Keamanan PBB, Dubes Portugal untuk PBB, Jose Filipe Moraes Cabral, kepada wartawan.

Sumber : KLIK DISINI

Di HUT OPM, Polisi Tahan Aktivis Papua

Di hari ulang tahun OPM, kondisi Papua masih relatif aman.

Pasukan Organisasi Papua Merdeka
Jihad-Defence-Indonesia - Jakarta : Tanggal 1 Desember merupakan hari ulang tahun Organisasi Papua Merdeka. Biasanya, pada tanggal tersebut, simpatisan, aktivis OPM serta kelompok pro kemerdekaan melakukan berbagai kegiatan, antara lain dengan menaikkan bendera "bintang kejora" dan ibadah syukur.

Hingga saat ini, kondisi Papua secara keseluruhan masih relatif aman. "Situasi kondusif. Tidak ada gerakan yang mencurigakan," kata Juru Bicara Polda Papua AKBP I Gede Sumerta Jaya, Sabtu 1 Desember 2012.

Meski begitu, polisi menahan aktivis Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Viktor Yeimo, saat berada di Perumnas Waena, Jayapura. Belum diketahui alasan penahanan Viktor Yeimo yang selama ini dikenal sebagai ketua Hubungan Internasional KNPB. 

Saat dikonfirmasi terkait penahanannya, Victor Yeimo membenarkan. "Ya benar, saya lagi ditahan dan sedang dimintai keterangan," kata Viktor. Tapi, Viktor tidak menjelaskan alasan penangkapan.

Sita ratusan amunisi

Polisi juga menyita ratusan amunisi dari tangan seorang warga, dalam razia gabungan Polri-TNI, Jumat malam, 30 November 2012 sekitar pukul 23.00 WIT. Razia dipusatkan di wilayah Sentani Jayapura, Papua.

I Gede Sumerta Jaya mengatakan, ratusan amunisi itu berhasil disita dari seorang warga berinisial MM. "Saat sweeping gabungan antara Polisi dan anggota Yonif 751 digelar di Sentani, seorang warga kepergok membawa 170 butir amunisi kaliber 5,56," ucapnya.

Warga itu langsung digelandang ke Markas Polres Jayapura untuk diminta keterangan. "Pembawa amunisi itu masih diperiksa secara intensif, dan juga sedang didalami dari mana ia memperolehnya serta untuk siapa," ucapnya.

Selain menyita 170 amunisi, polisi juga menyita sejumlah senjata tajam dan pistol mainan. "Tapi, bukan dari MM yang membawa amunisi," jelasnya.

Segera Kirim Densus 88 untuk Hadapi Separatis Teroris OPM dan RMS

http://m.itoday.co.id/timthumb.php?src=http://www.itoday.co.id/http://www.itoday.co.id/images/stories/itoday-images/OPM_2.jpg&h=auto&w=140&a=tlPemerintah harus segera mengirim Detasemen Khusus Anti Teror (Densus 88) Polri untuk melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap gerombolan separatis teroris Organisasi Papua Merdeka (OPM) dan RMS.

Pernyataan sikap itu disampaikan Direktorat Kontra Teroris dan Kontra Separatisme Pusat Hak Asasi Muslim Indonesia (PUSHAMI) menyikapi geliat aksi separatis, khususnya terkait penyerangan Polsek Pirime, Jayapura, Papua.

PUSHAMI juga mendesak pemerintah Indonesia segera meminta penetapan PBB bahwa gerombolan OPM dan RMS sebagai organisasi gerombolan separatis teroris yang mengancam keutuhan NKRI.

Selain itu, PUSHAMI juga meminta pemerintah, melalui Badan Nasional Penanggulangan Teror (BNPT) segera menetapkan gerombolan OPM dan RMS dan seluruh simpatisan, penyandang dana, LSM pendukungnya sebagai organisasi yang mengancam keutuhan NKRI.

Lebih jauh lagi, PUSHAMI mendesak PPATK bersama dengan TNI, POLRI dan BNPT untuk menelusuri dan membekukan aliran dana organisasi gerombolan separatis teroris seperti OPM dan RMS dan LSM pendukungnya.

Berdasarkan catatan PUSHAMI, dari 2009 hingga pertengahan 2012 aksi gerombolan separatis teroris OPM telah menewaskan 41 orang, baik sipil maupun aparat keamanan. Periode 2011-2012, korban warga sipil mencapai 26 orang dan aparat 14 orang.

Terkait aksi OPM dan RMS, PUSHAMI menyatakan menentang, menuntut dan mengkritik keras keseriusan pemerintah yang tebag pilih dalam menyelesaikan berbagai tindakan teror yang dilakukan gerombolan OPM dan RMS.

Diberitakan sebelumnya, gerombolan separatis teroris telah menyerang dan membakar Polsek Pirime, Jayapura, Papua. Dalam serangan bersenjata itu Kapolsek Pirime bersama dua orang anggotanya tewas. Penyerang, berhasil membawa satu pucuk senpi genggam revolver S & W No Reg. 11D3814, satu pucuk senpi laras panjang jenis AR 15 no. Reg. ND001237 dan satu pucuk senpi laras panjang jenis SS1 V5 no. Reg 99001258.

Tujuh Penyerang Polsek Ditangkap

 HUT OPM, Polri Tambah Pasukan di Papua

http://www.seputar-indonesia.com/publics/imagecache/detail/10/images/news/01%20December%202012/20121201%20nusantara.jpgPersonel TNI AD bersenjata lengkap berjaga di kawasan Bandara Moses Kilangin, Cek Point Mile 28, Timika, Papua, kemarin. Sekitar 700 personel TNI/Polri disiagakan untuk mengantisipasi peringatan HUT Organisasi Papua Merdeka (OPM) 1 Desember di Timika. 

Jakarta – Tim gabungan Polri dan TNI menangkap tujuh orang yang diduga bagian dari kelompok penyerang Polsek Pirime, Kabupaten Lanny Jaya, Papua, Selasa (27/11) lalu. Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Pol Agus Rianto memaparkan, beberapa jam setelah penyerangan polsek, tim menangkap seorang berinisial WW. 

Dia ditangkap saat tim melakukan penyisiran di sekitaran polsek yang diserang dan dibakar sehingga mengakibatkan tiga polisi tewas. Salah satu korbannya Kapolsek Pirime Ipda Rolvi Takubesi. Saat melakukan penyisiran, aparat melihat WW tengah membawa parang. Tim menangkap, lalu memeriksanya. “Saat ditangkap, yang bersangkutan melawan dengan berusaha menyerang petugas. Akhirnya petugas melumpuhkannya dengan menembak kaki kirinya,” ucap Agus di Mabes Polri, Jakarta,kemarin. 

Dari pengembangan, pada Kamis (29/11) lalu,tim kembali menangkap enam orang di Desa Muara Game, Distrik Piramid, Kabupaten Jayawijaya. Dari enam orang ini disita barang bukti sebuah laptop, senjata tajam, dan beberapa bendera, yang di antaranya bendera organisasi separatis. “Tujuh orang ini masih kita periksa intensif. 

Mereka diduga terlibat penyerangan Polsek Pirime,” ungkapnya. Terkait pengamanan menjelang HUT Organisasi Papua Merdeka (OPM) pada 1 Desember (hari ini), Agus mengatakan bahwa tim dari Polri ataupun TNI sudah bersiaga mengamankan wilayah Papua. Bahkan, kata dia, Kapolda Papua sudah menyiapkan strategi pengamanan. “Itu kita sesuaikan dengan situasi. Yang pasti, perkuatan Mabes Polri juga di sana,”tandasnya. 

Sebelumnya diberitakan, rombongan Kapolda Papua Irjen Pol Tito Karnavian baku tembak dengan sekelompok orang tak dikenal pada Selasa (28/11). Peristiwa yang terjadi sehari setelah penembakan dan pembakaran Polsek Pirime itu berlangsung hingga dua jam. Rombongan akhirnya berhasil memukul mundur kelompok bersenjata tersebut dan memaksa mereka lari ke hutan di sekitar lokasi. 

Namun, tim memutuskan tidak melakukan pengejaran dengan pertimbangan situasi beranjak gelap dan kubu musuh lebih mengenal medan. Dikhawatirkan, jika pengejaran berlanjut, jatuh korban di kubu aparat. Hingga kemarin belum ada kelanjutan terkait dengan pengejaran. 

 Gejolak karena HUT OPM  

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Marciano Norman mengatakan, gejolak yang terjadi di Papua belakangan terakhir karena OPM akan berulang tahun pada 1 Desember. Mereka berupaya menunjukkan eksistensinya. “Menjelang HUT OPM, ada upaya atau langkah-langkah untuk menunjukkan eksistensi mereka (OPM),” ujar Marciano di Jakarta kemarin. 

Untuk mengantisipasi hal itu, seluruh aparat di daerah sudah diterjunkan untuk mengambil langkah-langkah pencegahan. Selain itu, kata dia, para kapolda dan gubernur diminta melakukan langkah-langkah yang tepat dalam mengatasi dan mengantisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. “Ada penambahan kekuatan di semua wilayah,” ujarnya. 

Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo mengatakan bahwa Polri telah menambah jumlah personelnya di Papua. “Sudah ada penambahan personel dan terdistribusi di semua wilayah,” katanya di Jakarta. Menurut dia, pihaknya juga telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran aparat kepolisian di Papua untuk mengantisipasi dan melakukan upaya pencegahan atas peringatan HUT OPM besok (hari ini). 

Sebelumnya, pengamat intelijen Wawan Purwanto mengatakan bahwa kepolisian harus menggelar operasi khusus untuk mengungkap berbagai aksi penembakan di Papua. Menurut dia, aksi kekerasan itu sengaja ditimbulkan pihak-pihak tertentu agar mencitrakan Papua sebagai kawasan yang tak aman. Mereka juga membutuhkan publikasi untuk menjadi konsumsi internasional. “Ketidak berhasilan polisi untuk mengungkap menjadikan mereka semakin percaya diri dalam melakukan aksinya. Harus ada langkah nyata dari kepolisian dan pemerintah,” kata dia.

147 Pasukan Indobatt Kembali Dari Lebanon

indobatt112
Jihad-Defence-Indonesia - Lebanon : Komandan Satuan Tugas Indonesian Batallion (Indobatt) Konga XXIII-F/UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon), Letkol Inf Suharto Sudarsono melepas keberangkatan 147 prajurit Indobatt kembali ke tanah air setelah masa tugasnya selama satu tahun di Lebanon dinyatakan telah selesai, pelepasan gelombang pertama ini dilaksanakan di lapangan Soekarno, Markas Indobatt UN Posn 7-1, Adshid Al Qusayr, Lebanon Selatan, Jumat, (30/11). Gelombang pertama kepulangan ini dipimpin oleh Wadansatgas Indobatt Letkol Mar FJH Pardosi.

Dalam sambutannya Dansatgas Indobatt menyampaikan ucapan terima kasih atas dedikasi, disiplin dan loyalitas yang telah ditunjukan seluruh prajurit Indobatt dalam melaksanakan tugasnya mengemban misi perdamaian UNIFIL di Lebanon, sehingga dapat menghantarkan Satgas Batalyon Kontingen Garuda XXIII-F/UNIFIL melaksanakan tugas pokoknya dengan baik.

Lebih lanjut Dansatgas berharap, walaupun tugas misi perdamaian telah usai namun kebersamaan dan ikatan kekeluargaan yang telah terjalin dengan baik selama ini, hendaknya dipelihara hingga sekembalinya ke tanah air dan kesatuan masing-masing.

Usai memberikan sambutan, Dansatgas memberikan plakat penghargaan kepada seluruh prajurit Indobatt sebagai tanda ucapan terima kasih dan bentuk apresiasi atas pelaksanaan tugas yang telah ditunjukan.

Personel Satgas Kontingen Garuda XXIII-F/UNIFIL (Indobatt) berjumlah 1.018 orang, kepulangannya ke tanah air dibagi menjadi 6 gelombang penerbangan dan setelah kepulangan ini misi selanjutnya akan digantikan oleh Satgas Konga XXIII-G/UNIFIL.(B)


Teks : Suasana pemulangan 147 anggota Indobatt dari Lebanon ke tanah air
Sumber : KLIK DISINI

TNI Kembangkan Brigade Gabungan



Jihad-Defence-Indonesia - Jakarta : TNI mengembangkan brigade gabungan untuk menangkal dinamika ancaman yang semakin kompleks. Kekuatan brigade gabungan dinilai akan menempatkan TNI dalam posisi penting dalam keamanan regional. Tak heran, brigade gabungan ini diterapkan dalam Latihan Gabungan (Latgab) 2012 TNI yang selesai belum lama ini.
Yonkav Marinir dalam Penutupan Latgab TNI 2012
(Foto Republika)
"Latihan ini merupakan salah satu upaya awal untuk menjawab dan mengetahui sampai di mana tingkat kemampuan dan batas kemampuan Brigade Gabungan TNI bila dihadapkan dengan tren tantangan dan ancaman," kata Panglima TNI, Laksamana TNI Agus Suhartono, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Marsekal Madya TNI Daryatmo, saat menutup Latgab, di Surabaya, Jumat (30/11). 

Agus mengatakan dibutuhkan daya tanggap, ketajaman evaluasi, dan kecermatan dari seluruh perwira hingga unsur satuan terkecil agar kemampuan brigade mumpuni. Setiap hal-hal penting harus menjadi perhatian dan disempurnakan dalam segala sisi. 

Kemampuan militer tingkat brigade, lanjut dia, juga dikembangkan beberapa negara. Hal ini sebagai konsekuensi menyikapi perkembangan ancaman dalam konteks perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. "Kemampuan militer tingkat brigade gabungan dinilai memiliki kemampuan taktis dan strategis serta mobilitas dan daya tempur yang efektif dan efisien guna menghadapi karakteristik ancaman modern di ruang globalisasi yang cenderung mengeliminasi batas negara dalam konteks global village," tegas dia.

Di sisi lain, lanjut Panglima TNI, penguatan kemampuan militer tingkat brigade gabungan memiliki dimensi politis dalam konteks kerja sama internasional sebab ini berguna untuk penanganan keamanan bersama di tingkat regional.

Karenanya, dia meminta agar peningkatan kemampuan satuan TNI, konsep Latgab TNI harus terus diintensifkan dan dikembangkan melalui skenario operasi militer dari berbagai trouble spots yang diasumsikan terjadi di berbagai wilayah Indonesia. 

"Tentunya intensifikasi tersebut harus dilaksanakan secara bertahap dan bertingkat, baik di lingkup manajemen tempur, taktik dan strategi, maupun penguatan unsur-unsur bantuan lainnya,seperti unsur intelijen, logistik, dan lainnya,"jelas dia. 

Serangan Fajar Marinir dalam Latgab TNI 2012
(Foto Ipenk 666)
Memperhatikan kepentingan tersebut, tambah dia, evaluasi dan konsolidasi terhadap pelaksanaan Latgab menjadi hal yang urgen dan esensial. Hal itu guna mendapatkan perspektif yang lebih luas demi penyempurnaan beberapa aspek terkait, baik doktrin, strategi, taktik, teknik, dan prosedur, serta aspek psikologis dan litbang, yang sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan interoperability brigade gabungan TNI dalam skenario operasi militer.

Di samping itu, penyempurnaan juga untuk memperoleh besaran yang proporsional dan efektif, baik pada aspek personel, alutsista, maupun dukungan administrasi logistik lainnya, guna mendukung konsep pembangunan Minimum Essential Force (MEF).

Komandan Satgas Penerangan Latgab TNI 2012, Letkol Laut (KH) Edys Riyanto, mengungkapkan pelaksanaan latihan lapangan Latgab TNI Tingkat Brigade 2012 dengan sandi Wibawa Yudha berlangsung sejak 26 Oktober hingga 30 November 2012 di Sangatta dan Tarakan, Kalimantan Timur. Latihan itu melibatkan belasan ribu prajurit dengan puluhan alutsista berbagai jenis.

Sebelum penutupan, dilakukan evaluasi untuk penyempurnaan bagi beberapa aspek terkait, baik doktrin, strategi, taktik, teknik, dan prosedur, serta aspek psikologis dan litbang yang sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan kampanye militer.

Kasum TNI, Daryatmo, mengatakan perlunya beberapa penyempurnaan baik aspek pengorganisasian, peranti lunak, operasional, dan material. "Jaga terus soliditas dan solidaritas TNI demi tegaknya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," tegas Kasum TNI.
Sumber : KLIK DISINI