Selasa, 04 Desember 2012

SEPARATIS PAPUA MAKIN AGRESIF, ADA BEKING PIHAK ASING

Kepolisian menetapkan enam tersangka. Satu
 warga Ukraina ikut diciduk.







Jihad-Defence-Indonesia - Jayapura : Kepolisian menetapkan enam tersangka dalam penyerangan Markas Polsek Pirime dan baku tembak dengan rombongan Kapolda Papua Irjen Tito Carnavian usai meninjau Mapolsek Pirime.

Mereka berinisial, KW (40), LK (22), TW (24), GK (35), DT (45), dan TT (17). Keenamnya ditangkap Kamis 29 November 2012, di Kampung Muaragame, Distrik Pyramid, Kabupaten Jayawijaya. 

"Semua akan kami proses sesuai hukum. Masih penyelidikan," begitu kata Kapolri Jenderal Timur Pradopo menyoal pengungkapan kasus tersebut, Senin 3 Desember 2012.

Keenam tersangka itu ditangkap pada Kamis 29 November 2012, di salah satu posko di Muaragame Distrik Pyramid. 

Saat penggeledahan ditemukan 2 bendera Bintang Kejora, 959 kartu keanggotaan TPM/OPM, 1 bendera Amerika, Inggris, Papua Nugini dan bendera Komite Nasional Papua Barat. Serta 5 buku harian markas besar TPN/OPM, 1 buah laptop dan 1 buah parang. 

Juru bicara Polda Papua AKBP I Gede Sumerta Jaya menjelaskan, keenam tersangka dijerat Undang-undang Darurat Nomor 12 tahun 1951 dan pasal 106 KUHP. 

"Untuk keterlibatannya, mereka masih satu kelompok atau satu jaringan yang memberikan dukungan terhadap penyerangan Polsek," ujar Sumerta kepada VIVAnews.

Sempat ditahan. Tapi tak lama lima tersangka yakni, KW, LK, TW, GK dan TT diberi penangguhan penahanan dan hanya dikenakan wajib lapor, karena dinilai kooperatif. "Sedangkan DT, karena disamping tidak kooperatif juga merupakan DPO kasus makar tahun 2010. Maka dilakukan penahanan," katanya.

Selain enam orang itu, polisi juga telah menangkap YW (40). Namun, statusnya belum tersangka. YW ditangkap Selasa 27 November 2012, tak lama setelah aksi penyerangan Polsek Pirime. 

Saat ini YW masih dirawat di RSUD Wamena, karena ketika akan diamankan dia melawan petugas dengan parang. Sehingga polisi terpaksa menembak kaki kirinya.

Polda Papua mengidentifikasi bahwa kelompok penyerang Polsek Pirime adalah pecahan dari kelompok Goliat Tabuni, pimpinan OPM wilayah Pegunungan Papua.

"Ada cekcok dalam kelompok OPM di pegunungan. Kelompok yang  menyerang Polsek Pirime melakukan kegiatan tanpa komando Goliat Tabuni. Mereka ingin menunjukan mereka mampu," kata Sumerta.

Goliat Tabuni keberatan. Dia menolak bertanggungjawab atas peristiwa penyerangan di Polsek Pirime, yang berada di wilayah Lany Jaya. Sebab wilayah mereka berada di Puncak Jaya.

"Ada kelompok lain yang beroperasi di sana," kata Goliat Tabuni saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Rabu 28 November 2012.

Goliat Tabuni juga membantah penyerang adalah bekas kelompoknya. "Mereka bukan bekas anggota kami, dan bukan di bawah komando kami," katanya.

Tapi Goliat Tabuni menyatakan, bahwa pelaku penyerangan adalah anggota Matias Wenda, yang merupakan Panglima OPM yang bermarkas di Viktoria atau perbatasan RI-PNG dan beroperasi di Lany Jaya.

Menurutnya, kelompok yang selama ini bergerilya di Lany Jaya adalah kelompok Enggen Wanimbo, Torang Wenda, Rambo Wenda, Yona Wenda, Bakar Wenda, Opinus Wenda, Eli Wakur. "Mereka itu sudah lama ada di Lany Jaya," katanya.

OPM didukung asing

Baku tembak antara aparat gabungan TNI-Polri dengan kelompok sipil, yang diduga Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali terjadi, Senin 3 Desember 2012 sekitar pukul 08.45 WIT. Aksi saling tembak itu terjadi di Jalan Bokon Distrik Tiom Lany Jaya. 

Juru bicara Polda Papua AKBP I Gede Sumerta Jaya menjelaskan, aksi baku tembak terjadi saat kelompok OPM itu berupaya masuk ke Tiom. 

Aparat yang melakukan penjagaan ketat -pasca penyerangan Polsek Pirime- kemudian menghalau. Kontak senjata pun tak terhindarkan.

Baku tembak berlangsung selama beberapa menit. Seorang warga bernama Ferdi Turuallo (25), yang berada di lokasi tewas tertembak di bagian kepala. Kontak senjata terhenti setelah kelompok OPM mundur dan masuk kembali ke hutan. Tidak diketahui, apakah ada anggota OPM yang tertembak.

Setelah baku tembak itu, untuk meningkatkan pertahanan, Polda Papua menambah pasukan. Satu SST (Satuan Setingkat Peleton) pasukan Brimob diterjunkan ke Tiom Lany Jaya.

Pasukan itu untuk mendukung pasukan yang sebelumnya sudah dikirim ke Lany Jaya pasca penyerangan Polsek Pirime, pada 27 November 2012. "Di sana memang sudah ada 2 SST Brimob dan 1 SST TNI dari Yonif 756, satu SST yang kirim lagi untuk mem-back up mereka," ujar Sumerta.

Dari hasil penyelidikan, kelompok bersenjata yang beraksi di Lany Jaya diperkirakan 100 orang dan memiliki senjata sekitar 20 pucuk. "Dan terus bergerak berpindah-pindah dengan membawa senjata hasil rampasan," ucapnya.

Untuk saat ini pihaknya belum menemukan adanya perdagangan senjata gelap untuk menyokong persenjataan kelompok yang beroperasi di Lany Jaya. "Beda dengan di Paniai, memang sudah ada," ucapnya.

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Djoko Suyanto menduga ada kepentingan pihak asing di wilayah Papua. Hal ini terlihat bersamaan dengan perayaan hari ulang tahun Organisasi Papua Merdeka (OPM) pada Sabtu 1 Desember 2012. 

Wanipenko Shapirenko alias Artem, warga Ukraina ditangkap petugas Polres Manokwari, Papua Barat, karena diduga mendukung perayaan HUT OPM. Arten ditangkap ketika keluar Kantor Barat, usai mengikuti ibadah syukur yang dilakukan warga pendukung OPM. 

"Organisasi-organisasi yang selalu bersuara di luar negeri. Pasti ada. Di luar-luar itu kan juga suara-suara seperti itu selalu digaungkan. Di Inggris kemarin juga ada, di Amerika masih ada," kata Djoko di Istana Negara, Jakarta, Senin, 3 Desember 2012.

Meski begitu, menurut Djoko, ancaman dari luar itu sebaiknya tidak direspon berlebihan. Tapi justru diperlihatkan dengan membangun Papua menjadi lebih maju.

"Kita membangun Papua, kita percepat, kita perluas. Policy lima kebijakan dasar presiden untuk Papua yang menjawab itu," ujarnya.

Djoko mengakui secara geografis, wilayah Papua yang banyak hutan tentu membawa keuntungan bagi gerakan-gerakan separatis. Mereka bisa lebih leluasa bergerak dan bersembunyi, menunggu aparat lengah.

Sumber : KLIK DISINI

MENHAN RI : PRAJURIT HARUS MEMILIKI SEMANGAT JUANG, WALAUPUN ALUTSISTA TERBATAS

Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgaintoro
Jihad-Defence-Indonesia - Jakarta : Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro, terus berusaha membenahi alat-alat persenjataan militer Indonesia. Dia pun meminta agar prajurit bisa terus mengobarkan semangat juang yang bakal mampu mengalahkan apapun.

Inilah pesan yang disampaikan Purnomo usai menghadiri acara peluncuran buku 'Pasukan-M, Menang tak Dibilang Gugur tak Dikenang'. Buku ini diluncurkan di Gedung Smesco, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Senin (3/12/2012). Selain Purnomo, Hadir dalam acara ini KSAL Laksamana TNI Soeparno dan keluarga dari Kapten Markadi.

"Apapun alutsista yang kita punya itu tetapi yang terpenting semangat juang, nilai-nilai kejuangan yang terus kita kobarkan dari waktu ke waktu," kata Purnomo.

Buku setebal 240 halaman ini menceritakan kisah operasi lintas laut Banyuwangi-Bali. Operasi ini adalah pertempuran laut pertama sejak Indonesia berdiri di bawah komando Kapten Markadi.

Meski dengan kapal yang sangat sederhana, serta senjata seadanya, mereka menempuh rute laut yang dijaga ketat armada laut Belanda. Hebatnya, pasukan ini bahkan berhasil menenggelamkan kapal Belanda.

"Dengan semangat juang yang tinggi bisa kalahkan Belanda," lanjut Purnomo.

Dalam kesempatan ini, Purnomo juga berbicara mengenai RUU Kamnas yang kini bolanya ada di tangan DPR. Purnomo meminta publik jangan salah kaprah mengenai keberadaan RUU ini.

Kehadiran RUU ini bukan untuk mengkerdilkan peran Polri. Bukan juga untuk menaikkan lagi posisi TNI.

"Pesannya untuk menghadapi ancaman berbeda, kalau dulu ancaman militer sekarang adalah ancaman non militer," tegasnya.

Sumber : KLIK DISINI

LATIHAN PEMANTAPAN TUGAS SATUAN INTELIJEN KODAM II/SRIWIJAYA

Latihan Pemantapan Tugas Satuan Intelijen Kodam II/Sriwijaya


Jihad-Defence-Indonesia - Kodam II Sriwijaya : Latihan Pemantapan Tugas Satuan Intelijen Kodam II/Sriwijaya memiliki arti yang penting dalam rangka meningkatkan kemampuan profesionalisme personel dan satuan Intelijen Kodam II/Sriwijaya.Latihan pemantapan ini menjadi semakin penting artinya, apabila kita hadapkan dengan eskalasi tugas Kodam II/Sriwijaya yang terus berkembang, semakin kompleks dan dinamis. Menghadapi kondisi yang demikian, maka bidang tugas intelijen memiliki peran yang signifikan bagi keberhasilan tugas komando dalam membina kewilayahan, guna menyiapkan ruang, alat dan kondisi juang yang kondusif bagi terselenggaranya pertahanan negara di daerah.
Mencermati berbagai kejadian di masyarakat yang belum dapat terdeteksi sebelumnya dan tingginya angka pelanggaran di Kodam II/Sriwijaya, menunjukkan bahwa satuan Intelijen belum optimal dalam melaksanakan fungsi penyelidikan, pengamanan, dan penggalangan. Keadaan ini tentunya tidak terlepas dari keterbatasan jumlah dan kemampuan personel intelijen serta anggaran untuk mendukung kegiatan intelijen. Namun demikian, satuan Intelijen tidak boleh terbelenggu dengan berbagai keterbatasan yang ada, tetapi sebaliknya keterbatasan tersebut hendaklah lebih memotivasi dalam berinovasi untuk melaksanakan kegiatan intelijen di wilayah.
          Selama 2 (dua) minggu para peserta latihan telah membahas dengan serius dan tekun tentang berbagai persoalan yang muncul berdasarkan skenario latihan. Dari Latihan Pemantapan Tugas ini, output yang diharapkan tentunya menghasilkan suatu nilai tambah dan perubahan, baik pengetahuan dan keterampilan bagi segenap Aparat Intelijen jajaran Kodam II/Sriwijaya, sekaligus menjadi salah satu tolok ukur sejauhmana tingkat kesiapan personel dan satuan Intelijen dalam pengembangan aplikasi tugas-tugas di lapangan, sehingga satuan Intelijen memiliki kemampuan yang handal serta cakap dalam menanggulangi setiap hakekat ancaman yang mungkin timbul.
Yakinkan kepada saya, dari ilmu yang telah kalian dapat, ke depan aparat Intelijen akan lebih optimal menjadi mata telinga Komando dalam mendukung keberhasilan tugas-tugas Kodam II/Sriwijaya. Salah satu upaya yang dapat dilaksanakan, yaitu dengan cara menjadikan latihan ini sebagai momentum untuk meningkatkan keunggulan moral, keuletan bekerja, dan semangat pengabdian yang tinggi dalam melaksanakan tugas-tugas Intelijen.
          Demikian Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Nugroho Widyotomo dalam amanatnya yang dibacakan oleh Kasdam II/Sriwijaya Brigjen TNI Syahiding pada acara Penutupan Latihan Pemantapan Intelijen TA. 2012, bertempat Deninteldam II/Sriwijaya, Lebong Siareng, Palembang, Senin (3/12).
Hadir pada acara penutupan tersebut Danrindam II/Sriwijaya, Pejabat Teras Kodam II/Sriwijaya, para Dan/Ka Balakdam II/Sriwijaya, dan Peserta Latihan Pemantapan Tugas Satuan Intelijen.
Sumber : KLIK DISINI


SETELAH N-250, TERBITLAH REGIO PROP



Rancangan Regio Prop rancangan pesawat penerus N-250 karya Ilham Habibie (image : OkeZone)

Jihad-Defence-Indonesia - JAKARTA : Sepintas pesawat itu mirip dengan pendahulunya N-250. Karena wajar, terlebih pesawat masa depan Indonesia ini, merupakan turunan dari pendahulunya yang baru saja dirancang pada tahun 2004.

Mendapat dukungan dari sang ayah yang juga merupakan perintis pesawat terbang nasional sekaligus arsitek terbangunnya pesawat N-250, Ilham Akbar Habibie mencoba merancang sendiri pesawat yang digadang-gadang bakal menjadi kebanggan bangsa Indonesia.

“Namun, ini masih sebatas rancangan kasar, belum selesai secara keseluruhan,” kata Ilham Habibie saat berbincang santai dengan Okezone di kantornya, di Kawasan Mega Kuningan, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Akan tetapi, lanjut putra sulung presiden RI ke-3 ini, setidaknya orang Indonesia telah mampu berpikir jauh bagaimana menciptakan pesawat yang mampu mengangkut jutaan masyarakat Indonesia dari Sabang hingga Merauke.

Dengan Regio Prop yang mampu mengangkut 50 hingga 70 penumpang, diharapkan dapat terealisasi dengan mulus. Sang arsitek yang telah lama mengenyam pendidikan di Jerman itu, mengaku bangga bisa memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negeri ini melalui karya-karyanya.

Pesawat rancangannya ini juga tidak asal-asalan, terlebih ini didukung juga dengan sistem keamanan, dengan menggunakan teknologi tinggi semacam software atau sistem yang memberi batasan kontrol pada pilot ketika tengah mengendalikan pesawat itu di udara.

“Dulu 1998, belum banyak pesawat yang menggunakan teknologi fly-by-wire, kalau sekarang di buat fly-by-wire dibandingkan dengan fly-by-hidrolic dan cable. Itu mungkin kalau dihitung secara biaya, lebih mahal yang konvensional,” paparnya.

Ilham pun meyakini bahwa pesawat yang kini tengah dikembangkannya (Regio Prop) adalah primadona yang bakal laris manis di pasaran pesawat terbang, khususnya di Indonesia.

Pesawat N-250 (photo : Wijanarko)

“Saat ini kalau kita lihat di lapangan, di pasar, yang diperlukan adalah pesawat itu (Regio Prop). Pesawat ini bisa dibeli atau dijual ratusan di Indonesia, karena itu yang diperlukan,” jelasnya.

Ilham mengungkapkan, sejak dahulu telah memprediksi bahwa di masa mendatang, dengan sendirinya akan diperlukan pesawat terbang dan bila perkembangannya terus belanjut, juga bisa sebagai tulang punggung daripada infrastruktur.

Mengudara 2018

Pesawat terbang baling-baling (Regio Prop), yang akan dibuat melalui PT Regio Aviasi Industri, masih perlu dirumuskan serta dikembangkan, baik dari sisi desain, kapasitas penumpang, sistem pesawat serta teknologi yang diusungnya. Meskipun masih konseptual, namun Agung Nugroho, Direktur Utama PT Regio Aviasi Industri, optimis pesawat ini sudah dapat mengudara di wilayah Nusantara pada 2018.

“Proyek (Regio Prop) ini dimulai di 2004, di mana N-250, merupakan semangat untuk kami meneruskan pesawat terbang tersebut. Namun dari sisi teknologi, sistem serta desain lebih canggih dari N-250,” ujar Agung kepada Okezone melalui sambungan telefon.

Ia menjelaskan, ketika itu (di 2004), proyek ini mendapatkan bantuan dari IDB (Islamic Development Bank) sebesar USD200 juta atau sekira Rp1,9 triliun. Dengan anggaran sebesar itu, nantinya, akan menggandeng PTDI untuk memberdayakan kembali, apakah nantinya para tenaga ahli di PTDI bisa direkrut kembali, baik kalangan tua atau mudanya.

“Saat ini masih tahapan konseptual design, dari situ kemudian ada tes dengan pasar kepada airlines. Kemudian apa-apa saja yang diperlukan, lalu mengelola seperti operating serta biaya,” jelasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, nantinya Regio Prop akan melewati proses sertifikasi pesawat melalui pemerintah Indonesia, dalam hal ini Direktorat Jenderal Penerbangan Udara.  “Insya Allah pada 2018, pesawat ini akan meluncur setelah melalui uji coba tersebut,” tuturnya.

Uji coba ini akan dilakukan guna menguji sistem pesawat terbang seperti tes aerodinamika, struktur pesawat, sistem electrical dan lain-lain. “Ini akan memakan waktu 4-5 tahun,” tambahnya.

Lebih detail Agung menjelaskan, Regio Prop berjarak tempuh sekira 400-600 kilometer. Pesawat ini dirancang sebagai pesawat cepat dan penerbangan jarak menengah. Meskipun belum fix dan masih tahap konseptual, namun kabarnya pesawat ini, direncanakan berkapasitas sekira 50-70 penumpang. “Awal 2013, kita akan mulai visibility study, technical serta market,” imbuhnya.
Sumber : KLIK DISINI

Senin, 03 Desember 2012

KSAU dan Pejabat AU China Jajaki Kerja Sama



Jihad-Defence-Indonesia - Jakarta : Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Imam Sufaat menerima kunjungan Major General Officer Dan Zhi Ping dan Major General Wu Fei dari Chinese People Liberation Army Air Force (CPLAAF) di Mabes AU, Cilangkap, Senin (3/12/2012).

Kasau didampingi Asisten Pengamanan Kasau Marsda TNI Kuswantoro, Asisten Personel Kasau Marsda TNI Mawardi, Asisten Logistik Kasau Marsda TNI JFP Sitompul, dan Kadispenau Marsma TNI Azman Yunus membahas sejumlah agenda kerja sama.

Tahun lalu, Kementerian Pertahanan RI dan Pemerintah RRC sepakat membuka latihan pilot tempur jet Sukhoi di China. Pertemuan yang berlangsung dengan lancar tersebut dilakukan dalam kunjungan delegasi Senior Officer Chinese People Liberation Army Air Force (CPLAAF) yang diikuti 49 perwira.

Delegasi yang dipimpin Major General Dan Zhi Ping ini selama di Indonesia dijadwalkan melakukan kunjungan ke Lanud Halim Perdanakusuma untuk melihat simulator Hercules.

Selain itu, rombongan juga mengunjungi Skadik 102 Wingdikterbang Lanud Adi Sucipto Yogyakarta, Museum Dirgantara Mandala, dan Candi Borobudur.
Sumber : KLIK DISINI

BERITA FOTO : SELEKSI CALON PENERBANG TNI



Jihad-Defence-Indonesia : Aspers Panglima TNI Marsda TNI Bambang Wahyudi, S.Ip selaku Ketua Panitia Pusat Penerimaan Perwira Prajurit Sukarela Dinas Pendek (PSDP) Penerbang TNI didampingi Aspers Kasad Mayjen TNI Sunindyo, memimpin rapat sidang Panitia Penentuan Terakhir (Pantukhir) tahap satu calon perwira PSDP Penerbang TNI, bertempat di Skadron Pendidikan (Skadik) 502 Wingdikum Halim Perdanakusuma Jakarta Timur, Senin (3/12/2012). Demikian rilis yang dikirim ke redaksi Tribunnews.com.
 
Dari 52 calon peserta yang mengikuti seleksi tingkat pusat tahap satu diputuskan sebanyak 17 orang yang dinyatakan lulus untuk mengikuti seleksi tingkat pusat tahap dua. Nantinya, para calon Perwira PSDP Penerbang TNI akan menjalani ujian tes bakat terbang yang dilaksanakan di Skadik 104 Wingdik Terbang Lanud Adi Sucipto Yogyakarta pada tanggal 8 - 23 Januari 2013.
 
Pantukhir tahap kedua rencananya akan dilaksanakan pada 23 Januari 2013 di Lanud Adi Sucipto Yogyakarta. Bagi yang dinyatakan lulus, peserta akan mengikuti pendidikan pertama di Pangkalan TNI AU Adi Sumarmo Surakarta selama 5 bulan, kemudian akan dilanjutkan di Pangkalan TNI AU Adi Sutjipto Yogyakarta untuk bina kelas dan bina terbang selama 28 bulan.
 
Penerimaan Perwira PSDP Penerbang TNI nantinya diarahkan untuk dapat mengisi atau mengawaki alat utama sistem senjata yaitu pesawat-pesawat TNI baik Fix Wing maupun Rotary Wing/Helikopter. Calon Perwira PSDP Penerbang TNI yang lulus nantinya akan disiapkan dan diharapkan menjadi penerbang-penerbang handal TNI, oleh karena itu TNI sangat berkepentingan mencari sumber daya manusia yang berkualitas dari proses rekrutmen.  
 
Turut hadir dalam sidang  Pantukhir tahap satu, diantaranya Kapuskes TNI Mayjen TNI dr. Dedy Achdiat Dasuki, Sp.M., Dankodiklat TNI Brigjen TNI (Mar) Lukman Sofyan, Danpuspenerbad Brigjen TNI M. Afifuddin, Kadisminpersau Marsma TNI Yaya Aspiadi, Kalakespra Marsma TNI Asrunsyah, Kadispsiau Marsma TNI Herry H.A. serta beberapa pejabat Mabes TNI dan Mabes Angkatan.

Aspers Panglima TNI Marsda TNI Bambang Wahyudi, S.Ip selaku Ketua Panitia Pusat Penerimaan Perwira Prajurit Sukarela Dinas Pendek (PSDP) Penerbang TNI didampingi Aspers Kasad Mayjen TNI Sunindyo, memimpin rapat sidang Panitia Penentuan Terakhir (Pantukhir) tahap satu calon perwira PSDP Penerbang TNI, bertempat di Skadron Pendidikan (Skadik) 502 Wingdikum Halim Perdanakusuma Jakarta Timur, Senin (3/12/2012). Demikian rilis yang dikirim ke redaksi Tribunnews.com.
 
Dari 52 calon peserta yang mengikuti seleksi tingkat pusat tahap satu diputuskan sebanyak 17 orang yang dinyatakan lulus untuk mengikuti seleksi tingkat pusat tahap dua. Nantinya, para calon Perwira PSDP Penerbang TNI akan menjalani ujian tes bakat terbang yang dilaksanakan di Skadik 104 Wingdik Terbang Lanud Adi Sucipto Yogyakarta pada tanggal 8 - 23 Januari 2013.

Pantukhir tahap kedua rencananya akan dilaksanakan pada 23 Januari 2013 di Lanud Adi Sucipto Yogyakarta. Bagi yang dinyatakan lulus, peserta akan mengikuti pendidikan pertama di Pangkalan TNI AU Adi Sumarmo Surakarta selama 5 bulan, kemudian akan dilanjutkan di Pangkalan TNI AU Adi Sutjipto Yogyakarta untuk bina kelas dan bina terbang selama 28 bulan.

Penerimaan Perwira PSDP Penerbang TNI nantinya diarahkan untuk dapat mengisi atau mengawaki alat utama sistem senjata yaitu pesawat-pesawat TNI baik Fix Wing maupun Rotary Wing/Helikopter. Calon Perwira PSDP Penerbang TNI yang lulus nantinya akan disiapkan dan diharapkan menjadi penerbang-penerbang handal TNI, oleh karena itu TNI sangat berkepentingan mencari sumber daya manusia yang berkualitas dari proses rekrutmen.

Turut hadir dalam sidang  Pantukhir tahap satu, diantaranya Kapuskes TNI Mayjen TNI dr. Dedy Achdiat Dasuki, Sp.M., Dankodiklat TNI Brigjen TNI (Mar) Lukman Sofyan, Danpuspenerbad Brigjen TNI M. Afifuddin, Kadisminpersau Marsma TNI Yaya Aspiadi, Kalakespra Marsma TNI Asrunsyah, Kadispsiau Marsma TNI Herry H.A. serta beberapa pejabat Mabes TNI dan Mabes Angkatan.

Aspers Panglima TNI Marsda TNI Bambang Wahyudi, S.Ip selaku Ketua Panitia Pusat Penerimaan Perwira Prajurit Sukarela Dinas Pendek (PSDP) Penerbang TNI didampingi Aspers Kasad Mayjen TNI Sunindyo, memimpin rapat sidang Panitia Penentuan Terakhir (Pantukhir) tahap satu calon perwira PSDP Penerbang TNI, bertempat di Skadron Pendidikan (Skadik) 502 Wingdikum Halim Perdanakusuma Jakarta Timur, Senin (3/12/2012). Demikian rilis yang dikirim ke redaksi Tribunnews.com.

Dari 52 calon peserta yang mengikuti seleksi tingkat pusat tahap satu diputuskan sebanyak 17 orang yang dinyatakan lulus untuk mengikuti seleksi tingkat pusat tahap dua. Nantinya, para calon Perwira PSDP Penerbang TNI akan menjalani ujian tes bakat terbang yang dilaksanakan di Skadik 104 Wingdik Terbang Lanud Adi Sucipto Yogyakarta pada tanggal 8 - 23 Januari 2013.

Pantukhir tahap kedua rencananya akan dilaksanakan pada 23 Januari 2013 di Lanud Adi Sucipto Yogyakarta. Bagi yang dinyatakan lulus, peserta akan mengikuti pendidikan pertama di Pangkalan TNI AU Adi Sumarmo Surakarta selama 5 bulan, kemudian akan dilanjutkan di Pangkalan TNI AU Adi Sutjipto Yogyakarta untuk bina kelas dan bina terbang selama 28 bulan.

Penerimaan Perwira PSDP Penerbang TNI nantinya diarahkan untuk dapat mengisi atau mengawaki alat utama sistem senjata yaitu pesawat-pesawat TNI baik Fix Wing maupun Rotary Wing/Helikopter. Calon Perwira PSDP Penerbang TNI yang lulus nantinya akan disiapkan dan diharapkan menjadi penerbang-penerbang handal TNI, oleh karena itu TNI sangat berkepentingan mencari sumber daya manusia yang berkualitas dari proses rekrutmen.

Turut hadir dalam sidang  Pantukhir tahap satu, diantaranya Kapuskes TNI Mayjen TNI dr. Dedy Achdiat Dasuki, Sp.M., Dankodiklat TNI Brigjen TNI (Mar) Lukman Sofyan, Danpuspenerbad Brigjen TNI M. Afifuddin, Kadisminpersau Marsma TNI Yaya Aspiadi, Kalakespra Marsma TNI Asrunsyah, Kadispsiau Marsma TNI Herry H.A. serta beberapa pejabat Mabes TNI dan Mabes Angkatan.

Sumber : KLIK DISINI

WAKASAU TNI TUTUP LATMA ELANG CAMAR INDOPURA 2012LAT

http://www.majalahpotretindonesia.com/images/-22g.jpg
Jihad-Defence-indonesia - BERTEMPAT di Bandara Internasional Lombok (BIL) Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsdya TNI Dede Rusamsi., didampingi Chief of Air Force (CAF) Republic of Singapore Air Force (RSAF) Major General Ng Chee Meng menutup secara resmi Latihan Bersama (Latma) “Elang Indopura XVII-12 dan Camar Indopura XX-12, baru-baru ini.

Latma Elang Indopura ini sendiri merupakan salah satu bentuk latihan bersama antara TNI AU dengan RSAF yang difokuskan pada teknik tempur dengan melibatkan pesawat-pesawat tempur dari angkatan udara kedua Negara dan sebagai langkah awal kerjasama dan persahabatan antara Angkatan Udara Indonesia dan Singapura serta guna meningkatkan kemampuan dan keterampilan personel angkatan udara kedua Negara dalam melaksanakan operasi udara bersama, dalam rangka menanggulangi kemungkinan adanya gangguan keamanan di wilayah perbatasan kedua Negara.

Latihan Elang Indopura yang berlangsung sejak tanggal 12 November 2012 tersebut melakukan berbagai manuver di udara diantaranya pertempuran udara (dog fight) antar pesawat Hawk 100/200 TNI AU dan F-5 RSAF dengan metode satu lawan satu, satu lawan dua dan dua lawan dua serta melakukan patroli udara bersama. 4 pesawat Hawk 100/200 TNI AU dan 6 pesawat F 5 RSAF terlibat dalam latihan Elang Indopura ini.

Sedangkan Latma Camar Indopura yang berlangsung selama 2 hari mulai tanggal 27 November 2012 ini, merupakan latma antara TNI AU dan RSAF dalam bidang operasi udara guna meningkatkan kerjasama dalam pengamanan wilayah laut kedua Negara dengan menggunakan pesawat patroli maritime dimana TNI AU menggunakan pesawat CN 235 dan RSAF menggunakan pesawat Fokker 50, selain itu latma ini juga melaksanakan pengamatan dan penanggulangan Illegal Logging, illegal fishing maupun lintas batas yang berdasarkan pada penyamaan persepsi tentang Standard Operating Procedure For Maritim Surveillance.

Latma Indopura ini merupakan latihan rutin yang dilaksanakan dua tahunan secara bergantian antar TNI AU dan RSAF. Dan untuk tahun 2012 ini Lanud Rembiga berperan sebagai pendukung operasinya, walau dengan kondisi perlengkapan dan peralatan yang terbatas, serta jarak antara Bandara dam Mako Lanud Rembiga yang relative jauh namun Lanud Rembiga sanggup dengan sukses mendukung Latihan Elang dan Camar Indopura.

Dari hasil latihan ini dapat terjalin kerjasama dan persahabatan antar kedua Angkatan Udara, selain itu juga saling menimba ilmu dan pengalaman selama latihan khususnya baga para perwira penerbang muda serta untuk meningkatkan kemampuan para personel kedua angkatan udara dalam mengasah kemampuan taktik dan teknik operasi udara sesuai dengan Standart Operation Procedure (SOP) yang berlaku dan yang paling penting adalah Latma Indopura ini berperan untuk meningkatkan hubungan bilateral kedua Negara. 
Sumber : KLIK DISINI

BERITA FOTO : TUDM DIPERKUAT DUA HELIKOPTER EUROCOPTER EC725 BARU


Jihad-Defence-Indonesia - SUBANG : Hari ini sejarah telah tercipta apabila dua buah pesawat baru EC725 yang bakal memasuki skadron TUDM tiba di Malaysia dengan menggunakan pesawat Antonov-124.

Pesawat buatan pabrikan Eurocopter dari Perancis ini telah diterbangkan dari Marignanc, Perancis dan menghabiskan waktu lebih kurang 13 jam penerbangan sebelum tiba di Terminal Skypark, Subang tepat pada jam 2.20 petang tadi.

Dua buah pesawat ini juga akan diserahkan secara rasmi kepada kerajaan Malaysia dalam waktu dekat.
Sumber : KLIK DISINI

KANADA BELI SIMULATOR BARU UNTUK PERANG KIMIA



Pemerintah Kanada mengumumkan pada 30 November pemberian kontrak $ 6.600.000 untuk Patlon Aircraft, Halton Hills, Ontario, untuk simulator untuk meningkatkan pelatihan bagi tentara Kanada dalam penggunaan sensor bahan kimia.

Jihad-Defence-Indonesia : Untuk memenuhi mandatnya, Pasukan Kanada harus mampu berfungsi meskipun kehadiran Kimia, Biologi, Radiologi dan Nuklir.

Simulator ini digunakan untuk melatih prajurit dari Pasukan Kanada pada penggunaan perangkat portabel baru untuk mendeteksi agen perang kimia dan bahan kimia industri dalam konteks operasi militer.

Patlon didirikan untuk kontrak ini dalam kemitraan dengan perusahaan Argon British Elektronik Bedfordshire simulator Argon untuk menyediakan sensor kimia baru.  Patlon The memberikan pelatihan sistem virtual nirkabel Argon, PlumSIM, yang mensimulasikan secara elektronik pelepasan bahan kimia dalam berbagai kondisi lingkungan dan awal pelatihan dan in-service dukungan seluruh hidup produk.

Simulator Argon memungkinkan Pasukan Kanada untuk melatih untuk menangani detektor baru tanpa menggunakan semprotan kimia, yang bersifat ekonomis dan ekologis.

Selain itu, instruktur akan dapat memantau latihan elektronik.  simulator akan digunakan terutama untuk Fire Academy dan Kimia, Biologi, Radiologi dan Nuklir Angkatan Bersenjata Kanada, Pasukan Kanada Basis Borden, di selatan Ontario, dan instruktur yang mengkhususkan diri dalam bahan kimia pertahanan, biologi, radiologi dan nuklir unit berbasis di Pasukan Kanada di Kanada.

Simulator pertama akan disampaikan pada musim semi tahun 2013.  Diharapkan kemampuan operasional penuh akan dicapai dalam tahun-tahun mendatang.


Siaran pers yang menyertai pengumuman ini menggarisbawahi bahwa "simulator proyek detektor kimia merupakan bagian dari sebuah proyek untuk memperoleh jauh lebih besar (85 juta) dimana Pasukan Kanada akan mendapatkan (...) detektor kimia, biologi, radiologi dan senjata nuklir, Peralatan pelindung, sistem pengintaian dan dekontaminasi, serta penanggulangan medis baru untuk memperkuat kemampuan (...) untuk bertahan hidup dan membawa operasi dalam lingkungan terkontaminasi oleh bahan kimia, biologi, radiologi atau senjata nuklir. "
Sumber : KLIK DISINI

FILIPINA GAGAL MENDAPATKAN HELIKPTER SERANG

Eurocopter AS555C3 Fennec demostrator untuk Pakistan Army (foto: waqttv)


Jihad-Defence-Indonesia - MANILA  : Filipina telah kehilangan kesempatan untuk memperoleh 10 helikopter serang dari Perancis, seorang pejabat pertahanan mengatakan baru-baru.

Departemen Pertahanan Nasional (DND) juru bicara Peter Galvez mengatakan helikopter serangan 10 awalnya ditawarkan oleh perusahaan Prancis tidak lagi tersedia.

Para helikopter sebelumnya telah ditawarkan kepada Pakistan pada saat DND diberi izin untuk mendapatkan mereka melalui negosiasi.

"Helikopter-helikopter yang diproduksi untuk Pakistan. Namun, Pakistan memiliki beberapa masalah dengan pengadaan sehingga helikopter dibuka ke pasar, "kata Galvez STAR The.

"Kami telah merencanakan untuk memperoleh helikopter dan harus mengklarifikasi beberapa pertanyaan (oleh lembaga mengawasi pengadaan). Pada saat kami diizinkan untuk memperoleh helikopter, Pakistan telah memulai beberapa langkah untuk ulang pengadaan, "tambahnya.

Perkembangan ini mendorong Eurocopter perusahaan Prancis untuk menawarkan helikopter lagi ke Pakistan.

Helikopter bisa digunakan oleh militer untuk mempertahankan integritas teritorial negara itu dan melakukan operasi keamanan dalam negeri.

Meskipun kemunduran nyata bagi upaya modernisasi, DND mengatakan terus mencari pemasok yang dapat meningkatkan kemampuan militer.

"Kami sekarang melihat ke lainnya peserta yang terpilih dari negara-negara Eropa," kata Galvez.

"Kami bekerja ganda-waktu untuk memenuhi kerangka waktu kita set meskipun kelemahan yang kita hadapi," tambahnya.

Sebagai awal Juni 18, 2012, DND meminta Pengadaan Kebijakan Pemerintah Board (GPPB) untuk memungkinkan untuk memperoleh helikopter melalui pengadaan dinegosiasikan di bawah perjanjian kerjasama pertahanan dengan Perancis, dokumen yang diperoleh STAR menunjukkan.

DND lagi menulis kepada GPPB tersebut pada 10 Juli mengulangi "kebutuhan mendesak" untuk mendapatkan helikopter serang 10, bersama dengan 21 helikopter UH-1 dan tiga helikopter angkatan laut.

Sumber mengatakan GPPB, terdiri dari wakil-wakil dari instansi yang berbeda, hanya bertemu sekali sebulan.

Dokumen DND juga menunjukkan bahwa pertemuan GPPB dijadwalkan Juli lalu 18 yang seharusnya untuk membahas permintaan itu ditunda karena kurangnya kuorum. Alasan lain untuk penundaan adalah kegagalan GPPB untuk nama sebuah kursi dan kursi alternatif untuk komite peninjauannya. Pertemuan itu reset ke 1 Agustus.

Pada 10 Agustus, GPPB yang menolak permintaan DND untuk memperoleh helikopter melalui pengadaan dinegosiasikan berdasarkan perjanjian kerjasama pertahanan. GPPB mengatakan DND telah "gagal untuk memenuhi persyaratan untuk bernegosiasi langsung dengan badan atau perangkat dari negara lain."

Ini direkomendasikan bahwa DND memperoleh helikopter melalui pengadaan dinegosiasikan di bawah kasus darurat, yang melibatkan pembicaraan dengan pemasok dan bukan dengan pemerintah.
Sumber : KLIK DISINI

PASAR PESAWAT TEMPUR DI INDONESIA KURANG MENJANJIKAN

detail berita
Presdir PT Ilhabi Rekatama, Ilham Habibie (Foto Okezone)
Jihad-Defence-Indonesia - Jakarta : Putra sulung mantan Presiden RI ke-3 BJ Habibie, Ilham Akbar Habibie mengaku lebih tertarik mengembangkan pesawat angkutan massal (komersial) ketimbang pesawat tempur.

Menurutnya, pesawat angkutan massal secara bisnis lebih menguntungkan. “Jelas (pesawat tempur secara bisnis) tidak terlalu menguntungkan,” ujar Ilham Akbar Habibie, Presiden Director PT. Ilthabi Rekatama yang juga tengah merintis pesawat terbang baling-baling, Regio Prop kepada Okezone di kantornya di kawasan Mega Kuningan Jakarta.

Ia mencontohkan, ketika masih bekerja di PTDI (PT Dirgantara Indonesia). Waktu itu PTDI masih fokus pada satu produk pesawat terbang, yakni pesawat tempur. “Itu dilemanya PTDI, mereka punya produk, mereka bisa secara leluasa jual kemana-mana, namun pasarnya terlalu merugikan,” tuturnya.

Karena, menurut Ilham, bila ia terlibat dalam shopping list di angkatan udara, maka shoping list terkait pesawat udara angkutan militer adalah prioritas yang paling rendah. “Dulu, yang lebih disukai itu pesawat tempur, pesawat pengintai dan sebagainya,” tambahnya.

Apalagi, yang namanya pesawat terbang dapat terbang boleh dikatakan selamanya, dengan catatan, apabila dirawat dengan baik. Dengan baik berarti setiap kali ada retakan atau komponen rusak atau salah, itu perlu digantikan. Sehingga, dengan penggantian komponen ini, meskipun relatif kecil, namun bisa mencegah terjadi kecelakaan atau yang membahayakan pesawat.

Kerusakan pesawat itu terkait intensitas pemakaian pesawat. “Jadi, untuk airlines yang bisa 8 kali take off dan landing per hari, tentu kerusakan lebih cepat. Namun untuk pesawat angkutan militer, belum tentu dia setiap hari terbang, yaitu bila ada misi saja,” tuturnya

Putra sulung BJ Habibie itu mengatakan, pesawat tempur bisa diganti bukan karena rusak. Akan tetapi, perlu upgrade, karena bila lawan punya armada yang lebih canggih, maka dia bisa mengalami kekalahan. Sedangkan pesawat angkut militer, itu hanya untuk mengangkut tentara misalnya, pesawat ini tidak dibuat untuk memenangkan perang, tetapi pesawat ini mendukung untuk yang menang perang.

“Oleh karena itu, pasar transport militer/pesawat tempur menurut saya kurang bagus menjadi andalan.  Makanya, waktu itu di PTDI atau masih IPTN, kita buat N-250, karena kita sudah tahu, kalau IPTN hanya produksi pesawat tempur saja, (maka ini akan) mati, tidak bisa. (Ketika itu), hanya satu produknya, maka kita harus buat yang kedua, tetapi akhirnya tidak jadi. Ini hal yang dilematis,” sesalnya.

Dukungan Pemerintah


Ilham mengatakan, dalam hal ini dirinya berharap bahwa pemerintah bisa mendukung proyek pengembangan pesawat Regio Prop, yang merupakan pengembangan dari pesawat terbang N-250.

“Kami juga bermaksud untuk kerjasama, dalam arti kata bekerjasama dengan PTDI (Dirgantara Indonesia). Kami sudah berkali-kali diskusi dengan teman di sana, juga dengan BUMN,” terangnya.

Akan tetapi, Ilham mengungkapkan bahwa saat ini, tampaknya pemerintah sudah cukup puas di posisi minoritas.  “Namun kita tetap kerja, nanti PTDI sebagai mitra,” tambahnya.

Lebih lanjut Ilham menjelaskan, saat ini pengembangan Regio Prop masih ditahap konseptual. “Kami swasta, dalam fase ini kita tidak harus dapat dukungan pemerintah. Kalau kita sudah punya produk, (barulah) kita mulai bicara dengan mereka,” tegasnya.

Dirinya berharap, ke depan dapat bekerjasama dengan baik dengan pemerintah. Meskipun demikian, saati ini atau fase konseptual ini, pihaknya belum merasa perlu untuk berkoordninasi dengan pihak pemerintah.

“Karena ini uang kita sendiri, kita tidak meminta uang ke pemerintah. Untuk koordinasi lebih ke dukungan dari PTDI, apakah mereka punya kapasitas untuk mmbuat pesawat, insinyur dan sebagainya,” tutupnya.

Sumber : KLIK DISINI

PRAJURIT LANAL TANJUNG BALAI KARIMUN LATIHAN MENEMBAK


Prajurit Lanal Tanjung Balai Karimun  Latihan Menembak
Jihad-Defence-Indonesia - ARMABAR : Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Tanjung Balai Karimun melaksanakan kegiatan latihan menembak di laut yang dilaksanakan di sekitar perairan Pulau Merak Karimun, Kamis (29/11).
Komandan Lanal (Danlanal) Tanjung Balai Karimun Letkol Laut (P) Sawa mengatakan, latihan menembak di laut bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme prajurit Lanal Tanjung Balai Karimun agar mempunyai kemampuan dalam menembak pada benda atau sasaran yang bergerak.
Latihan menembak tersebut dilaksanakan berdasarkan rencana Glagaspur TK-2 (P-2, L-2 dan M-2) Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IV Tanjung Pinang tahun 2012 dan Perintah Latihan (Prinlat) Nomor Prinlat/04/IX/2012. Senjata yang digunakan dalam latihan adalah senjata laras panjang SS-1 dan AK-47 serta pistol FN.
Dalam melaksanakan latihan menembak tersebut didukung dengan satu Sea Rider dan empat kapal Patroli Keamanan Laut (Patkamla) yaitu Patkamla Buru, Patkamla Karimun, Patkamla Pegasus, dan Patkamla Hiu V-8.
Sumber : KLIK DISINI

MLRS ASTROS DAN SEJARAH AVIBRAS


Jihad-Defence-Indonesia - ARC : Kepastian penandatanganan kontrak 36 unit sistem MLRS (Multiple Launch Rocket System) menyisakan sekelumit kisah menarik. Salah satunya, pembelian 36 sistem ASTROS III mk6 tersebut kembali mengukuhkan TNI sebagai spesialis penyelamat perusahaan pertahanan yang nyaris bangkrut (salah satu contohnya, pembelian Hawk 100/200 dan tank intai Scorpion pada 1996/1997 yang menyelamatkan British Aerospace)


Kok bisa? Ternyata, selidik punyalidik sesungguhnya perusahaan pembuat ASTROS yaitu Avibras telah mengajukan pailit pada bulan Juli 2008. Iklim ekonomi yang buruk dan sepinya order telah menyebabkan Avibras akhirnya kehilangan pasar yang signifikan.

Pemerintah Brasil, yang tak rela kehilangan keseluruhan industri pertahanannya (Engesa bangkrut pada 1993) menyetujui sejumlah program restrukturisasi. Bagi Avibras, pertolongan federal ini mendorongnya mampu meluncurkan program ASTROS 2020, yang sistem awalnya terwujud sebagai ASTROS III mk6, varian yang dibeli Indonesia.


Namun sesungguhnya, ASTROS 2020 ingin mencapai suatu lompatan teknologi tinggi, yaitu dengan memperkenalkan sistem rudal jelajah yang dapat diluncurkan dari platform ASTROS. Jika pembaca sempat menyaksikan empat roket kaliber 300mm SS-150 yang perkasa dan dapat menjangakau jarak sampai 90 kilometer, tunggu sampai Avibras bisa menyelesaikan  AV-TM, yang merupakan "missil de cruizero" alias rudal jelajah. AV-TM memberikan kemampuan serangan presisi bagi platform ASTROS, diluar garis horison. Dengan kemampuan jangkau 300 kilometer, akan sangat sulit bagi lawan untuk memperkirakan asal serangan, apalagi membalas. Saat serangan balasan diluncurkan pun, ASTROS III sudah jauh meninggalkan lokasi awal peluncuran.

Memang masih terlalu dini untuk memperkirakan kesuksesan ASTROS 2020, tetapi dengan komitmen Brasil dan Indonesia, yang gabungan order keduanya mencapai 1,2 miliar dolar, dapat membangkitkan kembali industri pertahanan Brasil dan juga Indonesia yang menerima ToT sebagai bagian dari kontrak pembelian 450 juta dolar AS oleh Indonesia.

Sebagai info, sebagian dari 36 unit yang akan datang secara bertahap, akan ditempatkan di yon armed 10 di Cileungsi, Bogor menggantikan meriam Gunung kaliber 76mm M-48 dan M101A1 kaliber 105mm. Satu lompatan teknologi dan jangkauan yang luar biasa, dari sistem tarik menjadi swagerak, dan jarak jangkau yang lima kali lipat.

Ikuti kembali bahasan mengenai ASTROS dalam edisi-edisi mendatang.
Sumber : KLIK DISINI