Jumat, 01 Maret 2013

PESAWAT TEMPUR HAWK 100/200 TNI-AU PAKSA DARATKAN PESAWAT INTAI ASING DI LANUD SOEWONDO

Pesawat Tempur TNI AU Paksa Mendarat Pesawat Intai Asing di Lanud Soewondo


Jihad-Defence-Indonesia - Medan : Pesawat Tempur TNI AU jenis Hawk 100/200 
melakukan pemaksaan mendarat (force down) terhadap pesawat Intai Asing, di Pangkalan 
TNI AU Lanud Soewondo, Kamis (28/2).
Untuk dapat melintas di wilayah NKRI pesawat Intai Asing melalui jalur sipil  masuk 
kewilayah Sumbagut dan terdeteksi oleh Radar TNI AU, kemudian diterbangkanlah 
Pesawat Tempur Hawk 100/200 untuk menyergap dan memaksa mendarat Pesawat Intai 
Asing ke Lanud Soewondo. Setelah mendarat pesawat Intai asing dengan 1 (satu) Awak, lalu 
digiring oleh pasukan Khas TNI AU, Pom AU Lanud Soewondo beserta petugas lain menuju 
Kelapa Sawit Lanud Medan di bawah todongan senjata oleh Pom AU dan pengawalan ketat 
oleh Paskhas AU.
Demikian skenario jalannya Latihan Kesiapsiagaan Pertahanan Udara Nasional dengan nama 
sandi, "LATIHAN OPERASI HANUDNAS PERKASA C 2013", yang di gelar Komando Sektor 
Pertahanan Udara Nasional III Medan yang dilaksanakan di Lanud Soewondo.
Dalam puncak latihan yang di gelar di wilayah Kosek Hanudnas III Medan, tidak saja 
melaksanakan pemaksaan mendarat terhadap Pesawat Tempur Asing, namun juga 
dilaksanakan scramble Pesawat Tempur TNI AU guna menghalau Pesawat Asing yang 
memasuki wilayah NKRI tanpa izin yang terdeteksi oleh Satuan Radar di jajaran Kosek 
Hanudnas III Medan.

Sumber : KLIK DISINI

INDUSTRI PERTAHANAN BERTEKNOLOGI TINGGI BUTUH KEPASTIAN PEMERINTAH

Panser Anoa
Panser Anoa (foto : bronco1978 / Kaskus Militer)

Jihad-Defence-Indonesia - Jakarta : Pemerintah dinilai tidak mempunyai komitmen yang kuat terhadap penyerapan alat utama sistem pertahanan (alutsista) yang diproduksi industri pertahanan dalam negeri.

"Idealnya sudah bisa memperkirakan berapa jenis dan berapa banyak alutsista yang akan dibuat sampai 2024 karena mereka sudah punya perencanaan postur sampai 2024," ujar Pengamat Militer Andi Widjajanto di kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Kamis (28/2).

Namun, kenyataan di lapangan lebih kental dengan politik anggaran tahunan yang membuat tidak terwujudnya efisiensi dalam skala ekonomi produksi. Akibatnya, industri pertahanan dalam negeri sulit untuk menetapkan efekifitas produksi alutsista dalam skala besar.

"Industri pertahanan kesulitan mengembangkan kapasitas produksi optimal jangka menengah dan jangka panjang. Semua industri tentu menginginkan kapasitas produksi memengah dan jangka panjang sehingga investasi akan lebih efisien," katanya.


Dalam postur pertahanan yang ditetapkan pada periode 2007-2024, pemerintah sudah mempunyai pedoman pemesanan senjata ke industri pertahanan.

Sebagai contoh, sistem armada terpadu Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut sampai 2024 membutuhkan 174 kapal dari berbagai jenis. Sedangkan Angkatan Udara membutuhkan 10 skuadron dan Angkatan Darat setidaknya membutuhkan 120 main battle tank.

"Rencana ini sudah ada hanya belum terwujud menjadi kontrak kerja ke industri pertahanan sehingga mereka belum bisa dengan sistematis mengembangkan kapasitas prouduksi," katanya.

Direktur Utama PT Pindad Adik A Sodersono juga mengeluhkan hal yang sama menyangkut ketidakpastian permintaan alutsista dari pemerintah. Misalnya, pemerintah sempat menyatakan minatnya untuk membuat 500 kendaraan lapis baja jenis Anoa yang diproduksi PT Pindad.

"Anoa dulu dibilangnya mau bikin 500. Posisi saya saat itu sudah bisa punya alat pemotong baja (laser cutting) sendiri, punya enginer dan kontraknya lebih murah tapi dikasih 150 juga enggak jelas," ungkapnya.

Kejadian sama berlaku saat Pindad berinisiatif mengembangkan bom untuk pesawat tempur F-16 yakni MK-82. Sudah berjalan 10 tahun sejak diproduksi namun belum ada pembelian dari pemerintah.

"Kalau kita mau serius bangun industri pertahanan kayak Malaysia lah. Dia kalau mau beli senjata M4 dikasih tahu industri pertahanannya mau order 120 ribu pucuk. Nah kalau seperti itu kita bisa hitung biaya produksinya. Kalau dikasih tahu pengembangan industri lebih mudah," ungkapnya. 



Industri Pertahanan Butuh Teknologi Tinggi

Jakarta (JDI) : INDUSTRI pertahanan merupakan salah satu sektor industri strategis yang perlu mendapatkan perhatian serius dari semua pihak yang berkepentingan dalam pengembangannya. Pasalnya, ciri utama sektor industri pertahanan adalah keberadaan teknologi tinggi serta inovasi yang melekat dalam setiap tahapan proses produksinya.

"Keberadaan industri pertahanan nasional tersebut apabila mendapatkan porsi pengembangan serta dukungan yang lebih besar maka dapat menjadi lebih kuat yang pada akhirnya mampu bersaing dengan industri sejenis dari negara-negara lainnya. Untuk itu, penguasaan terhadap teknologi terkini mutlak diperlukan agar tidak tertinggal dari negara-negara lainnya," kata Sekjen Kementerian Perindustrian, Ansari Bukhari, di Jakarta, Kamis (28/2).

Lebih lanjut, Ansari mengatakan, inovasi dan improvisasi terhadap produk juga diperlukan secara terus menerus yang disesuaikan dengan perkembangan teknologi yang digunakannya. Pada era globalisasi dan modernisasi seperti sekarang ini, semua bangsa di dunia berusaha untuk mengejar ketertinggalan dengan bangsa lainnya melalui penerapan teknologi yang diimplementasikan dalam setiap pembangunannya.

"Hal ini mengandung makna bahwa penguasaan teknologi menjadi suatu kebutuhan yang tidak bisa ditunda-tunda lagi sehingga harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaannya. Begitu juga dengan industri pertahanan kita, penguasaan teknologi menjadi kunci bagi keberhasilan pengembangannya karena dari waktu ke waktu aplikasi teknologi semakin dibutuhkan," ujar dia.

Oleh karena itu, lanjut Ansari, dalam pengembangan industri pertahanan tanpa memperhitungkan adanya kemajuan teknologi hanya akan berjalan di tempat.

"Penting bagi suatu industri pertahanan yang ada di Indonesia untuk dapat memenuhi kebutuhan yang ada sehingga pertahanan dan keamanan nasional dapat terjamin. Untuk dapat mengembangkan sektor ini melalui teknologi, diperlukan dukungan dan keberpihakan semua lini," ucapnya. 

Sumber : KLIK DISINI ,KLIK DISINI

TNI-AL PERKUAT JAGA KEPULAUAN SABANG


TNI AL Perkuat Jaga Kepulauan Sabang


Jihad-Defence-Indonesia - Sabang : TNI AL akan memperkuat Kepulauan Sabang, terutama dari segi penjagaan wilayah dan pariwisata, dengan menggandeng Dewan Kawasan Sabang. Hal itu diwujudkan dalam kerja sama selama lima tahun dengan memaksimalkan Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal I) Belawan dan rumah sakit TNI AL di wilayah tersebut.
"Pemerintah telah menetapkan Sabang sebagai pelabuhan bebas. Kita akan concern pada penguatan fasilitas dan penjagaan terhadap kekayaan laut di Sabang," kata Kepala Staf TNI AL (Kasal), Laksamana Marsetio, seusai menandatangani Piagam Kesepakatan Bersama dengan Dewan Kawasan Sabang, PT Meratus Line, Yayasan Hang Tuah, dan OCBC NISP di Markas Besar TNI AL, Jakarta, Kamis (28/2).

Salah satu kerja sama yang spesifik antara lain dalam bidang operasional hyperbaric chamber atau sarana kesehatan untuk para penyelam dan pengembangan potensi maritim di kawasan Sabang. "Secara bersama-sama, kami sepakat mengembangkan potensi maritim di kawasan Sabang," ujar Marsetio. Sabang merupakan pintu masuk bagi kapal-kapal yang akan masuk ke Selat Malaka.


TNI AL memiliki 12 radar di Selat Malaka dengan nama integrated maritime surveillance system. Kawasan Sabang juga dikenal sangat strategis dan memiliki kekayaan bawah laut yang tak terkira. "Sabang akan dijadikan pintu masuk terdepan. Oleh karena itu, harus dikembangkan seperti yang pernah dilakukan di Batam," jelas dia.

Potensi Besar
Ketua Dewan Kawasan Sabang, yang juga Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, tak memungkiri bahwa potensi bawah laut di Sabang sangat besar. Setidaknya, Sabang memiliki sejumlah nilai strategis. Pertama, letak geografi snya yang berbatasan langsung dengan dunia berpotensi menjadi pintu gerbang arus barang.

Kedua, bisa dimanfaatkan untuk kerja sama subregional dengan negara-negara tetangga, seperti Malaysia, Thailand, Brunei Darussalam, Filipina, dan Singapura. Ketiga, dari aspek pertahanan, kawasan Sabang, terutama Pulau Rondo, merupakan bagian penting dari pertahanan Indonesia. "Sabang juga memiliki potensi ekonomi yang sangat tinggi, terutama pada aspek pariwisata. Ditambah saat ini kondisi Aceh sangat kondusif," jelas dia.

Sumber : KLIK DISINI

REPUBLIK INDONESIA-CHINA MAINKAN PERANAN PENTING DI ASIA PASIFIK



Indonesia-China mainkan peranan penting di Asia Pasifik
Kerjasama RI-China | Foto Merdeka
Jihad-Defence-Indonesia - Jakarta : Indonesia dan China memainkan peranan penting di kawasan Asia Pasifik, terutama dalam menjaga keamanan jalur laut di kawasan tersebut.

"Kami telah memiliki kerja sama yang baik dengan sejumlah negara di Asia, khususnya Asia Pasifik. Termasuk pula dengan Indonesia, karena kita memiliki peran dan prinsip yang sama," kata Wakil Kepala Staf Angkatan Laut China Laksamana Madya Xu Hongmeng di Beijing, Kamis.

Berbicara saat menerima Asisten Operasi Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Muda Didit Herdiawan, ia mengatakan penting bagi Indonesia dan China membangun kerja sama yang semakin baik, terutama angkatan laut kedua negara.

"Kami telah menjalin kerja sama yang baik, dengan terselenggaranya pertemuan pertama `navy to navy talk` antar angkatan laut kedua negara kemarin, dan kami sampaikan apresiasi," ujar Xu Hongmeng.

Kedepan, lanjut dia, kedua angkatan laut dapat membangun kerja sama yang semakin baik yang bermanfaat tidak saja untuk kedua negara, tetapi juga untuk stabilitas kawasan.

Hal senada dilontarkan Asisten Operasi Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Muda Didit Herdiawan yang mengatakan kerja sama yang dirintis kedua angkatan laut adalah kerja sama yang harus memiliki manfaat tidak saja bagi kedua angkatan laut kedua negara, tetapi juga bagi stabilitas keamanan di kawasan.

"Angkatan Laut Indonesia dan China, dapat meningkatkan dan memperluas kerja sama dari yang sudah ada saat ini. Mulai dari saling kunjung perwira kedua negara, tukar menukar perwira hingga pada tataran yang lebih strategis operasional," katanya.

Kerja sama yang semakin baik, juga harus didasarkan saling percaya, saling menghormati, dan menghargai satu sama lain.

Sehari sebelumnya, TNI Angkatan Laut dan Angkatan Laut China melaksanakan pertemua pertama "navy to navy cooperation talk".

Forum komunikasi Angkatan Laut Indonesia-China itu merupakan bagian kerja sama pertahanan kedua negara yang akan dilaksanakan rutin setiap dua tahun sekali.

Selain membahas berbagai isu keamanan laut, forum itu juga menjadi wadah untuk membahas berbagai potensi kerja sama operasional yang dapat di lapangan.

Dalam kegiatan selama dua hari itu, kedua pihak menyepakati naskah kerangka acuan kerja sama kedua pihak di berbagai tingkatan. 
Sumber  : KLIK DISINI

MENTERI PERTAHANAN RI JAJAKI KERJASAMA ALUTSISTA DI EROPA TIMUR



Jihad-Defence-Indonesia - Jakarta  : Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menjajaki kemungkinan kerja 

sama alat-alat utama sistem senjata (alutsista) dengan Eropa Timur.

"Kalau TNI kita itu dari dulu banyak gunakan alutsista dari negara-negara Timur, karena perwira-perwira 

kita dulu banyak gunakan, coba kita lihat kerja samanya, alutsista dari Timur itu murah dan teknologinya 

imbang-imbang juga, seperti Sukhoi comparable (setara) dengan F15," katanya seusai bertemu Presiden di 

Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (1/03).

Ia menambahkan, hal ini telah ia utarakan kepada Presiden susilo Bambang Yudhoyono yang akan melakukan 

kunjungan Ke Budapest, Hungaria dan Berlin, Jerman (Eropa) pada pekan ini.

Meskipun ia mengatakan tidak ikut dalam rombongan kunjungan kerja Presiden itu, namun ia berharap hal itu 

dapat menjadi masukan saat lawatan ke Jerman dan Hungaria tersebut.

Sementara itu, ia menambahkan, dalam waktu dekat ini, tambahan alutsista berupa Tank Marder dari Jerman 

akan segera tiba, untuk melengkapi 103 leopard dari Jerman.

Tank medium untuk pengangkut pasukan tersebut akan melengkapi alat-alat tempur pasukan Indonesia.

"Jadi dengan ini kita memiliki satuan yang lengkap, ada tank yang light (ringan), medium (sedang), dan 'main' 

atau heavy (utama atau berat)," katanya.

Menhan berharap, ke depan, Indonesia dapat terus meningkatkan dan mencukupi alutsista yang dimiliki oleh 

TNI, baik Angkatan Darat, Udara maupun Laut. 

Sumber : KLIK DISINI

PRESIDEN RI PANGGIL MENTERI PERTAHANAN MINTA LAPORAN TERKAIT KERJASAMA PERTAHANAN DENGAN JERMAN


Presiden RI Kanan Dan Menteri Pertahanan RI Kiri

Jihad-Defence-Indonesia - JAKARTA  : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta laporan dari Kementerian Pertahanan untuk mendukung perjalanan kenegaraan ke Jerman dan Hungaria pekan depan.
Pagi ini, SBY memanggil Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro untuk mendapatkan laporan terkait kerja sama pertahanan dengan Jerman.
"Presiden meminta laporan apa saja yang perlu dilakukan untuk nanti perjalanan ke Jerman," ujarnya usai bertemu SBY di Kantor Presiden, Jumat (1/3/2013).
Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah mengatakan presiden beserta ibu negara dan delegasi akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Berlin Jerman dan Budapest Hungaria pada 3-8 Maret 2013.
Kedua kunjungan tersebut dilakukan atas undangan Presiden Republik Federal Jerman Joachim Gauck dan Presiden Republik Hungaria János Áder.
Selama kunjungan ke Jerman, SBY akan melakukan pertemuan bilateral dengan Gauck dan Kanselir Republik Federal Jerman Angela Merkel.
"Kedua pertemuan bilateral tersebut akan membahas tindak lanjut Kemitraan Komprehensif yang diluncurkan oleh Presiden RI dan Kanselir Jerman di Jakarta pada 10 Juli 2012," ujarnya. 
Sumber : KLIK DISINI

DUA KOMANDAN POLISI MALAYSIA TEWAS TERKENA MORTIR

Foto : Aparat Malaysia di Sabah (AP)
Aparat Malaysia di Sabah (AP)

Jihad-Defence-Indonesia - LAHAD DATU : Dua orang komandan polisi Malaysia dikabarkan tewas saat menjalankan operasi di Sulu. Menurut laporan, dua orang polisi itu terkena serangan mortar.

Baku tembak antara aparat keamanan Malaysia dan warga Filipina loyalis Sultan Sulu berlangsung di Desa Tanduo, Lahad Datu, Sabah. Baku tembak itu berujung serangan mortar dari pihak loyalis Sultan Sulu dan menewaskan dua polisi Malaysia. 

Kedua polisi yang tewas pada saat itu sedang menjalani patroli. Sementara itu, empat polisi Malaysia lainnya dikabarkan terluka dalam baku tembak itu. Desa Tanduo dinyatakan sudah berubah menjadi markas bagi para loyalis Sultan Sulu. Demikian, seperti diberitakan Bernama, Jumat (3/1/2013). 

Sejauh ini, polisi Malaysia belum memberikan konfirmasi mengenai tewasnya dua orang anggotanya. Namun media Malaysia mengaku melihat dua jenazah yang mengenakan sepatu boots berwarna hijau. Jenazah itu langsung diangkut dengan truk.

Pada pukul 14.00 waktu setempat, wartawan-wartawan yang sedang meliput insiden Sabah juga diperingatkan agar meninggalkan perkampungan Felda. Wartawan pun melaporkan bahwa suara tembakan masih terdengar di wilayah itu.

Dua orang militer juga dikabarkan terluka dalam baku tembak itu dan mereka pun dilarikan ke Rumah Sakit Lahad Datu dengan helikopter. Kedua anggota militer itu tiba di rumah sakit pada pukul 13.50, salah satu di antara dua pasukan itu menggunakan kursi roda.

Sumber : KLIK DISINI

SERANGAN UMUM 1 MARET DAN KISAH ALM. SOEHARTO TAK MEMPAN DITEMBAK

Serangan Umum 1 Maret dan kisah Soeharto tak mempan ditembak

Jihad-Defence-Indonesia - Yogyakarta  : Serangan Umum 1 Maret 1949 tidak bisa dipisahkan dari sejarah bangsa Indonesia. Peristiwa tersebut menjadi salah satu catatan penting saat Republik ini baru mulai berdiri setelah lepas dari penjajahan Belanda.

Banyak versi seputar Serangan Umum 1 Maret tersebut. Namun demikian, peran Letkol Soeharto tentu tidak bisa dipisahkan dalam perang untuk merebut kembali Ibu Kota Republik Indonesia, Yogyakarta.

Tujuan utama tentu untuk menaklukkan pasukan Belanda serta membuktikan pada dunia Tentara Nasional Indonesia (TNI) masih mempunyai kekuatan untuk mengadakan perlawanan. Alhasil Serangan Umum 1 Maret bisa menunjukkan kepada dunia internasional bahwa tNI masih ada.

Kurang lebih satu bulan setelah Agresi Militer Belanda II, yaitu Desember 1948, TNI mulai menyusun strategi melakukan serangan balik terhadap tentara Belanda yang telah mengambil alih Yogyakarta. Serangan dimulai dengan memutuskan telepon, merusak jalan kereta api, menyerang rombongan konvoi Belanda, serta tindakan perebutan lainnya.

Belanda terpaksa memperbanyak pos-pos di sepanjang jalan-jalan besar yang menghubungkan kota-kota yang telah diduduki. Hal ini berarti kekuatan pasukan Belanda tersebar di pos-pos kecil di seluruh daerah.

Ketika pasukan Belanda sudah terpencar-pencar, barulah TNI melakukan serangan. Puncak serangan dilakukan dengan serangan umum terhadap kota Yogyakarta terjadi pada tanggal 1 Maret 1949, di bawah pimpinan Letnan Kolonel Soeharto.

Tepat pukul 6 pagi, serangan mulai dilancarkan ke seluruh penjuru Yogyakarta. Serangan itu telah mendapat persetujuan dari Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dalam buku 'Pak Harto Untold Stories' karya Mahpudi Cs, Soerjono yang saat itu menjadi staf Letkol Soeharto menyebut bahwa serangan umum 1 Maret sudah sangat dipersiapkan secara matang. Sejak sore hari para prajurit TNI telah memasuki Kota Yogyakarta dengan menyusup. Pos komando ditempatkan di desa Muto. Malam hari, menjelang serangan umum itu, pasukan telah merayap mendekati kota.

"Sebelum serangan dilakukan, Pak Harto sering mengirim telik sandi (mata-mata) ke Kota Yogyakarta dan Keraton. Para komandan pun sering dipanggil untuk mematangkan strategi perang gerilya," ujar Soejono.

Pagi hari sekitar pukul 06.00, sewaktu sirene tanda jam malam berakhir berdering, serangan segera dilancarkan ke segala penjuru kota. Dalam penyerangan ini Letkol Soeharto langsung memimpin pasukan dari sektor barat sampai ke batas Malioboro.

Wilayah barat dipimpin Ventje Sumual, Selatan dan Timur dipimpin Mayor Sardjono, Utara oleh Mayor Kusno . Di wilayah kota sendiri ditunjuk Letnan Amir Murtono dan Letnan Masduki sebagai pimpinan. TNI berhasil menduduki kota Yogyakarta selama 6 jam. Tepat pukul 12.00 siang, pasukan TNI mengundurkan diri.

"Saya merasakan langsung kepemimpinan Pak Harto sejak perencanaan hingga pelaksanaan Serangan Umum 1 Maret," terang Soerjono.

Soerjono juga mengaku jauh sebelum peristiwa Serangan Umum Satu Maret, dirinya sudah lama ikut Soeharto bergerilya di hutan-hutan. Soeharto pun selalu tampil di depan saat bertempur melawan Belanda.

"Pada saat itu, Pak Harto seolah-olah memiliki kekuatan mental yang luar biasa. Boleh percaya atau tidak, tetapi Pak Harto seperti tidak mempan ditembak. Pak Harto selalu di barisan depan jika menyerang atau diserang Belanda. Saya sering diminta menempatkan posisi diri di belakang beliau," ujar Soerjono di halaman 99 buku tersebut.

"Saya ingat kata-kata Pak Harto, kalau takut mati tidak usah ikut perang," terangnya.

Sebelum meninggal pada tahun 2008 lalu, Soerjono pun sempat menyayangkan beberapa orang yang meragukan peranan Soeharto dalam peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949. Menurutnya mereka yang mempersoalkan tersebut karena tidak menyukai Soeharto.

"Saya sendiri merasakan keikhlasan Pak Harto pada saat perang dan terus berjuang membangun Indonesia ini. kelak generasi penerus akan melihat nilai-nilai positif yang sudah pasti di Lakukan Soeharto untuk Indonesia," terangnya.
Sumber : KLIK DISINI

RUDAL KH-31: MISTERI RUDAL SUKHOI TNI-AU


Irkut-Su-30KN-Kh-31P-1
Jihad-Defence-Indonesia - Jakarta : Dari beberapa informasi dan dokumen, disebutkan Indonesia telah membeli rudal untuk mempersenjatai jet Sukhoi Su-27/30 Flanker. Memang kabar telah dibelinya rudal untuk Sukhoi telah berhembus beberapa waktu lalu. Publik pun sebenarnya menunggu sosok rudal jenis apa yang dipasangkan pada Sukhoi TNI AU. Tapi entah karena alasan apa, boleh jadi untuk menjaga unsur kerahasiaan, sosok jet tempur Sukhoi TNI AU dengan atribut rudal tak pernah diperlihatkan ke publik. Baik dalam flypass dan demo statik pun sosok rudal yang dimaksud belum tersingkap wujudnya. Sekilas keberadaan rudal ini sama misteriusnya dengan kapal selam baru TNI AL yang ‘konon’ sudah datang.
Nah, merujuk ke dokumen yang menyebut rudal tersebut, diketahui jenis yang dimaksud adalah Kh-31P/AS-17 Krypton (kode NATO), sebuah rudal jenis udara ke permukaan, atau populer disebut mediun range air to surface missile. Kh-31P dirancang untuk melumpuhkan sistem pertahanan musuh. Untuk itu rudal di desain memiliki kecepatan sangat tinggi, mampu terbang jauh, anti-radar dan bisa mematikan penjejaknya saat diserang.
kh31p2
Kecepatan luncur rudal ini memang spektakuler, yakni antara 2.160 sampai 2.520 km per jam, atau setara 2.5 mach. Untuk mendapatkan kecepatan yang sangat tinggi, rudal Rudal Kh-31P didorong oleh 5 roket booster dan ramjet yang dipadukan dalam dual roket pendorong. Bentuknya mirip wahana antariksa Rusia, karena memang didisain oleh biro disain Soyuz di Turayevo dan diproduksi Tactical Missile Corporation.
Saat meluncur, tahap awal rudal ini berakselerasi dengan mesin roket untuk mendapatkan kecepatan 1,8 Mach. Setelah itu mesin pendorong pertama dilepas untuk digantikan 4 mesin jet pendorong, demi mencapai kecepatan maksimum. Kecepatan tinggi rudal ini berguna untuk mengurangi resiko tertembak, karena harus menerobos sistem pertahanan musuh untuk menghancurkan radar penjejak (air search radars) dan fire control radar.
Su-30MKKh-31P-KnAAPO-1S
Kh31Krypton1
Kh-31P memiliki panjang 5,2 meter dengan berat 600 kg dan mampu menembak sasaran sejauh 110 km. Karena rudal ini ditugaskan untuk menghancurkan radar musuh, dia tidak dibebani hulu ledak besar, melainkan hanya 90 Kg (Blast Frag). Namun misil ini bisa terbang dari 165 hingga 49.000 feet.
Dalam perkembangannya rudal ini bisa dipasang di kapal laut ataupun pesawat tempur Mig 29, Sukhoi SU-27/30. Kelebihan rudal ini, mampu menghantam kapal perang, drone ataupun pesawat mata-mata. KH-31P disebut juga “AWACS killer”, bisa menembak sasaran baik di darat maupun udara.
image0
Varian pertama, yakni Kh-31A mulai diproduksi pada tahun 1982, dan resmi operasional mulai 1988 sampai saat ini. Untuk varian Kh-31P yang dimiliki TNI-AU menggunakan pemandu radar pasif untuk sistem rudal anti radiasi. Bila pada versi Kh-31A jarak tembak hanya 50 km, maka di versi Kh-31P jarak tembak ditingkatkan hingga 110 km. Mau tahu harga rudal ini? Menurut wikipedia pada tahun 2010 lalu, per unit rudal ini dibandrol US$550.000. Hingga kini KH-31P masih diandalkan oleh AU Rusia, Cina, India, Venezuela, Kuba, Suriah, dan Vietnam.
Ini baru rudal udara ke permukaan, tentunya TNI-AU juga akan melengkapi Sukhoi Skadron 11 dengan rudal udara ke udara, tunggu artikel selanjutnya.
Sumber Referensi : KLIK DISINI

PT.PAL BAKAL BUAT DERMAGA BARU UNTUK KAPAL PERANG DI TANGGAMUS




Jihad-Defence-Indonesia - Lampung : PT PAL Persero berencana membuat kapal perang di Tanggamus melalui industri maritim.

Hal itu diungkapkan Firmansyah, Direktur Utama PT PAL yang meninjau demaga Kota Agung serta lokasi kawasan industri maritim. Dan selama ini BUMN tersebut cenderung memproduksi kapal untuk kepentingan militer.

"Bisa nanti di sini kami buat kapal perang karena PT PAL merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi kapal," kata Firmansyah, Kamis (28/2/2013).

Ia mengaku jika PT PAL memang memperluas tempat produksi dan Tanggamus jadi lokasi utama pengembangan perusahaan.
Sumber : KLIK DISINI

PEMBANGUNAN KAPAL LST KE-3 DIMULAI

Pembangunan kapal LST ke-3 dikerjakan di Lampung (photo : Armada Barat)

Waaslog Kasal Buka First Steel Cutting Pembangunan Kapak Angkut Tank-3 TNI AL di Lampung

Jihad-Defence-Indonesia - Jakarta  : Wakil Asisten Logistik (Waaslog) Kasal Laksamana Pertama (Laksma) TNI Ir. Sayid Anwar membuka First Steel Cutting pembangunan Kapal Angkut Tank-3 TNI Angkatan Laut di salah satu galangan kapal mitra TNI Angkatan Laut Srengsem Panjang Lampung, Kamis (28/3).

Kegiatan tersebut, dihadiri Kadismatal Laksma TNI Ir. Bambang Nariyono, M.M., Kadisadal Laksma TNI Mulyadi, S.I.P, M.A.P, Kadislaikmatal Laksma TNI Hary Pratomo, Pusada Baranahan Kemhan yang diwakili oleh Kabid Matra Laut Kolonel Laut (T) Sriyanto, Danlanal Lampung Kolonel Laut (E) Ir. Fery Sidjaja dan Danbrigif 3 Marinir Kolonel (Mar) Hardimo.    

Pelaksanaan Steel Cutting Kapal Angkut Tank-3 TNI Angkatan Laut ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Waaslog Kasal.
     
Dalam sambutannya Waaslog Kasal Laksma TNI Ir. Sayid Anwar mengatakan, dengan adanya pembangunan Kapal Angkut Tank TNI Angkatan Laut diharapkan dapat memajukan industri pertahanan dalam negeri sehingga dapat mengurangi ketergantungan dari luar negeri. Pelaksanaan pembangunan ini sebagai wujud pembinaan dari pemerintah dalam hal ini Kemhan/TNI, dengan harapan mitra kerja tetap memberikan Technigal Support di luar masa Warrantinya sehingga kapal ini dapat berfungsi sesuai usia. 

Melalui pelaksanaan Steel Cutting Kapal Angkut Tank-3 TNI Angkatan Laut tersebut, membuktikan bahwa mitra kerja berkomitmen dan siap menjadi lead integrator pembangunan produk Alat Utama Sistem Senjata (Alut Sista) bidang kemaritiman.
Sumber : KLIK DISINI

KUNJUNGI BERLIN DAN HUNGARIA, PRESIDEN RI JAJAKI KERJASAMA PERTAHANAN




Jihad-Defence-Indonesia - Jakarta : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ibu Ani Yudhoyono akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Berlin, Jerman dan Budapest, Hungaria pada 3-8 Maret 2013 mendatang. Indonesia akan menjajaki kerja sama alat utama sistem pertahanan (alutsista) dengan dua negara eropa timur tersebut.

"Ya kan kita kaitannya banyak sekali dengan Jerman, kita ada pesawat latih untuk TNI AU, ada beberapa lagi alutsista dari sana. Jadi saya beri masukan lah mengenai dari sisi pertahanan kepada presiden. Terkait dengan nanti kunjungan beliau ke sana. Kalau ke Hungaria kita katakan bahwa kalau TNI kita dari dulu terbiasa dengan alat-alat dari blok timur. 

Karena itu kan sisa-sisa yang terjadi pada tahun 1965-an itu kan perwira perwira kita menggunakan alutsista dari timur," ujar Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro usai bertemu dengan Presiden SBY di Istana Negara, Jakarta, Jumat (1/3/2013).

Purnomo mengatakan alutsista dari eropa timur lebih murah dan memiliki frame yang kuat dan kokoh. Selain itu dari segi teknologi, alutsista dari eropa timur tidak kalah dengan alutsista dari negara lainnya.

"Sebetulnya imbang juga, kayak Sukhoi. Itu sebetulnya Sukhoi yang kita punya compareable untuk F-15 di mana negara tetangga kita kan juga punya F-15. Bahkan kemarin waktu latihan bersama di Australia dengan Super Hornet, kita cukup bisa mengimbangi mereka, cukup baik. Ya kita memberikan perkembangan modernisasi TNI, sekarang ini kan cukup besar dan beberapa memang dari Jerman," paparnya.

Kemenhan sendiri sejauh ini tidak akan menambah alutsista dari Jerman. Sebab, sebelumnya sudah ada kerja sama pengadaan tank Leopard dan tank Marder yang kini dimiliki TNI Angkatan Darat.

"(Kerja sama lagi) Belum. Ini just in case saja. Kan presiden akan bertemu pimpinan negara di sana, bicara berbagai sektor kan harus siap. Tidak ada kan lagi proses akhir, dalam arti kata sekarang kita kan akan dapat cukup banyak dari sana," imbuhnya.

Akan ada penambahan ke depannya?

"Nggak sudah cukup itu. Waduh, itu saja sudah efek penggentarnya sudah cukup baik bagi kita," jawabnya.

Sebelumnya Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional, Teuku Faizasyah mengatakan selama kunjungan ke Jerman, Presiden RI akan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Federal Jerman dan Kanselir Republik Federal Jerman, Angela Merkel. Kedua pertemuan bilateral tersebut akan membahas tindak lanjut Kemitraan Komprehensif yang diluncurkan oleh Presiden RI dan Kanselir Jerman di Jakarta, pada 10 Juli 2012.

"Selain itu juga akan dibahas secara mendalam prioritas kerja sama di bidang ekonomi (perdagangan, investasi dan pembangunan), kesehatan, pendidikan, riset dan teknologi, serta industri pertahanan. Juga akan dibahas kerja sama terkait ketahanan pangan, ketahanan energi, dan transportasi," kata Faizasyah.
Sumber : KLIK DISINI

PROYEK KFX/IFX RI-KOREA SELATAN DIHENTIKAN KARENA KOREA UTARA


Jihad-Defence-Indonesia - Jakarta : Proyek pembangunan pesawat tempur bersama antara Indonesia-Korea Selatan, Korean Fighter Experiment (KFX), yang dibatalkan ternyata memang sudah banyak diragukan sejak awal.

Menurut Wakil Ketua Komisi Pertahanan DPR, Tubagus Hasanuddin, ada berbagai keraguan yang muncul di kalangan pemerhati militer, hubungan internasional, dan industri senjata atas proyek itu.
 

"
 Pertama, karena kalau membuat pesawat supercanggih dengan Korsel, itu bisa memperburuk politik luar negeri Indonesia. Kaitannya dengan Korea Utara. Kalau dilanjutkan, seakan ada keberpihakan kita untuk membuat senjata penghancur Korut," jelas Hasanuddin di Jakarta, Jumat (1/3).

Kedua, teknologi KFX itu ujung-ujungnya adalah teknologi dari Amerika Serikat, yang menimbulkan keraguan bahwa keberlangsungan proyek akan sangat tergantung dengan kepentingan AS di regional Asia Pasifik.
 

"
 Ini pertanyaan, kenapa kita tak kerjasama dengan negara yang jauh dari kepentingan kawasan? Saat itu pernah disarankan kita kerjasama dengan Turki yang lokasi kawasannya jauh," tutur Politisi PDI Perjuangan itu.

Dia melanjutkan bahwa secara pribadi menilai harus ada langkah negara untuk berusaha mempertahankan keberlanjutan proyek itu. Dengan demikian, kerugian negara bisa dihindarkan.
 

"
 Saya kira pemerintahan selanjutnya harus meneruskan proyek ini. Jangan sampai kerugian ini pergi begitu saja," tandas Purnawirawan TNI bintang dua itu.

Sebelumnya, Hasanuddin menyatakan bahwa proyek KFX itu sudah dihentikan secara sepihak. Akibatnya, negara dirugikan sekitar Rp 1,6 triliun dari uang yang sudah disetorkan ke proyek itu.
 

"
 Kami sudah mendapatkan informasi, dalam beberapa hari belakangan ini, Pemerintah Korea Selatan sudah membatalkan secara sepihak perjanjian pembuatan pesawat tempur KFX," kata Hasanuddin.

Dia menjelaskan bahwa sebenarnya proyek KFX itu tak pernah secara jelas dilaporkan Pemerintah ke DPR. Selama ini, pihaknya hanya mendapat laporan dari pernyataan Kementerian Pertahanan yang dikutip media massa.
 

Secara resmi, Pemerintah tak pernah mengajukan anggaran untuk Proyek KFX ke DPR secara resmi dan terbuka.
 

"
 Dibikin untuk kebutuhan penelitian dan pengembangan. Kemenhan mengeluarkan uang Rp 1,6 T. Selain itu sudah ada sekitar 30 orang dari PT.DI yang ikut mendisain pesawat itu di Korea Selatan," ujar Politisi PDI Perjuangan itu.

Kerjasama Indonesia-Korea Selatan untuk membangun pesawat supercanggih, yang dianggap jauh lebih canggih dari pesawat tempur F-16, sudah bergulir sejak 2001.
 

Proyek itu dibiayai secara bersama oleh Indonesia dan Korea Selatan, dengan pihak Indonesia diwajibkan menyetor sekitar 20 persen dari total US$ 8 miliar ( Rp 77,4 triliun) yang dibutuhkan.
 

Seorang Pejabat Kementerian Pertahanan Indonesia pernah menyatakan bahwa Pemerintah sudah menganggarkan Rp 1,35 triliun untuk keperluan proyek itu. Harapannya tahun ini akan ada lima prototipe pesawat tempur yang sudah selesai.
 

Sumber : KLIK DISINI

KOREA SELATAN BATALKAN PROYEK PESAWAT TEMPUR KFX, INDONESIA DI PERKIRAKAN MERUGI





Jihad-Defence-Indonesia - Jakarta  : Proyek pembangunan pesawat tempur canggih Indonesia-Korea Selatan, Korean Fighter eXperiment (KFX), sudah dihentikan secara sepihak oleh Korsel. Akibatnya, negara diduga dirugikan sekitar Rp1,6 triliun.

"Kami sudah mendapatkan informasi, dalam beberapa hari belakangan ini, Pemerintah Korea Selatan sudah membatalkan secara sepihak perjanjian pembuatan pesawat tempur KFX," kata Wakil Ketua Komisi Pertahanan DPR Tubagus Hasanuddin, di Jakarta, Jumat (1/3).
Menurut politikus PDI Perjuangan ini, proyek KFX itu tak pernah secara jelas dilaporkan pemerintah ke DPR. Dewan hanya mendapat laporan dari pernyataan Kementerian Pertahanan yang dikutip media massa.
Secara resmi, Pemerintah juga tak pernah mengajukan anggaran untuk Proyek KFX itu ke DPR. Padahal, sudah ada sekitar 30 orang dari PT Dirgantara Indonesia yang ikut mendesain pesawat itu di Korea Selatan.
Karena itu, Komisi I DPR akan segera memanggil Panglima TNI dan Menteri Pertahanan untuk menjelaskan detil masalah terkait proyek KFX tersebut.
"Kerugian ini tanggung jawab Menteri Pertahanan," tandasnya.
Kerja sama Indonesia-Korea Selatan untuk membangun pesawat supercanggih, yang dianggap jauh lebih canggih dari pesawat tempur F-16, sudah bergulir sejak 2001.
Proyek itu dibiayai secara bersama oleh Indonesia dan Korea Selatan, dengan pihak Indonesia diwajibkan menyetor sekitar 20% dari total US$8 miliar yang dibutuhkan. 
Sumber  : KLIK DISINI

RI-KOLOMBIA JAJAKI KEMUNGKINAN KERJASAMA PERTAHANAN



Jihad-Defence-Indonesia - Jakarta : Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Jumat (1/3) menerima kunjungan Duta Besar Kolombia untuk Indonesia HE Mr Alfonso Enrique Garzan Mendez di Kantor Kemhan Jakarta. Kedatangannya yang juga didampingi oleh Wakil Duta Besarnya kali ini adalah untuk menindaklanjuti hasil kunjungan Wamenhan ke Kolombia pada tahun 2012 lalu.

Dubes Kolombia mengharapkan untuk dapat mendalami kerjasama pertahanan dalam bidang saling membagi informasi dan pengalaman di bidang counter terorisme, informasi intelijen, kejahatan trans nasional, dan saling kunjung pejabat tinggi pertahanan dan Angkatan Bersenjata. Dubes Kolombia mengharapkan hal-hal tersebut dapat disusun dalam MoU kerjasama pertahanan kedua negara. 

Wamenhan membenarkan sempat bertemu dan bertukar fikiran dengan pejabat Kementerian Pertahanan Kolombia saat dirinya berkunjung ke Kolombia pada tahun lalu dan menganggap pentingnya kerjasama pertahanan kedua negara. Wamenhan menyambut baik kemungkinan disusunnya draft MoU kerjasama pertahanan kedua negara baik dalam pengembangan kemampuan pertahanan maupun saling tukar informasi dan pengalaman. 

Disadari oleh Wamenhan bahwa peningkatan profesionalisme SDM pertahanan juga ditantang dengan semakin meningkatkan ancaman terorisme internasional dan kejahatan trans nasional. Dalam hal inilah kedua negara dapat bertemu dan saling membagi pengalaman dan bertukar pikiran. 

Selain itu, kerjasama juga dapat dijalin dalam hal industri pertahanan serta peningkatan capacity building. Penyusunan draft kerjasama dapat dimulai antara Kementerian Pertahanan kedua negara dibantu Kedutaan Besar masing-masing negara.

Saat menerima Dubes Kolombia untuk Indonesia beserta rombongannya, Wamenhan didampingi oleh Dirjen Strategi Pertahanan Kemhan Mayjen TNI Sonny ESP dan Dirjen Potensi Pertahanan Kemhan Dr Ir Pos M Hutabarat MA. PhD.
Sumber : KLIK DISINI