Rabu, 12 Maret 2014

KOPASKA TNI-AL YANG AJARKAN PASUKAN ELIT MALAYSIA BERTEMPUR

http://militernews.com/wp-content/uploads/2013/11/kopaska2.jpg

Jihad-Defence-Indonesia - Jakarta : Pasukan Khas Laut (Paskal) dikenal sebagai pasukan 

paling elite Tentara Diraja Malaysia. Latihan Paskal disebut sebagai yang terberat di negara 

jiran itu.

Di antara rekan-rekannya di Malaysia, Paskal punya nama harum. Merekalah andalan 


Malaysia untuk misi-misi kontrateroris. Maklum kawasan Selat Malaka yang dikenal rawan 

mewajibkan Malaysia punya pasukan spesialisasi laut. Tercatat beberapa kali Paskal 

berhasil membebaskan kapal yang dibajak lanun (perompak).

Pasukan Baret Ungu ini juga punya andil dalam membebaskan kapal Malaysia dari 


perompak Somalia.

Namun ketangguhan Paskal rupanya tak bisa dilepaskan dari Komando Pasukan Katak 


(Kopaska) TNI-AL. Pada para manusia kodok dari Indonesialah Paskal pertama kali 

menimba ilmu. Hingga kini pun kadang masih ada latihan bersama antar dua satuan elite ini.

"Gurunya Paskal (pasukan khusus AL Malaysia) itu Komando Pasukan Katak (Kopaska) 


kita," ujar Laksamana TNI Agus Suhartono yang saat itu masih menjabat Kepala Staf TNI AL.

Agus mengatakan itu dalam jumpa pers Forum Strategi TNI AL di Seskoal, Jakarta Selatan, 


Rabu (21/4/2010) lalu.

Pria yang kemudian menjadi Panglima TNI ini menjelaskan, ada beberapa teknik 


bertempur yang diajarkan para pelatih Kopaska pada Paskal tentara laut Diraja Malaysia.

Sama seperti Kopaska, Paskal pun terus mengembangkan diri. Mereka rutin menggelar 


latihan dengan Navy Seal, atau pasukan khusus Inggris dan Australia.

Namun Agus menambahkan, kemampuan personel Kopaska masih lebih baik. Untuk 


persenjataan perorangan dan tim, senjata Kopaska pun tak kalah dari Paskal.

"Kemampuan kita masih lebih hebat," kata Laksamana Agus.


Sumber : KLIK DISINI

TNI MINATI MBT MERKAVA MK3 BAZ ISRAEL


Jihad-Defence-Indonesia - Jakarta : Merkava dalam bahasa Ibrani berarti ‘kereta perang’. Oleh karena itu, pihak IDF (Israeli Defence Force) menciptakan tank tempur utama (MBT) menggunakan nama tersebut. Keberhasilan dari tank ini cukup diakui dunia. 

Setiap peralatan perang diakui berhasil jika mendapat cap battle proven, dan ini dibuktikan saat perang di Libanon saat awal tank ini diluncurkan. Keberhasilan inilah membuat tank tersebut di minati oleh banyak Negara, termasuk Indonesia.
  

Info yang diterima oleh ASATUNEWS.COM TNI berencana menambah alutsista jenis heavy tankuntuk menambah keberadaan tank Leopard yang sudah dibeli. Ada dua pilihan yang diajukan, pertama MBT (Main Battle Tank) Challenger besutan Inggris. 

Opsi kedua Merkava Mk3 BAZ buatan Israel. Pihak TNI pada akhirnya memilih Merkava dengan berbagai pertimbangan. Kabar terakhir, kesepakatan sudah ditandatangani hanya tinggal kendala soal dana saja. Sekarang mari kita mengenal lebih jauh tank yang mendapat julukan ‘tank teraman’ di dunia.
 
Seperti sudah diungkapkan diatas, tank Merkava merupakan main battle tank yang menjadi andalan Angkatan Bersenjata Israel dalam menghadapi para seteru arab-nya di kawasan teluk. 

Dikembangkan sejak tahun 1980-an Merkava sudah banyak terlibat dalam berbagai operasi tempur, yang paling mutakhir adalah konfrontasi dengan gerilyawan Hisbullah di Libanon selatan, namun pada kali ini cerita sedih banyak di alami oleh para serdadu Israel awak Merkava yang harus pontang-panting menghindari gempuran rudal anti tank para gerilyawan Hisbullah.
 
Melihat kenyataan tersebut, pihak Israel mengembangkan beberapa varian yang di kembangkanIsrael Military Industries sebagai pemimpin dari berbagai institusi/pabrikan yang turut serta dalam pembuatan Tank Merkava ini. Antara lain adalah : Merkava LIC , Merkava Tankbulance, Merkava ARV, Merkava APC dan Merkava Soltam Howitzers.
 
Menurut sejarah pembuatannya Merkava mengalami beberapa kali evolusi dari yang pertama yaitu : Merkava Mark I, Merkava Mark II, Merkava Mark III, dan yang terakhir adalah Merkava Mark IV. 

Untuk seri Merkava yang terakhir atau Merkava Mark IV persenjataan yang di bawanya adalah : 120 mm MG253 smoothbore gun:48 rounds dan LAHAT ATGM, kecepatan maksimal dari generasi Merkava terbaru ini adalah 70 km/jam. Jumlah kru yang mengawaki tank ini sebanyak 4 personil yang terdiri dari : komandan tank, pengemudi, pengisi amunisi, dan penembak.
 
Senjata utamanya adalah kanon 120mm (sama dengan yg digunakan M1A2 atau Leopard) dengan laras yg diperbaiki hingga menambah daya penetrasinya. Selain itu, sistem menggunakan loading semi otomatis. Membawa 48 rounds amunisi dengan 10 rounds amunisi siap tembak denga sistem revolver elektris.
 
Sistem penembakan Merkava mampu menembak sasaran sambil bergerak. Baik sasaran permukaan hingga helikopter. Merkava 4 sendiri sudah dilengkapi dengan 4 kamera eksternal yang berguna baik siang maupun malam, artinya dikegelapan malam pun mereka masih leluasa untuk melihat bak disiang hari saja.
 
Merkava Mk 4 juga memiliki kemampuan yg sama dengan T-80U buatan Rusia dalam hal kemampuan menembakan rudal anti tank dengan laras meriamnya.
 
Senjata tambahannya adalah 3 buah 7.62mm machine gun ( 2 diatas turret dan 1 didalam dan ditembakan secara internal ) dan mortir 60mm yg ditembakan secara internal dan mampu mencapai jarak 2700m.
 
Menggunakan sistem targeting dan sighting paling canggih, termasuk 360 derajat video-view buat pengemudi, night and day concitioning vision buat commander. Mesinnya menggunakan General Dynamics GD833 V-12 dengan 1500 Horse Power - Diesel (sama dengan yg digunakan LeClerc). Mesin Diesel-nya membuat Merkava mengungguli jarak operasional Abrams.
 
Satu lagi keunggulan Merkava (khususnya dalam urban warfare) adalah selain mengangkut 4 crew, Merkava mampu membawa 8 prajurit komando yang sewaktu - waktu bisa diterjunkan lewatbackdoor hatch (Merkava adalah satu-satunya MBT yg memiliki 'escape door'). Unit komando tersebut bisa berfungsi sebagai scout, unit tank killer maupun unit pelindung apabila tank bergerak didaerah perkotaan/pemukiman yang rapat.
 
Merkava juga dilengkapi dengan sensor pendeteksi rudal. Merkava merupakan salah satu tank paling aman dan dinamis di dunia. Penuturan salah seorang personil militer Israel yang mengemudikan tank sewaktu perang dengan Libanon menguatkan hal ini. Katanya sewaktu dua buah rudal dari tank lawan menghantam Merkava, dirinya begitu merasa terlindungi, Merkava telah menyelamatkannya.
 
Merkava Mk3 BAZ
 
Pada Merkava Mk 3, fungsi loader dihilangkan karena amunisi sudah menganut tipe drum revolver, 5 peluru tersimpan pada tiap tabung. Pada Mk 4 malah lebih hebat lagi, sepuluh peluru siap tembak tersimpan dalam tabung yang berputar dengan sistem elektrik. Untuk keadaan darurat, pada belakang bodi Merkava dipasang emergency hatch sehingga awak bisa keluar dengan selamat.

Emergency hatch ini pula yang membuat Merkava disukai pasukan infanteri. Karena dengan sistem darurat ini, pasukan lain yang sedang dihujani tembakan juga bisa menumpang berlindung di dalam Merkava.
 
Untuk urusan desain bodi, Merkava bisalah disebut sebagai penganut paham nyeleneh. Seluruh bodi dibuat bersudut tajam bertujuan untuk mengurangi daya penetrasi senjata antitank. Mesinnya sendiri ditempatkan di bagian depan. Konfigurasi yang umumnya hanya ditemui pada desain APC, dipercaya mampu menjadi lapisan pelindung tambahan bagi kru apabila terkena hantaman langsung dari depan.
 
Desain juga dibuat beda, yaitu triangular, pipih dan melebar. Bentuk turret macam ini akan meminimalkan cross section, sehingga menyulitkan pembidik rudal antitank untuk mengakuisisi target. 

Lapisan baja mengelilingi bodi dan turret tank, terutama di samping badan untuk melindungi rantai baja rentan putus akibat ledakan. Lapisan baja yang dibuat dengan sistem modul, membuat tank ini mampu melokalisir efek ledakan dan memudahkan untuk dilepas saat perawatan.
 

Berkembangnya teknologi rudal antitank macam RPG-29 yang memiliki dual warheads, mendorong dilakukannya penyempurnaan pada desain lapisan baja Merkava. Pada Merkava Mk 3 Baz, diperkenalkan sistem armor modular "kasag" yang meliputi lapisan ERA (explosive reactive armor) dan desain armor baru yang dapat menaklukkan senjata antitank jenis apapun.

Sumber : KLIK DISINI

KENDARAAN TEMPUR MARINIR TNI-AL IKUTI GELAR ALUTSISTA DI KOARMATIM


Jihad-Defence-Indonesia - Surabaya : Ratusan kendaraan tempur (ranpur) Korps Marinir ikut serta dalam Gelar Alat utama sistem senjata (alutsista) TNI-AL di dermaga Komando armada timur (Koarmatim)  Ujung, Surabaya, Rabu (12/03/2014).
  

Kendaraan Tempur Korps marinir tersebut diantaranya 54 unit BMP-3F, 15 unit LVT-7A1, 9 unit Roket Multi Laras RM-70 Grad, 10 Unit Meriam Howitzer 105, 8 Unit Rudal Strela, 2 unit Kapa PTS, 10 unit Kapa-61, 33 unit BTR-50, 6 unit BVP-2, 2 unit Truck Amo Tatra dan 2 unit Tatra Transporter serta material tempur Intai dan Amfibi (Taifib) dan Detasemen Jala Mangkara (Denjaka).

 
Gelar Alutsista TNI-AL yang diinspeksi langsung oleh Presiden Republik Indonesia Dr. Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono, Menteri Pertahanan RI  Prof. Ir. Purnomo Yusgiantoro, Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Budiman, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) 
 
 
 

Laksamana TNI Dr. Marsetio, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia dan Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Sutarman tersebut juga dihadiri Komandan Korps Marinir Mayor Jenderal TNI (Mar) A. Faridz Washington, Komandan Pasukan Marinir-1 (Pasmar) Brigjen TNI (Mar) Siswoyo Hari Santoso dan Komandan Pasmar-2 Brigjen TNI (Mar) Denny Kurniadi.

 
Saat menginspeksi BMP-3F, Presiden menyampaikan agar kendaraan amfibi BMP-3F dijaga dan dirawat dengan sebaik mungkin karena tank amfibi tersebut sangat disegani oleh Nato pada saat Perang Dunia II.

 

Selain menginspeksi Alutsista TNI-AL, Presiden beserta rombongan juga menyaksikan unjuk kebolehan prajurit TNI-AL (Taifib dan Kopaska) dalam pembebasan kapal dari kawanan penyanderaan, freefall dari prajurit Yontaifib-1 Mar dan flypass pesawat terbang.

Sumber : KLIK DISINI

CHINA KLAIM PERAIRAN NATUNA INDONESIA


Map of Natuna Islands

Jihad-Defence-Indonesia - NATUNA : Cina memasuk sebagian wilayah perairan laut Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau ke dalam peta wilayah mereka, kata Asisten Deputi I Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Bidang Dokrin Strategi Pertahanan, Masekal Pertama TNI Fahru Zaini.

Pemerintah Republik Rakyat China telah mengklaim wilayah perairan Natuna sebagai wilayah laut mereka. Klaim sepihak ini terkait sengketa Kepulauan Spratly dan Paracel antara negara China dan Filipina. Sengketa ini, akan berdampak besar terhadap keamanan laut Natuna," ungkap Fahru Zaini saat berkunjung ke Natuna, Rabu.

Ia menjelaskan, China telah menggambar peta laut Natuna di Laut China Selatan masuk peta wilayahnya dengan sembilan dash line atau garis terputus, bahkan dalam paspor terbaru milik warga China juga sudah dicantumkan.

"Yang dilakukan oleh China ini menyangkut zona wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Untuk itu, kami datang ke Natuna ini ingin melihat secara nyata strategi dari komponen utama pertahanan NKRI, yaitu TNI, terutama dalam kemampuan, kekuatan dan gelar pasukan bila terjadi sesuatu di wilayah ini," jelasnya.

Menurut dia, bukan hanya wilayah Indonesia saja yang dipetakan oleh China tetapi juga wilayah negara lain yang berbatasan dengan perairan Laut China Selatan seperti, Vietnam, Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina, serta Taiwan.
"Bukan wilayah negara Indonesia saja yang dipetakan oleh Cina, negara lain juga dipetakan. Namun China tidak mau berterus terang terhadap koordinat mana yang masuk wilayah mereka," katanya.

Sumber : KLIK DISINI

TNI-AL BATAL BELI KAPAL SELAM BEKAS RUSIA


Jihad-Defence-Indonesia - Surabaya : Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut batal beli tiga unit kapal selam jenis Kilo Class dari Rusia. Keputusan ini dilakukan setelah perwakilan TNI AL melihat langsung kondisi dua kapal selam bekas milik Rusia beberapa waktu lalu.

"Kita sudah melihat ke Rusia. Ada dua kapal selam jenis Kilo Class yang sudah dua tahun tidak digunakan Angkatan Laut Rusia," kata Laksamana TNI Marsetio, Kepala Staf Angkatan Laut, seusai menghadiri gelar kekuatan Alat Utama Sistim Persenjataan di Dermaga Ujung Markas Armada TNI AL Wilayah Timur (Armatim), Rabu (12/3/2014).

Menurut Marsetio, dari luar, dua kapal selam milik Rusia itu memang tampak bagus. Namun di dalam ternyata banyak peralatan yang sudah rusak. Apalagi, dua kapal itu sudah dua tahun dikandangkan. 

Ketika berada di Rusia, kata Kasal, tim dari TNI AL juga melihat kapal selam Kilo Class yang baru. Namun mahalnya harga yang ditawarkan menjadikan rencana pembelian kapal selam jenis ini urung dilakukan. 

Kapal selam jenis Kilo Class sendiri merupakan kapal selam canggih dengan kemampuan menembakkan rudal yang cukup jauh. Kapal ini diperlukan untuk memperkuat kemampuan Alat utama sistem senjata TNI-AL. 

Menurut Marsetio, untuk membangun kekuatan minimum, TNI-AL membutuhkan minimal 12 kapal selam. Saat ini TNI-AL juga sudah memesan tiga kapal selam dari Korea. Dari tiga kapal ini, satu diantaranya akan dibangun di Indonesia oleh PT PAL. "Ini adalah bagian dari transfer teknologi," ujarnya. 

Dengan transfer teknologi, Marsetio berharap Indonesia mampu memproduksi Kapal Selam secara mandiri sehingga mampu lebih cepat mewujudkan minimal 12 kapal selam. 

Di tempat yang sama, Purnomo Yusgiantoro, Menteri Pertahanan mengatakan untuk mewujudkan keinginan memiliki 12 Kapal Selam, dirinya mendorong perusahaan dalam negeri segera mampu memproduksi kapal selam sendiri. 

"Transfer teknologi dari Korea kita butuhkan sehingga ke depan kita mampu membangun sendiri Kapal Selam secara mandiri, efisien dan lebih murah," ujarnya.

Sumber : KLIK DISINI

KELOMPOK MILITAN CHINA KLAIM BERTANGGUNGJAWAB ATAS HILANGNYA MH370 MAS



Sebuah kelompok militan di China yang menyebut dirinya sebagai Brigade Martir, mengklaim bertanggungjawab atas hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370. Namun pejabat Malaysia skeptis atas klaim tersebut.

Jihad-Defence-Indonesia - Jakarta : Dalam sebuah surat yang dikirim ke media di China, kelompok itu menuliskan, "Kalian membunuh salah satu klan kami. Kami akan membunuh 100 dari kalian sebagai balasan".

Tetapi pesan itu tidak menyertakan detail apa yang menyebabkan pesawat tersebut menghilang.
Kelompok menyebutkan dua motif dari tindakan mereka.

Pertama, mereka ingin membalas tindakan yang dilakukan oleh Pemerintah Malaysia atas tindakan yang melanggar hukum. Namun tidak dijelaskan apa tindakan tersebut.

Motif kedua adalah, mereka ingin membalas Pemerintah China atas apa yang dialami oleh Etnis Uighur. Selama beberapa waktu terakhir, etnis minoritas di wilayah Xinjiang tersebut dianggap sebagai otak dari beberapa tindakan berbau teror di China.

Namun pihak Brigade Martir menolak menyebut diri mereka sebagai kelompok teroris. Mereka mengatakan, yang melakukan serangan terhadap Malaysia Airlines itu adalah pejuang kebebasan.

Tetapi di saat bersamaan, mereka menyelasi tindakan yang telah menewaskan 239 jiwa di pesawat berjenis Boeing 777-200ER tersebut. Mereka turut menegaskan bahwa warga China menjadi sasaran utama.

"Kami harapkan 100 persen yang berada di pesawat itu adalah warga China. Keluarga dari korban seharusnya meminta kompensasi dari Pemerintah China dan Malaysia," ujar pernyataan tersebut, seperti dikutip Want China Times, Selasa (11/3/2014).

Kelompok ini memberikan peringatan akan melakukan serangan serupa bila Pemerintah China tidak menghentikan tindakan yang menekan etnis minoritas.

Sumber : KLIK DISINI

BELI BATERAI RUDAL DARI PRANCIS, RI CARI PINJAMAN RP 3 TRILIUN



Jihad-Defence-Indonesia - Paris : Indonesia saat ini tengah mencari pinjaman untuk membayar empat baterai rudal hasil produksi Thales yang harganya lebih dari US$ 267 juta atau Rp 3,05 triliun (kurs: Rp 11.437 per dolar AS). Thales merupakan perusahaan internasional perancang dan pembangun sistem pertahanan untuk penerbangan dan transportasi yang berbasis di Prancis.
Seperti dikutip dari Defense News, Rabu (12/3/2014), selama ini, Indonesia dikenal sebagai salah satu peminjam potensial meningat pemerintah tengah mencoba mengumpulkan uang di pasar terbuka untuk membeli sejumlah senjata. Itu terjadi saat perusahaan-perusahaan Barat bergantung pada ekspor untuk bertahan di tengah penurunan ekonomi domestik di wilayahnya.

Sementara itu, Kementerian Keuangan Indonesia kini tengah mencari kredit finansial internasional untuk mendanai pemesanan sistem ForceSHIELD sejumlah rudal dan radar. Rencananya, rudal-rudal tersebut akan dibangun di Inggris dan Prancis.

Seorang bankir di Eropa yang enggan disebutkan namanya mengatakan, sejumlah bank komersial berpotensi menerima pengajuan pinjaman pada Maret atau April untuk memenuhi kebutuhan persenjataan di Indonesia tahun ini.

Dia mengakui, tahun lalu, bank tempatnya bekerja telah memberikan pinjaman pada Indonesia sebanyak 108 juta euro atau Rp 1,71 triliun (kurs: Rp 15.844 per euro) untuk membayar 34 senjata Caesar berkalibar 155mm. Dana pinjaman itu lantas dibayarkan pada produsen senjata asal Prancis, Nexter.

Indonesia juga berupaya membeli kapal baru untuk fasilitas pelatihan angkatan laut di Tanah Air.

Sementara bagi Thales, ekspor rudal seperti ini merupakan hal yang vital mengingat para produsen senjata Prancis tengah berusaha menjual produknya ke luar negeri guna mempertahankan produksinya.

"Ini merupakan titik balik bagi Thales. Indonesia merupakan pasar yang strategis," ungkap salah seorang pejabat eksekutif di Thales.

Memenangkan kontrak jual beli dengan Indonesia merupakan dorongan besar bagi Thales yang tengah berusaha mempertanahkan bisnisnya mengingat perusahaan harus menambah lebih banyak klien. Saat ini, Thales juga tengah berupaya menjual rudal Crotal New Generation ke Arab Saudi.

Indonesia mengumumkan pemesanan empat baterai rudal itu pada Januari menyusul satu pernjanjian jual beli yang telah diresmikan pada 2011 bersama Thales. Kala itu, Indonesia juga berhasil membeli sebuah baterai rudal dengan didanai pinjaman dari salah satu bank di Jerman.

Sejauh ini sebuah bank di Eropa telah menyanggupi untuk membayar 80% dari total pembelian dengan pinjaman berdenominasi dolar. Permintaan pinjaman juga tersebar pada 10 bank lokal dan internasional di Eropa.

Sementara itu, Kementerian Keuangan Inggris dan Prancis akan menanggung risiko pinjaman tersebut mengingat perannya sebagai penjamin dari dana pinjaman tersebut. Export Credits Guarantee Department Inggris bersama pemerintah Prancis akan mengkaji berbagai risiko ekonomi yang tengah menimpa Indonesia khususnya jumlah utang nasional saat ini.

Namun pimpinan Indonesia di Organization for Economic Cooperation and Development (OECD), Petar Vujanovic mengatakan, ekonomi Indonesa akan tumbuh lebih baik tahun ini setelah sempat merosot pada 2013.

"Indonesia akan terus tumbuh, meski lebih rendah dari standar sebelumnya, tapi pertumbuhannya akan jauh lebih baik dibandingkan negara-negara berkembang lain," tandasnya.


Sumber : KLIK DISINI

Selasa, 11 Maret 2014

RADAR TERBANG UNTUK PERANG UDARA

Jihad-Defence-Indonesia - Jakarta : Perang udara akan semakin kompleks melibatkan

 seluruh kekuatan teknologi maju dan penguasaan informasi. Konsep early warning dan first

 look, first kill menjadi dua hal yang amat penting untuk bisa menguasai medan pertempuran

 dan sekaligus memenangkannya.

Perkembangan teknologi yang amat pesat telah membawa suatu perubahan yang besar

 menyebabkan taktik dalam peperangan modern terus bergeser secarafundamental pada 

penguasaan informasi terlebih dahulu sebelum pelaksanaan ekseskusi. Merupakan suatu

keniscayaan bahwa salah dalam mengambil keputusan/tindakan akan menyebabkan

 kegagalan yang fatal.

Medan pertempuran yang makin kompleks membuat kewaspadaan terhadap berbagai 

ancaman serangan musuh makin meningkat pula. Kemampuan suatu individu dalam 

berperang akan menjadi sia-sia manakala tidak dipadukan secara integratif dengan 

kemampuan pendukungnya. 

Dengan kata lain, sistem dari suatu sistem harus dibangun secara terpadu, menyeluruh dan, 

dan terkoordinasi. Disinilah konsep ISTAR (Intelligence, Surveillance, Target Acquisition, 

and Reconnaisance) memainkan peran yang sangat vital, sehingga tindakan/eksekusi 

sebagai suatu keputusan akhir dari analisis informasi akan membawa pada suatu 

keberhasilan penyerangan dan meminimalisir kerugian.

Permasalahannya, bagaimana mengumpulkan informasi situasi medan perang sebanyak dan 

selengkap mungkin. Konsep ini kemudian dirumuskan, sehingga informasi yang didapat

 bersifat menyeluruh dan dapat disistribusikan kepada sistem-sistem perangkat perang

 secara real time.

Salah satu elemen yang mendukung pada tercapainya keunggulan ISTAR tidak lain adalah 

penggunaan pesawatAirborne Early Warning and Control (AEW&C). Pesawat inilah yang bila

 dianalogikan akan berperan sebagai menara kontrol untuk pengaturan semua perangkat 

perang, khususnya pesawat dan alutsista udara lainnya. Pesawat AEW&C memberikan 

informasi sebanyak-banyaknya mengenai medan pertempuran.

Radar terbang memiliki keunggulan dari radar yang ditanam secara fixed di darat karena 

sifat pergerakannya yang sangat mobile. Sedangkan radar fixed bila poisisinya sudah 

diketahui oleh musuh akan menjadi sasaran yang dengan segala cara akan dimusnahkan 

terlebih dahulu.
 
Program TNI-AU 
 
Indonesia merupakan salah satu negra yang saat ini tengah menjajaki pembelian pesawat

 AEW&C. Dirjen Perencanaan Pertahanan Kementerian Pertahanan RI Marsda TNI E.H.B 

Soelistyo mengatakan hal itu kepada Angkasa di sela-sela pelaksanaan Rapat Pimpinan TNI-

AU Januari lalu di jakarta. 
 
Disamping itu Indonesia juga berencana membeli jet tanker untuk memenuhi kebutuhan 

kekuatan pokok minimum. "Ya, Kementerian Pertahanan sedang menjajaki dua jenis 

pesawat ini," ujarnya.

Sumber : KLIK DISINI

BATAN TEKNO GANTI NAMA PT INDUSTRI NUKLIR INDONESIA


BUMN Batan Tekno ganti nama PT Industri Nuklir Indonesia

Jihad-Defence-Indonesia - Jakarta : Mulai minggu ini, PT Batan Tekno berganti nama menjadi PT Industri Nuklir Indonesia. Pasalnya, selama ini perusahaan pelat merah tersebut selalu diidentikkan dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN).
Saat ini, pergantian nama tersebut tinggal menunggu pengesahaan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Amir Syamsuddin.

"Secara resmi Batan Tekno namanya berubah mulai minggu ini, PT Industri Nuklir Indonesia. Karena selama ini banyak tumbuh dengan Batan, nanti Batan dikira Batan tekno. Padahal selama ini beda," ujar Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan di Kantornya, Jakarta, Selasa (11/3).

Untuk diketahui, PT Batan Teknologi berencana membangun pabrik teknologi pengayaan uranium, reaktor nuklir untuk kebutuhan kedokteran di Amerika. Batan Tekno akan bekerjasama dengan salah satu perusahaan teknologi di Amerika.

Saat ini rencana tersebut masih menunggu persetujuan dari pihak pemegang saham perusahaan Amerika. Dahlan Iskan menyebut, Batan Tekno akan berinvestasi Rp 1,7 triliun dalam kerjasama tersebut,.
"Saya setuju di Amerika, tapi pihak Amerika meminta persetujuan pemegang saham mereka. Kalau sama-sama setuju, baru kita dirikan reaktor nuklir di Amerika," ungkap Dahlan ketika ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (5/10).

Dahlan optimistis pemegang saham di Amerika akan menyetujui rencana ini. Setelah pabrik tersebut berdiri, Batan Tekno berencana go publik atau melakukan penawaran saham perdana di negeri Paman Sam.
Saat ini, Batan Tekno telah menguasai pasar radioisotop salah satu produk nuklir di Asia. Dengan mendirikan pabrik di Amerika, Batan Tekno berambisi menguasai pasar Amerika.

Sumber : KLIK DISINI

PROFIL KAPAL PERANG TNI-AL DALAM MISI MH370 MALAYSIA AIRLINES

KRI Tarehu 829
Oleh Ade P Marboen

Jihad-Defence-Indonesia - Jakarta :
 Kurang dari 24 jam sejak penerbangan MH370 Malaysia Airlines dinyatakan hilang, TNI-AL dan TNI-AU mengerahkan kapal-kapal perang dan pesawat udaranya turut dalam operasi internasional SAR mencari Boeing B-777-200ER yang menerbangkan 227 pemakai jasa penerbangan, dua pilot dan 10 awak kabinnya itu.

"Tadi saya berkomunikasi dengan Panglima Tentera Laut Diraja Malaysia, Laksamana Tan Sri Abdul Aziz. Intinya, mereka meminta kami membantu mencari pesawat terbang Malaysia Airlines yang dinyatakan hilang kontak itu," kata Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Marsetio kepada antaranews.com, di Jakarta, Minggu.

TNI AL mengerahkan lima kapal perang, yaitu satu korvet (KRI Sutanto-377), empat kapal patroli cepat (KRI Krait-827, KRI Matacora-823, KRI Tarehu-829, dan KRI Siribua-859), plus satu pesawat intai amfibi CASA C-212 Aviocar bernomor U-621 dari Pusat Penerbangan TNI-AL.

Sementara TNI-AU agak belakangan, mereka menerbangkan Boeing B-737 Surveillance dari Skuadron Udara 5 Surveillance yang berpangkalan di Pangkalan Udara Utama Makassar. Fungsi utama B-737 yang satu ini untuk pengintaian, pelacakan, dan peringatan dini dari udara; baik untuk sasaran di laut atau di udara.

Korvet KRI Sutanto-377 adalah kapal kelas Parchim buatan galangan kapal Penewoorft di Wolfgast, Jerman Timur, program Project 133.1, pada akhir dasawarsa '70-an. Dirancang dan dibangun sebagai anti kapal selam di perairan dangkal (littoral), dengan kecepatan lumayan, yaitu 24,7 knot perjam.

Dengan dimensi panjang 75,2 meter dan lebar 9,8 meter serta bagian terendam air 2,73 meter, dia sangat langsing untuk ukuran pemburu kapal selam, yang dioperasikan oleh 60 personel termasuk komandan kapal. Ada 16 kapal kelas Parchim yang dibuat dan diserahkan kepada Angkatan Laut Uni Soviet, dan "dikembalikan" ke Jerman Timur segera setelah Uni Soviet runtuh menjadi Rusia.

Indonesia, saat itu di bawah pemerintahan Soeharto dengan BJ Habibis sebagai "orang kuat" di bidang teknologi dan sains, mengakuisisi seluruh korvet kelas Parchim ini. Dikarenakan ukurannya tidak besar maka korvet ini cuma mampu membawa perbekalan untuk operasi tidak terlalu lama dan jauh, hanya di kisaran 2.100 mil laut dengan kecepatan ekonomis 14 knot perjam.

KRI Sutanto-377 membawa persenjataan standar dari pabriknya, yaitu dua peluru kendali permukaan ke udara jarak pendek SA-N-5, dua meriam 57 milimeter, dua mitraliur 30 milimeter bertipe AK-630, dua peluncur roket anti kapal selam RBU-6000, dan empat tabung torpedo 400 milimeter di kedua sisi sebagai senjata utama, plus 60 ranjau laut.

Karena dia bekas dipakai Angkatan Laut Uni Soviet, maka dia membawa juga dua rak bom laut yang memuat 12 unit, selain tambahan SA-N-8 sebagai peluru kendali permukaan ke udara.

Kapal-kapal korvet kelas Parchim lain yang kini tergabung dalam TNI-AL adalah KRI Kapitan Pattimura-371, KRI Cut Nyak Dien-375, KRI Sultan Thaha Syaifuddin-376, KRI Imam Bonjol-383, KRI Pati Unus-384, KRI Teuku Umar-385, KRI Silas Papare-386, KRI Hasan Basri-382, KRI Untung Suropati-372,KRI Nuku-373, KRI Lambung Mangkurat-374, KRI Sutanto-377, KRI Sutedi Senoputra-378, KRI Wiratno-379, dan KRI Tjiptadi-381.

KRI Krait-827 merupakan kapal cepat 40 meter yang baru. Dia didedikasikan untuk menghalau musuh di perairan dangkal dengan persenjataan "tidak seberat" kelas Parchim. Bisa dibilang, kapal ini anak kandung Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan TNI-AL di Mentigi bekerja sama galangan kapal swasta nasional PT BES di Batam, Kepulauan Riau.

Yang menarik, kapal ini dibangun memakai badan kapal alumunium seluruhnya, digerakkan dua mesin diesel yang mampu memancarkan 1.250 tenaga kuda, memampukan dia berlari memecah ombak pada kisaran 20 knot perjam. Adalah Laksamana Pertama TNI (saat itu) Marsetio yang turut meletakkan lunas perdananya pada 2007, di Batam.

KRI Krait-827 menjadi perintis kemandirian Indonesia dalam pengadaan kapal perang multi fungsi di kelasnya; selain operasional perang, dia juga bisa segera diubah menjadi kapal SAR atau misi mitigasi kebencanaan, sehingga dia menjadi satu pertimbangan penting dalam operasi internasional SAR mencari MH370 Malaysia Airlines itu.

Beberapa teknologi masa kini dipasang di dalam tubuhnya, di antaranya sistem autopilot, derek hidrolik, selain persenjataan berbasis giroskopik dan penjejakan sasaran secara elektronika canggih. Kapal perang kelas ini --panjang 40 meter, lebar 7,2 meter, dan jangkauan operasional 3.600 mil laut-- dijagokan menjadi basis pengembangan kapal-kapal perang buatan Indonesia yang lebih besar.

Radar cukup canggih, ARPA 96 mil laut, dan sistem navigasi yang mumpuni sangat pas untuk keperluan operasi mencari MH370 kali ini, bersama puluhan kapal perang lain dari delapan negara, yaitu Indonesia, Amerika Serikat, Filipina, Viet Nahm, Thailand, Malaysia, Australia, dan China.

Sedangkan KRI Matacora-823 juga berdimensi sama dengan KRI Krait-827 namun seluruh bodinya dibuat dari serat kaca, sebagai bagian dari penguasaan teknologi perkapalan nasional; juga rancangan Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan TNI-AL bekerja sama dengan galangan kapal swasta nasional.

Oleh TNI-AL, KRI Matacora-823 dimasukkan ke dalam kelas Viper untuk kapal patroli cepat 40 meter, bersama KRI Piton-820, KRI Weling-822, dan KRI Tedung Selar-824.

Hal serupa terjadi pada KRI Tarehu-829, yang dimasukkan ke dalam kelas Cobra kapal cepat patroli 40 meter berbodi serat kaca dengan plastik diperkuat. Sama-sama dibuat di PT BES di Mentigi, Batam, kapal kelas ini kelanjutan dari kapal cepat patroli 40 meter kelas Clurit.

KRI Siribua-859 merupakan kapal perang bekas Angkatan Laut Australia yang diluncurkan pada 1986. Dia masuk ke dalam kelas kapal patroli serang dengan kemampuan perang anti permukaan laut. Kapal perang ini berdimensi kecil saja (32,76 meterx6,2 meter, dan bagian terendam air 1,9 meter), dan kecepatan jelajahnya 21 knot perjam pada bobot 150 ton.

Dia sangat gesit bermanuver di perairan dangkal dan sela-sela pulau kecil, sangat efektif untuk menghalau perompak di perairan tersembunyi, dengan meriam utama Bofors 40 milimeter, senapan mesin 7,62 milimeter, dan sistem pertahanan udara pasif plus beberapa torpedo ringan untuk pertempuran bawah pemukaan laut.

Dalam nomenklatur kapal perang Angkatan Laut Australia, dia dimasukkan ke dalam kelas Attack (di antaranya HMAS Bombard P99), yang dibangun pada 1968 dan diserahkan kepada TNI-AL pada 1983 dan diremajakan pada 2000-an. Oleh Australia, perairan Kalimantan bagian Malaysia dan Papua Niujini sangat akrab dengan kelas Attack ini.

TNI-AL memiliki jajaran kapal perang ringan ini, yaitu KRI Sibarau-847, KRI Siliman-848, KRI Sigalu-857, KRI Silea-858, KRI Siribua-859, KRI Waigeo-961, dan KRI Siada-862.

Sumber : KLIK DISINI