Jumat, 10 Februari 2012

Soal Pesawat Tanpa Awak Israel, TNI Tak Persoalkan Negara Produsen

KARIM SAHIB / AFP
Pesawat tanpa awak produksi Israel.

Jurnas.com | RENCANA pengadaan pesawat intai tanpa awak belum final. "Semua masih berproses di Kementerian Pertahanan,” kata Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, di Depok, Jawa Barat, Selasa (7/2). TNI sebagai pengguna tidak mempermasalahkan dari negara mana alat utama sistem senjata yang akan digunakan itu diadakan. “Bila sesuai spesifikasi teknik dan kebutuhan operasi yang dibutuhkan maka semuaclear... tidak masalah," ujar Panglima TNI.

Semua pengadaan alat utama sistem senjata dilakukan sesuai kerangka kekuatan pokok minimum yang telah ditetapkan.

Rencananya TNI akan membangun satu skadron pesawat intai tanpa awak (UAV). Pada 2006, digelar tender pembelian empat UAV untuk Badan Intelijen Strategis (Bais) yang akhirnya dimenangkan Searcher Mk II melalui perusahaan Filipina, Kital Philippine Corp. Searcher Mk II produk buatan Israel.

Mengutip United Press International (UPI), pembelian UAV yang satu unit seharga US$6 juta itu, Indonesia menggandeng Bank Leumi dari Inggris dan Bank Union dari Filipina sebagai penyandang dana untuk kredit ekspor.

Indonesia kali pertama memakai produk militer Israel dengan meminjam UAV Searcher Mk II milik Singapura untuk mencari lokasi sandera peneliti asing yang ditawan Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Mapenduma, Papua, 1996.

Kini, Malaysia telah mengoperasikan 15 unit UAV buatan Israel, Singapura 35 unit. Dalam pengujian tim Kementerian Pertahanan, UAV Searcher Mk II mengalahkan pesaingnya dari Irkut Rusia dan UAV Hermes buatan Elbit Israel yang diageni ELS Ventures, Belanda. 
 
sumber : JURNAS

PESAWAT RP820 MILIAR ITU MENAMPUNG HINGGA 50 PENUMPANG.

Pesawat Kepresidenan Boeing Business Jet 2 (Sekretariat Negara)

VIVAnews - Indonesia telah resmi membeli pesawat kepresidenan. Pesawat RI 1 berjenis Boeing Bussiness Jet 2 Green Aircraft akan tiba di tanah air pada Agustus 2013.

Pesawat kepresidenan ini dibeli dengan harga US$91,2 juta atau sekitar Rp820 miliar, dengan rincian: US$58,6 juta untuk badan pesawat, US$27 juta untuk interior kabin, US$4,5 juta untuk sistem keamanan, dan US$1,1 juta untuk biaya administrasi.

Dikutip dari Boeing.com, pesawat BBJ2 ini didisain untuk keperluan VIP. Yakni didisain dengan konfigurasi mewah dengan keberadaan kamar tidur utama, toilet yang dilengkapi dengan shower, ruang konferensi, ruang makan, dan ruang tamu.

Boeing BBJ2 ini memiliki panjang sekitar 39,5 meter, panjang sayap 35,8 meter, tinggi ekor 12,5 meter dan memiliki diameter 3,73 meter. Untuk interiornya, BBJ2 ini memiliki panjang 29,97 meter, dengan tinggi 2,16 meter dan lebar 3,53 meter.

Dengan daya tampung 39.539 liter bahan bakar, pesawat ini dapat terbang maksimal sejauh 10.334 kilometer. Namun jika pesawat berisi maksimal 50 orang, maka jarak tempuhnya mencapai 8.630 kilometer. Jarak tempuh itu bisa dilalui dengan kecepatan maksimal 871 kilometer per jam.
Enam Tangki
Sekretaris Kantor Sekretariat Negara, Lambock V. Nahattands, menyatakan saat ini pabrik Boeing tengah memasang enam tangki bahan bakar ke badan pesawat agar pesawat itu bisa terbang nonstop selama 10-12 jam. Pemasangan tangki dilakukan oleh PATS Aircraft System, dan dijadwalkan selesai pada April 2012.

Setelah pemasangan keenam tangki itu, lanjut Lambock, pekerjaan selanjutnya adalah memasang interior kabin dan sistem keamanan yang dilakukan oleh completion center. Untuk pemasangan kedua kelengkapan itu, saat ini proses lelang sedang berjalan, dan pemenangnya ditentukan akhir Februari 2012.

"Pekerjaan interior cabin dan security system akan dimulai Mei 2012 dan diperkirakan selesai Agustus 2013," kata Lambock. (ren)

Kamis, 09 Februari 2012

Parlemen Belanda Resmi Menolak Menjual Tank Leopard Ke Indonesia








JAKARTA - Parlemen Belanda telah bersikap dan memutuskan secara resmi melarang menjual tank Leopard pada Pemerintah RI. Bahkan, Parlemen Belanda mengancam memberikan sanksi pada pemerintahannya, jika tetap nekat menjual Tank Leopard ke TNI.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Komisi I DPR RI Tubagus Hasanuddin, atas hasil pertemuan anggota Parlemen Belanda dengan anggota Komisi I DPR pada pekan kemarin.

"Jadi, pada Minggu kemarin (5/2), salah satu anggota parlemen Belanda dari Partai Groenlink bernama Mariko Peters, datang dan melakukan pertemuan dengan Komisi I DPR," tegas Tubagus Hasanuddin di Gedung DPR, Selasa (7/2).

Menurut Hasanuddin, anggota Parlemen Belanda tersebut diterima oleh anggota Komisi I Helmy Fauzi. Intinya, dalam pertemuan tersebut, anggota Parlemen Belanda tersebut menyampaikan informasi bahwa Parlemen Belanda memutuskan, melarang penjualan Tank Leopard.

"Bahkan mereka mengancam pemerintahannya sendiri, jika sampai nekat menjual Tank Leopard itu ke Indonesia," tambahnya.

Menurut Hasanuddin, berdasarkan penjelasan yang disampaikan oleh anggota parlemen Belanda tersebut, salah satu alasan Parlemen Belanda tidak menyetujui penjualan tank Leopard ke RI adalah terkait pelanggaran HAM.


Tank Leopard AD Belanda (Foto: FLICKR.COM)

"Kalau itu alasannya, jelas kita juga membantahnya,soal praktek pelanggaran HAM itu. Karena Belanda juga telah melanggar HAM berat dengan menjajah rakyat dan bangsa Indonesia selama 3,5 abad. Itu riil dan fakta,"ujarnya.

Jadi,kata Hasanuddin, dengan penjelasan yang telah disampaikan oleh anggota Parlemen Belanda tersebut, tertutup sudah pintu pembelian Tank Leopard sebagaimana direncanakan Kemenhan selama ini.

"Cukup berat Belanda menjual Leopardnya ke RI. Jadi pemerintah sudah tidak perlu lagi banyak berharap dapat memiliki Tank Leopard dari Belanda. Karena Parlemen Belanda sudah mengeluarkan larangan penjualan Leopard ke RI. Makanya, saya juga setuju dengan sikap KASAD. 'Lu jual,gua beli. Lu tidak jual, gua tidak maksa'. Itu sudah pas sikap seperti itu, saya setuju," tegasnya.

Sumber : JURNAL PARLEMEN

Senin, 06 Februari 2012

JAKARTA-(IDB) :Tentara Nasional Indonesia (TNI), tengah melirik Tank T-90 buatan Russia, sebagai alternatif rencana pembelian alusita tank Lepopard, milik Belanda, yang mengundang kontroversi.

Namun, seperti apakah spesifikasi yang dimiliki si bongsor T-90? Berikut hasil penelusuran Tribunnews.com.
 Tank T-90 merupakan kendaraan tempur utama angkatan bersenjata Russia, hasil pabrikasi dari Uralvagonzavod, yang terletak di Nizhny Tagil, Rusia. T-90 merupakan modifiskasi ke tiga dari tank T-72, dimana T-90 diklaim merupakan kereta meriam paling modern di angkatan darat dan marinir Russia.

Mimiliki berat 46,5 ton, T-90 dioperasikan oleh tiga awak, dan mampu berlari dengan kecepatan maksimum 60 kilometer perjam, dengan daya jelajah 550 kilometer. T-90 memiliki pelindung yang merupakan campur
 an baja. danKontak-5 peledak-reaktif armor

T-90 dilengkapi dengan meriam berkaliber 125 milimeter 2A46M, dua senapan mesin, pengindra panas, termasuk pelindung ledak reaktif Kontakt-5, penanda tanda bahaya laser, pembangkit gelombang elektromagnetik EMT-7 untuk menghancurkan ranjau elektromagnetik dan pengacau rudal anti tank. T-90 juga dilengkapi dengan peralatan penangkal nuklir, senjata biologi dan kimia.

Sumber : TribunNews

MILITER CHINA PUJI KEHEBATAN KOPASSUS 14:02 IDB No comments

BANDUNG-(IDB) :Angkatan Bersenjata China (People`s Liberation Army/PLA) memuji kehebatan Komando Pasukan Angkatan Darat atau Kopassus yang terbukti berhasil melakukan setiap misinya dengan baik.

"Termasuk misi yang dilakukan saat pembebasan kapal di Somalia," kata Kepala Staf Komando Militer Jinan China Letjen Zhao Zongqi di Bandung, Senin.

Ia mengatakan, Kopassus merupakan salah satu pasukan elit terbaik di dunia baik dalam keberhasilan dalam Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Berbicara saat pembukaan Latihan Bersama Kopassus dengan PLA, Zongqi mengatakan, kehebatan Kopassus telah terbukti di beberapa operasi yang dijalankan termasuk dalam operasi di perairan Somalia.

"Tidak itu saja, Kopassus juga terbukti mampu menjalankan misi-misi perdamaian PBB tergabung dalam kontingen TNI," katanya, menambahkan.

Terkait itu, tambah Zongqi, dalam latihan bersama yang baru kali pertama diadakan, kedua pihak dapat saling mengisi dan memperkaya potensi, keunggulan yang dimiliki militer kedua pihak, khususnya pasukan khusus kedua negara.

"Bagaimana pun dengan latihan bersama itu, terutama dalam penanggulangan terorisme, segala macam ancaman dapat diantisipasi dan diatasi dengan lebih baik," katanya.

Latihan bersandikan "Sharp Knife 2011" dipusatkan di Pusat Pendidikan Kopassus Batujajar berlangsung 6 hingga 19 Juni 201.

Materi yang dilatihkan menembak tepat, tembak reaksi 1 sampai 4, serbuan rumah ban, teknik pertempuran jarak dekat (PJD), Method of Entry (MoE), teknik dan taktik pembebasan sandera dan penerjunan statik dan free fall serta studi kasus tentang terorisme.

Tujuan latihan bersama meningkatkan kemampuan serta ketrampilan antara anggota Kopassus dan PLA China dalam bidang taktik dan teknik operasi khusus.

Selain itu, meningkatkan kemampuan kedua belah pihak dalam mengantisipasi berkembangnya ancaman terorisme.

Sumber: Antara

PERTAHANAN UDARA BUTUH ALUTSISTA MODERN & PROFESIONALITAS PERSONIL

JAKARTA-(IDB) :  Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Imam Sufaat, mengatakan, keberhasilan tugas pertahanan udara membutuhkan alat utama sistem senjata (Alutsista) modern serta dikelola oleh personil yang profesional.

"Pengelolaan secara profesional dalam pengoperasian dan pemeliharaan peralatan, maupun mekanisme komando dan pengendalian, harus dilaksanakan secara cepat dan tepat," kata KSAU saat memberi arahan pada upacara peresmian beroperasinya satuan radar 245 di Saumlaki, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Maluku, Selasa.

Pada kesempatan tersebut, KSAU juga melantik Letkol Lek Supriadi sebagai Komandan Satuan Radar 245 Saumlaki.

Upacara tersebut dihadiri para pejabat di jajaran TNI AU serta Bupati Maluku Tenggara Barat beserta muspida.

KSAU menjelaskan, kesiapan operasional merupakan modal utama untuk mencapai keberhasilan pelaksanaan tugas, karena itu upaya mewujudkan kesiapan operasional harus selalu menjadi prioritas utama.

Tuntutan kesiapan operasional tersebut, menurut dia, tidak hanya pada kesiapan peralatan, tapi juga kesiapan personil seperti fisik, mental, serta pemahaman tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Pada kesempatan tersebut, KSAU meminta kepada para personil yang bertugas di satuan radar 245 Saumlaki agar menjalankan tugasnya secara profesional dan selalu sigap.

"Satuan radar memiliki fungsi sangat vital pada organisasi perang guna menjaga kedaulatan negara. Radar adalah mata yang tidak boleh tidur dan sangat berbahaya jika tidak mampu menjalankan tugasnya secara maksimal," katanya.

Hal tersebut jika tidak diwaspadai dan diantisipasi secara sungguh-sungguh, kata dia, akan berpengaruh terhadap kemampuan dan tingkat kesiapsiagaan operasionalnya.

KSAU menambahkan, pembangunan satuan radar 245 Saumlaki ini merupakan wujud dari program strategis untuk mengcover situasi dan kondisi serta kerawanan wilayah udara bagian timur Indonesia terhadap pelanggaran udara.

"Karena itu dibutuhkan, personil yang memiliki disiplin, dedikasi, motivasi, serta integritas dalam mengawaki alat utama sistem senjata radar," katanya.

Sumber : Investor

6 PRIORITAS PROGRAM KERJA 2012 TNI AD

JAKARTA-(IDB) :Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo menggelar rapat dengan pimpinan TNI AD di Markas Besar TNI Angkat Darat (MabesAD), di Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (25/1).

Rapat yang dihadiri pejabat utama di lingkungan TNI Angkatan Darat itu, mengusung tema 'Dengan Komitmen dan Konsistensi yang Tinggi, TNI Angkatan Darat Bertekad Melanjutkan Reformasi dan Birokrasi dan Pembangunan Kekuatan Pokok Minimun (MEF)'.

Rapat pimpinan ini akan membahas enam prioritas program kerja TNI Angkatan Darat 2012.

Dijelaskan Jendral Prmono Edhie keenam program prioritas tersebut, pertama di Bidang Intelijen, yakni tercapainya tingkat kesiapan kemampuan penyelidikan, pengamanan dan penggalangan dalam rangka mendukung tugas pokok TNI Angkatan Darat.

Kemudian, bidang operasi dan latihan. Diharapkan tercapainya kesiapan dan kemampuan TNI AD guna melaksanakan tugas operasi baik di dalam maupun luar negeri, serta didukung penguasaan teknik dan taktik militer baik per orangan maupun satuan, agar terwujudnya kemahiran dan keterampilan prjurit.

Ketiga, kata Jendral Pramono Edhie, di bidang personel, tertatanya kekuatan personol untuk memenuhi kebutuhan personel guna mewujudkan kekuatan personel yang ideal sejalan dengan Minimum Essetial Force (MEF).

Selajutnya, yang menjadi program prioritas adalah di bidang logistik dengan terpeliharanya seluruh Alut dan Alutsista yang masih layak dipertahankan serta pengadaan baru yang mengutamakan produksi dalam negeri.

Kemudian di bidang tertorial, yakni tersinkronisasinya penyusunan RTRW pertahan darat dengan pemda serta terpadunya program teritorial guna mewujudkan keselarasan pembangunan aspek kesejahteraan dan pertahanan.

Terakhir, lanjut Jendral Pramono, tercapainya upaya penilaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

"Dengan Rapim TNI Angkatan Darat 2012 ini, diharapkan pelaksanaan program kerja dan anggaran TNI Angkatan Darat 2012 tercapai sasaran dan keberhasilan sesuai arahan kebijakan TNI AD 2012," kata Jendral Pramono.

Jurnas

KSAD: TNI AD AKAN TINGKATKAN KEMAMPUAN INTELIJEN

JAKARTA-(IDB) :Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo mengatakan TNI AD akan meningkatkan kemampuan intelijennya guna mengantisipasi ancaman terorisme.

"Kita berkeinginan meningkatkan kemampuan satuan intelijen dalam rangka pemantauan, khususnya terorisme di daerah," kata Pramono Edhie di sela Rapat Pimpinan TNI Angkatan Darat Tahun 2012, di Jakarta, Rabu.

KSAD mengatakan rencana peningkatan kemampuan personel TNI AD itu juga meliputi komando kewilayahan yang dimulai dari tingkat babinsa hingga Komando Daerah Militer (Kodam).

"Akan ada latihan khusus tingkat brigade, yang diikuti tiga batalyon beserta satuan pendukung dan latihan antar kecabangan Angkatan Darat," kata Pramono Edhie.

Terkait potensi ancaman yang seringkali muncul di wilayah perbatasan Indonesia, Pramono Edhie mengatakan penggelaran operasi satuan Angkatan Darat sudah menjangkau berbagai titik rawan perbatasan.

"Kalau di Papua kita ada empat batalyon, Kalimantan dua batalyon, juga satu batalyon masing-masing dekat perbatasan Timor Leste dan wilayah rawan konflik di Ambon," katanya lagi.

Menurut Pramono Edhie semua itu dilakukan dalam rangka menjaga kedaulatan sambil meningkatkan kewaspadaan semua rakyat Indonesia yang ada di perbatasan.

"Saya bisa pastikan nasionalisme rakyat yang tinggal di perbatasan itu sangat tinggi, kedaulatan tetap milik kita," kata Pramono Edhie.

"Kalau soal ancaman, pada prinsipnya kita masih berprinsip bahwa negara tetangga itu masih kawan, sehingga upaya penyelesaian konflik secara damai tetap diutamakan," tegasnya.

Wilayah komando TNI Angkatan Darat saat ini terbagi menjadi 19 Komando Deaerah Militer (Kodam) yang tersebar mulai wilayah paling Barat, Kodam Iskandar Muda, hingga Kodam XVII/Cendrawasih di Papua.

Sumber : Antara

TNI AD PERSIAPKAN PEMBANGUNAN YONKAV BARU DI KALTIM DENGAN ARSENAL UTAMA MBT LEOPARD 2

TANJUNG SELOR-(IDB) : Komandan Kodim 0903/Tanjung Selor Letnan Kolonel Inf Gema Repelita mendampingi Tim dari Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad) meninjau rencana pembangunan Batalyon Kaveleri TNI AD di Desa Gunung Sari, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kaltim. Kegiatan peninjauan tersebut berlangsung selama dua hari dari tanggal 17 hingga 18 Oktober 2011.
Tim dari Mabesad yang melaksanakan kunjungan adalah Kolonel Inf Suyatno Paban III/Binorg Sopsad, Letkol Czi Haryono Pabandya 2/Pangkalan Slogad, Mayor Kav Susanto Kabag Binmat Sdirlitbang Pussenkav dan Mayor Arm I Gusti Agung Putu S Pabanda Binorg Spaban III Sopsad.
Selain Dandim 0903/Tsr turut mendampingi Tim dari Mabesad tersebut Kasbrigif 24/BC Letkol Inf ST Agus Santoso. Direncanakan Yonkav Kodam VI/Mlw mulai dibangun tahun 2012 berdampingan dengan Mabrigif 24/BC dan direncanakan menggunakan ranpur tank Leopard 2 type Main Battle tank buatan Jerman dengan spesifikasi berat 62,3 ton, panjang 9,97 meter dan lebar 3,75 meter.

Sumber : KodamMulawarman

PAMERAN ALUTSISTA YANG BIKIN BANGGA DAN PANAS DINGIN NEGARA JIRAN

JAKARTA-(IDB) : Pameran alutsista produksi dalam negeri yang diselenggarakan secara terbatas di sela-sela rapim TNI 2012, membuat sedikit angin segar dan bangga serta secara otomatis mempertebal rasa nasionalisme yang tinggi, namun yang jelas akan membuat panas dingin dan tidak nyenyak tidur bagi negara jiran yang mengetahui berita ini. 

Dimana beberapa hari ini seluruh media cetak, televisi dan internet memberitakan perang opini antara pemerintah dan DPR dalam pengadaan tank kelas berat " Leopard 2A6 ", selamat menikmati....
 
 
 
  
  
  
  
 
  
  
  
   
   
  
 
  
  
  
 
 
  
   

    
 
  
  
 
 
 
  
  
  
 
   
  
  

 Sumber : Kaskus (12578572, 12616052,12578572 )