Sabtu, 29 September 2012

BANGUN PABRIK ISOTOP NUKLIR, BATAN TEKNOLOGI KUCURKAN RP. I,7 T

Jihad-Defence-Indonesia - JAKARTA : PT Batan Teknologi (Persero) berencana membangun pabrik yang memproduksi isotop nuklir di Amerika Serikat (AS). Pengadaan isotop tersebut, nantinya akan digunakan untuk keperluan kesehatan.

Menteri BUMN Dahlan Iskan mengungkapkan, pendanaan pabrik isotop nuklir yang akan dibangun PT Batan Teknologi dibiayai Eximbank. Dahlan menyebutkan Batantek memperoleh dana sebesar Rp1,7 triliun.

"Iya betul, itu (pembiayaan) dari Eximbank. Betul pendanaannya dari sana," ujar Dahlan Iskan, kala ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu(26/9/2012).

Dahlan menuturkan, meski Batantek memperoleh pendanaan dari Eximbank. Namun pihak AS juga memiliki investasi yang lebih besar. Menurut dia, kepemilikan pabrik isotop nuklir tersebut nantinya mayoritas dipegang oleh pihak AS. "Mereka mayoritas karena mereka investasi lebih besar, investasi kita Rp1,7 triliun," ujar Dahlan.

Hingga saat ini, Dahlan masih menunggu kabar dari Direktur Utama PT Batantek mengenai laporan ke pemegang saham AS. Selain itu, dia juga berkoordinasi dengan pemegang saham pihak Indonesia. "Nah, kalau nanti pemegang saham setuju baru lah direalisasikan," katanya.

Dahlan menjelaskan, produk yang dihasilkan pabrik reaktor nuklir isotop di Amerika akan berbentuk menyerupai cairan. cairan itu nantinya akan mampu mendeteksi penyakit seseorang. Dengan cara menyuntikan cairan radio isotop itu seperti dikatakan Dahlan, akan mampu mendeteksi penyakit seseorang. 

"Nanti itu seperti cairan, nanti akan bisa memdeteksi sakit apa dengan cara menyuntikan cairan itu, cairan itu namanya radio isotop, yang bisa mendeteksi penyakit," jelas dia

Cairan itu yang nantinya akan membedakan organ-organ tubuh, sehingga ketika cairan itu masuk maka akan kelihatan penyakitnya apa. "Lebih untuk mendeteksi," tambah dia.

Menurutnya, cairan ini akan menggantikan penggunaan citiscan, namun lebih praktirs karena hanya di suntikan. "Ini sangat aman, enggak berbahaya, ini sangat aman," tegas Dahlan.

Sebelumnya, Dahlan mengatakan bahwa Batan Teknologi punya peluang menjadi produsen radio isotop atau kedokteran nuklir terbesar di dunia. "Batan Teknologi ini peluangnya besar, negara lain enggak ada yang bisa buat kecuali Indonesia," katanya.

Dia menjelaskan, alasan Batan membangun pabriknya di sana, karena jika diproduksi di Indonesia tetap harus dibawa ke AS. Dalam perjalanan tersebut, dikhawatirkan radiasi isotop tersebut akan habis. "Kalau dikirim ke AS itu radiasinya hilang, satu-satunya cara mendirikan perusahaan di AS," jelasnya. 
Sumber : KLIK DISINI

Pameran Alutsista TNI AD 2012 di Monas



http://www.tniad.mil.id/images/stories/pameran%20alutsista.jpg

Jihad-Defence-Indonesia - Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke 67 Tentara Nasional Indonesia, TNI Angkatan Darat akan melaksanakan pameran Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) bertempat di Lapangan Monumen Nasional (Monas) yang akan berlangsung sejak tanggal 6 sampai 8 Oktober 2012 pukul 08.00 s.d 17.00.

Pada kegiatan pameran Alutsista tersebut, TNI Angkatan Darat akan menampilkan seluruh Alutsista yang dimiliki baik yang lama maupun Alutsista yang terbaru. Melalui pameran Alutsista TNI Angkatan Darat Tahun 2012 ini diharapkan dapat memberikan informasi yang cukup lengkap kepada masyarakat tentang Alutsista yang dimiliki TNI Angkatan Darat. Pameran ini juga sebagai bentuk realisasi dari pelaksanaan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan Negara yang dipertanggungjawabkan kepada TNI Angkatan Darat dalam pelaksanaan tugas.

Pelaksanaan pameran Alutsista TNI Angkatan Darat ini dibuka untuk umum, dan bagi masyarakat yang akan berkunjung tidak dipungut biaya (gratis).
Sumber : KLIK DISINI

Kisah Heroik Marsekal Muda (Purn) Teddy Rusdy


Teddy Rusdy
Jihad-Defence-Indonesia - SEBETULNYA saya ingin ketemu dengan Pak Teddy Rusdy sudah lama banget, dan beliau pernah diprofilkan di Majalah Angkasa. Saya penasaran dengan Pak Teddy karena kiprahnya dalam menjalankan operasi intelijen. Selain itu, beliau “tangan kanan” LB Moerdani. Pangkat terakhir Pak Teddy: Marsekal Muda.

Untuk memperkaya sosok Teddy Rusdy, saya pun mencari info di google. Di mesin pencari info ini ada data yang menyebutkan kalau istri Pak Teddy pernah sebagai pemilik “almarhum” Majalah Matra.

Memori saya pun teringat seorang fotografer yang pernah membantu di majalah tersebut. Mas Anto, kalau saya memanggilnya. Beberapa kali saya telepon ngak diangkat begitu pula SMS ngak dijawab.

Tapi pada 12 Maret 2010, ada jawaban pesan pendek (SMS) dari Mas Anto yang menyanggupi mempertemukan dengan Pak Teddy Rusdy. Waktu ketemuannya jam 5 sore di kantor Pak Teddy, Grha STR Jalan Ampera depan Kantor Medco.

Akhirnya Sore itu, saya sama mas Anto berangkat menuju jalan Ampera. Walaupun hujan, tidak menyurutkan untuk menemui Pak Teddy. Saat memasuki ruangan, security dengan ramah sudah menanyakan maksud kedatangannya.

“Mau ketemu Pak Teddy Rusdy”

“Lantai tiga mas, beliau pemilik grha ini”

“Makasih mas”

Saat berada di lantai tiga, kami bingung karena banyak ruangan, sambil memberanikan diri, saya memencet bel ruang 301. Tiba-tiba muncul perempuan yang menanyakan maksud kedatangannya.

“Mbak, mau ketemu Pak Teddy Rusdy”

“Silahkan duduk mas”

Saat memasuki ruangan kantornya terlihat lukisan dari beberapa pelukis terkenal. Dalam batinku, Pak Teddy ini penggemar seni. Sambil menunggu tamu yang menemuinya, saya terkagum-kagum dengan ruangannya karena desain antara tradisional dan modern.

Jam menunjukkan 17.00 tiba-tiba pria tua, berkacamata, berkumis muncul dari ruangan sebelah.

“Mana Achsin?”

“Saya Pak”

“Masuk ruangan dulu dik”

Pak Teddy ternyata orangnya sangat disiplin banget. Ternyata saya masuk ruangan rapat. Di dalam ruangan nampak foto pesawat pembom TU-16/KS buatan Uni Soviet tidak ketinggalan pula foto beliau bersama Pak Tri Sutrisno saat menunaikan ibadah haji.

Pak Teddy pun bercerita tentang sejarah intelijen Indonesia. Kata Beliau intelijen Indonesia tidak bisa dilepaskan dengan intelijen TNI. “Ini sejarah dik,” ungkapnya.

Kata Pak Teddy di era perjuangan kemerdekaan intelijen Indonesia banyak menggunakan orang tua atau anak sebagai kurir, biar tidak diketahui musuh.

Salah satu anak-anak yang disebutkan Pak Teddy adalah Pak Benny Moerdani. “Waktu Pak Benny berumur 13 sudah menjadi intel,“ ungkapnya. Mendengar penjelasan ini saya hanya geleng-geleng kepala.

Pak Teddy pun menjelaskan di white board seperti dosen yang mengajar di depan mahasiswa. Ia menerangkan terkait periodisasi pembentukan intelijen di Indonesia.

Sambil menikmati hangatnya kopi dan makanan kecil, suasana “perkuliahan” begitu cair.

Sambil menunjuk ke foto pesawat pembom, ia mengatakan orang yang pertama kali menerbangkan pesawat TU-16/KS. Kata Pak Teddy, pesawat ini mampu membawa rudal untuk serangan dari udara ke darat dan laut.

“Waktu itu, hanya dua negara di luar Uni Soviet yang memiliki pesawat ini yaitu Mesir di bawah Presiden Gamal Abdul Naser dan Pak Karno,” ungkapnya. Saat itu, pak Teddy berpangkat Letnan Udara II, usianya 25 tahun.

“Bukan bermaksud sombong dik, saya satu-satunya special operator pembom tempur karena memiliki keahlian elektronik, aviatik dan pengalaman navigasi”

Ia juga mampu melakukan navigasi dengan radio silent karena pada 1961 pernah mengikuti pendidikan astro navigation di Air Force Flying College India.

Di negerinya Mahatma Gandhi, ia belajar melakukan terbang cross-country sekitar 1500 mil tanpa peta. Selama belajar di India, ia punya pengalaman menarik, ketika kertas sketsa dan peta navigasinya di makan sapi.

“Di India, sapi juga doyan kertas, kalau di Indonesia manusia suka aspal,” katanya sambil tertawa. Guyonan dan sindiran-sindiran politik membuat suasana semakin ramai.

Menurut Teddy era 60-an merupakan masa keemasan TNI AU memiliki pesawat tempur MIG 17, MIG 19, MIG 21, pesawat Pembom II-28, Pesawat Angkut Strategis AN dan Pesawat pembom strategis TU 16-16/KS.

####

Bagaimana Pak Teddy bisa menjadi “tangan kanan” LB Moerdani? Kejadiannya saat ia mengikuti Sesko ABRI 1974 yang memberikan paparan terkait peristiwa Malari di hadapan LB Moerdani.

Ia memaparkan Peristiwa Malari karena terjadi puncak persaingan Letjend Ali Moertopo dan Jenderal Soemitro.

Letjend Ali Moertopo memandang gerakan berbahaya sedangkan Jenderal Soemitro melihat gerakan mahasiswa sebagai konsekuensi logis semakin terdidiknya masyarakat NKRI.

Dalam paparannya Teddy melihat situasi ini berbahaya bagi Presiden Soeharto karena mendapat dua jenis analisa yang berbeda.

Waktu itu, kata Teddy dalam ruangan hening dan tiba-tiba Pak Benny menyetujui analisanya.

Keesokan harinya, Teddy mendapat telepon KSAU Marsekal Mohammad Saleh Basarah untuk menghadapnya. Saat menghadap dengan Pak Saleh, Teddy diminta untuk membantu Pak Benny Moerdani dengan mendapat tugas di intelijen Hankam.

Pak Teddy Rusdy tidak membayangkan sejak itu, ia akan bersama-sama dengan Pak Benny selama 20 tahun karir militernya.

Tugas pertama Pak Teddy dengan pangkat Letkol sebagai kepala Biro militer pertahanan, enam bulan selanjutnya Pak Benny menetapkannya sebagai Kepala Biro Asia Pasifik.

Di saat sela, saya pun memberanikan bertanya operasi intelijen yang dilakukan Pak Teddy. “Operasi intelijen bisa dibuka setelah 30 tahun,” ungkapnya. OK Tidak apa-apa.

Pak Teddy pun menerawang, seolah-olah mengingat peristiwa masa lalu. “Saya pernah memasok persenjataan kelompok mujahidin Afghanistan,” kenangnya.

“Bagaimana ceritanya pak?”

Pada 1981, Teddy Rusdy mendampingi Pak Benny di Islamabad pertemuan rahasia dengan petinggi intelijen Pakistan yang membahas membantu logistik dan persenjataan Mujahidin Afghanistan.

Kata Teddy, saat itu, para mujahidin Afghanistan membutuhkan senjata yang sama dengan hasil rampasan yaitu buatan Uni Soviet. “Kebetulan senjata buatan Uni Soviet banyak di miliki ABRI saat Trikora dan Dwikora,” ungkap Teddy.

Dengan persetujuan Presiden Soeharto terkumpul senjata-senjata buatan Uni Soviet. Senjata ini dikumpulkan di gudang khusus milik staf Hankam dan Gudang Pangkalan Udara Halim Perdana Kusuma.

“Kita hapus nomor seri yang tertera dalam setiap senjata untuk mengaburkan asal sumber senjata tersebut,” sergah Teddy.

Semua senjata dimasukkan di dalam peti dan diberi tanda palang merah, dicampur dengan peti obat-obatan dan selimut.

Kata Teddy, operasi ini tidak melibatkan Atase Pertahanan RI di Pakistan yang waktu itu dijabat Kolonel Harjanto. “Ia tidak dilibatkan untuk menghindari kasus diplomatik apabila operasinya bocor.” Akhirnya operasi ini berjalan dengan mulus.

Pak Teddy juga yang mengirim dua putra terbaik bangsa dari Kopassus: Mayor Inf Luhut B Panjaitan dan Kapten Inf Prabowo Subianto untuk belajar anti teror di markas polisi khusus anti teror Jerman Barat GSG 9.

Menurut Teddy, dalam proses belajar di GSG9, Prabowo sudah dinyatakan DO karena terjatuh dan mengalami cedera saat latihan. Akhirnya Teddy melapor ke LB Moerdani.

Mendengar ini, Moerdani meminta Teddy melobi Commanding Officer GSG 9 Kolonel Ultrich Wagener karena Prabowo mantu seorang Presiden Soeharto.

Teddy pun menemui Ultrich untuk meminta pengertian agar Prabowo masih mengikuti pendidikan dan pelatihan terutama materi yang bersifat teori, karena putra Soemitro ini mahir berbahasa Jerman.

Itulah sekelumit obrolan saya dengan Pak Teddy Rusdy
Sumber : KLIK DISINI

Pangarmatim-Agus Pramono : Pimpin Investigasi Penyebab Kebakaran KRI Klewang


Kapal siluman, KRI Klewang 625 terbakar di dermaga Pangkalan TNI AL Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (28/9). Kebakaran KRI Klewang masih diselidiki penyebabnya. (Foto: ANTARA/HO/Seno S./ed/mes/12)

28 September 2012, 
Jihad-Defence-Indonesia - Surabaya: Panglima Armada TNI AL Kawasan Timur, Laksamada Madya TNI Agung Pramono, memimpin langsung investigasi kasus terbakarnya salah satu kapal perang teranyar yang dimiliki TNI AL, KRI Klewang 625. Begitu mendengar peristiwa itu, sore tadi, Panglima Agung segera meluncur langsung ke galangan kapal milik TNI AL itu di Ketapang, Banyuwangi. "Sore ini, Panglima langsung meluncur untuk melihat sendiri kebakaran kapal," kata Kepala Dinas Penerangan Armatim, Letnan Kolonel Laut Yayan Sugiana, kepada Tempo, Jumat, 28 September 2012.

Menurut Yayan, kebakaran yang menimpa KRI Klewang terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Untuk mengetahui secara pasti penyebab kebakaran itu, Armatim, bersama PT Lundin Industry Invest, saat ini membentuk tim investigasi untuk mengetahui secara pasti penyebab kebakaran tersebut.

Untuk mempercepat proses penyelidikan, Panglima Armatim, kata Yayan, akan bertolak ke banyuwangi dengan menggunakan kendaraan darat sehingga lebih cepat tiba dibanding jika mengendarai kendaraan laut.

Diketahui bahwa kapal seharga Rp 114 miliar ini baru saja selesai dikerjakan oleh PT Lindan dan diluncurkan pada 30 Agustus lalu. Kapal itu diklaim berteknologi tinggi dengan bahan dasar komposit karbon, sehingga tak terdeteksi radar.

TNI AL menyatakan KRI Klewang belum diserahterimakan kepada pihak TNI AL. Jadi, tanggung jawab atas kapal sepenuhnya masih di tangan PT Lundin Industry Invest sebagai produsen. Saat kejadian, kata Yayan, tak ada satu pun personel TNI AL yang berada di atas kapal tersebut.

Akan Diuji Coba Sebelum Terbakar

Menurut Direktur PT Lundin, Lizza Lundin, KRI Klewang sedianya akan menjalani uji coba di perairan Selat Bali. "TNI AL meminta (Jumat) hari ini kapal diuji coba," kata dia saat dihubungi Tempo, Jumat, 28 September 2012.

Untuk mempersiapkan uji coba, ada 70 karyawan PT Lundin Industry Invest di dalam kapal. Menurut salah satu karyawan PT Lundin yang ikut di dalam kapal, kebakaran itu didahului dengan padamnya listrik. Kemudian, muncul percikan api di tengah kapal.

Api menjalar dengan cepat. Semua karyawan langsung berhamburan dan tiga orang lainnya berusaha memadamkan api. Namun, karena api membesar, ketiga karyawan langsung melompat ke laut untuk menyelamatkan diri. "Satu orang dibawa ke rumah sakit karena kram," kata lelaki yang tidak mau menyebutkan nama ini. 

Korsleting Listrik Pemicu Kebakaran

Direktur PT Lundin Industry Invest, perusahaan pembuat KRI Klewang, Lizza Lundin, menduga terbakarnya KRI Klewang akibat korsleting listrik. "Korslet di darat," kata dia saat dihubungi Tempo, Jumat, 28 September 2012.

Namun Lizza enggan menjelaskan rinci penyebab pasti kebakaran itu. Dia hanya mengatakan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden itu. "Semua selamat," katanya.  Menurut Remon, saksi mata, api menjalar dari dalam kapal mulai pukul 15.00. Setelah itu, api cepat membesar dan membakar habis kapal yang baru dibeli TNI itu.


Dua mobil pemadam kebakaran yang dikirim ke galangan TNI AL tak mampu memadamkan api yang membakar KRI Klewang 625. Badan kapal buatan PT Lundin Industry Invest itu nyaris hancur dilalap jago merah.

Dua mobil pemadam kebakaran akhirnya berhenti menyemprotkan air karena tak mampu meredam api. Kerangka kapal pun nyaris tenggelam di perairan Selat Bali. Sempat terdengar ledakan dari dalam kapal. Personel TNI AL yang berjaga di lokasi pun meminta warga yang memadati lokasi menyingkir.
Sumber : KLIK DISINI

WAKIL KETUA KOMISI 1-AGUS GUMIWANG K: SEGERA LAKUKAN INVESTIGAS ATAS TERBAKARNYA KRI KLEWAMG-625

 
Jihad-Defence-Indonesia - Senayan | Insiden terbakarnya Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Klewang-625 yang terbakar di Pangkalan TNI Angkatan Laut Banyuwangi, Jawa Timur yang masih dalam tahap uji coba dan belum diserahterimakan kepada TNI AL pada Jumat (28/9) menimbulkan keprihatinan yang mendalam.

"Insiden yang memalukan," ujar Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi Golkar Agus Gumiwang Kartasasmita kepada Jurnalparlemen.com Jumat (28/9).

Untuk itu, Agus minta agar segera dilakukan pengusutan mendalam untuk mengungkap musibah tersebut. Bukan mustahil ada faktor kesengajaan terkait dengan persaingan usaha.

"Kapal baru buatan anak bangsa, sayangnya terbakar. Perlu diinvestigasi kemungkinan sabotase," katanya.

Menurut Agus, lantaran kapal pesanan TNI AL yang terbakar itu  belum diserahterimakan secara resmi, pihak PT Lundin Industry Invest mesti mengganti dari kapal yang terbakar tersebut. "Karena masih menjadi tanggungjawab pihak perusahaan, ya, harus membuat yang baru," Agus menambahkan.

KRI Klewang yang tergolong kapal perang canggih dengan keunggulan tidak terdeteksi oleh radar musuh merupakan hasil kolaborasi riset, desain, dan pengembangan antara North Sea Boats Pte Ltd atau PT Lundin Industry Invest bersama arsitek kapal LOMOCean dari Selandia Baru.
Sumber: KLIK DISINI

KASAU-IMAM SUFAAT: Bertekad Jadikan AURI Kekuatan Udara Terbaik

Jihad-Defence-Indonesia - Pekanbaru : Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Imam Sufaat bertekad terus memperkuat AURI untuk menjadi kekuatan terbaik di dunia atau "the First Class Air Force".

"Saya ingin secara bertahap AURI menjadi the first class air force," kata Marsekal Imam Sufaat saat peresmian pergantian nama Lapangan Udara (Lanud) Pekanbaru menjadi Roesmin Noerjadin, di Pekanbaru, Jumat (28/9).

Untuk mencapai cita-cita tersebut, KASAU mengatakan, awal 2014 AURI akan menambah 24 pesawat F-16, dan 16 pesawat di antaranya akan ditempatkan di Lanud Roesmin Norjadin.

Dengan begitu, ia berharap Lanud Roesmin Noerjadin akan mempunyai dua skadron tempur yang dipimpin perwira bintang satu.


"Maka, statusnya pun akan berubah menjadi Lanud Kelas A,".

Selain itu, ia mengatakan AURI kini juga bekerja sama dengan Korea Selatan dalam membuat pesawat tempur generasi 4,5. Pesawat itu diakui KSAU merupakan peranti tempur di atas generasi Sukhoi produk Rusia.

Kemudian, pada tahun 2022 KSAU mengatakan AURI akan mempunyai 50 pesawat jenis tersebut.

KSAU menilai penempatan 16 pesawat F-16 di Pekanbaru pada 2014 sangat strategis. Pasalnya lokasi Pekanbaru strategis sebagai benteng pertahanan, dan jaraknya cukup dekat dengan negara tetangga Malaysia ataupun Singapura.

"Angkatan Udara harus kuat untuk menjamin harga diri bangsa di udara NKRI," katanya.

Untukitu KSAU berharap, pergantian nama Lanud Pekanbaru menjadi Lanud Roesmin Noerjadin menjadi momentum baru yang bisa memberikan semangat untuk meningkatkan kapasitas AURI di Pekanbaru.

Menurut KSAU, penggantian nama adalah langkah yang diambil untuk meneladani dan menghormati jasa Roesdin. Pria kelahiran Malang pada 31 Mei 1930 itu merupakan salah seorang penerbang jet tempur pertama di Indonesia.

Pada masa Roesmin, AURI berubah menjadi angkatan yang berwibawa dan disegani di Asia, sebelum akhirnya "dikebiri" oleh rezim Orde Baru karena dituding terlibat G30S/PKI.

"Beliau adalah sosok yang patut diteladani generasi selanjutnya dalam mengharumkan nama bangsa," kata KSAU lagi.
Sumber : KLIK DISINI

PT Lundin Siap Produksi Lagi KRI KLEWANG-625


Jihad-Defence-Indonesia - Banyuwangi | PT Lundin Industry Invest, produsen KRI Klewang, siap memproduksi lagi kapal serupa sebagai pengganti kapal milik TNI Angkatan Laut yang terbakar pada Jumat (28/9/2012) di Selat Bali.

Direktur Utama PT Lundin Industry Invest Lizza Lundin, didampingi suaminya, John Lundin, mengemukakan, meskipun kapal terbakar habis, tidak akan menghentikan produksi kapal serupa. "Jika dulu butuh lima tahun untuk riset hingga bentuk hampir sempurna, sekarang kemungkinan lebih cepat lagi karena kami tinggal meneruskan dan memperbaiki apa yang kurang," kata Lizza, Sabtu (29/9).


Lizza mengakui, saat pertama kali mendengar kabar itu, keluarga dan krunya sangat terpukul. Beberapa bahkan pingsan dan menangis sepanjang hari. Akan tetapi, pada Sabtu pagi, para kru dan keluarga Lundin menyatakan siap bangkit.
 

John Lundin menambahkan, hal yang terpenting dalam peristiwa itu adalah keselamatan semua kru mereka. "Kapal akan kami buat lagi, tetapi nyawa tak bisa terganti," katanya. Pada peluncuran KRI Klewang, 31 Agustus 2012, kapal ini diklaim sebagai kapal tercanggih yang akan dimiliki TNI AL. Kapal senilai Rp 114 miliar itu merupakan kapal cepat rudal yang tak terdeteksi radar.
Sumber : KLIK DISINI

ALUTSISTA MODERN TNI-AL DI PAMERKAN DI PUNCAK PERINGATAN HARI TNI

Jihad-Defence-Indonesia - JAKARTA : TNI Angkatan Laut akan mepamerkan alat utama sistem senjata (alutsista) modern pada peringatan HUT ke-67 TNI pada 5 Oktober 2012 mendatang. Alutsista modern tersebut, diantaranya 7 unit Tank Amfibi BMP-3F, 4 unit Kendaraan Tempur Amfibi LVT-7, serta 2 unit Roket Multi Laras 70 RAD.

Hal diungkapkan Asisten Operasi Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Asops KSAL), Laksamana Muda TNI Didit Herdiawan, saat meresmikan dan memberangkatkan kontingen TNI AL yang akan terlibat pada kegiatan HUT Ke-67 TNI, di Bumi Marinir, Cilandak Jakarta, Jumat (28/9).

Menurut Didit, TNI AL mengirim pasukan dan peralatan tempurnya ditengah-tengah modernisasi Alutsista serta untuk menunjukkan aksi dan kekuatan tempur matra laut pada masyarakat Indonesia, dalam rangkaian upacara dan defile pada perayaan HUT Ke-67 TNI yang akan diperingati pada 5 Oktober mendatang. Selain itu sebanyak 2664 personel TNI ALyang ikut serta dalam kegiatan tersebut.

"Saya berharap kepada seluruh kontingen TNI AL yang berpartisipasi pada upacara dan defile HUT Ke-67 TNI, dapat menunjukkan profesionalisme dan performa terbaik, sehingga membawa nama baik dan kebanggaan kepada seluruh kesatuan TNI AL", tandasnya.

Dari 2664 personel tersebut terdiri dari 1 Brigade Upacara TNI AL, 1 Kompi Perwira Menengah, 1 Kompi Perwira Pertama, 1 Kompi Korps Wanita Angkatan Laut, 1 Kompi Polisi Militer, 1 Kompi Pegawai Negeri Sipil, 1 Kompi Komponen Cadangan, tidak ketinggalan sebanyak 550 prajurit dari Korps Marinir TNI AL yang akan melaksanakan demo Kolone Senapan, serta 2 orang peterjun Free Fall pembawa Banner yang bertuliskan semboyan TNI AL Jalasveva Jaya Mahe.
Sumber : KLIK DISINI

Pesawat Yang Jatuh di Bandung Air Show 2012 Buatan Swis

Kepulan Asap pesawat yang jatuh di Bandung
Jihad-Defence-Indonesia - Pesawat jenis AS 202 Bravo Reg. LM 2003 (bukan Cesna seperti yang diberitakan sebelumnya) yang jatuh dalam atraksi Bandung Air Show hari ini, Sabtu, 29 September 2012 itu merupakan pabrikan dari Swiss. Pesawat berbahan dasar baja ini memiliki tiga roda untuk mendarat.

"Pesawat ini memang banyak dimiliki beberapa angkatan udara di dunia," ujar Danlanud Husein Sastranegara Kolonel Penerbangan Umar Sugeng Haryono.


Menurutnya saat ini pesawat ini banyak digunakan Federasi Aero Sport Indonesia (FASI). Dua korban yaitu Marsekal Muda (Purn) Noorman T Lubis selaku pilot dan Letkol (Purn) Toni Hartono selaku copilot juga merupakan anggota FASI Jawa Barat.

Seperti diketahui kecelakaan pesawat terjadi saat atraksi Bandung Air Show. Pesawat itu hanya lima menit mengudara. Umar yang juga menjadi Ketua Pelaksana Bandung Air Show ini menjelaskan pesawat itu take off pada 11.37 WIB, dan terbang selama lima menit. Pesawat itu melakukan atraksi standar, dan pada pukul 11.40 terjadi insiden pesawat jatuh di sekitar Dislitbang TNI AU. Saat jatuh, pesawat menabrak papan nama bertuliskan Persatuan Istri TNI AU. Jenazahnya korban kini dibawa ke RS Hasan Sadikin Bandung diotopsi. 

Terkait hal ini Umar menyatakan kegiatan ini akan dievaluasi hari ini, terutama bagian atraksi pesawat. Bandung Air Show 2012 sendiri digelar sejak 27 Septermber dan berakhir pada Minggu, 30 September 2012. Even tahunan yang berlokasi di Pangkalan TNI AU Husein Sastranegara itu digelar untuk menyambut hari jadi Kota Bandung. Pada 2010, kecelakaan serupa juga terjadi di even tersebut.
Sumber : KLIK DISINI

Jumat, 28 September 2012

Pangkolinlamil Selaku Pangkogasgabratmin Paparkan Konsep Umum Operasi


Jihad-Defence-Indonesia - Jakarta : Panglima Komando Lintas Laut Militer (Pangkolinlamil) Laksamana Muda TNI S.M. Darojatim Selaku Pangkogasgabratmin dalam Latihan Armada Jaya XXXI/2012 di hari ke empat memaparkan Konsep Umum Operasi Pendaratan Administrasi bertempat di gedung Amphiteater, Pusoyu, Bumi Cipulir Seskoal, Jakarta Selatan, Kamis. (27/9).

Dalam kegiatan yang dipimpin langsung oleh Komadan Seskoal Laksamana Muda TNI Arief Rudianto, S.E., selaku Panglima Komando Gabungan (Pangkogab) pada Gladi Posko Latihan Armada Jaya XXXI/2012 selain paparan dari Pangkogasgabratmin, juga disampaikan paparan tentang Konsep Umum Operasi (KUO) dari Pangkogasgabla, Pangkogasgabfib, Danpasrat, dan Pangkogasgabhantai.
 

Penyampaian Paparan dari Pangkogasgabratmin tentang Konsep Umum Operasi Pendaratan Administrasi ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran mengenai tugas pokok Kogasgabratmin sebagai pelaku dalam Latihan Armada Jaya/2012 untuk disampaikan kepada komando atas. Lebih lanjut disampaikan materi dan tugas pokok Kogasgabratmin serta kekuatan armada angkut personel dan material yang akan diikutsertakan dalam kegiatan ini demi melaksanakan keberhasilan dalam tugas operasi.
 

Adapun kekuatan yang dilibatkan pada Kogasgabratmin ini diantaranya adalah TNI AD 1 Brigade tim pertempuran dari Batalyon Infanteri (Yonif) 509, Yonif 514, Yonif 515, Satuan Bantu Tempur (Satbanpur) Brigade Infanteri (Brigif) 9 Kostrad, Satuan Bantu Administrasi (Satbanmin) Brigif 9 Kostrad.
 

Sedangkan unsur perkuatan dari TNI AL antara lain dikerahkan 5 unit KRI tipe Angkut Tank (AT), 1 KRI tipe Bantu Angkut Personel (BAP), 2 KRI kelas Frosch tipe Angkut Tank Frosch (ATF), 1 BCM, 4 PKR, 4 PK, 1 PR, serta 1 Heli jenis BO. Dan dari unsur perkuatan dari TNI AU dikerahkan Koopsau I dan II, serta dari Kosekhanudnas I,II,II,dan IV. Hadir pada kegiatan tersebut Pangarmabar Laksda TNI Sadiman, S.E., selaku Pangkogasgabfib, serta seluruh pejabat yang terlibat dalam Latihan Armada Jaya XXXI/2012. 
Sumber : KLIK DISINI

SEKJEN KEMHAN RI-ERIS H : PERTUMBUHAN INDUSTRI PERTAHANAN HEBAT, NEGARA PASTI KUAT

Jihad-Defence-Inddonesia - JAKARTA : Industri Pertahanan sebagai salah satu unsur pendukung pertahanan negara, diharapkan dapat mendukung pengadaan alutsista dalam upaya mewujudkan kemandirian pemenuhan kebutuhan sarana pertahanan, sehingga memberikan daya tangkal dan kekuatan pertahanan yang handal. Selain itu pertumbuhan dan perkembangan Industri Nasional (termasuk di dalamnya Industri Pertahanan) erat kaitannya dengan kondisi perekonomian suatu negara. Jika laju perekonomian meningkat, maka akan dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan Industri Nasional demikian juga sebaliknya. Demikian harapan Sekretaris Jenderal Kemhan MarsdyaTNI Eris Herryanto, S.Ip., M.A, dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Direktur Teknologi Industri Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan (Dirtekind Ditjen Pothan) Kemhan Brigjen TNI Sukimin, S.Ip., M.M., dalam forum Bakohumas yang berlangsung selama sehari di kantor Kemhan Jakarta, Rabu (26/9). 

Lebih lanjut dikatakan Sekjen Kemhan bahwa kemampuan pertahanan negara akan sangat ditentukan oleh kemampuan industri pertahanannya sebagai bagian dari industri nasional. Sebagai komponen pendukung, industri pertahanan nasional harus mampu memenuhi spesifikasi teknis sesuai kebutuhan TNI sebagai pengguna termasuk faktor pemeliharaannya.

Untuk mendukung terwujudnya Industri Pertahanan yang berkemampuan maju, mandiri dan berdaya saing, dibutuhkan kebijakan tentang pemberdayaan seluruh Industri Nasional yang ada. Pemberdayaan Industri Pertahanan tersebut memerlukan adanya tekad dan keterpaduan upaya dari semua stake holder serta didukung oleh kebijakan pemerintah dalam pemberdayaan segenap potensi sumber daya nasional termasuk perangkat regulasinya dalam bentuk peraturan perundang-undangan tentang Industri Strategis Pertahanan. Keberadaan undang-undang ini diperlukan agar dapat menyinergikan peraturan perundang-undangan lain terkait dengan Industri Pertahanan Nasional, serta optimalisasi upaya negara dalam mengelola Industri Pertahanan.

Untuk itu Sekjen Kemhan berharap Forum Komunikasi Kehumasan (Bakohumas) untuk dapat lebih meningkatkan komunikasi antar organisasi humas serta menjadikan media yang ada di lingkungannya untuk dapat diberdayakan guna memperlancar penyebarannya kepada masyarakat luas. Ke depan permasalahan pertahanan negara menjadi sangat kompleks, sehingga diharapkan tidak hanya bertumpu pada kementerian yang menangani pertahanan saja, melainkan juga menjadi tanggung jawab seluruh kementerian atau instansi terkait, baik Lembaga Pemerintah maupun Lembaga Non Pemerintah, sesuai dengan lingkup tugas masing-masing.

Melalui forum ini Sekjen Kemhan menyampaikan harapannya agar komunitas kehumasan dapat membantu lembaga Legislatif, Eksekutif, Yudikatif serta lembaga masing-masing dalam menjalankan tugas dan fungsinya sehingga masyarakat akan semakin mengerti tentang nafas dan urgensinya RUU Industri Pertahanan tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pelaksana Bakohumas yang diwakili Ses Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemkominfo Drs. Ismail Cawidu, M.Si menyampaikan mengenai Pengamanan Informasi dan Misi Diplomasi di Era Keterbukaan Informasi. Terkait masalah pertahanan dan keamanan, Ses Dirjen Informasi dan Kompublik Kemkominfo menyatakan bahwa kemajuan teknologi informasi dapat mengakibatkan tantangan di bidang pertahanan dan keamanan. Untuk itu diperlukan sinergitas antar kementerian atau lembaga pemerintah dan lembaga non pemerintah dalam menghadapi tantangan tersebut.

Tantangan di bidang kemajuan teknologi merupakan tantangan yang luar biasa dan memerlukan kebersamaan antar instansi pemerintahan. “Oleh sebab itu, fahami betul konten yang terdapat dalam RUU Industri Pertahanan. Jika kita tidak memahami konten RUU tersebut maka kita tidak dapat mendukung RUU Industri Pertahanan. Untuk itu perlu adanya obligation to tell diantara peserta Bakohumas, ” tegas Ses Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemkominfo.

Forum Bakohumas yang merupakan wadah dan sharing informasi diantara sesama lembaga pemerintah dan non pemerintah kali ini mengangkat tema, “Melalui Forum Kehumasan Kita Tingkatkan Wawasan dan Pemahaman Seluruh Masyarakat terhadap Urgensi RUU Industri Pertahanan”. Hadir sebagai pembicara dalam Forum Bakohumas  Direktur Hukum Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan (Dirkum Ditjen Strahan) Kemhan M. Fachrueddin, M.H., M.M dan Dirtekind Ditjen Pothan Kemhan Brigjen TNI Sukimin, S.Ip., M.Si dengan moderator Kepala Bidang Kerjasama Informasi Puskom Publik Kemhan Kolonel Laut Ir. Paruntungan Girsang, M.A.
Sumber : KLIK DISINI

BOM UDARA DENGAN REMOTE CONTROL DARI TEXTRON

Jihad-Defence-Indonesia - Textron Defense Systems kini memiliki pesawat terbang baru yang dirancang untuk meledak ketika berada di posisi musuh. The compact BattleHawk Squad Level Loitering Munition, sebut saja namanyaBattleHawk , dipersenjatai dengan muatan tinggi fragmentasi 40mm. Memiliki kamera video di moncongnya, sehingga infanteri dapat mengendalikan pesawat ini dari tempat tersembunyi untuk menyerang musuh yang tersembunyi pula.

Battlehawk
Bom UAV Textron "BattleHawk"

BattleHawk memiliki berat sekitar lima pound . Diluncurkan dengan cara dimasukkan ke dalam sebuah tabung khusus. Pegas akan mendorong pesawat ini ke udara dan motor listrik menggerakkan baling-baling kecil di bagian belakang. "Once it s launched, it s armed," Mick Guthals, direktur dari Business Strategy & Capture di Textron, ketika menampilkan BattleHawk pada konferensi tahunan Asosiasi Angkatan Udara di Washington DC, 17-19 September. Menggunakan remote kontrol kecil, pasukan darat bisa menerbangkan BattleHawk dengan kecepatan hingga 60 mil per jam selama kurang lebih 30 menit. BattleHawk dirancang untuk menyerang musuh yang tersembunyi dan kendaraan-kendaraan kamuflase, kata petinggi Textron tersebut. Sejauh ini, BattleHawk telah menjadi proyek rumahan di Textron dan tampaknya komando unit khusus AS menaruh minat besar pada pesawat ini. Textron berharap dapat segera memasarkannya ke unit infanteri Angkatan Darat AS. Petinggi Textron belum berbicara mengenai harga BattleHawk ini, tetapi hanya mengatakan bahwa "jelas butuh biaya yang lebih dibandingkan dengan sebuah drone tak berawak dalam ukuran yang sama."
Sumber Bacaan : KLIK DISINI

Tak Ada Pesawat Tempur di Kapal Induk China

AP Photo/Xinhua/Li Tang
Kapal induk pertama milik China menjalani uji pelayaran di laut lepas, Mei 2012. Kapal induk, yang diberi nama Liaoning itu, resmi dioperasikan Angkatan Laut China, Selasa (25/9), dalam upacara resmi di Pelabuhan Dalian, China utara. Pengoperasian kapal induk itu menunjukkan ambisi China yang ingin menjadi kekuatan angkatan laut utama di Asia. 
 
Jihad-Defence-Indonesia- BEIJING | China telah secara resmi mengoperasikan kapal induk pertamanya. Langkah itu dengan seketika memberi sinyal tentang pertumbuhan militer China di tengah ketegangan yang meningkat antara Beijing dan negara-negara tetangga soal sengketa pulau-pulau di laut di dekat wilayah negara itu.

Sejumlah pejabat China mengatakan kapak induk tersebut, sebuah kapal rongsokan yang dibeli dari Ukraina tahun 1998 dan diperbaharui China, akan melindungi kedaulatan nasional. Isu kedaulatan telah menjadi kata kunci dalam sengketa China dengan Jepang terkait kepemilikan pulau-pulau di Laut China Timur.

Namun, walau ada nada kebanggaan pada peluncuran kapal itu Selasa (25/9) lalu, yang dihadiri Presiden Hu Jintao dan Perdana Menteri Wen Jiabao, dan walau ada penilaian meriah dari para pakar militer China tentang pentingnya kapal induk tersebut, kapal itu pada tahap ini hanya akan digunakan untuk pelatihan dan uji coba. Kapal induk atau kapal pengangkut pesawat tempur (aircraft carrier) itu justru tidak ada pesawat di dalamnya. 

China, lapor harian New York Times (26/9), sejauh ini tidak punya pesawat yang mampu mendarat di kapal induk. Harian itu, yang mengutip sejumlah pakar militer China dan pakar militer lainnya, melaporkan bahwa saat ini pelatihan untuk pendaratan di kapal induk sedang dilakukan di darat. 

Meski demikian, penampilan kapal induk itu kepada publik di pelabuhan Dalian, di China timur laut, dimanfaatkan sebagai sebuah kesempatan untuk membangkitkan perasaan patriotik, yang mencapai puncaknya dalam 10 hari terakhir terkait sengketa teritori antara China dan Jepang atas pualau-pulau di Laut China Timur, yang disebut Senkaku oleh Jepang dan Diaoyu oleh China. Kapal induk itu akan "meningkatkan kekuatan operasional angkatan laut China secara keseluruhan" dan membantu China "untuk secara efektif melindungi kedaulatan, keamanan dan kepentingan pembangunan nasional," kata kementerian pertahanan negara itu dalam sebuah pernyataan.

Kongres Partai Komunis, yang menandai dimulainya transisi kepemimpinan sekali dalam satu dekade di negara itu, diperkirakan akan diselenggarakan bulan depan. Penampilan kapal itu kepada publik tampaknya menjadi bagian dari upaya untuk menjalin persatuan nasional menjelang acara tersebut.

Bagi dunia internasional, penampilan publik kapal induk itu tampaknya dimaksudkan untuk memberi sinyal ke negara-negara kecil di Laut China Selatan, termasuk Filipina yang adalah sekutu AS, bahwa China telah meningkatkan jumlah asetnya yang dapat dikerahkah, lapor New York Times. 

Para perencana militer AS, kata harian itu, telah mengecilkan arti penting kapal induk tersebut. Sejumlah pejabat angkatan laut AS bahkan mengatakan, mereka akan mendorong China untuk terus maju dengan membuat kapal induk sendiri dan sejumlah kapal untuk mendampingi kapal induk itu. Langkah itu, kata mereka, akan merupakan pemborosan uang.

"Kapal induk tidak bermanfaat bagi angkatan laut China,'' kata You Ji, seorang peneliti senior tamu di National University of Singapore. "Jika kapal itu digunakan untuk melawan Amerika, kapal tersebut tidak punya kemampuan bertahan hidup. Jika digunakan untuk melawan negara-negara tetangga China, itu sebuah pertandabullying."

Vietnam, tetangga China, mengoperasikan pesawat Rusia Su-30 yang berbasis di darat yang bisa menimbulkan ancaman bagi kapal induk, kata Profersor You. "Di Laut China Selatan, jika kapal induk itu dirusak Vietnam, itu sebuah kehilangan yang memalukan. Itu tidak sebanding," katanya.

Menurut Profesor You, pertanyaan tentang apakah China akan terus maju dengan membuat kapal induk sendiri sebagian besar tergantung pada apakah China mampu mengembangkan pesawat yang dapat mendarat di kapal induk. "Adalah proses yang sangat lama untuk membangun pesawat semacam itu," katanya.

Bertentangan dengan skeptisisme yang diungkapkan pakar militer di luar China, Li Jie, peneliti di Naval Research Chinese Institute, mengatakan kepada harian People's Dailyyang dikelola negara bahwa kapal induk itu akan mengubah pola pikir angkatan laut China dan membawa perubahan pada gaya operasional dan struktur angkat laut.

Walau militer China tidak mempublikasikan rincian pengeluaran militernya, para pakar militer asing mengatakan, angkatan laut negeri tirai bambu itu kurang mendapat sokongan dana jika dibandingkan dengan  angkatan darat atau angkatan udara.
Sumber : KLIK DISINI

DANBRIGIF-3 MAR LEPAS SATGAS PAM PUTER XIII

Jihad-Defence-Indonesia - LAMPUNG : Indonesia adalah negara kepulauan yang berbatasan dengan negara – negara tetangga serta memiliki sumber kekayaan alam yang melimpah. Hal ini berpotensi terjadi permasalahan diantaranya bidang pertahanan, hukum, ekonomi dan masalah yang menonjol akhir – akhir ini adalah sengketa batas wilayah, pencurian hasil alam, penyelundupan serta perompakan yang kesemuanya itu memerlukan pengamanan secara serius. Dari latar belakang itulah TNI, TNI AL khususnya Korps Marinir menggelar kekuatan untuk mengamankan pulau – pulau strategis terluar yang rawan konflik demi keutuhan NKRI.

Sebanyak 118 Prajurit Marinir dari Batalyon Infanteri – 9 Marinir yang tergabung dalam Satgasmar Pam pulau terluar XII dilepas oleh Komandan Brigif – 3 Marinir Kolonel Mar Hardimo dalam upacara resmi di Pelabuhan Pelindo Panjang Bandar Lampung pada hari Selasa tanggal 25 September 2012. Pasukan yang diberangkatkan dengan menggunakan KRI Teluk Manado dengan nomor Lambung 537 ini akan menempati empat pulau terluar di wilayah Indonesia bagian barat antara lain Pulau Rondo, Pulau Nipah, Pulau Berhala dan pulau sekatung dengan Komandan Satgas Kapten Marinir Roni Saputra. Sebelum berangkat ke daerah penugasan Prajurit – prajurit tersebut telah melaksanakan latihan pra satgas selama 1 minggu di Pantai Caligi Batumenyan Padang Cermin serta pembekalan tentang perkembangan situasi dan kondisi daerah penugasan.

Dalam amanatnya Danbrigif – 3 Mar mengatakan, “ pada dasarnya penugasan di pulau terluar yang akan dilaksanakan merupakan tugas yang sangat mulia bagi seorang prajurit sebagai komponen pertahanan negara yaitu merupakan tugas untuk menjaga keutuhan dan kedaulatan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan tugas untuk mempertahankan martabat bangsa dimana batas wilayah laut di daerah tersebut akhir – akhir ini semakin memanas dengan dipindahkannya beberapa patok sebagai tanda perbatasan diantara kedua negara yang menjadi konflik antara Indonesia dengan negara tetangga. Maka dari itu dibutuhkan prajurit – prajurit yang tangguh baik fisik dan mentalnya untuk menjaga daerah perbatasan tersebut.”

Dalam upacara tersebut turut hadir Danyonif – 7 Mar Letkol Mar Sunarko,S.sos, Danyonif – 9 Mar Letkol Mar I Dewa Gede Wirawan, dan Para perwira staf Brigif – 3 Mar serta tamu undangan yang lain.
Sumber : KLIK DISINI