Kamis, 28 Maret 2013

BERKAT PROYEK PESAWAT N250 CIPTAAN BJ HABIBIE, REPUBLIK INDONESIA PUNYA BANYAK AHLI PESAWAT



Jihad-Defence-Indonesia - Langkawi : Tidak dapat dipungkiri proyek pembuatan pesawat N250 yang dipimpin BJ Habibie banyak menciptakan para ahli-ahli pembuat pesawat nasional. Namun sebagian dari ahli-ahli tersebut saat ini bekerja di perusahaan milik asing.

"Proyek N250 itu sisi positifnya banyak menciptakan para ahli-ahli pembuat pesawat nasional," kata Vice President Sales & Marketing PT Dirgantara Indonesia (PT. DI)  Arie Wibowo kepada detikFinance di 12th Langkawi International Maritime & Exhibition 2013 (LIMA '13), Malaysia, Selasa (26/3/2013).

Kata Arie, apalagi proyek tersebut juga mendapat dukungan penuh negara, terutama dari sisi pendanaan. Karena itu banyak tercipta banyak ahli pesawat di dalam negeri. Ari menjadi salah satu ahli pesawat yang lahir dari proyek pesawat tersebut. "Makanya saya bangga dengan N250," katanya.

Namun karena proyek tersebut dihentikan, ahli-ahli pesawat terbang dari Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN- Sekarang PT. DI) saat ini terpencar di berbagai negara. Ada yang bekerja di Airbus, Boeing, ATR, Eurocopter, dan banyak lagi.

"Termasuk saya sendiri, dulu saya setelah IPTN tidak ada kepastian saya kerja di perusahaan pesawat asing di luar negeri banyak yang pindah, tapi banyak pula yang masih setia di PT DI. Dan ketika dipanggil kembali saya bersedia pulang, dan masih banyak ahli-ahli pesawat terbang kita di luar sana akan bersedia jika dipanggil kembali dan membangun industri pesawat terbang Indonesia menjadi jauh lebih besar lagi," tandasnya.


Sumber : KLIK DISINI

KOREA PUTUSKAN SAMBUNGAN MILITER DENGAN KOREA SELATAN


Latihan perang Korsel-AS (Foto: AP)
Latihan perang Korea Selatan-Amerika Serikat (Foto: AP)


Jihad-Defence-Indonesia - SEOUL : Ketegangan terus meningkat antara Korea Selatan (Korsel) dengan Korea Utara (Korut). Masalah kembali muncul setelah Korut memutuskan sambungan komunikasi khusus militer dari kedua negara.

"Kami memutuskan sambungan militer terakhir dengan Korsel, karena tidak perlu ada komunikasi antara kedua mengingat situasi saat ini. Perang mungkin saja pecah kapanpun," pernyataan pihak Militer Korut, kepada KCNA, yang dikutip Associated Press, Kamis (28/3/2013).

Sambungan khusus atau hotline tersebut menyediakan sambungan komunikasi antara kedua militer yang tidak memiliki hubungan diplomatik. Hingga saat ini, status Semenanjung Korea secara teknis masih dalam kondisi perang. Kedua negara terpisah lewat perbatasan yang dijaga ketat.

Tetapi selama beberapa dekade penggunaan sambungan komunikasi militer dimaksudkan untuk mengatur arus keluar masuk para manajer Korsel yang bekerja di kompleks industri gabungan di wilayah Kaesong, Korut.

Keputusan yang diambil oleh pihak Korut Rabu 27 Maret itu, merupakan bentuk ancaman yang dilakukan demi memprovokasi pemerintahan baru Korsel. Korut berkeinginan agar Korsel segera mengubah kebijakannya terhadap Negara Komunis itu.
Bagi Korut, pemutusan hubungan komunikasi ini disebabkan sikap Korsel yang terus menunjukkan tindakan yang tidak bersahabat. Hal itu termasuk latihan perang yang dilakukan Korsel bersama dengan Amerika Serikat (AS) di sekitar wilayah Semenanjung Korea.

Latihan perang yang dilakukan oleh Korsel dan AS itu dianggap sebagai latihan biasa oleh kedua negara bersekutu tersebut. Namun Korut melihatnya sebagai hal berbeda. Negara yang dipimpin oleh Kim Jong-Un itu melihat latihan Korsel-AS sebagai latihan perang untuk melakukan invasi.

Sementara mengenai pemutusan hubungan komunikasi ini, Korsel menyesalkan langkah yang diambil tetangganya. Menurut Korsel apa yang dilakukan Korut telah membuat gangguan dari keamanan yang ada di kompleks Kaesong.


Sumber : KLIK DISINI

Rabu, 27 Maret 2013

KEMENTERIAN LUAR NEGERI FILIPINA: SABAH BUKAN WILAYAH MALAYSIA



Ilustrasi: newsabahtimes



Jihad-Defence-Indonesia - MANILA : Kementerian Luar Negeri Filipina mengingatkan badan-badan pemerintah lainnya agar tidak menyebut wilayah Sabah sebagai wilayah Malaysia. Hal itu disebabkan karena, Filipina memang masih mengklaim wilayah tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Filipina Raul Hernandez mengatakan, Surat Edaran 162 pada 2008 yang dikeluarkan oleh mantan Presiden Gloria Macapagal Arroyo masih berlaku. Dalam surat edaran itu, Filipina masih mempertegas klaimnya atas Sabah.

"Ini merupakan surat edaran yang masih berlaku karena belum diamandemen atau diubah," ujar Hernandez, seperti dikutip GMA, Rabu (27/3/2013).

Hernandez menilai, para pejabat di kantor kepresidenan telah mematahkan semangat Filipina karena mereka menyebut wilayah yang dihuni oleh 800 ribu warga Filipina itu sebagai wilayah Malaysia. Hernandez mendesak seluruh pejabat Filipina agar mengikuti aturan yang berlaku pada 2008 mengenai isu Sabah.

Sabah yang terletak di selatan Provinsi Mindanao, Filipina, merupakan wilayah yang saat ini menjadi negara bagian di Malaysia. Filipina mengklaim kedaulatannya di Sabah karena berdasarkan faktor historis. Belakangan ini, muncul pula invasi para loyalis Sultan Sulu di wilayah itu.

Jamalul Kiram III yang mengaku sebagai Sultan Sulu mengatakan, ketika dirinya masih menyewakan Sabah ke perusahaan Inggris, Britania Raya justru merebut wilayah itu dengan ilegal. Setelah itu, mereka memberikannya ke Malaysia yang meraih kemerdekaan dari Inggris pada 1963.


Sumber : KLIK DISINI

KOMANDAN KORPS MARINIR TNI-AL CEK KESIAPAN SATUAN TUGAS AMBALAT XVI


Pasukan Kopaska

Jihad-Defence-Indonesia - Sidoarjo : Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) A. Faridz Washington, melakukan inspeksi kesiapan Satuan Tugas Marinir (Satgasmar) Ambalat XVI, di lapangan apel Bhumi Marinir Gedangan, Sidoarjo, pada hari selasa lalu (26/3).
Didepan 130 prajurit yang tergabung dalam Satgasmar Ambalat XVI, orang nomor satu dijajaran Korps Baret Ungu ini mengatakan, setelah mendapat laporan kesiapan dari Dansatgasmar Ambalat XVI, Komandan Korps Marinir yakin bahwa prajurit yang tergabung dalam Satgasmar Ambalat XVI mampu menjaga nama baik Korps Marinir dalam mengemban tugas negara di daerah penugasan Ambalat Kalimantan Timur demi menjaga keutuhan wilayah NKRI.

Sementara itu, Komandan Satgas Ambalat XVI Kapten (Mar) M. Ali Wardana, mengatakan sebelum berangkat ke daerah penugasan, Satgasmar Ambalat telah menerima pembekalan - pembekalan tentang kondisi geografi dan demografi, pengetahuan keimigrasian, pengetahuan hukum HAM dan Humaniter, pengetahuan hukum laut internasional, situasi keamanan saat ini di daerah perbatasan dan pengetahuan agama, adat istiadat serta bahasa yang dipakai masyarakat pulau sebatik, selain itu juga telah melaksanakan latihan Pra Tugas, di Pusat Latihan Tempur TNI AL Grati Pasuruan.
Personil Satgasmar Ambalat XVI berjumlah 130 orang, lanjutnya, didaerah penugasan akan menempati beberapa pos yaitu Sei Pancang, Sei Taiwan, Balansiku, Sei Bajau, Tembaring, Bambangan dan Nunukan.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Komandan Pasukan Marinir-1 Brigjen TNI (Mar) Siswoyo Hari S, Asops Dankormar Kolonel (Mar) Purwadi, Asrena Dankormar Kolonel (Mar) I Wayan Ari Wijaya, para Asisten Pasmar-1, Dankolak Pasmar-1 dan perwira dijajaran Brigif-1 Marinir.

Sumber : KLIK DISINI

F-16 TNI-AU UJI COBA RUDAL AGM-65G MAVERICK


Jihad-Defence-Indonesia - Situbondo : TNI Angkatan Udara (AU) menguji coba persenjataan canggihnya di pusat latihan tempur Karang Tekok, Situbondo, Rabu (27/3/2013). Salah satunya dengan menembakkan rudal Maverick dari pesawat tempur F-16.

Penembakan Rudal Maverick yang dapat menembus bungker itu dilakukan dalam sebuah operasi udara TNI-AU untuk menghancurkan kekuatan lawan, sebelum melakukan infasi atau penyerbuan.

"Yang kita laksanakan ini latihan Sikatan Daya tahun 2013. Dalam latihan ini kita mengasumsikan lima operasi TNI-AU. Di antaranya operasi serangan udara strategis, dimana kita akan menghancurkan sentral ografiti lawan," kata Masda Agus Supriatna di lokasi titik tinjau (T-12) Pusat Latihan Tempur Karang Tekok Situbondo.

Panglima Komadno Operasi II TNI-AU itu menambahkan, jika operasi pertama itu gagal maka akan dilanjutkan dengan operasi lawan udara ofensif. Sasarannya dengan menghancurkan pesawat-pesawat tempur atau apa saja yang dapat mengancam negara Republik Indonesia (RI). Berikutnya baru dilaksanakan operasi pertahanan udara.

"Dalam latihan ini kita akan menghancurkan target yang sudah ditentukan, sesuai dengan kemampuan pesawat yang kita miliki. Alutsista yang kita gunakan ada pesawat F-16 sebagai main bodys atau striker dan akan dikawal oleh skipper pesawat F-5. Daya hancurnya akan dilakukan oleh pesawat-pesawat Sukhoi, Maverick juga akan kita laksanakan dengan menggunakan pesawat F-16," sambung Masda Agus.

Operasi Sikatan Daya adalah operasi serangan udara yang bertujuan untuk menghancurkan pusat kekuatan lawan (OSUS) yang berdampak strategis bagi jalannya peperangan. Sasaran serangan udara ini di antaranya adalah untuk batalnya niat lawan untuk berperang atau menghentikan perang. Selain itu tercapainya kemenangan perang.

Operasi Sikatan Daya diawali dengan pesawat Boeing 737 dengan mengadakan pengintaian udara untuk mendapatkan informasi kekuatan, kemampuan, dan posisi musuh secara akurat. Berikutnya disusul 1 flight pesawat F-16 sebagai striker menyerang kekuatan lawan dengan air to groud missile AGM-65G Maverick yang menggunakan sistem pencari panas (infrared tracking system) terhadap sasaran presisi. Saat bersamaan, satu pesawat F-5 memberikan perlindungan terhadap pesawat penyerang F-16 fighting falcon untuk mengatasi ancaman musuh dari udara.

Disusul berikutnya pesawat Embraer-314 Super Tucano yang membawa 4 bom MK-81 seberat 250 pound. Bom yang dijatuhkan di lokasi sasaran itu merupakan bom anti personel. Operasi ditutup dengan aksi pesawat Sukhoi 27 SKM dan Sukhoi 30 MKZ yang masing-masing membawa 18 bom OFAB 100 sebagai areal booming. Setelah membombardir kekuatan lawan, TNI-AU pun berhasil memenangkan peperangan. Selain Panglima Komando Operasi II TNI-AU Masda Agus Supriatna, latihan tersebut juga disaksikan para petinggi TNI-AU lainnya, termasuk sejumlah Komandan Pangkalan Udara.

"Personel yang dikerahkan sekitar 1.650 an personel, baik dari Pangkalan Udara Hasanuddin, Pangkalan Udara Iswahyudi, dan Pangkalan Udara Abdurahman Shaleh, serta Pasukan Khas TNI-AU. Rencana ke depan, mudah-mudahan sesuai rencana pemerintah kita akan kedatangan pesawat T-50 dari Korea Selatan dan 24 pesawat f16 dari Amerika, serta pesawat-pesawat tanpa awak," pungkas Masda Agus Supriatna.


Sumber : KLIK DISINI

LATIHAN PASSEX KRI DIPONEGORO-365 DENGAN HMS NORTHUMBERLAND-F 238



Jihad-Defence-Indonesia - Oman : Selepas dari Dermaga Salalah Oman, KRI Diponegoro-365 dengan Komandan Letkol Laut (P) Hersan, S.H. langsung mengadakan latihan PASSEX (Passing Exercise) dengan HMS Northumberland –F 238 Royal Navy di Laut Arab,kemarin  Selasa(26/3).


Latihan PASSEX merupakan serangkaian kegiatan latihan yang sering dilaksanakan oleh Kapal-kapal Perang diseluruh Dunia yang sifatnya latihan bersama atau gabungan .

HMS Northumberland-F238 adalah kapal perang Inggris jenis Frigate yang di komandani oleh Commander Paddy Dowsett. Kapal perang tersebut merupakan salah satu unsur CTF – 151 yang tergabung dalam Gugus Tugas Angkatan Laut Internasional,  sebagai respon atas berbagai tindakan pembajakan atas pelayaran kapal-kapal di sepanjang garis pantai Somalia dan sekitar perairan Teluk Aden.

”Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui, sambil menyelam minum air, Sambil berangkat menuju daerah operasi ke Lebanon,  kita laksanakan latihan bersama dengan kapal perang Negara Inggris”, jelas Komandan KRI Diponegoro-365 kepada seluruh perwira.


Lebih lanjut dikatakan oleh perwira lulusan Akademi TNI-AL tahun 1994 tersebut, bahwasanya seluruh personel KRI Diponegoro-365 yang berjumlah 100 orang tersebut selalu siap melaksanakan latihan bersama dengan kapal-kapal perang Negara asing termasuk dengan HMS Northumberland - F 238.

Materi latihan yang telah dilaksanakan yakni Comms Check, Flashing Exercise (Flashex), Tactical Manouvering (manuvra  taktis), RAS Approach (RASAP) danRAT TRAP (Prosedur komunikasi penanggulangan pembajakan di laut), pelaksanaan latihan PASSEX berjalan aman dan lancar.

Akhir dari Latihan Passex yang telah dilaksanakan selama tiga jam tersebut Komandan KRI Diponegoro-365 yang sekaligus Komandan Satuan Tugas Maritim TNI Konga XXVIII-E Unifil 2013 melalui komunikasi Radio menyampaikan ucapan Terimakasih atas kerja sama dan pelaksanaan latihan kepada Komandan HMS Northumberland, selanjutnya mengucapkan “ Selamat bertugas dan Bon Vayage for all crew”.

Sumber : KLIK DISINI

PUNCAK LATIHAN PARSIAL III 2013, KOMANDO ARMADA TIMUR RI GELAR OPERASI AMFIBI




Jihad-Defence-Indonesia - Surabaya : Sebagai puncak Latihan Parsial Tingkat III tahun 2013, Koarmatim menggelar Latihan Operasi Amfibi berupa latihan operasi pendaratan peralatan tempur, pendaratan administrasi dan pasukan di pantai Banongan, Situbondo, Jawa Timur, Rabu pagi (27/3). Latihan operasi pendaratan ini melibatkan tank-tank amfibi dan kendaraan angkut amfibi yang dimiliki Pasukan Marinir dan kapal perang dari berbagai satuan jajaran Komando Armada Timur Republik Indonesia (Koarmatim). Latihan ini ditinjau langsung oleh Panglima Armada Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Agung Pramono, S.H., M.Hum, Pangkoopsau 2 Marsekal Muda TNI Agus Supriyatna, Komandan Kormar Mayjen TNI (Mar) Faridz Washington, Komandan Pasmar 1 Brigjen TNI (Mar) Siswoyo Hari S dan Komandan Lanud Abdul Rahman Saleh Malang Marsekal Pertama TNI Gutomo serta pejabat TNI terkait.

Sebanyak 14 kapal perang dari berbagai satuan dilibatkan dalam latihan ini, antara lain kapal perang dari Satuan Kapal Eskorta, Satuan Kapal Amfibi, Satuan Kapal Cepat, Satuan Kapal Penyapu Ranjau dan Satuan Kapal Bantu, termasuk satu Tim Komando Pasukan Katak dari Satkopaska Koarmatim dan 2 unsur dari Koarmabar.

Korps Marinir TNI-AL melibatkan lebih dari 2000 prajuritnya termasuk material tempur yang dimiliki, diantaranya 15 unit BMP-3F, 25 unit BTR-50, 4 unit LVT-7, 6 unit KAPA (Kendaraan Amfibi Pengangkut Arteleri), 2 unit BVP-2, 4 unit Howitzer 105 mm, 2 unit RM 70 Grad serta 16 perahu karet yang semuanya diangkut oleh KRI Makasar-590, KRI Teluk Mandar-514, KRI Teluk Cenderawasih-533, KRI Teluk Banten-516, KRI Teluk Gilimanuk-531 dan KRI Teluk Sabang-544. Untuk kegiatan air surveillance dan medical evacuation exercise dalam latihan ini didukung 3 Helikopter Bell dan 1 Helikopter Bolcow dari Pusat Penerbang Angkatan Laut (Puspenerbal) Juanda.

Operasi pendaratan dilaksanakan sebelum fajar nampak di ufuk timur. Tepat jam “J”, Panglima Komando Tugas Gabungan Amfibi Laksamana Pertama TNI Wuspo Lukito, S.E. memberikan taklimat “Daratkan ….Pasukan Pendarat….”. Mendengar perintah tersebut Batalyon Tim Pendarat menindak lanjuti dengan mempersiapkan kendaraan tempur amfibi untuk memulai aksi pendaratan. Persiapan ini didahului dengan keluarnya kendaraan tempur amfibi Marinir berupa tank-tank amfibi dan kendaraan angkut amfibi yang mengangkut peralatan tempur dan pasukan.

Pendaratan amfibi dibagi dalam empat gelombang dengan didahului pasukan pengamanan pantai pendaratan dari Komando Pasukan Katak (Kopaska) Koarmatim. Setelah pantai dinyatakan aman, gelombang satu bergerak menuju pantai pendaratan diikuti gelombang berikutnya. Raungan mesin tank-tank tempur menggema memecah kesunyian pagi di pantai Banongan yang masih gelap. Tak lama kemudian terdengar dentuman meriam yang keluar dari senjata Arteleri sebagai bantuan tembakan artileri dan tembakan dari Howitzer dan Rudal RM Grad 70. Bantuan tembakan ini dari pantai Banongan diarahkan ke sasaran sejauh 14 Km yang berada di daerah latihan tempur Marinir Baluran. Kemudian disusul bantuan tembakan dari udara oleh pesawat tempur TNI-AU F-16 dan Sukhoi serta pesawat pembom.


Dentuman meriam dan ledakan bom membahana di wilayah Pusat Latihan Tempur Marinir Baluran. Akhirnya daerah pantai dan sekitarnya berhasil diduduki oleh pasukan Marinir dan dilanjutkan operasi penyerbuan oleh prajurit infanteri marinir karena masih ada perlawanan dari kelompok musuh secara sporadis. Setelah satu jam pelaksanaan operasi pendaratan dinyatakan berhasil, hal ini ditandai dengan telah berhasilnya pendaratan administrasi sebagai akhir dari sebuah operasi pendaratan amfibi.


Latihan operasi pendaratan (Latopsfib) sebagai puncak Latihan Parsial Tingkat III dilaksanakan sebagai upaya peningkatan pembinaan kemampuan dan pembinaan kekuatan, dan untuk menjaga kesiapan tempur Alutsista yang dimiliki serta melatih presonel yang mengawakinya, juga untuk mengukur kemampuan kesatuan dalam mendukung kesiapan tempur Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) yang terdiri dari Kapal Perang, Pesawat Udara, Pasukan Marinir dan Pangkalan TNI AL, mengaplikasikan proses perencanaan operasi amfibi dan untuk melatih komando dan pengendalian operasi amfibi yang melibatkan pasukan marinir dalam pelaksanaan manuver lapangan. Latihan Parsial Tingkat III ini merupakan bagian dari persiapan dalam menghadapi latihan Gabungan TNI 2013 yang akan dilaksanakan pada Mei mendatang.

Selain melaksanakan latihan operasi pendaratan di wilayah pantai Banongan, Koarmatim juga melaksanakan bhakti sosial bagi masyarakat yang bertempat tinggal di wilayah latihan. Bhakti sosial ini berupa pelayanan kesehatan secara gratis yang ditujukan kepada warga di tiga desa yaitu desa Lesung, Melik dan Sumberejo 1 sebanyak 250 KK. Bhakti kesehatan ini mendapat sambutan positif dari warga setempat, ini dapat dilihat warga sudah nampak berkumpul sejak pagi untuk mendapat pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan ini meliputi pemeriksaan kesehatan poli umum dan poli gigi serta pemeriksaan mata yang didukung dari tenaga medis dan dokter dari Dinas Kesehatan Lantamal V dan Dinas Kesehatan Koarmatim.

Sumber : KLIK DISINI

TIGA KAPAL PERANG TNI-AL LATIHAN PENEMBAKAN




Jihad-Defence-Indonesia - Jakarta : Tiga Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) jajaran Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) yang dipimpin Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Latihan Pratugas (Latpratugas) Siaga Tempur Laut (Purla) XIII/13 Kolonel Laut (P) Isbandi Andrianto, S.E., yang sehari-harinya menjabat sebagai Komandan Satuan Kapal Bantu (Dansatban) Koarmabar melakukan penembakan RBU dan Meriam Kaliber 57 mm dalam serial Latihan Pratugas (Latpratugas) Siaga Purla XIII/13 di perairan Laut Jawa, Rabu (27/3).

Ketiga kapal perang yang terlibat latihan tersebut masing-masing dua KRI berasal dari Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmabar yakni KRI Imam Bonjol (IBL-383) dan KRI Silas Papare (SRE-386) serta satu KRI dari Satuan Kapal Amfibi (Satfib) Koarmabar yakni KRI Teluk Celukan Bawang (TCB-532).

Selain melaksanakan latihan penembakan RBU dan meriam Kaliber 57 mm, ketiga kapal tersebut juga melaksanakan penembakan meriam kaliber 20 mm serta SSI kaliber 5,56 mm. Sehari sebelumnya kapal-kapal perang tersebut melaksanakan latihan peran melewati medan ranjau, RAS, formasi KRI serta peran kebakaran. Kemudian melaksanakan latihan peran pemeriksaan kapal yang merupakan latihan terakhir sebelum kapal-kapal perang tersebut kembali ke Pangkalan Pondok Dayung.

Latihan Pratugas yang dilaksanakan Koarmabar tersebut merupakan suatu bentuk latihan operasi tempur laut dengan memproyeksikan gelar unsur-unsur Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) yang terdiri dari KRI, Pesawat Udara, Pasukan Marinir dan didukung oleh pangkalan-pangkalan TNI Angkatan Laut. Pelaksanaan Latihan Pratugas merupakan wujud dari tanggung jawab, pengabdian dan loyalitas dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Selain itu, Latihan Pratugas ini juga sebagai sarana uji terampil guna meningkatkan kualitas, kemampuan dan profesionalisme prajurit serta menjalin kerja sama antar unsur-unsur Koarmabar dalam tugas operasi tempur laut.

Sumber : KLIK DISINI

JEPANG KERAHKAN PESAWAT PATROLI P-1 ANTI-KAPAL SELAM



Foto : Pesawat P-1 milik Jepang (picturearchive)
Foto : Pesawat P-1 milik Jepang (picturearchive) 

Jihad-Defence-Indonesia - TOKYO : Angkatan Laut Pasukan Bela Diri Jepang telah menerima pesawat patroli anti-kapal selam P1. Pesawat itu akan dikerahkan di Pangkalan Udara Atsugi yang terletak di Prefektur Kanagawa pada Maret.

Pesawat P-1 merupakan pesawat yang dirancang oleh industri Berat Kawasaki Ltd. Industri itu menjalin kemitraan dengan Kementerian Pertahanan Jepang. Demikian, seperti diberitakanXinhua, Rabu (27/3/2013).

Pesawat itu akan menggantikan pesawat P-30 Orion yang dinilai sudah uzur. Pengembangan P-1 sendiri sudah dimulai sejak 2001 silam dan diselesaikan pada Maret 2012.

P-1 merupakan pesawat yang sanggup melaju dengan kecepatan 996 kilometer per jam. Pesawat itu juga dipersenjatai dengan bom seberat 9 ribu kilogram, misil AGM-84 Harpoon, ASM-1C dan AGM-65 Maverick.

Selain memiliki sistem anti-kapal selam, pesawat itu juga dilengkapi radar dan juga sistem elektronik yang canggih. Beberapa perusahaan Jepang yang merancang elektronic pesawat P-1 antara lain adalah Toshiba, NEC, Shinko dan Mitsubishi. 

Pemerintah Jepang menggelar upacara di Prefektur Gifu untuk memulai rencana Pasukan Bela Diri Jepang yang ingin mengakuisisi pesawat berteknologi tinggi. Pada Maret 2014 mendatang, negeri Sakura itu juga berniat meningkatkan intensitas patrolinya di atas wilayah perairan.

Seperti diketahui, Jepang juga terancam serangan dari Korea Utara (Korut) dan oleh karena itulah Negeri Sakura mulai mengintensifkan upaya untuk melindungi kedaulatannya. Kritik-kritik yang dilontarkan Perdana Menteri Shinzo Abe terhadap Korut juga terbukti menghasilkan ancaman baru untuk Jepang.
Sumber : KLIK DISINI

LIGA ARAB PUTUSKAN PERSENJATAI PEMBERONTAK SURIAH


Liga Arab putuskan persenjatai pemberontak Suriah
Pertemuan Liga Arab di Ibu Kota Doha. alarabiya.net


Jihad-Defence-Indonesia - DOHA : Pertemuan Liga Arab yang digelar di Ibu Kota Doha, Qatar, kemarin memutuskan bahwa negara anggota Liga Arab berhak memberikan bantuan, termasuk persenjataan, kepada warga Suriah untuk membela diri. Hal ini dilakukan sebagai pemecahan konflik berkepanjangan di Suriah.

Stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, Rabu (27/3), para pemimpin negara peserta Liga Arab juga mengutuk rezim pemerintahan Presiden Suriah Basyar al-Assad atas kekerasan yang dilakukan pasukannya terhadap warga Suriah. Mereka juga mendesak untuk memberikan bantuan darurat kepada warga Suriah yang mengungsi di Libanon, Yordania, dan Irak.

Anggota Liga Arab juga memastikan Suriah berhak mendapatkan kembali Dataran Tinggi Golan, yang telah diduduki Israel sejak 1967.

Pemimpin oposisi Suriah, Moaz al-Khatib, menjadi perwakilan Suriah di pertemuan Liga Arab. Dia meminta kepada negara peserta Liga Arab agar kelompok oposisi Suriah nantinya juga bisa duduk dalam badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan organisasi internasional lainnya.

Mantan presiden Koalisi Nasional untuk Revolusi Suriah dan Pasukan Oposisi ini meminta agar masa depan Suriah tidak boleh diatur oleh kekuatan asing.

Khatib mengatakan bahwa rakyat Suriah sendiri yang harus menentukan siapa yang berhak mengatur negaranya. Khatib tiga hari lalu mengundurkan diri dari jabatannya meski pengunduran dirinya itu belum diterima oleh koalisi oposisi.

Para pemimpin yang hadir di Doha juga mengatakan menyambut baik dialog yang diminta oposisi Suriah di Yaman dan Bahrain, yang ditujukan untuk meminta dukungan dari negara-negara Arab kepada kelompok oposisi. Peserta Liga Arab juga mengutuk pendudukan Iran atas pulau Uni Emirat Arab, Pulau Tunbs dan Pulau Abu Musa.


Sumber : KLIK DISINI

CHINA TEMBAK KAPAL NELAYAN VIETNAM


Foto : Kapal tempur China (IST)
Foto : Kapal Perang China (IST)



Jihad-Defence-Indonesia - BEIJING  :
China mengatakan, mereka terpaksa menembakan peluru suar ke kapal nelayan Vietnam. Namun tembakan itu sama sekali tidak menyebabkan kerusakan.

Peristiwa itu menunjukan adanya eskalasi ketegangan di Laut China Selatan yang menjadi ajang sengketa China, Vietnam dan Filipina. Kemarin, Vietnam mengklaim, tembakan yang dilepaskan China merusak empat kapal sipil milik negeri komunis Asia Tenggara itu.

Tindakan itu dilakukan China karena kapal-kapal Vietnam itu terlambat memberikan respons bendera dan meninggalkan lokasi pemancingan. Kementerian Pertahanan China sudah memberikan pernyataan khusus menegenai peristiwa penembakan itu. 

"Sangat sah bagi China untuk mengusir kapal-kapal yang memasuki perairan China secara ilegal. Ini adalah tindakan untuk menjaga kedaulatan negara," ujar Kementerian Luar Negeri China, seperti dikutip Associated Press, Rabu (27/3/2013).

China menganggap, kapal nelayan Vietnam memasuki perairan Pulau Paracel oleh karena itulah China menembakan peluru suarnya sebagai peringatan. China menambahkan pula, mereka tidak menembak kapal-kapal Vietnam itu dengan menggunakan senapan mesin.

Meski demikian, Vietnam mengklaim bahwa salah satu kapalnya terbakar karena tembakan China. Vietnam langsung melayangkan surat protes ke Kedubes China di Kota Hanoi dan meminta kompensasi atas kerusakan itu. Vietnam pun menuntut para Angkatan Laut China yang terlibat dalam insiden itu dijatuhi hukuman. 

Perseteruan antara China dan Vietnam di perairan Laut China Selatan bukanlah hal yang langka. China pun menerapkan moratorium secara sepihak yang berisikan larangan terhadap pemancingan ilegal atau pelanggaran kedaulatan.


Sumber : KLIK DISINI

AMERIKA SERIKAT TANGGAPI SERIUS ANCAMAN KOREA UTARA

Banyak ancaman dari Korea Utara dilayangkan, tapi belum pernah terbukti.


Rudal pertahanan
Rudal Patriot Pertahanan Anti-Udara


Jihad-Defence-Indonesia - PYONGYANG : Korea Utara (Korut) lagi-lagi mengeluarkan ancamannya untuk menghancurkan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya, Korea Selatan. Walaupun seringkali ancaman itu tidak terbukti, AS menyatakan siap menghadapi segala kemungkinan.

Hal ini disampaikan oleh juru bicara Pentagon, George Little, seperti dilansirTelegraph, Selasa 26 Maret 2013. Dalam pernyataannya, Little mengatakan bahwa AS mengecam ancaman Korut sebagai "retorika provokasi."

Menurutnya, ancaman dari Korut tidak akan membantu proses perdamaian di Semenanjung Korea dan kawasan Asia secara umum. Namun dia mengatakan, AS menanggapi dengan serius seluruh ancaman dari Korut.

"Kami menanggapi setiap perkataan mereka dengan serius. Kami siap untuk menghadapi segala kemungkinan," kata Little.

Sebelumnya, pemerintah Korut melalu media massanya mengaku telah memerintahkan militer agar mengarahkan roket dan meriam artileri mereka ke pangkalan militer AS di Guam, Hawaii, dan Amerika Daratan. 

"Mulai saat ini, Komando Tertinggi Angkatan Bersenjata Rakyat Korea akan siaga tempur dengan menyiapkan semua unit artileri darat - termasuk unit artileri jarak jauh dan roket strategis ke arah basis-basis invasi AS baik di daratannya, Hawaii, dan Guam," demikian ancaman Korut yang disampaikan kantor berita KCNA.

Rezim otoriter di Pyongyang sebelumnya juga pernah mengancam bakal ada serangan nuklir atas AS dan Korsel, walau banyak kalangan masih tidak yakin Korut punya kemampuan untuk menggempur wilayah Amerika dengan bom atom. Namun, roket-roket jarak menengah Korut bisa menjangkau pangkalan-pangkalan militer AS yang tersebar di kawasan Pasifik.

Ancaman ini disampaikan menyusul sanksi baru PBB untuk Korut yang beberapa waktu lalu melakukan uji coba roket. Selain itu, Korut juga meradang setelah AS dan Korsel menggelar latihan perang bersama. 


Sumber : KLIK DISINI

MENGHITUNG KEKUATAN MILITER KOREA UTARA


Menakar kekuatan Korea Utara
Rudal Korea Selatan


Jihad-Defence-Indonesia - PYONGYANG : Meski Korea Utara merupakan negeri terisolir dan tidak banyak mengadakan hubungan diplomatik dengan negara lain, namun faktanya mereka memiliki militer cukup kuat dengan persenjataan yang mumpuni. Apalagi setelah mereka mengklaim berhasil uji coba rudal balistik yang bisa menghancurkan negara musuh dalam sekejap.

Ibu Kota Pyongyang memang memiliki dendam kesumat dengan Amerika Serikat. Mereka beberapa kali bermimpi menghancurkan Negara Adidaya itu dan semua diungkapkannya lewat situs berbagi video Youtube. Alih-alih hanya iseng, ternyata Korea Utara sudah mengarahkan rudal lintas benuanya ke Kepulauan Hawaii. Mereka sangat percaya diri untuk menyerang Amerika. 

Apa yang membuat Pyongyang demikian yakin pada kekuatan militernya. Dilansir dari kantor berita Reuters (2011) berikut data kekuatan peralatan perang Korea Utara. 

Senjata Nuklir:


Korea Utara memiliki cukup sumber plutonium untuk membangun enam sampai tujuh senjata atom. Negara ini hampir bisa memproduksi Rudal berhulu ledak nuklir. 

Rudal :

Pyongyang memiliki setidaknya 1.000 peluru kendali (rudal) dalam berbagai tipe, termasuk dengan jarak jangkauan mencapai lebih dari 3.000 kilometer. Mereka juga telah meluncurkan uji coba tiga rudal antarbenua Taepodong. 

Senjata Kimia dan Biologis: 

Korea Utara diyakini memiliki gudang senjata kimia dan biologis serta memiliki persediaan cukup besar yakni 2.500-5.000 ton senjata kimia, cukup untuk menimbulkan ketakutan di Korea Selatan. Senjata kimia dapat dikirim dengan artileri jarak jauh, peluncur roket, rudal balistik, pesawat terbang dan kapal laut. Selain itu negara komunis ini juga diyakini memiliki program senjata biologi seperti virus anthrax, gas mustar, sarin (bahan kimia beracun), botulism (racun makanan), dan phosgene (gas beracun tak berwarna). 

Tentara :

Korea Utara memiliki tentara berjumlah sekitar 1,2 juta dengan wajib militer pada usia 17 tahun. Selain itu mereka juga memiliki 3.500 tank tempur utama, 560 tank ringan, 2.500 pengangkut personil lapis baja, 2.500 peluncur roket, 7.500 mortir, 11.000 senjata pertahanan udara. 

Angkatan Laut :

Armada kapal selam Korea Utara diperkirakan mencapai 92 armada dengan 43 pesawat rudal, 158 kapal patroli besar, 103 torpedo, 334 kapal patroli, 10 kapal amfibi.

Angkatan Udara :

Angkatan udara negara ini dirancang untuk menyerang lintas perbatasan ke Korea Selatan. Korea Utara memiliki 80 pesawat pembom. 541 pesawat tempur dan pesawat untuk serangan darat. 588 helikopter, dan 24 helikopter penyerang.

Sumber : KLIK DISINI

KOREA UTARA TETAPKAN STATUS SIAGA PERANG



Korea Utara tetapkan status siaga perang


Jihad-Defence-Indonesia - PYONGYANG : Korea Utara hari ini menyatakan telah menetapkan status siaga perang. Negara pimpinan Kim Jong-un itu juga telah memasang roket yang diarahkan ke daratan Amerika Serikat, Kepulauan Hawaii, dan Pulau Guam, untuk kemungkinan penyerangan.

Stasiun televisi Aljazeera melaporkan, Selasa (26/3), pernyataan dikeluarkan Tentara Rakyat Korea itu menandai sikap berapi-api yang ditunjukkan Pyongyang sejak berlangsungnya latihan militer bersama antara Amerika dan Korea Selatan awal bulan ini.

"Petinggi Tentara Rakyat Korea menyatakan bahwa semua pasukan artileri, termasuk unit roket strategi dan artileri roket jarak jauh telah disiapkan untuk bertempur," kata Kantor Berita Pusat Korea (KCNA).
Keberhasilan Korea Utara meluncurkan roket jarak jauh pada Desember tahun lalu juga membuat banyak para ahli percaya negara paling tertutup di dunia ini telah menciptakan rudal balistik antar benua yang memungkinkan untuk menyerang wilayah Amerika Serikat.

Pengumuman ini muncul satu hari setelah militer Korea Selatan dan Amerika menandatangani pakta perjanjian yang mendukung adanya kerja sama militer untuk merespon setiap provokasi dari Korea Utara.
Di perjanjian itu Amerika menjamin akan mendukung Korea Selatan dengan bentuk apa pun dan memperbolehkan Seoul meminta tambahan kekuatan militer jika memang diperlukan.


Sumber : KLIK DISINI

PASUKAN KOREA SELATAN LEMPAR GRANAT DI PERBATASAN KOREA UTARA


Foto : Militer Korsel (IST)
Foto : Militer Korea Selatan (IST) SEOUL - 


Jihad-Defence-Indonesia - SEOUL : Pasukan Korea Selatan (Korsel) dikabarkan melempar granat pada dini hari ini ke sebuah obyek yang bergerak di wilayah perbatasan Korsel dan Korea Utara (Korut). Hal ini menandakan, Korsel sudah semakin mawas diri akan kemungkinan munculnya serangan dari Korut.

Pada pagi ini, Kementerian Pertahanan Korsel melaporkan, para pasukan Negeri Ginseng itu mulai mendatangi lokasi yang mereka serang dengan granat. Namun mereka tidak menemukan adanya bukti-bukti penyusupan dari militer Korut atau bukti mencurigakan lainnya. 

Korsel mengatakan, pasukan Korsel di wilayah Hwacheon sudah diperingatkan agar mengambil tindakan untuk mewaspadai adanya penyusupan. Oleh karena itulah mereka berani mengambil tindakan seperti yang mereka lakukan pada hari ini. Demikian, seperti diberitakanAFP, Rabu (27/3/2013).

Peristiwa itu terjadi di tengah meningkatnya eskalasi ketegangan di Semenanjung Korea. Kemarin, Korut menyuarakan ancaman serangan terhadap dua wilayah Amerika Serikat yaitu Hawaii dan Guam yang berada di Pasifik.

Presiden Korsel Park Geun-hye juga berpidato memperingati tragedi serangan Korut ke kapal militer Korsel yang menewaskan 46 orang pasukan Korsel. Park mengingatkan negara tetangganya yang berhaluan komunis itu agar meninggalkan proyek pembangunan senjata nuklir dan misil, untuk menyejahterakan warga.

"Untuk Korut, satu-satunya jalan untuk bertahan ada pada berakhirnya provokasi, ancaman, senjata nuklir, dan misil. Jadilah negara yang bertanggung jawab di komunitas internasional," ujar Park.

Pada kesempatan itu, Park menegaskan pula bahwa Korut merupakan salah satu negara yang jelas-jelas mengancam Korsel. Park turut menyinggung uji coba miniatur bom atom yang dilakukan Korut pada Februari lalu.
Sumber : KLIK DISINI