Senin, 29 April 2013

KOMANDAN PASMAR-1 DAMPINGI PANGLIMA KOSTRAD TINJAU GELAR PASUKAN TNI-AL


Jihad-Defence-Indonesia - Surabaya : Panglima Komando Strategis Dan Cadangan Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen TNI M. Munir selaku Panglima Komando Gabungan Latihan Gabunga (Latgab) TNI Tahun 2013 menerima Apel gelar pasukan unsur-unsur TNI-AL yang terlibat dalam latihan Gabungan (Latgab) TNI Tahun 2013, di Dermaga Koarmatim Ujung, Surabaya, Minggu (28/04).

Pada kesempatan tersebut Pangkostrad memeriksa pasukan dan seluruh Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) yang dikerahkan dalam latihan perang yang berskala besar ini didampingi Dankodiklat TNI selaku Wadirlat Latgab TNI Tahun 2013, Wairjen TNI selaku Ketua Tim Penilai Latgab TNI Tahun 2013, Pangarmatim Laksamana Muda TNI Agung Pramono, Danpasmar-1 Brigjen TNI (Mar) Siswoyo Hari Santoso selaku Danpasrat Latgab TNI Tahun 2013 dan Para Pejabat Teras Mabes TNI.

Dalam amanatnya Pangkostrad menyampaikan saya mengucapkan terima kasih kepada Tuhan YME, kita melaksanakan pengecekan secara langsung kesiapan satuan jajaran TNI AL yang berada di Surabaya, saya mengucapkan terima kasih kepada Pangarmatim dan seluruh jajarannya, Korps Marinir dengan seluruh jajarannya yang telah mempersiapkan diri dengan baik, dengan kesiapan yang tinggi untuk mendukung dan mensukseskan pelaksanaan Latgab TNI Tahun 2013.

Lebih lanjut Pangkostrad menyampaikan kita sebagai prajurit TNI harus terus berlatih dan berlatih untuk selalu meningkatkan kemampuan tempur kita sebagai prajurit TNI, karena tugas ke depan tidak semakin ringan untuk menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI, kita TNI dituntut untuk terus meningkatkan kemampuan, untuk mengawal keutuhan NKRI, maka dari itu kita berlatih dan berlatih terus.” tegasnya.

Pada tahun 2013 kita melaksanakan program Latgab TNI yang lebih besar dari Latgab-latgab sebelumnya, sekali lagi saya mengucapkan terima kasih atas kesiapan ini.

Pangkostrad sebagai Pangkogab Latgab TNI tahun 2013 mengharapkan agar seluruh prajurit dan unsur-unsur yang terlibat dalam Latgab TNI Tahun 2013 untuk memanfaatkan waktu yang masih ada, agar menyempurnakan kekurangannya, saya percaya dan mendengar para prajurit sudah melaksanakan latihan-latihan secara bertingkat, bertahap, berlanjut terus menerus sampai nanti pada saatnya.

Untuk itu kita akan lakukan latihan terus sehingga akan menghasilkan kemampuan tempur TNI yang semakin handal, karena ini masih merupakan latihan saya mengharapkan setiap kegiatan dari mulai Satuan yang paling kecil agar mengutamakan aspek keselematan (Zero Accident), karena ini latihan belum perang sesungguhnya, belum pertempuran yang sesungguhnya, sehingga saya harapkan setiap kegiatan mempertimbangkan aspek-aspek keamanan, untuk itu masing-masing personel, Satuan yang paling kecil sampai dengan yang paling besar untuk selalu sinergi, kerja sama saling membantu, saling mengisi dan saling mengingatkan, sehingga semua kegiatan bias dilaksanakan dengan baik.


Sumber : KLIK DISINI

TNI-AL GELAR KEKUATAN TEMPUR DI KOMANDO ARMADA TIMUR RI


Jihad-Defence-Indonesia - Surabaya : TNI Angkatan Laut (TNI-AL) hari ini, Minggu (26/4) menggelar seluruh kekuatan tempurnya, gelar kekuatan tempur yang diawali dengan pemeriksaan pasukan itu diterima oleh Panglima Komando Gabungan TNI (Pangkogab TNI) Letnan Jenderal TNI Drs. Muhammad Munir selaku penerima gelar kekuatan di dermaga Madura, Komando Armada Timur (Koarmatim) RI, Ujung, Surabaya.

Gelar kekuatan merupakan bentuk kesiapan TNI Angkatan Laut dalam rangka mempersiapkan diri melaksanakan latihan gabungan TNI yang akan dilaksanakan di awal minggu pertama bulan Mei itu, melibatkan pasukan pendarat Marinir lengkap dengan senjata andalan dan pasukan khususnya, para Intai Amphibi penyelam, Kopaska serta sederet kapal perang canggih milik TNI-AL terlihat turut menghiasi semaraknya gelar kekuatan itu.

Dalam gelar kekuatan Matra laut itu Pangkogab TNI diampingi oleh Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Agung Pramono SH. M. Hum selaku Wakil Panglima Komando Tugas Gabungan (Wapangkogasgab) TNI dalam melaksanakan pemeriksaan pasukan. Dengan amat cermat dan teliti Pangarmatim menjawab pertanyaan Pangkogab TNI serta menjelaskan satu persatu unsure yang terlibat gelar kekuatan itu.


Pada saat pemeriksaan itu, Pangkogab TNI juga memeriksa Kapal Perang KRI Makassar-590, dimana kapal perang jenis Landing Platform Dock (LPD) itu akan digunakan oleh Presiden Susilo Bambang Yudoyono sebagai tempat tinggal “On Board” sebelum turut serta melaksanakan pendaratan ampfibi dengan menggunakan kendaraan pendarat ampibi.

Di kapal perang dari Satuan Kapal Amphibi (Satfib) Koarmatim itu jugalah Presiden Susilo Bambang Yudoyono akan ,menerima paparan dari Pangkogab TNI tentang rencana dan olah gerak pasukan serta Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) terkait dengan Latihan Gabungan (Latgab) TNI tahun 2013.

Dalam Latgab TNI tersebut tidak kurang dari 43 kapal perang akan dikerahkan. Kapal – kapal perang terdiri dari berbagai jenis diantaranya kapal kombatan jenis Kapal Perusak Kawal Rudal, SIGMA, kapal selam, kapal amfibi dan Landing Platform Dock (LPD) Kapal Cepat Rudal (KCR) dan Kapal Cepat Torpedo (KCT), Kapal Buru Ranjau (BR) dan Penyapu Ranjau (PR), Kapal Patroli Cepat (Fast Patrol Boat) dan kapal bantu.

Unsur-unsur tersebut dalam Latgab TNI tergabung dalam Komando Tugas Gabungan Laut (Kogasgabla) dan Komando Tugas Gabungan Amfibi (Kogasgabfib). Unsur Kogasgabla terdiri dari kapal-kapal kombatan, kapal rudal, dan penyapu ranjau, sedangkan unsur Kogasgabfib terdiri dari kapal amfibi dan LPD, Pasukan Khusus (Pasus) TNI AL Kopaska dan Taifib, Penyelam Tempur, dan helikopter. Jajaran Kogasgabfib ini mengangkut Pasukan Pendarat (Pasrat) Marinir dan matrial tempurnya.

Secara umum Gelar Kekuatan Laut tersebut menampilkan seluruh kekuatan yang tergabung dalam Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) TNI AL, mulai dari kapal perang, pesawat udara, Marinir dan pangkalan. Sedangkan personel TNI AL yang terlibat dalam latihan gabungan ini sekitar 6.500 orang.

Pada Latgab TNI kali ini, Korps Marinir mengerahkan 59 tank amfibi, yaitu 17 BMP-3F (Boyevaya Mashina Pyekhota), 33 BTR-50 (Browne Transporter), 7 LVT-7A1 (Landing Vehicle Track), serta 2 BVP-2 (Bojove Vozidlo Pechoty), 2 unit Roket Multi Laras RM-70/Grad, 16 perahu karet, 4 unit meriam Howitzer 105 mm, dan lebih dari dua ribu prajurit Marinir yang kesemuanya diangkut dengan kapal perang LST dan LPD. Sementara Puspenerbal mengerahkan 3 pesawat Intai Maritim jenis Cassa dan 5 helikopter untuk pendaratan Marinir Lintas Heli. Secara keseluruhan kekuatan pasukan TNI yang dilibatkan dalam Latihan Gabungan tersebut berjumlah sekitar 16.745 prajurit.

Pangkogab TNI dalam sambutanya antara lain mengatakan kita harus berlatih terus menerus untuk mencapai sukses, meskipun yang kita hadapi saat ini adalah latihan bukan perang sesungguhnya. Kita harus tetap sungguh-sungguh melaksanakannya dengan tetap mengedepankan keselamatan “Zero Accident” baik personel maupun materiel. Kata Jenderal dengan bintang tiga dipundak itu.

Hadir dalam gelar kekutan TNI Angkatan Laut itu antara lain Pangarmatim, Laksamana Muda TNI Agung Pramono SH. M. Hum, Kasarmatim Laksma TNI Darwanto SH. M.A.P Komandan Gugus Tempur Laut Armada RI Kawasan Timur (Dan Guskpurlatim) Laksma TNI Arie Soedewo SE. Danpasmar Brigjen TNI Mar Siswoyo Hari S, serta para pejabat teras TNI Angkatan Laut lainnya.


Sumber : KLIK DISINI

PERKEMBANGAN SENJATA KANON TANK


Jihad-Defence-Indonesia - Jakarta : Di penghujung tahun 2012 lalu, kita disuguhi dua event besar berupa Pameran Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) yang digelar oleh TNI-AD pada Oktober lalu dan Indo Defence oleh Kementrian Pertahanan RI pada tanggal 7 sampai 10 Nopember baru-baru ini. Pada  pameran alutsista yang disambut antusias oleh masyarakat itu, TNI-AD menampilkan berbagai peralatan tempur dari generasi ke generasi, di antaranya adalah kendaraan tempur Tank dan Panser milik Korps Kavaleri.
Di sela-sela pameran tersebut muncul pertanyaan dari masyarakat; mengapa Tank (MBT = Main Battle Tank) Leopard tidak ditampilkan? Dan pertanyaan ini terjawab pada saat pagelaran Indo Defence di JIExpo Kemayoran Jakarta. Tank yang sangat di tunggu-tunggu itu muncul dengan varian Leopard 2 Revolution didampingi Marder APC.
Tetapi sayang, rencana pembelian kendaraan tempur Tank Leopard menuai polemik, perundingan dalam negeri berjalan alot, salah satu pihak memvonis bahwa Tank Leopard tidak cocok dengan kondisi geografis Indonesia, Tank Leopard terlalu besar dan berat, Tank Leopard akan amblas, katanya lagi yang cocok di kita adalah tank kelas ringan dan maksimal medium, pendapat ini mungkin cukup menghibur bagi tetangga kita yang suka menggeser-geser patok perbatasan atau suka “selanang-selonong” melewati batas wilayah perairan negara kita, yang saat ini sudah memiliki Tank MBT buatan Polandia.
Sementara di lain pihak TNI sebagai user sangat membutuhkan Tank MBT Leopard yang secara fakta menduduki urutan pertama sebagai market leader sehingga Tank ini tampil sebagai Tank kelas dunia yang “populasi”nya mengalahkan Abrams M1A2, Tank kenamaan buatan Amerika dan Challenger Inggris, karena dari berbagai sisi Tank ini memiliki keunggulan.

Saat ini rasanya kita sudah tidak perlu lagi berdebat tentang kemungkinan Tank Leopard akan amblas atau tidak, sebab perdebatan itu nampak kekanak-kanakan, mau tidak kekanak-kanakan bagaimana? Teori Tank sebesar Leopard amblas dapat di patahkan dengan perhitungan fisika dasar tingkat SMP, tidak perlu kehadiran ahli geologi atau sarjana teknik, dan bila anda mau meluangkan waktu berjalan-jalan ke Lembaga Pendidikan Korps Kavaleri dan berdiskusi dengan seorang Bintara Instruktur kendaraan tempur di sana, diskusi tentang “amblas” akan rampung dalam 15 menit.

Main Battle Tank (MBT) selalu diupayakan dilengkapi dengan empat sistem utama kelas wahid, yaitu sistem otomotif, sistem senjata, sistem komunikasi dan sistem proteksi. Bila sekarang kita bayangkan tank MBT melakukan dog fight versus tank kelas ringan atau medium, hal ini bisa diibaratkan dengan pertarungan tinju antara Lennox Lewis dengan Manny Pacquiao. The Pac Man (Manny Pacquiao) memang pukulannya keras tapi tidak sampai karena jangkauan pukulannya hanya 170 cm sementara Lewis 213 cm. Pun seandainya pukulan The Pac Man kena, itu akan membuat badan Lennox Lewis goyang, akan tetapi bila upper cut atau hook Lewis yang mengantam The Pac Man, kita semua khawatir pahlawan tinju Asia itu akan terbang ke luar ring.
Daya gempur mengerikan yang dimiliki Tank adalah senjata kaliber besarnya (Kanon) yang  bisa di tembakan ke segala arah dan dibawa ke mana-mana. Tetapi kanon yang saat ini digunakan pada semua tank termasuk tank MBT memiliki perjalan perkembangan yang menarik seiring perkembangan sistem kekebalan (armoured protection system) dari tank lawan yang akan dihadapi.

Perkembangan laras senjata api : Smoothbore-Rifling-Smoothbore.

Pada awalnya, laras senjata api dibuat licin (smoothbore) dan proyektil yang ditembakan melesat tanpa berputar (spin) yang signifikan, sehingga proyektinya harus memiliki bentuk yang stabil seperti panah besirip atau bola untuk meminimalkan kemunkinan terguling atau jatuh ke tanah selama terbang. Namun peluru berbentuk bola cenderung berotasi secara acak selama terlontar di udara, hal ini disebabkan terjadinya ”efek Magnus”  yaitu; lintasan peluru berbentuk bola akan membentuk kurva parabola yang relatif mulus tetapi rotasinya terjadi beberapa poros sehingga menjadi tidak sejajar dengan arah lintasan.

Untuk menghidari hal tersebut, maka dibuatlah laras senjata yang memiliki alur yang berputar atau alur spiral (polygonal rifling) sehingga pada saat peluru ditembakan, alur rifling tersebut akan memaksa proyektil untuk melintir  (spin), melesat dengan stabil dan mencegah jatuh ke tanah. Ada dua kelebihan dari laras yang alurnya berputar (rifling), pertama: meningkatkan akurasi tembakan dengan menghilangkan  rotasi acak akibat efek magnus, dan kedua : memungkinkan peluru dibuat lebih panjang, lebih berat sehingga meningkatkan jarak capai dan tenaga, walaupun  ditembakan pada senjata dengan kaliber yang sama. Pada abad 18, senjata dengan laras smoothbore menjadi standar pasukan infanteri, kemudian pada abad 19 smoothbore digudangkan dan digantikan dengan laras yang rifling. Karena laras yang rifling inilah maka orang umum di barat menyebut senjata api dengan kata rifle.
Perkembangan senjata kanon pada Kendaraan tempur Tank terjadi transisi yang aneh, awalnya laras senjata dibuat smoothbore, kemudian smoothbore digantikan dengan kanon yang alurnya rifling (berputar) dan akhir- akhir ini  kembali lagi ke smoothbore. Data terakhir mencatat, dari sekian jenis tank tempur utama (MBT=Main Battle Tank) generasi terbaru, sebut saja Leopard (Jerman), Abrams (AS), Le Crec (Perancis), T-90 (Rusia), Ariete (Italy), Merkava (Israel), semuanya menggunakan Kanon smoothbore kecuali Chalenger (Inggris) dan Arjun  (India) yang masih bertahan menggunakan kanon rifling.
PERKEMBANGAN MUNISI DAN ARMOR PROTECTION
Perkembangan laras kanon dari smoothbore ke rifling dan kembali lagi ke smoothbore, tidak lepas dari perkembangan penggunaan jenis munisi dan “ sistem kekebalan tubuh “ yang diberikan oleh “ lindung lapis baja “-nya badan kendaraan tempur tank.
Secara umum ada empat jenis minisi kanon standar, walaupun dari keempat jenis munisi ini dipecah lagi menjadi beberapa sub-varian. Keempat jenis munisi tersebut adalah HE, HESH, HEAT dan APFSDS.
HE
Munisi kanon yang paling umum adalah munisi yang mempunyai daya ledak tinggi,  yang secara sederhana biasa disebut peluru HE (High Explosive). Proyektil munisi ini terbuat dari baja yang kuat, diisi bahan peledak berkekuatan tinggi, dan sebuah fuse. Ketika fuse memicu bahan peledak, maka bahan peledak bereaksi sehingga menghasilkan ledakan, memancarkan panas dan akibatnya menghancurkan casing proyektil menjadi berkeping-keping (fragments) yang berterbangan dengan kecepatan yang sangat tinggi. Efek perusakan yang diakibatkan peluru ini lebih banyak disebabkan oleh pecahan kepingan proyektil (fragments) dari pada gelombang kejut secara langsung.
Munisi HE terdiri dari beberapa fungsi tergantung jenis fuse yang digunakan. Ada peluru HE yang diset untuk meledak pada permukaan tanah/ sasaran, ada yang di set untuk meledak diatas permukaan tanah / sasaran, dan ada pula yang diset untuk meledak setelah melakukan penetrasi pada tanah dengan  kedalaman yang pendek (dengan maksud untuk menyalurkan dan menambah goncangan tanah atau mengurangi penyebaran fragmentasi dari proyektil ).
Munisi ini tegolong pada munisi yang menghasilkan efek perusakan berdasarkan energi kimia  (Chemical Energy) yang saat ini cocok digunakan untuk menghancurkan sasaran non armour seperti gedung, bunker, jembatan dan perkubuan. Untuk akurasi (ketepatan) peluru ini mengandalkan senjata dengan alur dan galangan yang berputar (rifling)
HESH
Munisi HESH (High Explosive Squash Head) atau di Amerika disebut HEP (High Explosive Plastic) adalah munisi yang cukup efektif terhadap bangunan beton dan juga digunakan untuk melawan kendaraan tempur. Munisi HESH pertama kali digelar oleh Angkatan Darat Inggris pada masa perang dingin, kemudian diikuti oleh Angkatan bersenjata negara lain pasca perang dingin.
Proyektil munisi HESH adalah logam tipis yang diisi bahan peledak plastis berdaya ledak tinggi yang dirangkaikan dengan fuse yang memberikan jeda waktu aksi (delayed-action base fuse). Pada saat proyektil HESH membentur sasaran, proyektil berubah bentuk menjadi pipih / squashed (seperti labu yang dibenturkan ke dinding, munkin ini  penyebabnya munisi ini menggunakan kata “squash”  yang berarti labu) atau berubah bentuk menjadi cakram mirip adonan kue yang dibantingkan ke meja. Sepersekian detik kemudian fuse bereaksi memicu bahan peledak, maka terjadi ledakan yang menciptakan gelombang kejut, pada permukaan yang lebar dan kontak langsung dengan target. Pada kasus munisi HESH yang menghantam badan kendaraan tempur, terjadi tekanan gelombang kejut yang menghentak badan kendaraan tempur yang terbuat dari logam dan menjalar dengan cepat ke bagian dalam kendaraan tempur sampai mencapai titik antara permukaan logam interior dengan udara ruangan awak, sebagian energi direfleksikan sebagai gelombang tegangan.
Pada saat itu tekanan dan gelombang tegang berpotongan,  maka terciptalah zona stress tinggi (high stress zone) pada logam badan kendaraan tempur yang menyebabkan terjadinya pecahan-pecahan baja yang memancar dari dinding interior. Fragmentasi akibat gelombang ledakan ini disebut spalling, sementara pecahan logam (fragmen) itu sendiri disebut spall. Pecahan logam tersebut berterbangan pada kecepatan yang sangat tinggi melalui bagian dalam kendaraan untuk melukai atau membunuh para awak, kerusakan peralatan, dan / atau menyulut munisi dan bahan bakar.

Peluru HESH memiliki kegunaan yang luas sebab dapat bekerja efektif pada hampir semua jenis target, tetapi umumnya munisi ini memiliki kecepatan (v) yang relatif rendah karena kecepatan tinggi akan mengakibatkan benturan proyetil yang berubah bentuk menjadi pipih pada sasaran akan terlalu menyebar sehingga mengurangi dampak gelombang kejut. HESH tidak dirancang untuk benar-benar melubangi badan kendaraan tempur terutama tank MBT, sebab hanya mengandalkan konduksi gelombang kejut yang terjadi pada plat baja kendaraan tempur padat (solid steel armour). Munisi HESH memerlukan akurasi tinggi, maka hanya efektif bila ditembakan dari kanon yang alurnya berputar ( rifling )


Untuk menghadapi efek kerusakan akibat tembakan peluru HESH, maka desain badan kendaraan tempur dikembangkan  menjadi berlapis-lapis mengarah kepada logam komposit yang keras dan bahan-bahan tahan panas. Struktur logam seperti  ini adalah konduktor yang buruk bagi  gelombang kejut, dan lebih jauh lagi  "lapisan pencegah fragmentasi / spalling", terbuat dari bahan-bahan seperti Kevlar, biasanya dipasang di bagian permukaan baja, di mana ia bertindak untuk mempertahankan setiap pecahan yang mungkin  terjadi.
HEAT
Dengan tampilnya logam komposit yang digunakan pada badan kendaraan tempur maka kedigdayaan peluru HESH menjadi berkurang. Kendaraan tempur modern saat ini  terutama tank/panser kelas medium dan Tank MBT (Medium & Heavy Armor) menjadi lebih kebal, sehingga peluru HESH penggunaannya hanya efektif terhadap sasaran kendaraan tempur kelas ringan (Light Armored Vehicle) yang struktur logamnya non komposit generasi lama, juga sasaran gedung, jembatan atau bunker.
Untuk menghadapi kendaraan tempur yang badannya sudah kebal oleh peluru HESH maka perlu munisi yang yang lebih efektif yaitu munisi HEAT (High Explosive Anti Tank). Munisi HEAT dibuat berdasarkan teori efek Neumann (yang merupakan pengembangan efek Munroe) yaitu pancaran  (jet) berkecepatan sangat tinggi (very-high velocity) dari logam dalam keadaan cair (superplasticity) dapat menembus logam padat (solid armor).
Peluru HEAT betul-betul dirancang untuk menembus baja  kendaraan tempur, dimana bahan peledak bereaksi pada saat proyektil membentur sasaran, dan ledakan ini megubah logam padat (biasanya tembaga atau timah) menjadi cair (molten metal/superplasticity) yang dipancarkan melalui celah sempit ruang hampa yang berbentuk corong yang berada dibagian depan proyektil. Pancaran logam cair  yang kemudian desebut Jet ini bergerak dengan kecepatan hipersonik (diatas 25 kali kecepatan suara) sehingga menghasilkan energi kinetik yang bisa mengikis baja kendaraan tempur secara ekslusif. Secara teori peluru HEAT pada awalnya mampu menembus baja dengan diameter lubang 1,5 sampai 2,5 kali diameter proyektil, kemudian peluru HEAT modern diklaim bisa menembus baja sampai 7 kali diameter proyektil dan ini terus meningkat seiring peningkatan kualitas material yang digunakan dan performa kinerja Jet.

Akan tetapi peluru HEAT akan kurang efektif bila berputar (ditembakan dari laras yang alurnya berputar/rifling ; sebuah metode normal untuk menghasilkan akurasi), sebab perputaran tersebut akan menghasilkan gaya sentrifugal (gaya kearah luar pada benda yang berputar) yang akhirnya Jet akan menyebar sehingga daya tembus menjadi berkurang. Atas dasar ini peluru HEAT perlu ditembakan dari senjata berlaras Smoothbore.
Ada kesalah pahaman yang tersebar luas, HEAT diartikan sebagai kata yang berarti PANAS (Inggris), sehingga banyak orang mengira peluru HEAT melakukan penetrasi pada target baja berdasarkan konsep panas, padahal peluru jenis ini tidak tergantung dengan fenomena thermal apapun. Kesimpang siuran ini muncul dari akronim HEAT yang diartikan sebagai kata “PANAS”.
APFSDS
Efek penetrasi peluru HEAT bekerja dengan waktu yang sangat singkat dan berkurang sangat cepat, itu sebabnya saat ini Jerman memelopori penggunaan Skirts (tabir logam) yang dipasang pada bagian samping Kendaraan tempurnya seperti pada MBT Leopard, sehingga daya tembus peluru HEAT akan bekerja pada Skirts dan sudah kehilangan efek penetrasi sebelum mengenai bagian utama badan tank. Atau penggunaan keramik (cobham) yang digunakan pada tank Chalenger ( Inggris) yang terbukti dapat meredam efek Jet peluru HEAT, atau penggunaan reactive armour (baja reaktif) yang mendahului meledakan peluru HEAT kearah luar sebelum peluru HEAT melakukan penetrasi.
Karena kenyataan ini, kejayaan peluru HEAT menjadi melemah, maka perlu diciptakan lagi peluru yang dapat melumpuhkan kendaraan tempur yang sudah dilengkapi dengan skirts,keramik/cobham, atau reactive armour tersebut, maka munculah peluru jenis APFSDS (Armour Piercing Fin Stabilized Discarding Sabot).
Munisi APFSDS dirancang untuk menembus target apapun bukan berdasarkan hasil kerja dari ledakan yang dihasilkan oleh energi kimia (chemical energy penetrator seperti peluru HE,HESH dan HEAT) melainkan berdasarkan konsep yang memaksimalkan efek dari energi kinetik pada peluru yang dirancang sedemikian rupa, sehingga terkadang munisi APFSDS ini disebut Kinetic Energy Penetrator. Prinsip maksimalisasi energi kinetik didapat dari massa dan kecepatan dengan area benturan peluru pada sasaran, sehingga peluru dapat dengan mulus menembus target. Hal ini diperoleh dengan syarat - syarat sebagai berikut :

-    Ditembakan dengan kecepatan (v) yang sangat tinggi.
-    Gaya dikonsentrasikan pada daerah benturan (impact area) yang sangat kecil namun tetap menyimpan massa yang relatif besar .
-    Memaksimalkan massa peluru dengan menggunakan logam terpadat.
Agar gaya dikonsentrasikan pada daerah benturan yang kecil (small impact area) maka proyektil peluru APFSDS dibuat dengan diameter 2-3 cm dan panjang 50-60 cm sehingga bentuknya mirip sebatang linggis, karena hal itu terkadang peluru jenis ini disebut Long Rod Penetrator (LRP), namun masalah lain timbul: bukankah peluru ini ditembakan dari senjata  Kanon yang berkaliber mulai 90 mm, 105 mm sampai 120  mm? Berarti ada celah yang lebar antara diameter proyektil dengan diameter laras senjata? Sementara syarat lain mengharuskan peluru ini ditembakan dengan kecepatan yang sangat tinggi? Untuk mengatasi hal ini maka dipasanglah Sabot  (bahasa Perancis yang berarti sepatu kayu). Sabot inilah yang menutup celah antara proyektil/penetrator dengan diameter laras sehingga kompresi ledakan isian dorong secara maksimal melontarkan peluru dengan kecepatan luar biasa yaitu sekitar 1400 sampai 1900 meter/detik.
Setelah proyektil/penetrator keluar dari mulut laras, Sabot sudah tidak diperlukan lagi, maka dengan sendirinya akan dilepaskan (discarding), akan tetapi karena peluru beroperasi dengan kecepatan tinggi, Sabot masih terlontar sampai beberapa ratus meter dengan kecepatan yang masih mematikan bagi pasukan musuh atau menyebabkan kerusakan ringan pada kendaraan.


Untuk memaksimalkan Energi Kinetik pada saat penetrator (proyektil tembus baja) membentur sasaran, selain penetrator dibuat dengan diameter yang kecil dan ukuran yang panjang, massa penetrator juga harus dimaksimalkan dengan menggunakan logam padat, maka dipilih material dari  Tungsten carbide, atau Depleted Uranium (DU) alloy (Staballoy) .
Namun masalah logis selanjutnya, untuk mendapatkan jangkauan tembakan yang jauh dengan energi kinetik dikonsentrasikan pada daerah benturan yang kecil, sementara desain penetrator yang dibuat panjang dan ramping, secara aerodinamis hal ini tidak stabil, sehingga cenderung jatuh ke tanah pada saat terbang dan kurang akurat. Secara tradisional, penetrator diberi kestabilan selama terbang dari laras dengan alur yang berputar (rifling). Sampai batas tertentu hal ini efektif, akan tapi untuk proyektil yang panjangnya lebih dari enam atau tujuh kali diameternya, rifling menjadi kurang efektif. Maka digunakanlah Fin- Stabilized (sirip ke-stabilan), sehingga kini penetrator dapat terbang dengan stabil tanpa berputar-putar dengan akurasi tetap terjaga. Selain itu bila masih menggunakan kanon rifling, hal ini kontra-produktif, sebab perputaran akibat rifling akan menurunkan penetrasi efektif peluru ini (rifling mengalihkan sebagian energi kinetik linear menjadi energi kinetik rotasi, dengan demikian mengurangi kecepatan peluru dan tenaga benturan). Oleh karena itu peluru APFSDS mutlak, harus ditembakan dari senjata yang alurnya tidak berputar/ rifling yaitu dari laras senjata Smoothbore.
Penutup
Demikian perkembangan jenis laras senjata yang berubah-ubah dari Smoothbore ke Rifling dan kembali lagi ke Smoothbore dengan disertai perkembangan jenis munisi dari yang efek perusakannya di dapat dari ledakan (Chemical Energy) seperti pelurui HE, HESH, kombinasi Chemical & Kinetic Energy seperti HEAT, atau yang mutlak menggunakan Kinetic Energy seperti peluru APFSDS. Hal ini tercipta dengan perlombaan kualitas material dan desain badan Kendaraan tempur. Dan untuk saat ini peluru APFSDS masih jadi “hantu“ menakutkan bagi Kendaraan tempur  dengan kualitas material terbaru sekalipun !
Tank Leopard sebagai salah satu MBT terbaik, menggunakan kanon smoothbore kaliber 120 mm dengan jenis-jenis peluru tersebut di atas yang mampu menghancurkan segala jenis target termasuk peluru APFSDS yang dapat menumbangkan tank lawan jenis apapun.


catatan:
Penulis adalah organik di Pusat Pendidikan Kavaleri
Sumber : KLIK DISINI

Minggu, 28 April 2013

BERITA FOTO: KEPALA STAF ANGKATAN DARAT TNI PERIKSA PERSIAPAN LATIHAN GABUNGAN TNI 2013

Jihad-Defence-Indonesia - Semarang :  Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Pramono Edhie (di ruang pilot) periksa persiapan helikopter tempur type MI-35 di Pangkalan Udara Utama TNI AD (Lanumad) Ahmad Yani Semarang, Jateng, Sabtu (27/04/2013) yang akan digunakan pada Latihan Gabungan (Latgab) TNI 2013. 

Latgab dari TNI Angkatan Udara (AU), Angkatan Darat (AD) dan Angkatan Laut (AL) akan dilaksanakan di Bhumi Marinir Karangteko, di Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, Jatim pada 1-4 Mei mendatang. (TRIBUN JATENG/Wahyu Sulitiyawan)

http://data.tribunnews.com/foto/images/preview/20130429_KSAD_Periksa_Persiapan_Latgab_TNI_8620.jpg



Sumber : KLIK DISINI

Sabtu, 27 April 2013

PEMERINTAH RI KIRIM TIM KHUSUS UNTUK PEMBELIAN HELIKOPTER APACHE


Helikopter AH-64D menembakkan flare untuk mengecoh rudal lawan (photo : Neil Jones)



Jihad-Defence-Indonesia - SEMARANG : Rencana pembelian helikopter (Heli) serbu Apache bakal terealisasi. Sebab, dalam waktu dekat tim khusus Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemenhan RI) dan TNI-AD sudah akan melihat beberapa varian heli ini.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jendral TNI Pramono Edhie Wibowo mengatakan, rencana penguatan sistem persenjataan TNI dengan pembelian heli Apache ini tetap ditindaklanjuti pemerintah.

Sekarang prosesnya ada di Kemenhan, tetapi dalam waktu dekat ada tim khusus yang akan berangkat ke negeri Paman Sam, Amerika Serikat. Dari TNI-AD tim khusus ini akan dipimpin Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) dan dari Kemenhan akan dipimpin Sekretaris Jenderal Kemenhan.

Tim khusus TNI-AD dan Kemenhan ini, ia menjelaskan, akan melihat langsung beberapa pilihan sebagai pembanding untuk heli-heli yang akan datang. Menurut KSAD, ada banyak pilihan heli yang akan dilihat.


Bell AH-1Z Zulu berpeluang menggantikan Apache jika anggaran tidak mencukupi (photo : Diablo Azul)


"Misalnya ada tipe Zulu yang merupakan Super Cobra spesifikasi serang/ serbu yang bisa menjadi pembanding," ujar Pramono, usai memberi pengarahan kepada pasukan latihan gabungan (latgab) TNI dan Satuan Tugas TNI untuk misi perdamaian Darfur, Sudan (UNAMID), di Pangkalan Udara Markas Angkatan Darat Ahmad Yani, Semarang, Sabtu (27/4). 

Selanjutnya, masih menurut KSAD, juga heli jenis Bell 412 yang akan dilengkapi dengan roket dan tentunya Blackhawk. "Yang jelas kalau Apache sudah akan dilihat bulan depan. Namun kalau Blackhawk masih kita koordinasikan," katanya menambahkan.

Sementara terkait dengan latihan gabungan (latgab) Matra TNI yang akan dilaksanakan pada Mei mendatang, Pramono mengakui, TNI-AD akan mengerahkan Satuan Helikopter terbesar.

Latgab akan diawali dengan latihan parsiil (pralatgab), mulai 1 hingga 4 Mei mendatang di Asembagus, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Satuan helikopter TNI-AD, ini nantinya akan menjadi satuan untuk mendukung serangan udara satuan darat dalam gerak di lapangan.

Selain itu juga untuk mendukung mobilitas dan pemindahan pasukan secara cepat. Sedikitnya 10 helikopter jenis Bel 412, MI 17, MI 35 untuk bantuan serangan dari udara. Meski mengerahkan armada heli terbesar, latihan ini tidak terkait dengan adanya ancaman terhadap keutuhan NKRI.

Tetapi latgab ini merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan pasukan TNI. "Ini merupakan wujud kesiapan prajurit TNI dan kelanjutan dari latihan- latihan sebelumnya," kata Pramono menjelaskan.


Sumber : KLIK DISINI

CEGAH KORUPSI, KEMENTERIAN PERTAHANAN RI PERKETAT PENGAWASAN PENGADAAN ALUTSISTA


Jihad-Defence-Indonesia - Jakarta : Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) sudah bertekad meniadakan peluang korupsi dalam pengadaan Alat utama sistem persenjataan (Alutsista). 

Pengawasan pengadaan diperketat. Audit juga dilakukan secara berlapis. Kalau sampai ada mark up dan penyelewengan, itu kebangetan.

Penegasan ini disampaikan Menteri Pertahanan RI  Purnomo Yusgiantoro dan Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dalam Silaturahmi Menteri Pertahanan dengan Pemimpin Redaksi' di Gedung Jenderal M Jusuf, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Selasa (17/1/2012) malam. Dalam pertemuan ini hadir para pejabat eselon I Kementerian Pertahanan.

Dalam pemaparannya Purnomo menyampaikan antara lain mengenai alutsista yang direncanakan untuk diadakan Kemenhan. Ada anggaran Rp. 150 triliun untuk pengadaan alutsista selama lima tahun. Pengadaan alutsista ini sebagian berasal dari dalam negeri, dan sebagian lainnya dari luar negeri.

Menurut Purnomo, pengadaan alutsista dari luar negeri, termasuk 100 tank bekas Leopard dari Belanda, dilakukan secara G to G (government to government). Dengan demikian, kemungkinan permainan pengadaan proyek yang selama ini dilakukan lewat perantara bisa dihilangkan. "Pengawasan juga kami lakukan lebih ketat. Dan pengawasan ini langsung dipimpin oleh tim yang dipimpin Wakil Menteri Pertahanan (Sjafrie Sjamsoeddin)," kata Purnomo.

Sementara itu, Sjafrie Sjamsoeddin mengakui bahwa anggaran Rp. 150 triliun untuk pengadaan alutsista selama lima tahun merupakan pil pahit bagi Kemenhan. "Ini pil pahit bagi Kemenhan, tapi ini gula bagi pebisnis persenjataan," kata Sjafrie.

Pengadaan alutsista menjadi beban berat bagi Kemenhan. Karena itu, agar pengadaan alutsista ini berlangsung mulus tanpa ada korupsi dan penyelewengan, Sjafrie memberlakukan tiga kali audit. "Yaitu pre audit, current audit, dan post audit. Dengan adanya tiga lapis audit ini, maka kabangetan kalau sampai ada penyelewengan," jelas Sjafrie. Pengawasan ini juga melibatkan Irjen Kemenhan, BPKP, dan lembaga-lembaga audit lainnya.

Selain proses audit, dalam pengadaan alutsista dari luar negeri, Kemenhan juga memiliki tim survei dan tim negosiasi. "Dalam pengadaan alutsista, kalau memang ada persenjataan yang bagus, tapi tidak cocok digunakan di wilayah kita untuk apa. 

Tank Leopard misalnya, kami sudah mensurvei bahwa tank berbobot 60 ton ini cocok digunakan di pulau Jawa. Infrastruktur di Pulau Jawa juga memadai. Jadi kami tidak asal beli, kami juga harus mempertimbangkan transfer knowledge-nya," jelas Sjafrie.

Sedangkan tim negosiasi telah melakukan negosiasi harga dengan pemerintah Belanda. "Begitu pemerintah Belanda menawarkan barang, kemudian kami survei bahwa peralatan itu cocok buat negara kita, maka kami melakukan negosiasi. Negosiasi harga dilakukan antara Kementerian Pertahanan Indonesia dengan Belanda," kata Sjafrie.

Hasil negosiasi, anggaran US$ 280 juta yang seharusnya hanya bisa digunakan untuk mendapatkan 44 tank Leopard akhirnya bisa digunakan untuk membeli 100 unit tank Leopard. "Akhir bulan ini, kami akan mengirimkan tim teknis ke Belanda untuk kepentingan ini," kata dia.

Sumber : KLIK DISINI

MISI PERDAMAIAN, TNI KIRIM 120 PERSONIL DAN 3 HELIKOPTER MI-17 KE SUDAN



Jihad-Defence-Indonesia - Jakarta : Sekitar 25 unit helikopter milik Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan spesifikasi beragam terlihat berjajar rapi di Lapangan Udara Utama Angkatan Darat Indonesia (TNI-AD) Ahmad Yani Semarang. 

Sementara itu Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Pramono Edhie berkeliling mengecek satu persatu kondisi helikopter.

Dari 25 unit helikopter tersebut, tiga di antaranya akan dikirim ke Darfur, Sudan bersama 120 personel sebagai pasukan penjaga perdamaian PBB pada bulan Juli mendatang. Helikopter yang akan dikirim berjenis MI-17 yang memiliki spesifikasi berstandar internasional.

Pengiriman pasukan beserta helikopternya ke luar negeri untuk menjaga perdamaian PBB tersebut merupakan yang pertama kalinya bagi Indonesia. Oleh sebab itu, KSAD mewanti-wanti agar pasukan yang dikirim bisa menjaga nama Indonesia dengan baik.

"Kamu (pasukan) adalah yang pertama, jadi jangan cederai TNI. Jangan sampai kesan bagus dari PBB terhadap kamu hanya kesan pertama," katanya dalam pengarahan di Lapangan Udara Utama TNI AD Ahmad Yani Semarang, Sabtu (27/4/2013).

Pasukan yang akan dikirim ke Darfur adalah pasukan Garuda 35 A Unamid. Mereka berseragam loreng warna cokelat. Komandan Pasukan Penjaga Perdamaian Indonesia Letnan Kolonel Eko menambahkan standar MI-17 yang akan dikirim sudah disesuaikan dengan standar dari PBB.

"Helikopter dan senjatanya memenuhi seleksi standar internasional," ujar Eko.

Pun demikian dengan pasukan yang akan diberangkatkan. Sebelumnya mereka harus melalui seleksi kemampuan bahasa Inggris, komputer, psikotes dan kemampuan fisik.

Selain mengecek persiapan pasukan Garuda 35 A Unamid, KSAD juga memantau kesiapan helikopter dan pasukan yang akan mengikuti latihan gabungan di Asembagus Jawa Timur pada tanggal 1 hingga 4 Mei mendatang.

"Satuan yang akan melaksanakan latihan gabungan yang akan dilakukan segera bersama-sama angkatan darat, laut, dan udara," terang Pramono.

Ia menambahkan, latihan gabungan tersebut bukan dikarenakan adanya ancaman. Namun sebagai TNI, sudah menjadi kewajibannya untuk bersiap diri.

"Saat ini kami menganggap bahwa tidak ada ancaman dari luar ,tetapi kami, satuan yang harus siap," tandasnya.

Jenis helikopter yang disiapkan baik untuk tugas ke Darfur ataupun latihan gabungan di Asembagus antara lain MI-17, M-35 yang dilengkapi senjata missile dan helikopter 412. Selama kurang lebih 45 menit, KSAD berkeliling memantau satu persatu helikopter dari kokpit hingga senjata.

Sumber : KLIK DISINI

SENGKETA LAUT CINA SELATAN UJI PERAN INDONESIA



Jihad-Defence-Indonesia - Jakarta : Persengketaan di laut China selatan yang melibatkan China dan sejumlah negara ASEAN menguji sejauh mana peran Indonesia untuk membangun rasa solidaritas kawasan dan mencegah terjadinya eskalasi konflik, kata seorang peneliti.

"Sebagai ketua ASEAN pada 2011, Indonesia terus memelihara visi hingga pembentukan komunitas ASEAN (2015,-red), namun kita akan lihat apakah dapat membawa kawasan pada sikap strategis koheren, dan kesatuan solidaritas politik untuk menjadi aktor ASEAN dalam menjaga keamanan kawasan," kata Peneliti Politik dan Hubungan Internasional Donald E. Weatherbee sebagaimana dikutip Antara.

Donald E. Weatherbee yang mendapat gelar profesor dari University of South California, mengatakan hal itu dalam pemaparan bertema Kemajuan Politik Luar Negeri Indonesia yang diselenggarakan Lembaga Persahabatan Indonesia-AS (Usindo) di Jakarta, Jumat (26/4).

Hal ini menjadi tantangan untuk Indonesia dalam melanjutkan kegemilangan politik luar negerinya. Weatherbee, yang lebih dari empat dekade telah melakukan penelitian di berbagai Universitas di Asia Tenggara, mengatakan kini usaha Indonesia dan negara-negara ASEAN untuk mencari jalan diskusi dengan China merupakan "permintaan yang sangat rumit".

"Anda tahu rumit melihat fleksibilitas pergerakan maritim China yang seakan menyebutkan bahwa memang tidak perlu ada peraturan. Tidak pernah ada isu yang mengakibatkan sengketa ASEAN seperti ini," ujarnya.

Namun, dia memuji peran Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa yang cekatan berdiplomasi di pertemuan ASEAN 2011 --saat diketuai Kamboja-- karena berhasil mendapat persetujuan untuk memulai pembahasan Laut China Selatan. Menurut Weatherbee, hasil pertemuan saat itu menyelamatkan "muka" ASEAN namun dalam bersamaan berhasil menjaga hubungan dengan China.

"Usaha terakhir Marty, mampu menyealmatkan ASEAN namun juga tidak menyerang China," ujarnya.

Dia menambahkan, Indonesia juga perlu mengingat kembali semangat persatuan yang ditularkan kepada ASEAN pada 1979, ketika Vietnam menginvasi Kamboja terkait sengketa perbatasan di Thailand.

Dia mengatakan, pada saat itu ASEAN dengan inisatif Menteri Luar Negeri Indonesia Mochtar Kusumaatmadja mengemukakan startegi garis depan yang memicu gerakan politik di Bangkok dan bantuan militer untuk menyelasaikan permasalahan itu.

"Namun, kini ketika China menantang Filipina dan Vietnam, mereka seperti ditinggalkan ASEAN secara politik," katanya.

"Sekarang ada 10 anggota ASEAN, yang mayoritas memliki perjanjian investasi dan hubungan baik dengan China dibanding solidraitas ASEAN," ujarnya.

Indonesia dan ASEAN kini sedang mendesak China untuk mendiskusikan permasalahan di Laut China Selatan dan segala potensi ekonomi di wilayah itu. Konfrensi Tingkat Tinggi ASEAN pada pekan ini di Brunei Darusalam menghasilkan kesepatakan untuk merencanakan pertemuan Menlu China dan ASEAN tahun ini di Beijing, China.


Sumber : KLIK DISINI

Jumat, 26 April 2013

RUSIA BANGUN KERETA API RUDAL ICBM, SIAP PADA 2020



Jihad-Defence-Indonesia - RUSIA : Institut Teknologi Thermal Moskow Rusia, telah memulai program riset dan pengembangan untuk membangun sistem baru kereta api rudal balistik antar-benua (ICBM), kata wakil Menteri Pertahanan Yury Borisov. Program ini masih dalam tahap awal, katanya, menambahkan bahwa anggaran yang diperlukan untuk membangunnya masih didiskusikan. Dia juga tidak memberi batas waktu untuk program kereta api rudal tersebut.

Institut Teknologi Thermal Moskow adalah insititut yang juga mengembangkan sistem rudal balistik Bulava (berbasis kapal selam) dan Topol dan Yars (berbasis darat).

Sistem prototipe dari kereta api rudal ini akan selesai pada tahun 2020, ujar seorang pejabat industri pertahanan Rusia mengatakan kepada RIA Novosti pada bulan Desember lalu. Rudal ICBM baru nantinya juga akan berbobot setengah dari rudal ICBM yang digunakan pada era Uni Soviet. Dengan bobot yang ringan, memungkinkan rudal-rudal itu muat ke dalam satu kereta rel, ia menambahkan.

Sistem awal dari kereta rel ini mengangkut rudal SS-24 Scalpel yang mana memiliki bobot 104 ton, dan dibutuhkan hingga tiga lokomotif untuk membawanya, begitu berat sehingga merusak rel kereta. Peluncur-peluncur rudal yang diangkut dengan sistem kereta rel ini membuat mereka sulit untuk ditemukan ketimbang peluncur stasioner,mempersulit musuh untuk menyerang balik.

Militer Soviet menggunakan rudal jarak jauh dengan kereta rel pertama kali pada tahun 1987, dan setidaknya sudah ada 12 pada tahun 1991. Rudal kereta rel kemudian dihapus dari angkatan bersenjata pada tahun 2002 dan basis terakhir dibongkar pada tahun 2007 dibawah perjanjian pengurangan senjata "START II" dengan Amerika Serikat.

Namun, revisi perjanjian selanjutnya, START III yang disepakati pada tahun 2010, tidak melarang penggunakan ICBM yang bergerak di atas rel.

Alexander Konovalov, seorang analis militer Rusia, mengatakan pada tahun lalu bahwa program ini akan kembali pada konsep kereta rel Soviet yang rumit, meskipun dalam bentuk yang sudah dirubah, sebuah ide buruk, dan kereta rel rudal sudah ketinggalan zaman.


Sumber Foto: weapons.nnm.ru

Sumber Referensi: KLIK DISINI

TNI-AL KERAHKAN 42 KAPAL PERANG DALAM LATIHAN GABUNGAN TNI 2013


KSAL Laksamana TNI Marsetio (kiri) memeriksa alutsista Panser Amfibi LVT-7A1 dan pasukan pendarat Korps Marinir TNI AL pada gelar pasukan Latihan Gabungan (Latgab) TNI 2013 di Dermaga Madura Koarmatim, Ujung, Surabaya, Jatim, Jumat (26/4). Latgab TNI yang akan digelar di empat titik (Jakarta, Situbondo, Sangatta Kaltim dan Bima NTB) itu, TNI AL mengerahkan 16.745 prajurit dan ratusan alat utama sistem persenjataan (alutsista). (Foto: ANTARA/Eric Ireng/Koz/Spt/13)


Jihad-Defence-Indonesia - Surabaya : Sebanyak 27 Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) yang berada di jajaran Koarmatim akan terlibat Latihan Gabungan (Latgab) TNI tahun 2013 dalam waktu dekat. Unsur kapal perang tersebut ditinjau Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Marsetio pada saat Apel Gelar Kekuatan TNI Angkatan Laut di Dermaga Koarmatim, Ujung, Surabaya, Jum’at (26/04). Apel gelar kekuatan laut tersebut dalam rangka Latihan Gabungan (Latgab) TNI tahun 2013, yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

Selain 27 kapal perang dari Koarmatim, TNI AL juga mengerahkan 15 kapal perang dari jajaran Koarmabar 9 KRI dan Kolinlamil 6 KRI, sehingga jumlah keseluruhan kapal perang yang dikerahkan sebanyak 42 kapal perang. Kapal perang koarmatim terdiri dari berbagai jenis diantaranya kapal kombatan jenis Kapal Perusak Kawal Rudal, SIGMA, kapal selam, kapal amfibi dan Landing Platform Dock (LPD) Kapal Cepat Rudal (KCR) dan Kapal Cepat Torpedo (KCT), Kapal Buru Ranjau (BR) dan Penyapu Ranjau (PR), Kapal Patroli Cepat (Fast Patrol Boat) dan kapal bantu.

Unsur-unsur tersebut dalam Latgab TNI tergabung dalam Komando Tugas Gabungan Laut (Kogasgabla) dan Komando Tugas Gabungan Amfibi (Kogasgabfib). Unsur Kogasgabla terdiri dari kapal-kapal kombatan, kapal rudal, dan penyapu ranjau, sedangkan unsur Kogasgabfib terdiri dari kapal amfibi dan LPD, Pasukan Khusus (Pasus) TNI AL Kopaska dan Taifib, Penyelam Tempur, dan helikopter. Jajaran Kogasgabfib ini mengangkut Pasukan Pendarat (Pasrat) Marinir dan matrial tempurnya.

Secara umum Gelar Kekuatan Laut tersebut menampilkan seluruh kekuatan yang tergabung dalam Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) TNI AL, mulai dari kapal perang, pesawat udara, Marinir dan pangkalan. Sedangkan personel TNI AL yang terlibat dalam latihan gabungan ini sekitar 6.500 orang.

Pada Latgab TNI kali ini, Korps Marinir mengerahkan 59 tank amfibi, yaitu 17 BMP-3F (Boyevaya Mashina Pyekhota), 33 BTR-50 (Browne Transporter), 7 LVT-7A1 (Landing Vehicle Track), serta 2 BVP-2 (Bojove Vozidlo Pechoty), 2 unit Roket Multi Laras RM-70/Grad, 16 perahu karet, 4 unit meriam Howitzer 105 mm, dan lebih dari dua ribu prajurit Marinir yang kesemuanya diangkut dengan kapal perang LST dan LPD. Sementara Puspenerbal mengerahkan 3 pesawat Intai Maritim jenis Cassa dan 5 helikopter untuk pendaratan Marinir Lintas Heli. Secara keseluruhan kekuatan pasukan TNI yang dilibatkan dalam Latihan Gabungan tersebut berjumlah sekitar 16.745 prajurit.

Pada acara Gelar Kekuatan TNI AL tersebut, Kasal didampingi Pangarmatim Laksamana Muda TNI Agung Pramono, S.H., M.Hum selaku Wakil Panglima Komando Tugas Gabungan (Wapangkogasgab), meninjau kesiapan peralatan tempur dan kapal-kapal perang. Seluruh pejabat tinggi TNI AL dan para Pangkotama hadir dalam inspeksi tersebut, termasuk Komandan Pasmar-1 Surabaya Brigjen TNI Marinir Siswoyo Hari S, yang saat itu bertindak selaku Komandan Upacara.

“Gelar Kekuatan ini secara kuantitas melibatkan sebagain besar kekuatan TNI Angkatan Laut, demikian pula secara kualitas menampilkan kekuatan yang telah dipersiapkan dengan maksimal untuk melaksanakan latihan dan operasi”, kata Kasal.

Sumber : KLIK DISINI

TIMOR LESTE BERMINAT BELI PESAWAT BUATAN PT. DIRGANTARA INDONESIA


Jihad-Defence-Indonesia - Bandung : Timor Leste berminat membeli pesawat helikopter Bell 412 EP dan NC-212 buatan PT. Dirgantara Indonesia (PT. DI), kata Manajer Pemasaran PT. DI Teguh Graito di Bandung, Jumat (26/4).

"Timor Leste merupakan salah satu negara ASEAN yang menjadi target pemasaran produk PTDI. Kami sudah melakukan pembicaraan terkait minatnya untuk membeli dua helikopter dan dua pesawat NC-212," kata Teguh Graito. 

Untuk merealisasikan proyek penjualan itu, kata Teguh, PT. DI telah melakukan pembicaraan intensif dengan salah seorang perwakilan dari Timor Leste. 

"Pembicaraan telah dilakukan baik di Bandung maupun di Dili, kami lihat minat mereka cukup besar untuk menggunakan produk kita," katanya. 

Namun, menurut Teguh, pihaknya masih terus melakukan penjajakan untuk merealisasikan proyek tersebut. 

Lebih lanjut, Teguh Graito menyebutkan, perusahaan kedirgantaraan nasional itu tengah fokus untuk pengembangan pasar internasional khususnya di kawasan ASEAN, di samping melakukan pemasaran di dalam negeri, khususnya untuk mendukung program pertahanan. 

"Pasar bagi produk pesawat yang diproduksi PT. DI cukup terbuka lebar, antara lain di Asia Pasifik dan ASEAN," katanya. 

Menurut Teguh, kebutuhan negara-negara dunia terhadap pesawat CN-235 cukup tinggi. Potensi kebutuhannya sekitar 400 unit per tahun. Demikian halnya jenis NC-212 juga cukup diminati dengan potensi kebutuhannya 400 unit per tahun. 

Ia menyebutkan, Malaysia dan Brunei merupakan negara yang telah menggunakan pesawat CN-235. Demikian halnya Korea Selatan yang memiliki skadron CN-235, belum termasuk pesawat CN-235 Maritim Patrol Aircraft (MPA). 

Sinegal dan Burkina Paso juga menggunakan pesawat unggulan produksi PT. DI tersebut dan sejauh ini operasionalnya masih cukup prima. 

"Pasar Afrika dan Amerika Selatan juga cukup besar, namun kami akan fokus di Asia Pasifik serta ASEAN, karena kebutuhan pesawat jenis itu cukup besar," kata Teguh. 

Ia menyebutkan, tahun ini PT. DI tengah menggarap proyek CN-235 pesanan Thailand yang akan rampung pada September 2013," kata Teguh. 

Sedangkan untuk memperkuat produksi, pihaknya terus berupaya untuk mendapatkan pembiayaan untuk proyek itu. Hal itu telah dilakukan dengan perbankan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) nasional, selain itu juga melakukan penjajakan dengan Bank Expor Impor. 

"Penjajakan dilakukan antara lain dengan Islamic Development Bank (IDB), masih terus dilakukan. Yang pasti progress pasar yang cukup besar untuk CN-235 maupun CN-295, serta produk pesawat lainnya," kata Teguh Graito.

Sementara itu Juru Bicara PT. DI Sonny Saleh Ibrahim menyebutkan, PT. DI tahun ini telah menyerahkan sejumlah pesawat kepada TNI antara lain enam unit helikopter Bell-412 EP. 

"Tahun ini akan segera diserahkan sejumlah pesawat pesanan TNI-AU maupun TNI-AL, yang sudah diserahkan helikopter Bell-412 EP," kata Sonny Saleh Ibrahim menambahkan

Sumber : KLIK DISINI

PESAWAT TEMPUR SUPER TUCANO TNI-AU KEMBALI LAKUKAN LATIHAN PENGEBOMAN


Jihad-Defence-Indonesia - Lumajang : Dalam rangka persiapan Latihan Gabungan TNI 2013 yang rencananya akan dilaksanakan pada awal Mei mendatang, Pesawat Super Tucano Skadron Udara 21 Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh melakukan latihan pengeboman yang bertempat di ASR (Air Shooting Range) Pandanwangi Lumajang Jawa Timur (26/4).

Latihan  dipimpin langsung oleh Komandan Skadron Udara 21 Letkol Pnb James Yanes Singal, dan bertujuan meningkatkan kemampuan para penerbang dalam melaksanakan bombing. Latihan ini merupakan ajang uji ketangkasan para penerbang tempur dalam melaksankan ketepatan menembak ataupun menghancurkan sasaran yang berada di darat.

Pengeboman dibagi menjadi 2 periode. Pada sorty pertama menggunakan pesawat super tucano seri 3101, 3103 dan sorty kedua menggunakan pesawat yang sama. Masing-masing pesawat membawa 3 bom. Jenis bom yang digunakan adalah bom Latih Asap (BLA)-250 kg.

Pelaksanaan Latihan yang dimulai tanggal 22 April 2013 dan direncanakan berlangsung selama 7 hari, merupakan latihan rutin sekaligus persiapan dalam rangka latihan Gabungan yang melibatkan seluruh penerbang Skuadron Udara 21.

Latihan ini juga bertujuan untuk memelihara, meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan serta kerjasama antar awak pesawat terbang dalam melaksanakan penembakan senjata pesawat terbang.

Dilihat dari Latihan yang kedua ini, Para penerbang Super Tucano semakin profesional dalam melakukan pengeboman untuk yang kedua kalinya dan dapat mencapai tepat sasaran sebagaimana yang direncanakan dan dapat berjalan dengan baik, aman dan lancar. Diharapkan kedepan Skadron Udara 21 semakin siap menghadapi tantangan tugas yang sudah menjadi tanggung jawabnya.


Sumber : KLIK DISINI