Jumat, 31 Mei 2013

MEMPERSIAPKAN LATIHAN GABUNGAN TNI TERBESAR 2014

Jihad-Defence-Indonesia - Jakarta : Gemuruh Perang Latihan Gabungan (Latgab) Tentara Nasional Indonesia (TNI) 2013 masih belum hilang dari ruang kebanggaan kita ketika tiga hotspot latihan yaitu Situbondo Jawa Timur (Jatim), Sangatta Kalimantan Timur (Kaltim) dan Bima Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi saksi dentuman dan hiruk pikuk tentara republik dan alat utama sistem persenjataannya (alutsista) memperlihatkan kesungguhan berlatih tempur selama 40 hari.  Kebanggaan itu makin sempurna ketika di salah satu “titik panas” latihan Situbondo, RI-1 dan RI-2 (Presiden dan Wakil Presiden RI ) ikut merasakan drama penyerbuan amfibi terbesar di pantai Banongan Jumat tanggal 3 Mei 2012 dan bergabung bersama belasan ribu prajurit TNI.


Hanya berselang satu tahun, tahun depan dicanangkan Latgab TNI terbesar yang melibatkan puluhan ribu pasukan TNI dan seluruh alutsista old dan new nya.  Satu tahun dari sekarang atau tepatnya bulan September dan Oktober 2014 TNI kembali akan melakukan latihan gabungan terbesar sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada negara dan rakyat yang telah membelikan dan menyediakan alutsista modern dan barangnya pun sudah berdatangan.
Penembakan rudal C802 dari KRI Abdul Halim Perdana Kusuma
Dua hal yang patut digaris tebal sehubungan dengan Latgab 2014 adalah rekor jarak Latgab terpecahkan dari rentang lima tahun menjadi hanya satu tahun.  Kemudian kuantitas dan kualitas alutsista yang digelar juga merupakan rekor baru dengan kehadiran sejumlah alutsista modern.  Dua rekor ini adalah nilai strategis puncak yang mampu menggempitakan naluri tempur tentara sekaligus membanggakan warga bangsa yang cinta tanah air.

Perkuatan alutsista tentara nasional yang dilakukan Presiden RI SBY sejak tahun 2010 sampai tahun 2014 merupakan keputusan cum laude, tepat waktu dan tepat guna.  Perkembangan situasi regional yang mudah terjebak dalam konflik klaim mengharuskan kita sebagai negara harus mempersiapkan kekuatan militer yang minimal setara dengan para tetangga. Terbukti ketika perjalanan memperkuat tentara republik sedang berlangsung sampai saat ini, beberapa insiden tumpang tindih klaim Laut Cina Selatan (LCS) menjadi “jelas bentuknya” dan sekaligus menjadi konflik diplomatik seperti antara Filipina dan Taiwan.  Meski Indonesia tidak terlibat konflik LCS namun kita tetap harus siaga menghadapi kondisi terburuk yang tidak bisa diprediksi sebelumnya.

Celakanya negara yang kekuatan militernya lemah menjadi tempat “uji nyali” menguji panasnya klaim. Filipina bisa dijadikan contoh yang selama ini mengabaikan perkuatan militernya dengan alutsista angkatan laut dan udara yang menyebabkan negara itu jadi seperti diabaikan oleh tetangganya yang punya klaim teritori.  Militer Filipina saat ini tidak memiliki jet tempur yang bisa diandalkan dan kapal perang berteknologi rudal. Selama ini mereka hanya mengharapkan payung pertahanan dari sekutunya Amerika Serikat (AS).  Ini  justru memberikan kesan ketidakwibawaannya menjaga teritorinya sendiri.
Panglima Tertinggi (Presiden RI) ikut merasakan episode Latgab 2013
Kewibawaan menjaga kedaulatan teritori secara real diukur dari dimilikinya mata, telinga dan alat pukul yang membuat pihak lawan berhitung cermat.   Contohnya Singapura, negara pulau yang mampu membentengi dirinya dengan kekuatan militer berkemampuan serang segala arah. Membangun kekuatan militer bukan dimaksud untuk mengganggu atau mengacau kehidupan bertetangga tetapi lebih memiliki makna menjunjung nilai kewibawaan postur negara terutama dalam etika pergaulan antar bangsa dan kekuatan posisi diplomatik.

Berkaitan dengan pencapaian penambahan alutsista baru TNI sampai dengan tahun 2014 kita pantas memberikan apresiasi kepada  panglima tertinggi yang juga Presiden RI sehubungan dengan sajian panen raya alutsista yang luar biasa. Kita berharap itu bukanlah sajian alutsista terakhir karena  sesungguhnya kekuatan yang diinginkan belum sampai di titik kulminasi. Pekerjaan besar menyajikan ragam alutsista berteknologi kepada pengawal republik masih akan terus berlangsung dengan target waktu tahun 2020 yang dikenal dengan sebutan minimum essential force.

Adalah juga keputusan yang surprise ketika Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono di sela Latgab 2013 yang sedang berlangsung di Sangatta mengumumkan bahwa TNI akan kembali melakukan Latgab terbesar tahun 2014 yang melibatkan seluruh alutsista anyarnya. Mudah saja mencernanya, alutsista sudah datang, gabung sama alutsista yang made ini old, lalu diperlihatkan kepada rakyat sebagai pertanggungjawaban.  Integrasi sistem pertempuran, teknologi komunikasi dan koordinasi antar satuan tempur berkualifikasi divisi sekaligus menguji alutsista baru untuk memperlihatkan kehebatannya merupakan substansi utama yang akan digelar pada bulan September-Oktober 2014 itu.  Simulasi perang dengan beberapa perubahan doktrin pertempuran sesuai dengan nilai teknologi alutsista baru dan kuantitasnya menjadi salah satu kurikulum utama dalam Latgab mendatang.

Perkuatan dan mobilisasi militer Indonesia tiga tahun terakhir ini yang lebih sering melakukan latihan militer dengan kapasitas besar sesungguhnya menjadi perhatian sejumlah negara.  Nah disitulah nilai keberhasilan gaung kampanye militer kita sebagai bagian dari “pesan tanpa harus berkata” bahwa pengawal republik siap setiap saat mempertahankan keutuhan teritori Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari segala bentuk ancaman.  Sepanjang tahun 2012 sampai Latgab Mei 2013 kita telah menyaksikan begitu banyaknya serial latihan tempur TNI yang digelar di berbagai tempat di tanah air.


Tahun 2014 adalah akhir dari pemerintahan SBY.  Sebagai salah satu bentuk pertanggung jawaban membangun kekuatan militer selama masa pemerintahannya tentu sajian yang paling spektakuler adalah memperlihatkan kehebatan teknologi alutsista yang baru dimiliki dengan kemampuan prajurit mengoperasikannya, mengintegrasikannya lewat latihan perang gabungan antar angkatan skala besar.  Lebih dari itu pesan besarnya pada tetangga-tetangga disebelah sangat jelas dan tegas, jangan lagi meremehkan kami.  Maka kita boleh menyebut rencana Latgab TNI 2014 itu dengan: super sekali.

Sumber : KLIK DISINI

650 PRAJURIT BATALTON 403/WIRASADA PRATISTA TNI-AD BERANGKAT KE PERBATASAN RI-MALAYSIA


Jihad-Defence-Indonesia - Semarang : Sebanyak 650 orang Prajurit Batalyon 403/Wirasada Pratista berangkat dalam penugasan ke daerah perbatasan Republik Indonesia-Malaysia di wilayah Kalimantan Barat dengan menggunakan KRI Teluk Amboina. Acara pemberangkatan pasukan tersebut dipimpin oleh Panglima Kodam (Pangdam) IV/Diponegoro Mayjen TNI Sunindyo, di Pelabuhan Tanjung Mas Semarang, Selasa (28/5).

Dalam amanatnya Panglima Kodam IV/Diponegoro berpesan kepada para prajurit yang akan bertugas, Jagalah kehormatan, Bawalah kehormatan dan tunjukkan bahwa prajurit Kodam IV/Diponegoro yang terbaik. Sebanyak 650 orang Prajurit Batalyon 403/Wirasada Pratista berangkat dalam penugasan ke daerah perbatasan di daerah operasi. Menurut Pangdam “Tugas adalah kehormatan dan tugas adalah segala-galanya”.

Disamping itu Pangdam juga berpesan agar menjaga keamanan personel dan materiil, jaga kesehatan dan apabila pulang nanti bisa bertemu dengan anak istri dalam keadaan sehat dan bagi yang belum berkeluarga agar bisa bertemu dengan keluarganya. Tak lupa pula harus profesional, ’’Ingat saudara disana punya sector, dan ingat saudara disana tugasnya membina masyarakat di perbatasan’’,tegasnya. Sebelumnya sudah ada yang datang dan pergi, maka Pangdam mengharapkan para prajurit 403/Wirasada Pratista harus bisa membina masyarakat di perbatasan tersebut lebih baik, harus rela, iklas, bersemangat dan berhasil.

Hadir dalam acara pemberangkatan tersebut Kasdam IV/Diponegoro, Danrem 072/Pmk, Dan Pomdam IV/Diponegoro, Dan Lanal, Para Asisten Kasdam IV/Diponegoro, Para Kabalak, Danyon 403/WP, Dan Yonarhanudse- 15, Dansat Brimob, Ibu Ketua Persit dan istri serta keluarga anggota Batalyon 403 yang akan bertugas.


Sumber : KLIK DISINI

KEPALA STAF ANGKATAN DARAT RESMIKAN PENGGUNAAN AREA LATIHAN TNI SIMALUNGUN


Kasad Resmikan Penggunaan Area Latihan TNI di Simalungun
Ilustrasi

Jihad-Defence-Indonesia - Bukit Barisan : Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) TNI Letnan Jenderal Moeldoko meresmikan penggunaan area latihan prajurit di Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara (Simalungun Military Training Area/Simtra) Kodam I Bukit Barisan, Kamis siang. Peresmian di Dusun Bohoan Nagori Dolok Marawa Kecamatan Silou Kahean ini ditandai dengan penandatanganan prasasti yang disaksikan Bupati Simalungun JR Saragih, Ketua DPRD Simalungun diwakili Ketua Komisi III Johalim Purba, Kapolres Simalungun AKBP Andi S Taufik SIK, tokoh adat dan ratusan masyarakat.

Kasad mengatakan Simtra merupakan salah satu upaya Angkatan Darat dalam menyiapkan medan latihan, sarana dan prasarana untuk mendukung kemampuan militer para prajurit.

Tanpa latihan yang terstruktur, tidak mungkin tercipta prajurit yang terlatih untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ujar Kasad yang mengatakan pihaknya juga akan menggelar latihan kemiliteran bersama dengan negara lain seperti Singapura dan Malaysia.

Untuk itu Kasad menyampaikan apresiasi kepada Bupati dan Pemerintah kabupaten (Pemkab) yang telah menyediakan lahan hutan seluas 8.140 hektare sebagai tempat latihan prajurit, dan mengucurkan dana sebesar Rp. 9,6 miliar untuk karya bakti TNI untuk membuka dan melebarkan akses jalan di Kecamatan Silou Kahean dan Dolok Silou.

“Kepedulian Bupati untuk mewujudkan prajurit yang profesional sangat membanggakan,” ujarLetjend Moeldoko yang baru pertama kali melakukan perjalanan dinas pasca dilantik sebagai Kasad TNI.

Kasad juga berpesan kepada prajurit di lokasi latihan untuk menjalin kerukunan dan keharmosian dengan masyarakat khususnya dalam upaya menjunjung adat budaya setempat, tidak sembarangan menebang pohon, mengotori sungai dan membuang sampah tapi juga ikut melestarikan lingkungan alam.

Ketika ditanya fasilitas sarana latihan di lokasi Simtra ini, Kasad menjelaskan pihaknya akan membuat perencanaan terlebih dahulu, memebicarakan dengan petinggi TNI dan pemerintah. “Saya perkirakan empat atau lima tahun sudah ada,” ujar Letjend Moeldoko.

Bupati Simalungun memberitahukan pemkab telah menyiapkan keadministrasian penggunaan lahan hutan itu untuk sarana latihan TNI secara legal opini dan legal hukum. “Semua telah kita sampaikan ke pemerintah pusat dan disetujui Menteri Kehutanan. Tinggal menunggu rencana induk kegiatan latihan dari Kodam I Bukit Barisan,” sebut Bupati.

JR Saragih menandaskan Simtra ini merupakan kepentingan negara dan bangsa bukan untuk Bupati atau Pemerintah Kabupaten Simalungun. Selain itu perekonomian rakyat juga mulai meningkat ditandai dengan bukanya sejumlah kedai di pemukiman penduduk.

“Harapan kami kepada Pak Kasad, untuk pembangunan Kabupaten Simalungun yang lebih baik dan meningkat lagi, kami sangat mendambakan program TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) tahun 2014 dilaksanakan di daerah kami,” ujar Bupati.

Kasad TNI dan rombongan didampingi Panglima Kodam I BB Mayjend TNI paulus F Lodewijk, Danrem 022 PT Kolonel Inf Restu Widiyantoro MDA, Dan Rindam I BB Kolonel Inf teguh Arif Indratmoko, Dandim 0207 Simalungun Letkol Inf martin SM Turnip dan jajaran TNI, datang untuk meresmikan Simtra dan meninjau karya bakti TNI di Simalungun.

Sumber : KLIK DISINI

Kamis, 30 Mei 2013

ANGGOTA DPR-KOMISI 1 PERMASALAHKAN ALAT KOMUNIKASI RI BUATAN ISRAEL

Politikus PKS permasalahkan alat komunikasi RI buatan Israel

Jihad-Defence-Indonesia - Jakarta : Anggota Komisi I DPR-RI Mardani Ali Sera mempermasalahkan alat komunikasi satelit Indonesia yang tidak memiliki standar dan kompatibel. Selain itu, alat komunikasi yang dimiliki Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) juga menggunakan jammer dari Israel.

"Kami protes keras untuk hal ini. Ini bertentangan dengan kebijakan luar negeri kita yang belum membuka hubungan diplomatik apapun dengan negara tak bertuan itu," kata Mardani dalam siaran pers yang diterima merdeka.com, Senin (27/5).

Hal itu disampaikan Mardani saat rapat dengar pendapat antara Komisi I DPR dengan Lemsaneg. Dalam rapat, terungkap banyak hal berkaitan dengan rentannya pertahanan negara, karena kurang optimalnya pemanfaatan Lemsaneg oleh lembaga atau kementerian.

"Hal ini sangat disayangkan, terutama karena masalah pertahanan adalah hal utama di era modern dan keterbukaan informasi ini," lanjutnya.

Lebih lanjut Mardani mengatakan ada kerentanan ketika dokumen dan data negara tidak diamankan dengan sandi.

"Betapa berbahayanya jika BPKP menerima laporan dari gubernur terkait laporan keuangan daerah atau negara, dapat di trace atau malah di hack atau crack. Maka akan sangat telanjang negara ini di mata musuh atau negara lain," kata Mardani.


Sumber : KLIK DISINI

KONSEP KOMPONEN CADANGAN TNI HARUS DIMATANGKAN


Konsep Komponen Cadangan Harus Dimatangkan

Jihad-Defence-Indonesia - Jakarta : Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat-Republik Indonesia (DPR-RI), Mardani Ali Sera menilai konsep komponen cadangan harus dimatangkan, mulai dari subjek komponen cadangan, kualifikasinya, hubungannya dengan organ TNI seperti apa dan jangka waktunya.

"Ini penting agar mereka tidak menjadi kekuatan yang terpisah dan tidak terkontrol yang akhirnya malah menimbulkan masalah dikemudian hari," kata Mardani saat dihubungi, Rabu (29/5).

Selain itu menurut Mardani, perlu diperhatikan bagaimana utilisasinya. Jika berasal dari anggaran negara dan tiap tahun harus ada pos anggaran untuk biaya perawatan, maka hal itu pasti akan membebani keuangan negara. "Mesti ada output terukurnya," ucapnya.

Kemudian Mardani menilai perlu ada diskusi yang melibatkan publik terkait dengan komponen cadangan. Sebab menurutnya, masih ada pandangan yang pro dan kontra terkait hal itu.

"Dengan musyawarah kepada seluruh elemen bangsa maka akan mencapai titik kompromi terbaik bagi bangsa ini," terang Politikus Partai Keadilan Sejahtera itu.

Sebelumnya, Pegawai Negeri Sipil (PNS) diwajibkan untuk memiliki kemampuan dasar militer, misalnya keahlian menembak dan beladiri. PNS dan karyawan swasta akan menjadi prioritas perekrutan komponen cadangan. Mereka akan dilatih secara khusus oleh instruktur dari TNI

Mardani menilai perlu ada pengawasan terhadap PNS dan karyawan swasta yang direkrut menjadi komponen cadangan. Sebab jika tidak terkontrol, kemampuan mereka seperti menembak akan mendatangkan bahaya.

‎​"Konsep pengawasan yang rigid memang jadi prasyarat. Walau saya yakin mereka jika tidak bertugas tidak diperkenankan membawa senjata api," ujar Mardani.

Sumber : KLIK DISINI

TNI-AL DAN ANGKATAN LAUT THAILAND JALIN KERJASAMA


Jihad-Defence-Indonesia - Jakarta : Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Dr. Marsetio menerima kunjungan Commander in Chief Royal Thai Navy (KSAL Thailand), Admiral Surasak Rounroengrom, di Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (29/5).

Setiba di Mabesal, KSAL Thailand Admiral Surasak Rounroengrom disambut secara resmi oleh KSAL Laksamana TNI Dr. Marsetio, dalam suatu upacara Jajar Kehormatan Milliter yang dilaksanakan di pelataran Gedung Utama Mabesal. Kunjungan ini dimaksudkan untuk menjalin hubungan silaturahmi antara angkatan laut kedua negara.

Pada kesempatan tersebut Admiral Surasak Rounroengrom mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas sambutan hangat di Mabesal. Sedangkan Laksamana TNI Marsetio juga menyampaikan terima kasih atas kedatangannya dan berharap kedepan dapat meningkatkan intensitas latihan bersama antara angkatan laut kedua negara.

Berdasarkan siaran pers Dinas Penerangan TNI Angkatan laut (Dispenal), turut hadir mendampingi KSAL adalah Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Hari Bowo, Aspam Kasal, Laksamana Muda TNI I Putu Yuli Adnyana, Asops Kasal, Laksamana Muda TNI Didit Herdiawan, Waaspam Kasal, Laksamana Pertama TNI Adam Suwardi serta pejabat terkait lainnya.


Sumber : KLIK DISINI

INI SYARAT PNS DAN PEKERJA YANG WAJIB BERLATIH MILITER SESUAI RUU KOMPONEN CADANGAN


Ini Syarat PNS dan Pekerja yang Wajib Berlatih Militer

Jihad-Defence-Indonesia - Jakarta : Rancangan Undang-Undang (RUU) Komponen Cadangan Pertahanan Negara mengatur Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pekerja/buruh wajib menjadi anggota komponen cadangan. Ada sejumlah persyaratan, sebelum PNS dan pekerja/buruh dipanggil mengikuti pendidikan militer.

Persyaratan mengenai PNS dan pekerja/buruh yang diwajibkan menjadi komponen cadangan pertahanan negara dan mengikuti pelatihan militer diatur di Pasal 9 RUU Komponen Cadangan Pertahanan Negara yang bunyinya sebagai berikut:

Pasal 9

1. Untuk menjadi Anggota Komponen Cadangan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :

a. persyaratan umum
b. persyaratan kompetensi; dan
c. latihan dasar kemiliteran.

2. Persyaratan umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a :

a. warga negara Indonesia yang telah berusia 18 (delapan belas) tahun
b. beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
c. setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; dan
d. sehat jasmani dan rohani.

3. Persyaratan kompetensi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dilakukan berdasarkan faktor keahlian dan keterampilan sesuai kebutuhan

4. Ketentuan lebih lanjut mengenai latihan dasar kemiliteran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c dan persyaratan kompetensi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) diatur dengan pelatihan materi

Pasal 10

(1) Calon Anggota Komponen Cadangan yang telah memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) diangkat menjadi anggota Komponen Cadangan.

(2) Pengangkatan menjadi Anggota Komponen Cadangan dilakukan oleh menteri atau pejabat yang ditunjuk melalui pelantikan dengan mengucapkan sumpah dan/atau janji sesuai agamanya masing-masing.

Sumber : KLIK DISINI

PRESIDEN PERINTAHKAN TNI BANGUN JALAN DI PAPUA

TNI Akan Bangun Jalan Strategis Nasional Di Papua
Ilustasi Pembuatan Jalan



  
Jihad-Defence-Indonesia - JAKARTA : Dalam rangka mempercepat pembangunan Provinsi Papua dan Provinsi Barat, khususnya untuk membuka keterisoliran wilayah, pemerintah menetapkan Jalan Strategis Nasional Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat, yang untuk selanjutnya disebut Jalan P4B.

Penetapan itu tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 40 Tahun 2013 yang ditandatangani oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 17 Mei 2013 lalu.

Ada 40 jalan Strategis Nasional di wilayah Provinsi Papua dan Papua Barat yang dilampirkan dalam Perpres ini. Dari ke-40 Jalan P4B itu, 16 jalan di antaranya digolongkan sebagai Ruas Jalan Tertentu Pada Jalan P4B.

Melalui Perpres ini, pemerintah memberikan penugasan kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk melaksanakan pembangunan jalan pada ruas-ruas jalan tertentu yang merupakan bagian dari Jalan P4B.

“Pembangunan jalan pada ruas-ruas tertentu itu meliputi kegiatan perencanaan teknis, pelaksanaan konstruksi, dan pengawasan,” bunyi Pasal 3 Ayat (3) Perpres No. 40/2013 itu.

Menurut Perpres ini, kegiatan perencanaan teknis, pelaksanaan konstruksi dan pengawasan dilakukan oleh TNI secara swakelola sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pengadaan barang/jasa pemerintah.

Perpres ini tetap menugaskan Kementerian Pekerjaan Umum untuk melakukan pembinaan teknis terhadap pelaksanaan pembangunan jalan dimaksud sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang jalan.

Sementara itu terkait anggaran, Pasal 4 Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2013 ini menyebutkan, bahwa pendanaan yang diperlukan bagi pembangunan Jalan P4B dibebankan kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Untuk pendanaan pembangunan ruas-ruas jalan tertentu dialokasikan pada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Kementerian Pertahanan, dan untuk pendanaan pembangunan ruas-ruas jalan tertentu dialokasikan pada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Kementerian Pekerjaan Umum,” bunyi Pasal 4 Ayat (3) Perpres ini.

Pelaksanaan pembangunan Jalan P4B, menurut Perpres ini, dilakukan secara bertahap berdasarkan skala prioritas yang disusun oleh Unit Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat (UP4B).

Presiden menugaskan Kementerian Pekerjaan Umum untuk mengevaluasi jalan-jalan yang telah dibangun sesuai fungsi jalan, untuk ditetapkan statusnya lebih lanjut sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang jalan.

Pasal 8 Perpres ini menegaskan, Unit Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat untuk mengkoordinasikan pemrograman dan penganggaran pembangunan jalan P4B, dan memfasilitasi penyerahan aset sesuai dengan status jalan.

“Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan,” bunyi Pasal 9 Perpres yang diundangkan pada 17 Mei 2013 itu. 

Sumber : KLIK DISINI

Rabu, 29 Mei 2013

BMP-3F: TANK AMFIBI "KELAS BERAT" TNI-AL

marinir
Jihad-Defence-Indonesia - Jakarta : Yang ditunggu akhirnya datang juga, ranpur (kendaraan tempur) BMP-3F milik korps Marinir akhirnya tiba di Tanah Air pada 27 November lalu di Surabaya. Jumlahnya memang tak banyak, hanya 17 unit, tapi inilah jenis tank paling modern dan tercanggih yang dimiliki Indonesia saat ini, dilihat dari kelengkapan persenjataan yang dibawa. Menurut rencana awal, dengan anggaran US$ 50 juta, Korps Marinir bakal mendapatkan 20 unit tank, tapi karena terjadi kenaikan harga per unit, akhirnya jumlah BMP-3F yang bisa diboyong ke Tanah Air berjumlah 17 unit saja.
Secara teori, BMP-3F masuk dalam kelas tank angkut personel, menjadi penerus generasi BMP-2/BVP-2, tapi BMP-3F diramu dengan bekal senjata yang lumayan “heboh” dikelasnya.. Apa yang memmbuat BMP-3F terasa spesial? Dari beberapa varian BMP-3, tipe 3F dirancang dengan kemampuan tambahan untuk bisa berenang dengan lebih baik, yakni mampu menantang ombak laut di level 2, dan bisa beroperasi di laut selama 7 jam. Untuk menunjang kemampuan amfibinya, BMP-3F dapat dilengkapi snorkel.
kombinasi 3 senjata dalam single turet

kombinasi 3 senjata dalam single turet memudahkan reaksi dan daya pukul

Senjata andalan BMP-3F adalah kanon kaliber 100 mm. Kanon ini dirancang untuk menembakkan peluru/ roket non-kendali (shell). Kanon jenis ini masuk dalam kategori balistik sedang, dengan kecepatan tembak berkisar 250m/detik. Selain itu terdapat platform peluncur rudal kendali anti tank (ATGM), baik yang diluncurkan langsung melalui laras meriam (laser guided system) maupun yang terpasang pada badan panser. diri dari dua bidang stabilisator dari pembidik kaca utama dan sebuah sensor gyroscope.
ruang kemudi BMP-3F

Konstruksi persenjataan BMP-3F merupakan penggabungan dalam satu komponen (single-turet): meriam, peluncur roket berkaliber 100 mm, kanon otomatis berkaliber 30 mm dan mitraliur berkaliber 7,62 mm. Dengan penggabungan ini memungkinkan awak tank dapat memilih model keperluan penggunaan senjata yang tersedia dikaitkan dengan situasi, kondisi serta medan tempur, tergantung sasaran yang dipilih untuk dihancurkan baik sasaran di darat, laut maupun udara.
BMP-3F dalam ajang Indo Defence 2012
BMP-3F dalam ajang Indo Defence 2012

BMP-3F memiliki berbobot kurang lebih 18,7 ton, panjang 8 meter, lebar 3,5 meter dan tinggi 2,5 meter, kapasitas awak 3 orang serta 7 personel pasukan bersenjata lengkap. Bila dipandang dari segi bobot, BMP-3F kini menduduki kendaraan tempur kavaleri terberat yang yang dimiliki Korps Marinir, bahkan menjadi arsenal kendaraan tempur kelas berat nomer satu dibanding beragam jenis tank yang dimiliki TNI-AD. Bila dibanding tank-tank ringan milik TNI-AD, BMP-3F jauh lebih unggul dengan adopsi kanon 100 mm.
Tampilan 3 dimensi BMP-3F

Tampilan belakang BMP-3F saat semua pintu dibuka
Sebagai perbandingan, andalan kavaleri TNI-AD sampai kini masih bertumpu pada kanon 90 mm Cockerill, seperti yang terdapat pada tank Scorpion. BMP-3F mempunyai kecepatan di medan berlumpur 45 km, 70 km di jalan raya, 10 km di air dan mampu berjalan mundur dengan kecepatan 20 km. Sedangkan kemampuan jelajah tank ini adalah 600 km.
Dengan suspensi torsion bar, BMP-3F handal melahap medan off road

BMP-3F Korps Marinir TNI-AL

Tank BMP-3F memiliki beberapa keunggulan lain, diantaranya konstruksi (chasis) yang memungkinkan untuk dimodernisasi, selain itu, perawatan dan efisien pemelihanaannya lebih mudah. Selain Indonesia dan Rusia, BMP-3F saat ini juga digunakan oleh angkatan bersenjata Ukraina, Sri Lanka, Siprus, Kuwait, dan Uni Emirate Arab. Bahkan yang mengejutkan, Korea Selatan yang dikenal pengasup setia teknologi militer dari Amerika Serikat, nyatanya juga memiliki 70 unit BMP-3F. (Haryo Adjie Nogo Seno).
Spesifikasi BMP-3F :

Jenis : Infantry fighting vehicle
Pabrik : Kurganmashzavod
Berat : 18,7 ton
Tinggi : 2,4 meter
Lebar : 3 meter
Panjang : 7,14 meter
Mesin : UTD-29M diesel
500 hp (375 kW)
Senjata : 100 mm gun/launcher 2A70
30 mm autocannon 2A72
3 x 7,62 mm machine gun
Suspensi : torsion bar
Kru : 3
Pasukan : 7
Sumber Referensi : KLIK DISINI

ROKET DARI LEBANON HANTAM ISRAEL


Ilustrasi: IST

Jihad-Defence-Indonesia - BEIRUT : Sebuah roket ditembakkan dari wilayah selatan Lebanon ke Israel. Warga di salah satu kota Negeri Yahudi itu pun mengaku mendengar suara ledakan roket tersebut.

"Suara ledakan terdengar, militer pun mulai menyelidiki wilayah tersebut. Penyebab dari serangan roket itu masih diselidiki," ujar juru bicara militer Israel, seperti dikutip Reuters, Senin (27/5/2013).

Beberapa pejabat militer Israel lain mengatakan, ledakan itu tampaknya disebabkan karena mortir. Suara peluncuran roket itu juga bisa didengar dari Kota Marhayoun, Lebanon, yang letaknya sekira 10 kilometer (km) dari perbatasan Israel.

Stasiun televisi di Israel juga tidak melaporkan secara detil mengenai serangan roket yang menyerang Kota Metula. Belum diketahui pula, siapa yang bertanggung jawab atas serangan roket tersebut. 

Seperti diketahui, serangan roket itu muncul di saat konflik Suriah mengalami eskalasi. Suriah juga sudah berkali-kali menegaskan, mereka akan membalas serangan udara Israel yang dilakukan di Kota Damaskus beberapa bulan yang lalu.

Tepat pada Minggu kemarin, dua roket ditembakkan dari salah satu distrik di Beirut, Lebanon. Pemimpin Hizbullah Syekh Hassan Nasrallah sudah berjanji bahwa gerilyawan Hizbullah akan berperang membantu Presiden Bashar Al-Assad melawan fraksi oposisi.


Sumber : KLIK DISINI

ISRAEL: HIZBULLAH MAMPU SERANG ISRAEL DARI BERBAGAI SISI


Pasukan Hizbullah (Foto: NY Times)
Pasukan Hizbullah (Foto: NY Times)

Jihad-Defence-Indonesia - TEL AVIV : Mantan Menteri Luar Negeri Israel Avigdor Lieberman membahas ancaman Hizbullah, Suriah dan Iran terhadap Israel. Lieberman menuduh Hizbullah mampu menyerang Israel dari berbagai sisi.

"Hizbullah memiliki senjata yang bisa menyerang Israel dari sisi manapun. Apa yang dibutuhkan saat ini ada keputusan tegas dan persiapan," ujar Lieberman, seperti dikutip Channel 2, Rabu (29/5/2013).

Selain itu, Lieberman juga mengeluarkan peringatan bahwa Iran saat ini meningkatkan kemampuan nuklirnya dengan cepat. Sebagai Ketua Komite Pertahanan dan Urusan Luar Negeri Parlemen Israel, Lieberman memang diharuskan memberikan pandangannya mengenai ancaman yang bisa mendera Israel.

Mengenai Suriah, Lieberman tidak mau ketinggalan. Dengan keyakinan tinggi tokoh sayap kanan Israel itu menuduh bahwa Suriah memiliki senjata kimia.

"Tidak perlu diragukan lagi bahwa Presiden Bashar Al-Assad menyimpan dan menggunakan senjata kimia kepada pasukan oposisi yang melakukan perlawanan terhadapnya," tegas Lieberman.

Konflik di Suriah saat ini sudah memasuki dua tahun lebih. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB/UN) mengatakan, korban jiwa akibat konflik tersebut dikabarkan mencapai 70 ribu jiwa. 


Sumber : KLIK DISINI

KRI KARIMATA-960 DUKUNG EKSPEDISI NKRI



Jihad-Defence-Indonesia - Jakarta : KRI Karimata-960, kembali mendukung Ekspedisi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) 2013 Karidor Sulawesi, dengan melaksanakan pergeseran material Komadno Pasukan Khusus (Kopassus) TNI-AD, dan bertolak dari Jakarta menuju Sulawesi dari Dermaga 100, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (27/5),

Menurut Komandan KRI Karimata-960, Mayor Laut (P) Agung Nugroho dalam siaran pers Dispen Kolinlamil, Selasa (28/5), pelaksanaan embarkasi telah dilaksanakan sehari sebelum pemberangkatan berupa material jembatan gantung milik Kopassus TNI-AD.

Komandan KRI Karimata-960 juga menjelaskan bahwa, dalam pelayaran ini akan memperhatikan penekanan Panglima Komando Lintas Laut Militer (Pangkolinlamil) Laksda TNI S.M. Darojatim, untuk memperhatikan keselamatan dan keamanan sehingga terwujud zero accident dalam setiap pelaksanaan operasi.

KRI Karimata-960 yang merupakan salah satu unsur Komando Lintas Laut Militer dibawah pembinaan Satuan Lintas Laut Militer (Satlinlamil) Jakarta, jenis Bantu Umum (BU). Kapal perang ini buatan Hongaria dengan fungsi mendukung pergeseran material dan logistik ke seluruh wilayah Indonesia.

Sumber : KLIK DISINI

DUA PESAWAT TEMPUR HAWK 209 TNI-AU CEGAT PESAWAT TEMPUR F-5 SINGAPURA

BFI

Jihad-Defence-Indonesia - Pekanbaru : Pagi hari Rabu 29 Mei 2013, disaat matahari mulai naik dari cakrawala perintah terbang menuju arah timur laut kota Pekanbaru, Riau sekitar pesisir timur Pulau Sumatera mendekati Selat Malaka merupakan sebuah perintah yang tidak dapat ditolak maupun dibantah. 

Deru mesin jet Adour MK 871 buatan Rollroyce terdengar melaju dan melesat memanggil panggilan tugas yang berat tapi luhur.

Terdapat dua area sasaran yang ditentukan adalah JTA 1 dan JTA 2 yang kemudian dari area tersebut dua buah Hawk 209 milik TNI AU mendapat tuntunan dari radar Ground Control Intercept 232 Dumai yang mengatakan terdapat titik dari timur bergerak cepat menuju kearah barat. 

Dari identifikasi transponder diketahui benda bergerak tersebut adalah dua buah pesawat jet F – 5 Tiger miliki Republic Singapore Airforce yang memasuki wilayah Pulau Sumatera.


Setelah mendapatkan informasi tiga dimensi berupa jarak, arah dan ketinggian maka dua Hawk 209 segera menuju arah sasaran yang dituju. Ditemukan dua buah titik hitam di kejauhan, maka dua Hawk dengan callsign “Bigfoot” tersebut segera mengambil ancang-ancang untuk pengejaran. 

Menyadari bahwa F – 5 memiliki kecepatan supersonic sedangkan Hawk 209 hanya subsonic maka “Bigfoot” flight mengambil sudut pengejaran dari samping dan ambil posisi lead dari kedua F – 5 yang kemudian diketahui menggunakan callsign “Black Kite”.  

Setelah berhasil membayangi dua buah F – 5 Singapura tersebut menandakan akhir sebuah skenario latihan hari pertama Bilateral Fighter Interaction and Training yang dilaksanakan antara TNI-AU dan RSAF di Pangkalan Udara RSN Pekanbaru, Riau. 

Latihan yang dilaksanakan mulai hari rabu hingga kamis  (29 – 30 Mei 2013) berjalan dengan lancar yang terdiri dari air interception, dissimilar air combat training 1 versus 1 serta 2 versus 2.


Sumber : KLIK DISINI

INDIA PERKUAT PERTAHANAN UDARA DI DEKAT SRI LANGKA


Foto : Sistem pertahanan misil India (army-technology)
Foto : Sistem pertahanan misil India (army-technology)
Jihad-Defence-Indonesia - NEW DELHI : Pangkalan udara India di Thanjavur, Tamil Nadu berniat memperkuat kapabilitas pertahanan udaranya. Lokasi basis militer itu tidak jauh dari Sri Lanka.

Menteri Pertahanan India A.K. Antony mengatakan, beberapa aset industri, ekonomi, dan kedirgantaraan akan dikirim ke wilayah seltan Negeri Bollywood itu. Oleh karena itulah, Komando Selatan India harus menyediakan perlindungan yang ekstra-ketat terhadap aset-aset tersebut.

Pangkalan militer itu juga akan melindungi wilayah India dan Jalur Komunikasi Laut di Samudera India. Seperti diketahui, Pangkalan Udara Thanjavur yang akan memperkuat kapabilitas pertahannya, adalah pangkalan udara pertama yang didirikan di Semenanjung Selatan India. 

"Skenario keamanan baru sudah muncul, kehadiran pesawat militer di Thanjavur tidak hanya akan menjaga kepentingan kita semua, namun juga melindungi negara-negara tetangga kita," ujar Antony, seperti dikutip Bernama, Selasa (28/5/2013).

Selain merupakan pangkalan udara pertama bagi militer India, Pangalan Thanjavur juga akan menjadi pangkalan utama dari Komando Angkatan Udara Selatan. Antony pun mengakui, aktivitas di wilayah Samudera India kini makin aktif, oleh karena itulah India harus terus berwaspada.

Sejauh ini, Pangkalan Udara Thanjavur menjadi rumah dari pesawat tempur SU-30 buatan Rusia. India juga menempatkan pesawat transportasi militernya yang cukup besar, pesawat tak berawak, serta radar.

Sumber : KLIK DISINI

PESAWAT TANPA AWAK AMERIKA SERIKAT JATUH DI SOMALIA


Pesawat Tak Berawak AS Jatuh di Somalia


Jihad-Defence-Indonesia - SOMALIA : Sebuah pesawat tak berawak milik militer Amerika Serikat (AS) jatuh di Somalia Selatan hari Selasa 28/5

Sebuah pesawat tak berawak yang diduga milik militer Amerika Serikat jatuh di Somalia Selatan, Selasa (28/5). Para pejabat provinsi dan militan al-Shabab menyatakan pesawat itu jatuh di dekat Bulo Marer di kawasan Shabelle Bawah hari Selasa.

Gubernur Shabelle Bawah Abdikadir Mohamed Nur mengatakan kepada VOA bahwa militan al-Shabab menembakkan rudal-rudal anti-serangan udara ke arah pesawat itu sebelum pesawat tersebut jatuh.

Al-Shabab, dalam pesan Twitter-nya tidak mengaku bertanggungjawab atas penembakan pesawat tanpa awak itu. Kelompok tersebut menyatakan menguasai reruntuhan pesawat dan memindahkannya ke lokasi yang aman.

Meskipun Amerika Serikat tidak membahas operasi kontraterorismenya di Somalia, pesawat-pesawat tanpa awak itu telah digunakan untuk memantau dan membunuh para tersangka militan al-Shabab.  


Sumber : KLIK DISINI