Dalam kejadian ini, satu tim Israel, 45 pasukan Uganda, enam pembajak dan tiga tawanan tewas, dan 100 orang tawanan telah berhasil dibebaskan. Operasi ini dikenal juga sebagai Operasi Thunderbolt oleh perencana militer Israel. Dikemudian dinamakan Operasi Yonatan sebagai memperingati komandan serangan, Kolonel Yonatan "Yoni" Netanyahu, satu-satunya tim Israel yang tewas dalam serangan ini dan merupakan kakak Benjamin Netanyahu, yang kemudian menjadi Perdana Menteri Israel.
Pada 27 Juni 1976, pesawat Airbus A300 Penerbangan 139 Air France yang membawa 248 penumpang dan 12 awak pesawat, terbang dari Tel Aviv, singgah di Athena sebelum menuju ke Paris. Setelah 12:30 pm, penerbangan itu telah dibajak oleh dua orang Palestina dari kelompok Front Popular Perjuangan Palestina-Popular Front for the Liberation of Palestine dan dua orang Jerman dari kelompok "Revolutionary Cells (RZ)", (Wilfried Bose dan Brigitte Kuhlmann).
Para pembajak memerintahkan penerbangan tersebut untuk mengalihkannya ke Benghazi, Libya. Di Libya pesawat bertahan selama tujuh jam untuk mengisi bahan bakar, seorang perempuan yang berpura-pura mengandung telah dibebaskan. Pesawat lepas landas dari Benghazi, dan pada 3:15 pesawat sampai di bandara Entebbe (dikenal sekarang sebagai Bandara Internasional Entebbe) di Uganda.
Di Entebbe, tiga orang pembajak bergabung, yang didukung oleh kekuatan pro Palestina, Presiden Uganda, Idi Amin. pembajak-pembajak itu dipimpin oleh Bose (dan bukan, seperti yang biasanya dilaporkan, oleh Ilich Ramírez Sánchez aka Carlos the Jackal).Mereka menuntut pembebasan 40 orang Palestina yang ditahan di Israel dan 13 orang tahanan lain yang dipenjarakan di Kenya, Perancis, Swiss, dan Jerman - dan jika tuntutan ini tidak dipenuhi, mereka mengancam akan membunuh tawanan-tawanan itu pada 1 Juli 1976.
pembajak -pembajak itu menahan penumpang-penumpang sebagai tawanan di ruang transit Bandara Entebbe (sekarang adalah terminal lama), dan melepaskan sebagian besar tawanan, menahan hanya orang-orang Israel dan Yahudi, mengancam membunuh jika Israel tidak memenuhi tuntutan mereka. Pembajak-pembajak mengumumkan bahwa awak pesawat dan para penumpang bukan Israel / Yahudi akan dibebaskan dan akan dipindahkan ke dalam pesawat Air France yang lain, yang telah diterbangkan ke Entebbe untuk tujuan tersebut, Kapten Penerbangan 139 Michel Bacos memberitahu para pembajak bahwa semua penumpang termasuk seorang lagi yang masih ada, adalah di bawah tanggungjawabnya dan dia tidak akan meninggalkan mereka. Seluruh anak buah Bacos menurutinya. Seorang biarawati Kristen warga Prancis juga enggan dan menuntut agar seorang tawanan menggantikan tempatnya, namun dia dipaksa naik pesawat Air France yang disediakan oleh pasukan Uganda. Semua 83 tawanan warga Israel / Yahudi dan 20 yang lain yang hampir semuanya adalah awak pesawat Air France masih dalam tawanan.
Salah satu sebab mengapa serbuan dapat dapat dirancang dengan berhasil karena banggunan di mana tawanan ditahan dibuat oleh perusahan arsitektur milik rakyat Israel.Perusahaan-perusahaan Israel sering terlibat dengan proyek pembangunan di Afrika ketika 1960-an dan 1970-an. Perusahaan yang membangun terminal bandara tersebut masih menyimpan rancang bangun terminal, dan telah memberikan kepada pemerintah Israel.Namun, yang lebih penting adalah Mossad (Dinas Rahasia Israel) telah membuat gambaran yang tepat mengenai tempat tawanan ditahan, jumlah pembajak dan keterlibatan tentara Uganda melalui wawancara yang diperoleh dari tawanan yang dibebaskan di Paris. Ketika merencanakan operasi, militer Israel telah membuat replika sebagian dari bangunan bandara dibantu oleh beberapa orang Israel yang telah terlibat dalam pembangunan terminal bandara. Telah diakui oleh peneliti bahwa setelah tiba di maskas tentara untuk membuat replika banggunan (tidak menyadari sebelumnya apa yang mereka harus lakukan) para kontraktor Israel telah diundang makan malam besama dengan komandan markas tersebut. Ketika makan malam, mereka diberitahu bahwa setelah selesai pembangunan replika, untuk kepentingan keamanan negara, mereka akan ditahan sebagai tamu tentara dalam beberapa hari. Dalam jumpa pres dengan perancang serbuan Mookie Betzer dan Associated Press 4 Juli 2006, pegawai operasi Mossad mewancarai tawanan yang dilepaskan. Dan hasilnya, ada sumber informasi penting, merupakan penumpang, Yahudi Prancis yang telah dilepaskan secara tak sengaja bersama dengan tawanan bukan Yahudi. Betzer melaporkan bahwa pria tersebut pernah menjalani latihan militer dan memiliki daya ingat luar biasa, mengizinkan dia memberi informasi mengenai jumlah dan senjata pembajak, bersama dengan informasi-informasi penting yang lain. Dalam minggu sebelum serbuan, Israel telah mencoba beberapa pendekatan politik untuk membebaskan tawanan -tawanan tersebut. Banyak sumber menunjukkan bahwa kabinet Israel telah siap untuk membebaskan penduduk Palestina dari tahanan jika pendekatan militer menemukan kegagalan. Seorang pejabat Tentara Pertahanan Israel IDF, Baruch 'Burka' Bar-Lev, telah beberapa tahun mengenal Idi Amin dan dihitung memiliki hubungan pribadi yang kuat dengannya. Atas permintaan kabinet beliau telah berbicara dengan Idi Amin berkali-kali melalui telepon, mencoba untuk mendapatkan kebebasan untuk para tawanan tapi tidak berhasil. Pemerintah Uganda menyampaikan protes ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), karena Israel telah melanggar kedaulatan Uganda. Indonesia kala itu juga ikut mengutuk aksi pasukan Sayeret Matkal dalam Operasi Entebbe. Tetapi PBB malah membenarkan aksi militer Israel itu, yang dilakukan demi menyelamatkan warganya yang tersandera. Duta besar Israel, Chaim Herzog berkata:
Karena menolak meninggalkan pesawat, Captain Bacos di mendapat peringatan keras oleh perusahaanya, Air France dan dibebastugaskan untuk beberapa waktu. Popularitas perdana menteri Yitzhak Rabin melambung setelah operasi Entebbe. Dari cerita diatas wajar saja kemampuan pasukan khusus israel menduduki peringkat ke 2 di dunia diatas indonesia yang menduduki peringkat ke 3 dunia yang berhasil dengan Operasi Woyla
Sumber : http://rixco.multiply.com/journal/item/623/OPERASI-ENTEBBE-OLEH-PASUKAN-KHUSUS-ISRAEL-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar