Jumat, 20 September 2013

KEMENTERIAN PERTAHANAN RI MODERNISASI PERATAN BAIS


Jihad-Defence-Indonesia - JAKARTA : 
Kementerian Pertahanan Republik Indonesia saat 

ini menunggu kedatangan perangkat alat sadap yang dibeli dari pabrikan peralatan mata-

mata kondang asal Inggris, Gamma TSE Ltd. Kementerian menyatakan alat sadap ini akan 

diberikan ke TNI (Tentara Nasional Indonesia), khususnya Badan Intelijen Strategis (BAIS).

"Pengadaannya tahun lalu, dan alatnya akan datang akhir tahun ini," kata Kepala Pusat 

Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan Brigadir Jenderal Sisriadi Iskandar saat 

dihubungi Tempo, Kamis, 19 September 2013.

Sisriadi melanjutkan, perlengkapan intelijen itu dibeli seharga empat juta euro atau sekitar 

Rp 70 miliar. Sayang, Sisriadi tak mau menerangkan detail peralatan intelijen yang dibeli itu.

"Maaf, ini sifatnya rahasia, kalau saya kasih tahu malah melanggar konstitusi," kata dia.

Pembelian alat sadap baru, Sisriadi melanjutkan, merupakan upaya modernisasi peralatan 

intelijen yang dimiliki BAIS. Pengadaan alat sadap ini masuk dalam rancangan modernisasi 

alat utama sistem persenjataan Indonesia atau Minimum Essential Force.

Mengenai kegunaan alat sadap itu, Sisriadi juga tak mau menyebutkan detail. Menurut dia, 

informasi mengenai alat intelijen yang dibeli pemerintah bersifat rahasia. "Yang jelas untuk 

memperkuat dan melindungi negara."

KOMISI 1 DPR Awasi Penggunaan Alat Sadap TNI


Wakil Ketua Komisi Pertahanan DPR Tubagus Hasanuddin membenarkan kabar pembelian 

seperangkat alat sadap intelijen baru oleh Kementerian Pertahanan untuk Badan Intelijen 

Strategis. Hasanuddin juga menyebut Komisi I DPR telah menyetujui pembelian alat 

seharga Rp 70 miliar tersebut.

Sayangnya, Hasanuddin tak mau menjelaskan detail merek dan peralatan apa saja yang

 dibeli Kementerian Pertahanan. "Komisi I tak pernah bahas merek dagang dan asal

negaranya, itu ranah user," kata dia melalui pesan singkat kepada Tempo, Kamis, 19 

September 2013. Hasanuddin juga merahasiakan kapan dan bagaimana rincian pembahasan 

antara Komisi I dan Kementerian Pertahanan tentang pembelian alat sadap ini.

Hasanuddin mengingatkan ada kemungkinan TNI menyalahgunakan peralatan intelijen 

mereka. Kekhawatiran paling besar adalah penyalahgunaan alat sadap untuk urusan 

Pemilihan Umum 2014. Karena itu, Komisi Pertahanan perlu mengawasi betul penggunaan

 alat sadap baru milik BAIS ini.

Hasanuddin mengklaim Komisi I sedang membentuk tim khusus untuk mengawasi 

kemungkinan penyalahgunaan peralatan intelijen baru ini pada Pemilu 2014. Sayang, lagi-

lagi Hasanuddin merahasiakan struktur dan cara kerja tim khusus Komisi I itu.

Sebelumnya, penggiat hak asasi manusia dari Imparsial, Poengky Indarti, menentang keras 

pembelian seperangkat alat sadap intelijen dari pabrikan Gamma TSE Ltd oleh Kementerian

 Pertahanan. Menurut Poengky, alat sadap yang diperuntukkan BAIS TNI senilai Rp 70

 miliar ini rawan disalahgunakan. Terlebih untuk memata-matai pelaksanaan Pemilu 2014.

Sumber : KLIK DISINI

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar