Rabu, 10 Juli 2013

EUROCOPTER, PT. DIRGANTARA INDONESIA DAN HELIKOPTER TNI

Bulgarian Navy AS 565 MB Panther helicopter (photo:deagel.com)
Bulgarian Navy AS 565 MB Panther helicopter.
Jihad-Defence-Indonesia - Jakarta : Kabar gembira muncul dari TNI-AL yang konon mempertimbangkan kembali pembelian Helikopter Seasprite yang dikenal bermasalah dan sempat dikeluhkan oleh Angkatan Laut Selandia Baru.
ARC
Impian TNI-AL, Pusat Penerbang Angkatan Laut (Puspenerbal) khususnya memiliki helikopter khusus anti kapal selam masih terus bergulir. Kabar baiknya, Kementrian Pertahanan telah mendengar dan meluluskan permintaan tersebut. Lebih jauh, ARC mendapat info, Kemhan sudah memberikan spesifikasi helikopter yang dibutuhkan kepada 2 pabrikan besar produsen heli anti kapal selam. Namun dari pihak pabrikan sendiri belum mengajukan penawaran. Kemhan sendiri berharap, kontrak bisa dilaksanakan tahun ini juga, sehingga di tahun 2014 diharapkan sudah ada barangnya.

Berbeda dengan kabar sebelumnya, dipastikan kali ini heli Kaman Super Sea Sprite sudah masuk kotak. Kementrian pertahanan RI kini melirik heli AKS yang memang terkenal dan mumpuni. Mereka masing-masing adalah AW-159 Wildcat serta AS-565 Panther. Helikopter AW-159 Wildcat merupakan pengembangan paling mutakhir dari heli Lynx. Sementara heli AS-565 Panther merupakan pengembangan dari seri Dauphin  Eurocopter yang sangat laris.
Dari dua alternatif helikopter tersebut, semoga TNI-AL memilih Eurocopter AS565 MB Panther.

Helikopter TNI-AD
 
Dalam kesempatan lain, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Moeldoko menyatakan TNI-AD akan membeli 12 helikopter tempur buatan Eropa. Jika merujuk kepada pesanan sebelumnya, kemungkinan helikopter yang diburu TNI-AD adalah Eurocopter AS 550 Fennec.

Eurocopter AS 550 Fennec Multirole buatan Perancis (Jetphoto.net/Javier González)
Eurocopter AS 550 Fennec Multirole buatan Perancis.
Eurocopter
 
Jika TNI-AL memilih Eurocopter AS565 MB Panther, maka rangkaian pengadaan helikopter TNI-AL, TNI-AD  cocok dengan keinginan TNI-AU yang mendatangkan Eurocopter EC725 Super Cougar.

PT. Dirgantara Indonesia telah menandatangani kontrak pembuatan 6 Eurocopter EC725 pada tahun 2011. Menurut Presiden Direktur PT. Dirgantara Indonesia Budi Santoso, kontrak pembuatan 6 Eurocopter EC725 akan mengantarkan industri dirgantara Indonesia ke era baru kerjasama dengan Eurocopter, yang mendorong kemampuan teknologi helikopter PT. Dirgantara Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi. Sebelumnya sejak tahun 2008, PT. Dirgantara Indonesia memang telah memiliki kontrak dengan Eurocopter  untuk perakitan EC255 dan perakitan taiil booms dan airframe dari EC725.
Eurocopter EC 725 Super Cougar (photo: eurocopter)
Eurocopter EC 725 Super Cougar.

Jika TNI-AL mengambil AS 565 Panther, TNI-AD AS 550 Fennec dan TNI-AU EC725 Cougar yang semuanya berbasis eurocopter, tentu biaya pemeliharaan helikopter semakin murah, karena biaya berkala: suku cadang, rebuild engine dan rotor yang mahal, dapat ditekan. Dengan mengerjakan ketiga jenis helikopter eurocopter tersebut, peluang menghidupkan prototype helicopter serang ringan Gandiwa semakin terbuka dan jelas spesifikasinya. 

Sumber : KLIK DISINI

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar