Jumat, 12 Juli 2013

TAHUN INI RUSIA TERIMA 36 KAPAL PERANG BARU


Korvet siluman kelas Steregushchy
Korvet siluman kelas Steregushchy (bawah) (Foto via russianmilitaryphotos.wordpress.com)
Jihad-Defence-Indonesia - MOSCOW : Pada tahun 2013 ini, Angkatan Laut Rusia akan menerima 36 kapal perang baru. Jumlah penerimaan yang besar dalam satu tahun dan belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Rusia, Panglima Angkatan Laut Rusia, Laksamana Madya Alexander Fedotenkov, mengatakan pada hari Minggu, 7 Juli 2013. "Di tahun ini, 36 kapal perang, kapal serangan cepat dan kapal pendukung akan bergabung dengan Angkatan Laut Rusia. Ini belum pernah terjadi sebelumnya," kata Fedotenkov di Maritime Defense International Show di St Petersburg, Rusia.

Kapal perang Angkatan Laut Rusia sekarang melakukan semua misi di seluruh samudera dunia, dengan lebih dari 60 kapal perang saat ini yang berada di laut, katanya.

Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengatakan pada bulan Maret lalu bahwa Angkatan Laut Rusia akan menerima 24 kapal selam dan 54 kapal perang dari berbagai kelas pada tahun 2020.

"Sebagai hasil dari pelaksanaan program mempersenjatai kembali negara untuk tahun 2020, angkatan laut akan menerima delapan kapal selam strategis bertenaga nuklir,16 kapal selam multiguna dan 54 kapal perang dari berbagai kelas," kata Shoigu.

Delapan kapal selam rudal strategis terdiri dari tiga kapal selam kelas Borey dan lima dari kelas Borey-A yang dipersenjatai dengan rudal balistik Bulava. Enam belas kapal selam multiguna meliputi delapan kapal selam serang kelas Graney bertenaga nuklir (SSN) dan kapal selam dari kelas Kilo dan Lada yang bertenaga diesel-listrik.

Selain kapal selam, Angkatan Laut Rusia juga akan menerima frigat kelas Admiral Gorshkov dan korvet siluman kelas Steregushchy, korvet kelas Buyan dan kapal pendaratan besar dari kelas Ivan Gren.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan pada tahun lalu bahwa pengadaan kapal perang dan kapal selam baru untuk Angkatan Laut akan menjadi prioritas selama dekade kedepan. Khusus untuk tujuan ini, Pemerintah Rusia telah mengalokasikan lima triliun rubel (US$166 miliar) atau seperempat dari seluruh anggaran pengadaan persenjataan hingga tahun 2020.

Sumber : KLIK DISINI

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar