Rabu, 03 Juli 2013

KAPAL SELAM B-90 SAROV,KAPAL SELAM KILLER SILENT RUSIA

Foto Tampak Samping Kapal Selam B-90 Sarov
Jihad-Defence-Indonesia - Jakarta : Kapal Selam B-90 Sarov atau proyek 20.120 asal Russia sekarang lagi ramai menjadi perbincangan analis militer di berbagai belahan dunia, apalagi kalau bukan sistem penggerak kapal selam terbarunya yang menjadikan Hidrogen sebagai bahan bakar utamanya.Kapal Selam ini pertama kali diujicoba pada akhir 2012 yang disaksikan oleh perwakilan kementrian pertahanan Russia

Sebenarnya Perancangan Kapal Selam B-90 Sarov dulunya diberinama Proyek20.120 Rincian pertama tentang kapal selam ini secara tidak sengajaterungkap pada tahun 2007. Pembangunan kapal ini dimulai pada tahun 1988Konstruksi dimulai di Nizhniy Novgorodnamun dihentikan pada tahun 1998karena masalah pendanaanPada tahun 2003 konstruksi dilanjutkan diSeverodvinsksetelah project di revisi Menurut layanan berita Rusia,kapal selam ini adalah demonstrator teknologidirancang untuk mengujiteknologi baru dan persenjataan. sedangkan nama "Sarov" resmi dipakai padatahun 2008.

Kalau dilihat sepintas Tampaknya kapal selam ini menggunakan lambungmodifikasi dari kapal selam kelas KiloKapal ini memiliki 52 orang awakyang beroperasi di perairan utara. Perlu disebutkan bahwa selama Perang DinginSoviet mengoperasikan beberapa kapal selam mata-mata di Utara.
  
B-90 Sarov adalah kapal selam diesel-listriknamun memiliki sebuah reaktor nuklir kecil sebagai pembangkit tenaga tambahanIni adalah kombinasi yang unikReaktor nuklir ini dirancang untuk mengisi baterai,sehingga kapal selam bisa tinggal lebih lama di dalam airTidak sepertibiasa kapal selam diesel-listrik Sarov dapat tetap diam didalam air sampai20 hariIni adalah fitur yang paling penting untuk teknologi sebuah kapal selam,teknologi ini memungkinkan tidak terdeteksi oleh sistem sonar ,kapal perang ataupun kapal selam musuhSistem propulsi independen udaratersebut merupakan perkembangan yang signifikan dan ini menjadikan Rusiamenggunakannya untuk batu loncatan  generasi kapal selam patroliberikutnya.

Perbedaan Mendasar antara Kapal Selam Listrik Konvensional dan Teknologi yang dipunyai Kapal Selam B-90 Sarov adalah kalau kita ambil contoh   kapal selam jenis  U-212 dan U-214 Jerman, terdapat titik kelemahan yaknikapal selam harus muncul ke permukaan untuk menyuplai mesin diesel untuk mengisi baterai. Itu membuat kapal selam jenis ini rentan terhadap serangan musuh. Tetapi berbeda dengan teknologi yang dipakai Kapal Selam anyar Russia B-90 Sarov karena menggunakan Sel Bahan Bakar Hidrogen pecahan senyawa kimia hidrogen dan oksigen kemudian di konversi secara elektrokimia dan disimpan dalam suatu reaktor nuklir kecil untuk menyuplai tenaga penggerak jadi ngak perlu repot untuk kepermukaan air.  
Rangkaian Mesin Tenaga Hidrogen B-90 Sarov
Foto Tampak Samping dan Atas, B-90 Sarov
 

Dr Edward C. Whitman, editor majalah Undersea Warfare Magazine, melihat penggunaan sel bahan bakar akan semakin meningkat kemampuannya dua hingga tiga kali lipat dalam beberapa tahun kedepan, yang akan memberikan fleksibilitas taktis yang lebih baik karena ukurannya yang kecil dan fitur silent (tenang) yang melekat padanya.


Cukup membicarakan teknologinya Kurang puas rasanya kalau kita tidak membicarakan sistem persenjataan yang di gotongnya sember menyebutkan kapal selam jenis Sarov terbilang payah, kapal selam ini cuma terdapat dua peluncur terpedo 650mm sebanyak 26 (type 65 or 53) dan tidak menutup kemungkinan kapal selam ini menganut sistem persenjataan SLBM (submarine-launched ballistic missile) semacam R29 PM yang mampu menghantam sasaran sejauh 8.300 km.

Paradigma dari jenis propulsi kapal selam baru ini akan membawa kita kepada perang bawah laut yang mana kapal selam yang menggunakan teknologi ini akan menjadi ancaman bagi kapal selam konvensional yang bertenaga listrik dan kapal selam nuklir, kata Whitman. Kapal selam dari jenis propulsi berbeda (konvensional dan nuklir) perlu mewaspadaai kapal selam jenis ini dan harus memahami betul kemampuannya di laut.

Sumber : KLIK DISINI

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar