Selasa, 16 April 2013

PRESIDEN RI AKAN SAKSIKAN SECARA LANGSUNG LATIHAN PERANG GABUNGAN TNI 2013



Jihad-Defence-Indonesia - Jakarta Markas Besar Tentara Nasional Indonesia mengerahkan 16.745 prajuritnya dalam Latihan Gabungan (Latgab) TNI 2013. Selain mengerahkan prajurit pilhannya, TNI juga mengerahkan sejumlah alutsista. Dari Angkatan Darat dikerahkan peralatan tempur seperti 14 Tank Scorpio, lima Tank Stormer APC, dua Tank Stormer Co, 13 Tank AMX, 21 meriam, 12 Helikopter Mi-17, 12 Helikopter Bell, dan tiga hely Bolco. Sementara dari Angkatan Laut mengerahkan 36 kapal perang, 17 Tank BMP-3F, 33 BTR-50, enam Kapal Patroli K-61, dua unit RM-70/Grad, tujuh unit LVT-7A1, dua unit BVP-2, tiga pesawat Cassa, dan lima helicopter. Sedangkan dari Angkatan Udara mengerahkan lima pesawat Sukhoi SU 27/30, lima pesawat Hawk SPO, lima unit F-16, lima unit Hawk PBR, sebelas Hercules C-130 HS/HB, satu pesawat C-130 BT, dua pesawat B-737 intai, dua pesawat C-212 Cassa, dua unit CN-235, satu unit CN-235 MPA, dua helly Nas-332/Sa-330, dan empat helly Ec-120 Colobri.

Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, resmi membuka Latgab TNI 2013 di Pangkalan Udara (Lanud) Halim Perdana Kusuma, Jakarta, 15 April. Panglima TNI didampingi Kasau, Kasal, dan Wakasad. Rencananya, Latgab akan berlangsung pada 15 April sampai 29 Mei tahun ini. Kasum TNI Marsdya TNI Daryatmo dipercaya sebagai Direktur Latihan (Dirlat) dan sebagai Wakil Dirlat Dankodiklat TNI adalah Mayjen TNI Chaidir Serunting Sakti.
Tujuan dilakukan Latgab ini, adalah untuk meningkatkan profesionalisme prajurit TNI dalam melaksanakan operasi militer gabungan.Selain itu juga untuk meningkatkan dan menguji kemampuan prajurit dan satuan TNI dalam merencanakan, melaksanakan dan mengendalikan mekanisme Operasi Gabungan. Latihan ini sebagai salah satu bentuk pertanggung jawaban TNI terhadap rakyat dan bangsa Indonesia.

Materi latihan yang dikembangkan adalah proses dan mekanisme pengambilan keputusan militer, proses dan mekanisme pengecekan, gelar kesiapan dan latihan pendahuluan serta komando pengendalian kampanye militer dan operasi militer gabungan TNI. Sedangkan metode latihan menggunakan metode latihan Posko yang dilaksanakan di Markas Komando Divisi 1/Kostrad Cilodong, sejak 9 April sampai 19 April dan latihan lapangan di wilayah Kalimantan-Timur dan di Bima Nusa Tenggara Barat sejak 6 April sampai 29 April.”Latihan pendahuluan akan dihadiri dan disaksikan secara langsung oleh Presiden RI Bapak Susilo Bambang Yudhoyono di Asembagus, Jawa-Timur pada tanggal 4 Mei sampai 5 Mei nanti,” kata Panglima TNI.

Rentang wilayah di Indonesia yang harus dijaga bukanlah rumah kecil melainkan rumah besar dengan luas daratan 1,9 juta KM2, dengan luas perairan 3,3 juta KM2 yang kaya akan sumber daya alam dan bergengsi karena berada dalam posisi menentukan bagi lalulintas perekonomian Asia Timur, Asia Tenggara, Australia, dan Timur Tengah.
Panglima TNI menekankan kepada para perwira sebagai unsur manajerial satuan.”Ikuti latihan dengan seksama dan catat segala hal penting, untuk kepentingan penyempurnaan doktrin TNI dan strategi militer, serta doktrin turunan lainnya, yang menjadi field manual pada setiap matra dan doktrin akusisi alustsista dalam konteks operasi gabungan TNI,” ujar Laksamana TNI Agus Suhartono yang pada Agustus 2013 nanti akan memasuki masa pensiun.

Sumber : KLIK DISINI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar