Selasa, 18 Februari 2014

APA KEHEBATAN JET TEMPUR JAS 39 GRIPEN NG SWEDIA???


Jihad-Defence-Indonesia - SINGAPORE : Indonesia tengah menimbang pembelian 

pesawat tempur baru pengganti F-5E/F Tiger II TNI-AU. Satu nominator penjaga langit 

nusantara adalah JAS 39 Gripen NG, buatan SAAB Groups Swedia. Apa kehebatannya?

Wakil Presiden SAAB untuk Indonesia, Peter Carlqvist saat ditemui di sela acara pameran 


dirgantara Singapore Air Show, di Bandara Changi, pekan lalu, mengatakan Gripen memiliki 

sederet kemampuan canggih. Di antaranya  daya jangkau dan kemampuan avionik 

dikendalikan perangkat lunak dan material modern. Desain pesawat yang digunakan untuk 

misi intersepsi, serangan darat, dan pengintaian dibuat efisien dengan desain kanard yang 

tak stabil sehingga memungkinkan pesawat terbang lebih cepat.

JAS 39 Gripen berbekal rudal AIM-120 AMRAAM, AIM-9 Sidewinder, rudal anti-kapal 


SAAB Dynamics RBS 15, dan rudal serang permukaan Maverick. Keunggulan lainnya adalah 

Gripen bisa take off dari landasan pacu sepanjang 800 meter, dan sanggup mendarat pada 

jalanan umum. Saat mendarat, pesawat berkecepatan 2.470 kilometer per jam dengan 

radius tempur 800 kilometer ini bisa diisi bahan bakar dan dipersenjatai lagi dalam sepuluh 

menit oleh lima kru saja, untuk kemudian terbang lagi.

Tak hanya itu, jenis pesawat ini juga memiliki standar biaya operasional atau pemeliharaan 


yang murah. "Industri pesawat kini makin canggih tapi juga sekaligus makin mahal. Kami 

memutus tren dengan menekan ongkos perawatan operasional." ujar Clarqvist.

SAAB, Carlqvist menyebutkan, juga membuka kemungkinan negara yang membeli armada 


dengan mereka mendapat fasilitas transfer teknologi. Dengan Brazil, yang baru saja membeli

 36 unit Gripen NG, misalnya, SAAB melakukan 100 persen transfer teknologi. Kondisi tu 

bisa terjadi karena perusahaan dirgantara Brasil mumpuni menerima transfer teknologi dari 

SAAB.

"Kami ingin industri lokal bisa melakukan sendiri perbaikan pesawat mereka. Jadi Andalah 


yang bertanggung jawab terhadap aset Anda, bukan kami. Andalah yang memegang 

kendali," ujar Clarqvist. "Jika pun terjadi embargo, Anda tak akan peduli, karena Anda 

sudah mandiri dan punya kompetensi pemeliharaan sendiri."

Sejumlah negara sudah menjadi pelanggan SAAB, di antaranya Afrika Selatan, Brazil, Swiss, 


Denmark, Ceko, dan Hungaria. Kini mereka tengah berambisi melebarkan sayap ke Asia 

Tenggara dengan mendirikan kantor perusahaan di Indonesia, menyusul Thailand yang 

angkatan udaranya baru saja mengimpor Gripen NG.

Sumber : KLIK DISINI

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar