Kamis, 13 Juni 2013

KSAD TNI WACANAKAN PENINGKATAN PERSENJATAAN KOPASSUS


Kopassus-TNI-AD
Jihad-Defence-Indonesia - Jakarta : Persenjataan Komando Pasukan Khusus 

(Kopassus) akan dibenahi guna meningkatkan profesionalisme prajurit. Sebab, 

pengabdian Kopassus selama ini telah sampai kancah internasional.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Moeldoko mengatakan, 

pihaknya sudah mendiskusikan mengenai kemungkinan dilakukannya 

pembenahan persenjataan khusus bagi Kopassus.

“Ada beberapa senjata yang akan dibenahi," ucapnya usai menerima brevet 

kehormatan di Markas Kopassus (Makopassus), di Cijantung, Jakarta Timur, 

Selasa (11/6/2013).

Untuk diketahui, selama ini Kopassus memang menggunakan berbagai jenis 

senjata khusus. Banyak dari senjata itu tidak dipakai oleh satuan lain di luar 

pasukan elit TNI.

Selain aspek alat utama sistem senjata (alutsista), KSAD juga menekankan

pentingnya peningkatan jiwa profesionalisme para prajurit. Seluruh anggota Korps 

Baret Merah diminta untuk membangun korps agar semakin membanggakan.

“Sejarah yang pernah diukir dari waktu ke waktu Kopassus harus semakin 

profesional. Sebagai seorang prajurit, profesionalisme tetap harus dijunjung 

tinggi,” urainya.

Terkait senjata khusus, Agustus tahun lalu Kopassus juga menerima tambahan 

315 senapan baru berupa senjata laras pendek HK MP5 buatan Heckler dan Koch 

(HK) Jerman. Ini melengkapi 104 senjata sejenis yang sebelumnya telah dimiliki. 

Penyerahan dilakukan oleh Wakil Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin.

Senjata itu hasil pengadaan Kementerian Pertahanan RI 2010 yang terdiri dari 

220 pucuk HK MP5 A4, 48 pucuk HK MP5 A5, 38 pucuk HK MP5 K.PWW, dan 9 

pucuk HK SD5. 

Senjata itu berstandar internasional dan banyak dipakai pasukan khusus 

angkatan bersenjata dari berbagai negara. Untuk senjata pasukan khusus, 

pengadaan dilaksanakan secara langsung ke produsen agar terjamin kualitas dan 

akuntabilitas dari peralatan itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat Brigjen TNI Rukman 

Akhmad menambahkan, sejauh ini rencana pembenahan persenjataan khusus 

Kopassus belum sampai ada taraf jenisnya. “Masih akan dibicarakan di tingkat 

staf,” ungkapnya.

Namun dia mengakui bahwa untuk pasukan elit memang membutuhkan 

persenjataan yang khusus. Senjata-senjata itu harus memiliki standar 

internasional.

Adapun Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan Brigjen TNI 

Sisriadi menambahkan, pengadaan senjata khusus bagi Kopassus ditangani oleh 

angkatan. 

“Kementerian Pertahanan RI lebih pada persenjataan (alutsista) yang massif dan 

membutuhkan biaya besar,” imbuhnya.

Sumber : KLIK DISINI

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar