Senin, 13 Mei 2013

TEMBAKKAN MORTIR, AL-NUSRA BERAMBISI "SURIAHKAN" LEBANON




Jihad-Defence-Indonesia - SURIAH :
Milisi teroris Front Al Nusra menyulut perang baru di Lebanon dengan menembakkan mortir ke kota Hermel di dekat perbatasan Suriah.

Kantor berita Lebanon, NNA melaporkan empat mortir Ahad (12/5) menghantam jantung kota Hermel, yang terletak sekitar 100 kilometer (62 mil) timur laut Beirut.

Salah satu mortir mendarat di dekat yayasan pendidikan Imam Sadr. Sebuah roket jatuh di dekat Rumah Sakit Umum Hermel di pintu masuk timur kota, sedangkan roket lainnya menghantam sebuah bukit yang menghadap Sungai Assi. Sebelumnya, Hermel juga terkena empat mortir pada tanggal 9 Mei lalu.

Milisi teroris Front al-Nusra di Suriah mengancam akan terus menembaki kota-kota Lebanon.

"Pada Senin, 13 Mei, kami akan melanjutkan serangan untuk menghancurkan Hermel dan desa-desa sekitarnya dengan roket dan peluru tank," ancam Al-Nusra.

Sebelumnya, pusat penerangan Front al-Nusra dalam statemen peringatan keras yang ditujukan kepada Presiden Lebanon, Michel Sleiman, Kamis (25/4) mengancam akan membumihanguskan Beirut.

Sebuah pusat studi yang berbasis di Paris mengungkapkan bahwa milisi teroris Front al-Nusra merupakan kaderan dinas intelejen Arab Saudi. Intelligence Online mengatakan Front al-Nusra berambisi membentuk pemerintahan khilafah di Suriah dengan menempuh segala cara, termasuk aksi terorisme.

FNA (13/1)  melaporkan, dokumen baru menunjukkan keterlibatan pihak-pihak Arab Saudi dalam mendukung dan menyuplai senjata kelompok teroris itu di Suriah demi menjamin kepentingan Israel di kawasan.

Sumber tersebut menambahkan bahwa Dinas Rahasia Arab Saudi yang dipimpin oleh Bandar bin Sultan bin Abdulaziz, memanfaatkan hubungannya dengan kelompok-kelompok bersenjata di Irak untuk membentuk Front al-Nusra.

Dengan dukungan dana Arab Saudi dan sekutunya di Lebanon, Front al-Nusra menyerang militer Suriah. Kelompok teroris ini menggunakan pengalamannya dalam operasi bom bunuh diri di Irak.

Selain membunuhi rakyat sipil dan menyerang pasukan keamanan Suriah, anggota kelompok teroris, Front al-Nusra juga menghancurkan infrastruktur dan fasilitas publik dari makam hingga rumah ibadah.

Dilaporkan milisi teroris Front al-Nusra mengaku bertanggung jawab atas penghancuran dan penggalian makam sahabat Nabi Muhamamd Saw, Hujr Ibn Adi. Arabpress Jumat (3/5) memberitakan, dalam sebuah pernyataannya di laman sosial media, milisi teroris Suriah ini mengatakan bahwa pihaknya bertanggung jawab atas penyerangan dan penggalian makam Hujr bin Adi.

Tidak hanya itu, milisi teroris tersebut menghancurkan menara Masjid Jami Umayyah dan pintu masuk sebelah selatan masjid tersebut dengan bahan peledak.
Al-Alam melaporkan, pejabat Damaskus Kamis (25/4) mengungkapkan bahwa Masjid tertua dan terbesar di Suriah yang dibangun pada abad ke-8 itu kini rusak parah akibat serangan kelompok-kelompok bersenjata anti pemerintah Assad.

Beberapa bulan lalu, para milisi teroris juga membakar Masjid Jami Umayyah dan mencuri manuskrip-manuskrip penting lainnya. Masjid Jami Umayyah terletak di bagian kuno kota Aleppo dan tercatat dalam daftar warisan budaya dunia UNESCO.


Sumber : KLIK DISINI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar