Rabu, 12 Juni 2013

AMERIKA SERIKAT: INDIA-PAKISTAN JANGAN "MAIN-MAIN" DENGAN NUKLIR



Jihad-Defence-Indonesia - Jakarta : Dua negara Asia tetangga yang sering berseteru India dan Pakistan perlu mengambil pelajaran dari insiden Perang Dingin agar tidak terjebak dan "bermain-main" dengan penggunaan senjata nuklir yang dapat menimbulkan konflik. Hal itu disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat bidang Keamanan Internasional dan Non-Proliferasi Thomas M. Countryman di Jakarta, Senin (10/6).

"Kami (Amerika Serikat) juga sangat peduli dengan India dan Pakistan. Perlu adanya upaya-upaya non-proliferasi antara dua negara tersebut," kata Countryman pada diskusi tentang Kerja Sama Non-Proliferasi Amerika Serikat (AS)-Asia Tenggara.

Menurut Countryman, salah satu hal penting untuk menghindari konflik dari provokasi penggunaan senjata nuklir adalah dua negara perlu mulai membangun kepercayaan dan komitmen masing-masing untuk sikap non-proliferasi. "Kedua negara perlu membangun kepercayaan antara negara untuk menghindari potensi konflik lebih jauh," ujarnya.

Countryman juga mencontohkan bagaimana dampak ketegangan negara-negara pemilik senjata nuklir pada Perang Dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet. Menurutnya, perang dingin malah memicu terjadinya konflik di sejumlah wilayah di dunia hingga mengakibatkan dampak mengerikan seperti Krisis Rudal Kuba. 

Maka dari itu, kata Countryman, negara-negara pemilik senjata nuklir perlu menekankan pada kepentingan damai dengan mengutamakan dialog. "Senjata nuklir memang dapat menjadi cara untuk menggertak, namun itu hanya akan berdampak ke konflik," ujarnya.

India dan Pakistan sudah terlibat pertikaian yang diwarnai dengan motif-motif politik dan militer sejak lama. Masing-masing negara pernah melakukan uji coba senjata nuklir yang membuat "panas" negara lainnnya dan meningkatkan ketegangan di Asia.

Setelah uji coba nuklir Paksitan pada 1998 "Chagai I", kedua negara berlomba-lomba memperbanyak hulu ledak nuklirnya pada awal Juni lalu. Lembaga Kajian asal Swedia, Institut Riset Perdamaian Internasional Stockholm melaporkan dua negara tersebut meningkatkan jumlah senjata nuklirnya.

Pakistan menambah 10 hulu ledak nuklir menjadi antara 100 hingga 120. Sementara India, menambah dengan jumlah yang sama menjadi
antara 90 sampai 100.

Selain India dan Pakistan, China juga dikabarkan meningkatkan jumlah senjata hulu ledak nuklirnya, ketika Korea Utara meminta pengakuan sebagai negara nuklir. 


Sumber : KLIK DISINI

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar