Senin, 06 Februari 2012

Anwar Bantah ke Indonesia Galang Dukungan


MOHD RASFAN / AFP
Mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia nwar Ibrahim membantah kedatangannya ke Indonesia untuk mencari dukungan





Jurnas.com | MANTAN Wakil Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim membantah kedatangannya ke Indonesia untuk memberikan orasi politik dan kebudayaan di Bandung dan Jakarta merupakan bagian dari strateginya menggalang dukungan kepada publik di Indonesia. Kedatangan pria berusia 64 tahun itu atas undangan PB HMI, Institut Teknologi Bandung dan CIDES.

Anwar berencana maju dalam pemilihan umum di Malaysia, 2013 mendatang. Ia juga membantah kecilnya dukungan bagi dirinya. "Andaikan tidak ada dukungan itu tidak benar. Kalau pemilu bebas dan adil, kita mampu menang pada pemilu yang akan datang,” ujarnya saat berorasi politik dan ekonomi pada acara bertajuk “Kepemimpinan dalam Era Perubahan Ekonomi dan Politik” di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki (TIM), Senin (30/1) malam.

Dalam orasinya itu, Anwar menekankan pentingnya bagi seorang pemimpin dalam sebuah negara demokrasi untuk mengetahui apa yang diinginkan rakyatnya. Dan seorang pemimpin harus menjadi pemimpin yang amanah dan mementingkan moral dan akhlak.

Sesekali Anwar juga mengungkapkan tuduhan-tuduhan yang dialamatkan kepadanya atas sikap politiknya selama ini. Ia juga menghadirkan joke-joke berisi yang mampu membuat pengunjung tertawa.

Seperti ketika ia memuji Soekarno dan Hatta. "Nanti saya dibilang anti nasional. Anwar lebih baik pindah saja ke Indonesia. It's not bad idea," ujarnya diikuti tawa pengunjung. 

Dewan Direktur Eksekutif CIDES Rohmad Hadiwijoyo menilai perjuangan politik Anwar bak perjuangan politik Yudhistira alias Puntadewa. "Yudhistira adalah sosok pemimpin yang jujur, cendekiawan yang rendah hati dan pengamal kebenaran yang konsisten. Rakyat menjadikannya teladan dan panutan," kata Rohmad dalam sambutannya.

Turut mendengarkan pidato Anwar malam itu sejumlah tokoh, antara lain Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsudin, Ketua DPD Irman Gusman, mantan Ketua MK Jimly Ashiddiqie, Kepala BNP2TKI Jumhur Hidayat, dan Seniman Taufik Ismail.


Sumber : jurnas.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar