Sabtu, 04 Februari 2012

Kapal Selam KRI Nanggala 402 Melintasi Philipina 30 Januari 2012

Kapal Selam KRI Nanggala 402 Melintasi Philipina 30 Januari 2012



Sebuah forum pertahanan Philipina menyajikan foto-foto sebuah kapal selam bernomor 402 yang melintas di Provinsi Tawi-Tawi pada 30 Januari 2012. Pengirim foto-foto itu menyebut kapal selam itu sebagai kapal selam yang tidak teridentifikasi. Akan tetapi, ada anggota forum yang lain yang mengenali nomor lambung 402 sebagai sebuah KRI walaupun salah menyebut sebagai KRI Cakra. Semestinya, 402 adalah KRI Nanggala.
78128972
Memiliki kapal selam bagi sebuah kekuatan Angkatan Laut adalah kebanggaan. Kapal selam memiliki efek penggentar (deterrence effect) yang luar biasa bagi negara lain. Sebuah kapal selam sampai saat ini masih sulit dideteksi oleh kapal permukaan maupun pesawat terbang. Sebaliknya, kapal selam dapat meluncurkan rudal yang mampu menghancurkan sasaran di permukaan laut dan daratan yang jaraknya ratusan dan bahkan ribuan kilo meter.
Kita baru memiliki kapal-kapal selam kecil saja negara tetangga sudah gentar. Bagaimana apabila kita memiliki kapal selam kelas kilo? Kapal selam bertenaga nuklir? Tentu negara kita akan menjadi sebuah negara yang disegani.
Kita bukan mau perang, apabila ada yang menanyakan untuk apa kita memiliki kapal selam. Buat apa, kebutuhan kapal selam tidak mendesak kan karena tidak ada negara yang akan menyerang kita? Untuk pertanyaan kedua itu, saya kira bukan seperti itu maksudnya kita memiliki kekuatan pertahanan dengan alutsista yang kuat. Membeli alutsista bukan seperti membeli televisi. Untuk membeli televisi, kita tinggal pergi ke toko elektronik, memilih televisi yang akan kita beli, bayar dan bawa pulang. Membeli alutsista tidak seperti itu. Hari ini tanda tangan kontrak pembelian, bisa jadi 3 tahun yang akan datang alutsista baru tiba di negara kita. Dus, apabila kita beli alutsista saat ada negara yang menyatakan perang kepada kita, maka kita hanya dapat melawan mereka menggunakan bambu runcing.
Betul sekolah perlu dibangun. Sawah perlu dibuat. Saluran irigasi perlu dibangun. Akan tetapi, semua itu sudah ada pos anggarannya. Ibaratnya kita mengelola rumah, kita sudah memiliki pos anggaran untuk beli beras, bayar listrik, bayar sekolah anak, dan lain-lain. Dalam mengelola sebuah negara, tidak bisa kita menghabiskan uang hanya pada pos pendidikan tanpa membangun kekuatan pertahanan.
Kekuatan pertahanan itu sangat penting. Kita tentu bisa membaca sejarah bangsa kita sendiri betapa dulu pada akhir abad ke-16 nusantara kita mudah sekali dijajah oleh negara lain. Itu karena pada saat itu nusantara tidak memiliki kekuatan pertahanan yang kuat. Coba bandingkan dengan masa-masa kejayaan Sriwijaya, Singosari dan Majapahit. Tidak mudah kerajaan-kerajaan itu dijajah atau ditaklukkan oleh kerajaan lain. Seperti itulah seharusnya negara kita Republik Indonesia, tidak mudah ditaklukkan oleh kekuatan perang negara lain.
Berikut di bawah ini foto-foto KRI Nanggala yang ditengarai melewati perairan Philipina pada 30 Januari 2012 (masih hangat) dan disebut sebagai kapal selam tidak dikenal yang kemungkinan melakukan pengintaian di Philipina. Sebenarnya tidak wajar sebuah kapal selam melakukan pengintaian dari permukaan Open-mouthed smile.
009
010-1
011-1
014
015-1
016-1

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar