Rabu, 27 Maret 2013

KOREA UTARA TIDAK AKAN MEMULAI PERANG


Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un (tengah), melihat peralatan tempur dan teknis terbaru, yang dibuat Unit 1501 Tentara Rakyat Korea saat berkunjung ke unit tersebut, Minggu (24/3). (REUTERS/KCNA)

... Kim Jong-un ingin menunjukkan kepada rakyatnya bahwa sebagai pengganti ayahnya dia memiliki taji... " 


Jihad-Defence-Indonesia - Jakarta : "Korea Utara tidak akan memulai perang meski secara sepihak sempat membatalkan gencatan senjata Perang Korea 1950-1953 yang menandai kemungkinan terjadi konflik bersenjata di Semenanjung Korea," kata Direktur Eksekutif Pusat Studi ASEAN Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP UI), Edy Prasetyono, Selasa."Saya berpandangan Pyongyang akan berpikir dua kali memulai perang terbuka dengan Korea Selatan yang didukung Amerika Serikat di belakangnya," kata dia, saat ditemui di kantornya, Depok, Jawa Barat.Dosen Hubungan Internasional Universitas Indonesia (UI) tersebut menilai Korea Utara sedang menggunakan isu nuklir untuk menaikkan nilai tawarnya secara internal dan eksternal.Dari aspek ke dalam, Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, sedang berusaha membangun citra kekuasaan di mata rakyatnya."Sebagai pemimpin baru Korea Utara, Kim Jong-un ingin menunjukkan kepada rakyatnya bahwa sebagai pengganti ayahnya dia memiliki taji dalam memimpin menggunakan isu nuklir, perang dan kebijakan perlawanan terhadap Amerika Serikat," kata dia."Saya melihat manuver Korea Utara dengan seolah-olah ingin memerangi Korea Selatan dan Amerika Serikat merupakan simbol politik saja. Para elit Pyongyang sedang berusaha mencari simpati rakyat dengan komoditi nasionalisme dan konfrontasi."Sedangkan aspek ke luar, masih menurut dia, Korea Utara berusaha meningkatkan nilai tawarnya dalam meja perundingan dengan sejumlah negara. Nuklir dan isu perang dipakai sebagai bagian strategi pelicin mendapatkan kompensasi ekonomi atau pangan."Sikap asli Korea Utara bukanlah memulai perang dengan Korea Selatan sebagai seterunya. Jika perang dijadikan sebagai sikap aslinya maka Pyongyang akan mengalami kerugian lantaran China sebagai sekutu terdekatnya belum tentu membela." Sumber : KLIK DISINI

x

Tidak ada komentar:

Posting Komentar