Rabu, 05 Juni 2013

TNI-AL BANGUN BATALYON MARINIR 10 BATAM



Jihad-Defence-Indonesia - BATAM : TNI-AL membangun Markas Batalyon Marinir 10 di Pulau Setokok, Kota Batam, sebagai salah satu upaya meningkatkan keamanan di kawasan terdepan Indonesia yang berbatasan dengan negara-negara kawasan ASEAN.

"Batalion Marinir 10 seluas 37 hektare ini menjadi salah satu lokasi paling strategis untuk pertahanan kemanan di wilayah perbatasan,


" kata Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Marsetio saat peletakan batu pertama pembangunan di Pulau Setoko, Rabu (5/6).

Ia mengatakan karakteristik Batam dan Kepulauan Riau pada umumnya yang terdiri dari banyak pulau dan berbatasan dengan beberapa negara tetangga sangat strategis untuk dibangun satuan markas pengamanan untuk pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Indonesia merupakan negara maritim terbesar, sehingga perlu pembangunan batalyon yang ideal seperti di Kepulauan Riau ini. Apalagi wilayah Kepulauan Riau juga mencakup perairan Laut China Selatan yang menjadi titik konflik antara beberapa negara Asean dengan China," kata dia kepada Antara.

Ia mengatakan pembangunan yang didanai dari anggaran pendapatan dan belanja nasional (APBN) 2013 tersebut akan selesai pada sekitar Februari 2014 nanti.

"Untuk tahap awal Batalyon ini akan diisi 600 pasukan TNI-AL yang akan diperkuat dengan satuan-satuan kecil dengan kehalian khusus," kata Marsetio.

Fasilitas yang dibangun pada markas tersebut, kata dia, meliputi pembangunan gedung batalyon, pembangunan gedung kompi markas, pembangunan tiga gedung kompi senapan, pengerjaan pembangunan gedung gudang senjata, pembangunan rumah dinas, pembangunan mess perwira, dan pembangunan garasi angkutan.

"Termasuk nantinya juga akan dibangun dermaga, lapangan tembak dan helipad. Sebagian pekerjaan akan dilakukan dengan swakelola," kata dia.

Ia mengatakan, dengan pembangunan Batalion Marinir 10 tersebut akan mengurani ancama terhadap NKRI diwilayah provinsi Kepulauan Riau dan sekitarnya.

"Pembangunan batalyon marinir di Batam juga atas intruksi langsung dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono saat mengunjungi Pulau Nipah yang masuk wilayah Kota Batam," kata Marsetio.

Peletakan batu pertama pembangunan Batalyon Marinir 10, juga dihadiri sejumlah petinggi TNI, Anggota Komisi I DPR-RI, Gubernur Kepulauan Riau dan sejumlah pejabat lain.

Acara juga dimeriahkan dengan atraksi terjun payung oleh sejumlah prajurit TNI-AL.

Sumber : KLIK DISINI

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar